Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang mengakibatkan melonjaknya harga beras di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan jauh dari harga yang tadi hanya Rp.430-450 ribuan/karung berisi 6oan liter menembus harga Rp. 570-600 ribu dibeberapa kecamatan di Banggai Kepulauan, membuat Bupati Banggai Kepulauan mengambil langkah melalui pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan.

Sebagian besar masyarakat desa menyambut baik dengan kegitan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan lain halnya dengan masyarakat Desa Talas-talas Kec. Buko menolak pasar murah dengan alasan tidak punya uang untuk menebus harga beras Rp. 8.100 per/Kg.

Sekretaris Desa Talas-talas Aser Lombua saat dijumpai di Kantor Desa Talas-talas  pada (24/4/2020) saat monitoring Anggota Komisi III DPRD Kab.Banggai Kepulauan, memaparkan kepada Anggota DPRD BanggaiKep bahwa “Kami tidak menerima kegiatan pasar murah beras karena masyarakat tidak ada yang mau menebus atau membayar beras yang menjadi kuota desa Talas-talas, baik mereka yang ada dalam daftar yang berhak membeli maupun yang tidak masuk dalam daftar”, kata Aser.

Menurut Aser alasan masyarakat bahwa “Mereka tidak memiliki uang sejumlah itu untuk menebus beras yang ada, apalagi dengan situasi sekarang ini menurunnya pendapatan masyarakat akibat dari Virus Corona membuat daya beli mastarakat pun menurun dan perputaran ekonomi lambat”.

Lanjut aser “Apalagi masyarakat Talas-talas mayoritas petani dan harga komoditi pertanian semakin hari semakin memburuk”, ungkap Aser Lombua. (AmosKominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *