Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) membuka Rapat Koordinasi Percetakan Kartu Akses Pangan Tahun 2020 yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa, (03/11/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Bulagi Norma Liling Padang, Sekretaris Camat Bulagi Utara Bakar Samaida S.Ag, Staf DKP serta para peserta rakor.

Dalam sambutannya, Kepala DKP Sumiati Manompo, SP.,MM mengatakan bahwa, “Beberapa waktu lalu Tim pendamping kami telah melaksanakan survei di 27 (Dua puluh tujuh) desa diakhir 2018 dan pada hari ini kami rencanakan di tahun 2020 kami akan melaksanakan hasil dari pada survei yang dilakukan oleh tim kami.”

“Oleh karena itu pada hari ini kita akan mengkoordinasikan secara bersama agar akan menghasilkan satu keputusan secara mufakat yang pada akhirnya di lapangan tidak akan menimbulkan masalah,” lanjut Sumiati.

Menurutnya, 27 desa tersebut berdasarkan peta EPESPA Dinas Ketahanan Pangan yang sudah dirilis tahun 2019, oleh karena itu kesempatan ini kami gunakan untuk mengkoordinasikan bersama Pemerintah Desa nama-nama yang sudah terdaftar.

Dinas Ketahanan Pangan berdasarkan undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan merupakan satu aturan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan seluruh masyarakat Indonesia, sehingga tidak ada kerentanan terhadap pangan.

Dan disetiap desa harus bisa menyediakan beberapa data-data misalnya data produksi, desa itu harus mampu mencatat produksi apa yang dihasilkan oleh desa itu misalnya, ada berapa petani yang bisa menghasilkan ubi, pisang dan lain sebagainya karena DKP akan melihat apa yang dibutuhkan oleh desa itu.

“Kami minta dukungan kepada Pemdes untuk data-data dibantu supaya kami juga bisa membantu masyarakat misalnya masyarakat ingin memanfaatkan pekarangan rumah, benih kami siap yang penting ada lahan ada bibit,” ucap Sumiati.

Tak lupa juga Kadis Ketahanan Pangan mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kabupaten Banggai Kepulauan yang ke-21 dan harapnya, semoga Banggai Kepulauan lebih baik. (DeckyKominfo)

Salakan, Banggaikep.go.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Banggai Kepulauan gelar Sosialisasi Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa, (20/10/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda BanggaiKep Abderiana Loto, MM mewakili Ketua Tim Penggerak PKK, Staf Ahli Setda BanggaiKep Ekasilawati Sipatu, Kadis DKP Sumiati Manompo.,SP.,MM, dan peserta para pelaku usaha.

Dalam sambutan Kadis DKP Sumiati Manompo mengatakan bahwa, Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia dan berdasarkan undang-undang pangan nomor 18 tahun 2012 dan nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan pangan, mutu, dan gizi.

“Ini kita perlu cermati bersama, selain pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi kita manusia pangan ini merupakan penyedia yang harus benar-benar steril untuk kita konsumsi dan pelaku usaha yang hari ini hadir pada hari ini hanya berasal dari ibu kota saja, insyaallah kedepannya kegiatan ini akan lebih dikembangkan lagi,” ucap Sumiati.

Selanjutnya, Kadis DPK juga mengungkapkan harapannya, “Harapan kami, walaupun ini masih cukup sederhana tetapi alat yang kami gunakan di sini sudah melalui prosedur yang sudah di tetapkan oleh Dinas Kesehatan dalam hal ini balai POM, semoga kegiatan hari ini kita bisa cermati bersama, untuk bisa kita terapkan di lapangan atau di rumah produksi,” harap Sumiati.

Sementara itu, dalam sambutan Ketua TP-PKK yang dibacakan Asisten II Setda Abderiana Loto, MM juga menjelaskan Sesuai dengan undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, Pemerintah berkewajiban untuk menjamin keamanan pangan masyarakat dalam mewujudkan hal tersebut Pemerintah di amanatkan untuk menetapkan norma standar produk dan kriteria mutu ketahanan pangan dalam hal ini pengawasan pangan serta pangan lokal.

“Tugas kita yaitu menjamin pengawasan mutu dan keamanan pangan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah melindungi masyarakat terutama masyarakat yang membutuhkan pangan dan setiap yang diproduksi harus ada standar mutu,” jelas Abde.

Namun menurut Abderiana, banyak hal yang didapatkan di lapangan terutama di Kabupaten Banggai Kepulauan, kita lihat banyak produk atau makanan yang diberi pengawet.

“Oleh sebab itu kesehatan sangatlah penting, jadi yang perlu kita perhatikan setiap produk atau makanan adalah kualitasnya, maka marilah kita selalu menjaga mutu keamanan pangan demi kesehatan,” kata Abde.

“Terimakasih kepada ibu ketahanan pangan yang sudah banyak bergerak di bidang pertanian, terutama pengelolaan pekarangan dan juga seluruh kecamatan yang sudah ada percontohan dan ini adalah salah satu mutu, dan strategi pencegahan stunting” tutup Abde mengakhiri sambutan. (DeckyKominfo)

Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang mengakibatkan melonjaknya harga beras di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan jauh dari harga yang tadi hanya Rp.430-450 ribuan/karung berisi 6oan liter menembus harga Rp. 570-600 ribu dibeberapa kecamatan di Banggai Kepulauan, membuat Bupati Banggai Kepulauan mengambil langkah melalui pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan.

Sebagian besar masyarakat desa menyambut baik dengan kegitan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan lain halnya dengan masyarakat Desa Talas-talas Kec. Buko menolak pasar murah dengan alasan tidak punya uang untuk menebus harga beras Rp. 8.100 per/Kg.

Sekretaris Desa Talas-talas Aser Lombua saat dijumpai di Kantor Desa Talas-talas  pada (24/4/2020) saat monitoring Anggota Komisi III DPRD Kab.Banggai Kepulauan, memaparkan kepada Anggota DPRD BanggaiKep bahwa “Kami tidak menerima kegiatan pasar murah beras karena masyarakat tidak ada yang mau menebus atau membayar beras yang menjadi kuota desa Talas-talas, baik mereka yang ada dalam daftar yang berhak membeli maupun yang tidak masuk dalam daftar”, kata Aser.

Menurut Aser alasan masyarakat bahwa “Mereka tidak memiliki uang sejumlah itu untuk menebus beras yang ada, apalagi dengan situasi sekarang ini menurunnya pendapatan masyarakat akibat dari Virus Corona membuat daya beli mastarakat pun menurun dan perputaran ekonomi lambat”.

Lanjut aser “Apalagi masyarakat Talas-talas mayoritas petani dan harga komoditi pertanian semakin hari semakin memburuk”, ungkap Aser Lombua. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Operasi pasar dalam situasi pandemi Covid-19 melalui kegiatan pasar murah beras yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Koperindag dan Dinas Ketahanan Pangan Kab. BanggaiKep disambut baik oleh masyarakat desa Batangono Kecamatan Buko.

Aparat Desa Batangono Ibu Rini selaku penangungjawab penyaluran beras pasar murah di desa Batangono menyampaikan kepada Anggota DPRD Kab. Banggai Kepulauan, Feliks Go saat monitoring (23/4/2020). Rini menyatakan bahwa masyarakat menyambut baik kegiatan pasar murah dalam situasi harga beras yang melonjak tinggi sampai dengan Rp.10 ribu bahkan 11 ribu perliter.

Bebarapa masyarakat Desa Batangono saat dijumpai di Balai Desa  saat mengambil beras mengatakan bahwa “Cukup terbantu dengan kegiatan pasar murah ini karena harga beras yang lagi mahal tapi melalui pasar murah ini kami bisa membeli beras Rp.8.100/Kg kalau di warung sudah 10 ribu bahkan 11 ribu perliter”, ungkap salah satu ibu.

Saat ditanyakan apa yang menjadi harapan masyarakat dalam situasi saat ini meraka hanya mampu berharap agar ada lagi kegiatan pasar murah yang menyediakan sembako lengkap bukan hanya beras serta mungkin ada bantuan dari Pemerintah. (AmosKominfo)

Lumbi-lumbia, BanggaiKep.go.id – Guna memastikan berjalan dengan baik dan lancar program oprasi pasar melalui pasar murah beras yang dilaksanakan oleh Dinas Koperindag dan Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Banggai Kepulauan dalam upaya meringankan beban masyarakat dengan meningkatnya harga beras dampak dari pademi Covid-19.

Anggota Komisi III DPRD Kab.BanggaiKep melaksanakan monitoring di Kecamatan Buko Selatan pada hari Kamis (23/4/2020) dengan turun langsung ke desa-desa di wilayah kecamatan Buko Selatan.

Hendrik Lao Anggota DPRD Kab.BanggaiKep saat dijumpai di Lumbia menjelaskan kegiatan monitoring merupakan langka evaluasi dari kegiatan oprasi pasar melalui pasar murah beras yang dilaksanakan oleh Pemda Banggai Kepulauan khususnya Dinas terkait yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Koperindag.

“Yang perlu kami ketahui selaku DPR apakah kegiatan ini berjalan baik dan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan serta berdampak bagi masyarakat”, kata Hendrik.

Lanjut Ko Gong (sapaan akrap Hendrik Lao) “Terutama dalam hal pembagian kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah desa agar tidak ada penambahan harga dari apa yang sudah ditetapkan Rp.8.100/Kg, karena tujuan pasar murah ini untuk meringankan beban masyarakat karena naiknya harga beras akibat wabah Corona Virus”, jelas Ko Gong.

Saat ditanyai hasil monitoring disejumlah desa yang ada di Kec. Buko Selatan beliau menjelaskan “Semua desa mengharapkan pelaksanaan pasar murah selanjutnya dengan harga terjangkau serta jumlahnya ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada ditiap desa dan harapan masyarakat juga berharap bukan hanya beras tetapi ada minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya”, ungkap Hendrik. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Meningkatnya harga beberapa bahan pokok dampak dari pandemi Corona Virus di Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) membuat Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperasi dan Perdagangan mengelar pasar murah di Kecamatan Bulagi Utara.

Tiga Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Banggai Kepulauan yakni Rahma Dg. Taha, Feliks Go, Haris Lamuni melaksanakan monitoring pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Koperindag Kab. BanggaiKep di Kec. Bulagi Utara pada Senin, (20 April 2020).

Kehadiran Anggota Komisi III DPRD Kab. Banggai Kepulauan disambut baik oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP, beliau mengatakan sangat bersyukur ditengah situasi dan keadaan seperti ini Anggota DPRD dapat melaksanakan kunjungan di wilayah Bulagi Utara, “Sehingga kami pun dapat menyampaikan apa yang menjadi harapan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa yang ada di Bulagi Utara dalam penanganan Covid-19”, kata Edison.

Feliks Go Anggota DPRD Kab. BanggaiKep menjelaskan tujuan monitoring ini guna memastikan apakah kegiatan pasar murah berjalan dengan baik dan tanpa kendala sesuai dengan apa yang diinstruksikan Plt. Bupati Banggai Kepulauan guna meringankan beban masyarakat serta memastilan tidak ada penambahan harga dan pengurangan banyaknya beras yang disalurkan untuk tiap Kecamatan.

“Pelaksanaan pasar murah berjalan dengan baik dan tidak ada penambahan harga, yang menjadi harapan masyarakat Bulagi Utara kiranya untuk kedepan ada penambahan jatah agar dapat merat, dengan pasar murah sangat membantu masyarakat saya yang ada di Kecamatan Bulagi Utara”, jelas Edison Camat Bulagi Utara. (AmosKominfo)