Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelayanan Panggilan Darurat 112, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Kadis Kominfo, Sekdis Kominfo, Narasumber Perwakilan PT. Jasnita Telekomindo Jakarta, Kepala OPD Lingkup Pemda atau yang mewakili, serta seluruh peserta Bimtek yang hadir.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO dan dalam sambutannya mengatakan layanan panggilan darurat 112 merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang sangat penting dalam mewujudkan sistem tanggap darurat terpadu.

Layanan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan pertolongan cepat pada saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, serta kondisi darurat lainnya. cukup dengan menghubungi satu nomor yaitu 112, tanpa biaya dan dapat di akses selama 24 jam.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, keselamatan warga, dan ke tanggapan pemerintah daerah terhadap situasi darurat.

“Melalui kegiatan bimtek ini, saya berharap seluruh peserta baik dari unsur Pemerintah Daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, maupun lembaga terkait lainnya dapat memahami secara menyeluruh mekanisme operasional layanan 112, alur koordinasi antar instansi, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem tanggap darurat,” ujarnya.

Karena itu, kegiatan bimtek ini bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan membangun budaya kerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap setiap materi yang disampaikan narasumber, serta menerapkannya dengan baik di lapangan. semoga melalui kegiatan ini, Banggai Kepulauan dapat semakin siap dan tanggap menghadapi berbagai situasi darurat, serta memberikan rasa aman dan perlindungan yang maksimal bagi seluruh masyarakat,” ucap Bupati. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas, yang dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan, H. Rusli Moidady, S.Pd., M.M. Kegiatan ini menandai langkah awal pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, Senin (13/10/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat Forkopimda, OPD terkait, dan perwakilan instansi vertikal, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan yang diwakili oleh Mohammad Yasir, S.E., Kepala Subbagian Tata Usaha. Kehadiran perwakilan Kantor Pertanahan menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan infrastruktur pelabuhan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kegiatan ekonomi, khususnya sektor perdagangan dan logistik di wilayah kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Peti Kemas ini merupakan salah satu program prioritas daerah dalam rangka memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong distribusi barang dan jasa yang lebih efisien.

“Pelabuhan ini nantinya akan menjadi gerbang utama kegiatan ekonomi dan perdagangan di Banggai Kepulauan. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan, Mohammad Yasir, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran proses administrasi pertanahan yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur strategis ini, khususnya dalam aspek pengelolaan dan penataan tanah,” ungkapnya.

Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan akses distribusi hasil bumi dan perikanan dari Banggai Kepulauan ke berbagai wilayah di Indonesia. (Sumber: Admin ATR/BPN)

Salakan, Banggai Kepulauan – Menjelang, pelaksanaan Festival Trikora tahun 2025, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana bersama pemerintah daerah dengan dilaksanakannya rapat di ruang rapat kantor Bupati, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Banggai Kepulauan ini rencananya akan dipusatkan di Kota Salakan.

Dalam sambutan Kepala Dinas Dikbud H. Ikhsan Nursin, S.Pd.,M.M menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan agenda penting ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang telah meluangkan waktu guna membahas teknis dan langkah strategis menjelang pelaksanaan festival tersebut.

“Agenda ini bukanlah kegiatan kecil. Festival Trikora memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu kita angkat dan perkenalkan lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan mancanegara,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan komunitas pecinta budaya dan aparat satuan pamong praja, demi memastikan pelaksanaan festival berlangsung aman dan tertib. Selain itu, panitia diimbau untuk lebih intens berkoordinasi dan memperkuat komunikasi mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Festival Trikora 2025 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana eksplorasi dan promosi budaya lokal Banggai Kepulauan,” terangnya.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan tidak sebatas pada lingkup kabupaten, melainkan memiliki daya tarik luas dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan kegiatan ini memberi dampak nyata. Jangan sampai hanya kita yang melaksanakan dan menonton. Festival ini harus mampu mengangkat nilai budaya daerah agar lebih dikenal secara luas,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tema dan konsep Festival Trikora akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai budaya serta refleksi perjuangan sejarah, sehingga masyarakat dapat memahami makna di balik kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, festival ini dapat menjadi agenda tahunan tetap Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya ini, dan kapan lagi kalau bukan sekarang,” ujarnya penuh semangat.

Rapat juga menyepakati bahwa pelaksanaan Festival Trikora akan diselaraskan dengan peringatan HUT Banggai Kepulauan ke-26, yang dipusatkan antara tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2025.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk terus bermusyawarah dan bekerja sama demi mewujudkan festival yang sukses dan berkesan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT Bangkep ke-26 Mohamad Wahyudi, ST.,MP menjelaskan, salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT adalah Festival Trikora, yang akan dikolaborasikan dengan kegiatan kesenian dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Festival ini diharapkan menjadi wadah hiburan bagi masyarakat, bukan sekadar acara internal ASN seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Acara ini adalah milik masyarakat Banggai Kepulauan. Kami ingin masyarakat bisa menikmati hiburan dan merasa memiliki momen tahunan ini,” tambahnya.

Ketua Panitia HUT Bangkep menegaskan pentingnya peran generasi muda di bidang teknologi informasi untuk membantu mempublikasikan kegiatan HUT ke-26 Banggai Kepulauan agar lebih dikenal luas.

“Kita harus mampu menampilkan kegiatan ini ke dunia maya. Karena lewat publikasi digital, wisatawan bisa tertarik datang, dan itu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif memeriahkan perayaan HUT Banggai Kepulauan tahun ini, dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan demi kemajuan daerah.

Turut hadir Sekdis Dikbud dan Panitia Festival Trikora yang sempat hadir. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsitektur Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2025 dan BERKAH SELARAS yang dilaksanakan oleh Bappeda dan Litbang bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang Bangkep, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, serta para pejabat perencana dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini memiliki makna strategis dalam memperkuat pelaksanaan sistem manajemen kinerja pemerintah daerah yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sebagaimana diamanatkan dalam agenda reformasi birokrasi nasional.

“Arsitektur kinerja merupakan fondasi penting dalam menyusun keterkaitan antara tujuan pembangunan daerah, sasaran kinerja perangkat daerah, hingga capaian indikator yang terukur. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh OPD memiliki pemahaman yang sama dalam membangun keterpaduan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan kinerja,” tutur Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Arsitektur Kinerja bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan peta jalan (roadmap) dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang terarah dan selaras dengan visi-misi daerah.

Dalam konteks Kabupaten Banggai Kepulauan, hal ini sejalan dengan semangat “BERKAH SELARAS” sebuah gagasan inovatif yang lahir dari Aksi Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) III PPSDM Regional Makassar Tahun 2025.

Inovasi BERKAH SELARAS, yang digagas oleh Ibu Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda & Litbang Banggai Kepulauan, menjadi langkah nyata dalam memperkuat integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kinerja berbasis digital.

Inovasi ini juga bertujuan menciptakan keselarasan antar perangkat daerah agar seluruh program pembangunan daerah berjalan dalam satu arah dan berorientasi pada hasil.

“Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif Ibu Fitriah Bidalo yang telah menggagas Aksi Perubahan BERKAH SELARAS. Inovasi ini sangat baik dan perlu dijaga keberlanjutannya, karena menjadi contoh konkret bagaimana ide dan aksi ASN dapat berkontribusi langsung pada perbaikan tata kelola pemerintahan,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup juga menyampaikan beberapa poin penting sebagai arah tindak lanjut kegiatan Bimtek, di antaranya:

1. Membangun pemahaman bersama antar perangkat daerah dalam penyusunan dan penerapan arsitektur kinerja;

2. Meningkatkan kapasitas SDM, khususnya pejabat perencana dan operator data kinerja di setiap OPD;

3. Mengintegrasikan sistem perencanaan, agar sejalan dengan aplikasi digital nasional dan daerah;

4. Menjamin keberlanjutan inovasi, dengan menjadikan hasil Bimtek sebagai dasar penguatan Renstra, Renja, dan evaluasi kinerja daerah.

Wakil Bupati Serfi Kambey menambahkan bahwa keberhasilan implementasi arsitektur kinerja bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan komitmen semua pihak.

“Kita semua harus bergerak dalam satu visi. Inovasi seperti BERKAH SELARAS adalah bukti nyata semangat ASN dalam mendukung reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang profesional dan berintegritas,” ujar Wabup.

Kegiatan Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Kementerian PANRB dan Bappenas, yang memberikan panduan teknis terkait penyusunan dan implementasi Arsitektur Kinerja Pemerintah Daerah sesuai kebijakan nasional.

Dengan adanya inovasi BERKAH SELARAS, diharapkan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan semakin siap dalam membangun sistem manajemen kinerja yang terintegrasi, transparan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey hadiri kegiatan  Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsitektur Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 yang bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang, Selasa (07/10/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bappeda dan Litbang, Narasumber, Para Kasubag Perencanaan dan Operator OPD Peserta Bimbingan Teknis, Serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan arsitektur kinerja Pemerintah Daerah merupakan fondasi penting dalam menyusun keterkaitan antara tujuan pembangunan daerah, sasaran kinerja perangkat daerah, hingga capaian indikator yang terukur.

Arsitektur kinerja bukan hanya sekadar dokumen teknis, tetapi juga menjadi peta jalan (roadmap) bagi penyusunan perencanaan yang lebih terarah dan selaras dengan visi-misi Daerah.

Wabup juga menegaskan beberapa hal penting diantaranya:

1. Bangun pemahaman bersama : pastikan setiap perangkat daerah memiliki persepsi yang sama dalam menyusun dan menerapkan arsitektur kinerja.
2. Tingkatkan kapasitas SDM: kasubag perencanaan dan operator merupakan garda terdepan dalam pengelolaan data dan dokumen kinerja ; kompetensi dan ketelitian sangat menentukan kualitas hasil.
3. Integrasikan sistem : selaraskan penyusunan arsitektur kinerja dengan aplikasi perencanaan berbasis digital yang telah dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
4. Pastikan keberlanjutan : jadikan hasil bimtek ini sebagai dasar untuk memperbaiki proses penyusunan renstra, renja, dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pada kegiatan ini yang merupakan implementasi dari aksi perubahan berkah selaras yang di gagas oleh ibu Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda & Litbang, Inovasi ini sangat baik dan di harapkan berkelanjutan,” ujar Serfi.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai forum teknis, tetapi menjadi awal dari perubahan budaya kerja yang lebih sistematis, berbasis kinerja, dan berorientasi pada hasil nyata yang di rasakan masyarakat.

“Momentum ini untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, efektif, dan berintegritas,” tuturnya. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral tahun 2025 bersama sejumlah perangkat daerah bertempat di Aula Kantor Dinas Kominfo, Kamis (25/9/2025).

Peserta kegiatan ini meliputi Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala Bidang PTSP, serta staf dari beberapa OPD terkait, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pertanian Bidang Peternakan, dan Dinas Perindagkop UKM.

Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan sambutan Kepala Dinas Kominfo. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi panel materi oleh Kepala BPS Banggai Kepulauan dan Kepala Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Bupati yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ratnasari N. Turungku, SKM.,MPH menekankan pentingnya pengelolaan data sektoral yang sesuai standar. Menurutnya, data merupakan instrumen vital dalam perencanaan pembangunan, evaluasi program, serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

“Data yang valid, akurat, mutakhir, dan terpadu menjadi kunci dalam mewujudkan Satu Data Indonesia. Melalui pembinaan ini, kita ingin mendorong sinergi antar-perangkat daerah agar tata kelola data semakin baik, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala BPS Banggai Kepulauan dalam pemaparannya menjelaskan ruang lingkup sistem statistik nasional, dasar hukum, hingga penguatan sistem statistik untuk mendukung implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Ia juga menekankan pentingnya membangun Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di setiap OPD guna mencegah ketimpangan, duplikasi, serta ketidakakuratan data.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Banggai Kepulauan menegaskan bahwa kesadaran akan pentingnya data harus dimulai dari proses pengumpulan hingga penyampaian ke wali data. Data yang sudah tervalidasi nantinya akan dipublikasikan melalui portal Satu Data Indonesia Kabupaten Banggai Kepulauan. Hal ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sistem perencanaan daerah dan meningkatkan capaian indeks pembangunan di masing-masing urusan pemerintahan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh perangkat daerah semakin memahami dan konsisten dalam penyelenggaraan statistik sektoral. Sinergi antar-OPD bersama Dinas Kominfo sebagai wali data akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kemajuan Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus mendorong percepatan transformasi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang salah satu pilar utamanya adalah tata kelola data. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bertempat di ruang rapat Bidang Aptika, Kamis (25/9/2025).

Dalam sambutan Bupati diwakili Kepala Dinas Kominfo Banggai Kepulauan, Ratnasari N. Turungku, SKM.,MPH menyampaikan bahwa tata kelola data menjadi kunci penting dalam mewujudkan sinkronisasi data sektoral dengan data statistik resmi. Oleh karena itu, sinergi antar instansi seperti Dinas Kominfo sebagai wali data, Bappeda dan Litbang sebagai koordinator, serta Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data, perlu terus diperkuat untuk mewujudkan Pemerintah Digital (Pemdi).

“Data dan statistik memiliki peran vital dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Tanpa data yang valid, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN) dan mendukung implementasi Satu Data Indonesia (SDI).

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Banggai Kepulauan yang telah memprakarsai kegiatan ini bersama seluruh pemangku kepentingan.

Adapun pesan dan harapan yang disampaikan meliputi:

1. Perangkat daerah diingatkan agar serius dalam mengelola data sektoral, mulai pencatatan, pengolahan hingga penyajian dalam bentuk statistik.

2. Dinas Kominfo dan BPS diminta terus memperkuat koordinasi, pendampingan, serta membangun sistem data yang terintegrasi.

3. Seluruh peserta diminta menjadikan pembinaan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, dan komitmen bersama dalam menghasilkan data berkualitas.

Dengan langkah konkret ini, Pemkab Banggai Kepulauan optimistis mampu mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis data. (IKP-KOMINFO BANGKEP)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan di wakili Staf Ahli Bupati Tommy B. Luasusun secara resmi membuka kegiatan Penyusunan Program Kepanduan dan Ekstrakurikuler Terintegrasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dilaksanakan di Aula Penginapan Bharata, Kamis (27/9/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang di wakili Sekretaris Dinas, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), Koordinator Wilayah Pendidikan Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Kwartir Cabang Pramuka, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutan Bupati dibacakan Tommy Luasusun menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kepemimpinan sejak usia dini.

“Oleh karena itu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dinilai sangat penting dan relevan untuk menjawab tantangan zaman,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan Tujuh kebiasaan positif yang diajarkan dalam gerakan ini meliputi:

1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2. Membiasakan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun
3. Disiplin dan bertanggung jawab
4. Jujur dan dapat dipercaya
5. Cinta kebersihan dan kesehatan
6. Gemar membaca dan belajar
7. Peduli dan gotong royong

“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan misi kita untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Tommy.

Ia juga berharap penyusunan program kepanduan dan ekstrakurikuler ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang pembentukan karakter anak yang menyenangkan, terstruktur, dan terintegrasi.

Pemda juga mengajak seluruh pihak – pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat – untuk bersama-sama mendukung gerakan ini demi mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berbudi pekerti luhur, mandiri, dan berjiwa Nasionalis.

Mengakhiri sambutannya, Staf Ahli  menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan penuh semangat. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Kantor Pertanahan, Dr. Dito Syaferli, S.H.,M.Kn melakukan koordinasi dengan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membahas beberapa agenda penting terkait penataan wilayah transmigrasi, Selasa (23/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, beliau didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Mohammad Yasir, S.E., dan Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak Arham Safa, S.SiT.

Pertemuan itu membahas perkembangan pengurusan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk kawasan transmigrasi yang saat ini masih dalam proses. Seluruh berkas akan segera dikirim ke Kementerian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, turut dibahas pula penyesuaian lokasi Sekolah Rakyat. Lokasi awal yang diusulkan ternyata berada dalam kawasan hutan, sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang dan penentuan lokasi alternatif yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Koordinasi ini merupakan langkah konkret dalam mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan, legal, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Sumber: Humas ATR/BPN Bangkep)

Pulau Peling, BanggaiKep.go.id – Organisasi Masyarakat Sipil (NGO) Kemitraan Partnership bekerja sama dengan KPH Pulau Peling Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah sukses menyelenggarakan Workshop Identifikasi & Pengendalian Konflik Tenurial di Wilayah Kawasan Hutan Pulau Peling.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 September 2025 ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan, akademisi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil.

Workshop ini bertujuan untuk Mengidentifikasi berbagai potensi dan dinamika konflik tenurial yang terjadi di kawasan hutan Pulau Peling, Menyusun strategi pengendalian dan penyelesaian konflik berbasis kolaborasi multipihak dan Menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah tindak lanjut dalam pengelolaan kawasan hutan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Dalam forum diskusi, berbagai isu krusial mengemuka, antara lain keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan, tumpang tindih pemanfaatan kawasan, serta perlunya model kemitraan hutan yang inklusif.

Hasilnya, workshop berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat dalam mendorong solusi pengelolaan kawasan hutan yang lebih partisipatif.

Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan yang turut hadir menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dalam penyelesaian konflik tenurial melalui dukungan data pertanahan, sinergi kebijakan, serta pelayanan yang mendukung kepastian hukum bagi masyarakat dan perlindungan kawasan hutan.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antar-pihak dalam mengatasi konflik tenurial di Pulau Peling, demi terwujudnya tata kelola kehutanan yang adil dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah. (Sumber: Humas ATR/BPN Bangkep)