Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti instruksi Bupati Banggai Kepulauan, H. Rais D. Adam sehubungan dengan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mencegah penyebaran Covid-19 serta memutuskan mata rantai penyebarannya.

Sebagai tindak lanjut Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos., MAP gelar rapat dalam rangka pencegahan covid-19 di wilayah kerjanya serta Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya.

Camat saat dihubungi Jurnalis Dinas Kominfo Kab. Banggai Kepulauan menjelaskan rapat ini sebagai tindak lanjut untuk menyampaikan apa yang menjadi arahan dan instruksi Bupati untuk dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan memutus mata rantai virus corona.

Dalam rapat ini, Camat Bulagi Utara mempertegas lagi larangan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dalam bentuk apa pun, kepala desa dapat mendata dan melaporkan secara rutin keadaan perkembangan desanya serta warga yang baru datang dari luar daerah dan mengawasi masa karantina mereka, mengharuskan pembuatan tempat cuci tangan baik di kantor-kantor pemerintahan, sarana umum serta dirumah-rumah masyarakat.

Edison juga mengharapkan setelah kembali ke desa masing-masing kades segera bentuk tim relawan Covid-19 sesuai instruksi Bupati.

Dalam rapat ini juga dibahas mengenai lonjakan harga sembako diwilayah kecamatan Bulagi Utara, “Untuk itu diminta para kades dapat memantau jangan ada penimbunan sembako oleh penjual serta menghimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan makan pokok kita sebagai alternatif melonjaknya harga sembako”, kata Camat.

Dan diakhir rapat Edison Moligay juga mengharapkan kepala desa untuk berkordinasi dengan tokoh lintas agama di desa masing-masing untuk mengelar doa bersama umat secara serentak.

“Yang nasrani pada hari minggu dan yang muslim pada hari jumat serta setiap saat dirumah masing-masing agar kita terhindar dari malapetaka Covid-19 dan musibah kemanusian ini cepat berlalu”, ungkap Camat Bulagi Utara.

Rapat dilaksanakan pada hari Rabu (1/4/2020) bertempat di BPU Kec. Bulagi Utara Kab. BanggaiKep dan rapat dipimpin Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP, serta dihadiri Sekcam, Kepala PKM Sabang, Kepala Desa dan Lurah di wilayah Kec. Bulagi Utara pendamping desa. (Amos-DisKominfo BanggaiKep)

Ponding ponding, Banggaikep.go.id –  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banggai Kepulauan secara bertahap terus melakukan sosialisasi terhadap wajib pajak di Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banggai Kepulauan Drs. Muis ABD Latif, M.pd di Kantor Kecamatan Tinangkung Utara pada Selasa, (31/3/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.pd beserta para Kades dan perangkatnya se Kecamatan Tinangkung Utara.

Menurut Muis, dalam situasi ini dibuat pembatasan peserta undangan yang bertujuan untuk mengantisipasi adanya penyebaran covid 19 dan mengikuti anjuran Pemerintah.  Untuk Kecamatan Tinangkung Utara dihadiri oleh enam Desa, setiap Desa diwakili oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan dan operator PBB.

Sosialisasi ini ada dua agenda yang akan disampaikan.

Agenda pertama penyampaian dan penyerahan SPT Tahunan.  “Dalam prosesnya setiap Tahun pajak ada enam bulan masa pembayaran pajak yaitu dimulai pada tanggal 1 april 2020 sampai dengan tanggal 30 september 2020”, kata Muis.

Kemudian lanjut Muis, “Mekanismenya yaitu setelah SPT diserahkan selanjutnya melalui Kolektor yang di SK kan oleh Kepala Desa melaksanakan tugas penagihan pajak kepada setiap wajib pajak.”

Selanjutnya agenda yang kedua yaitu dengan adanya MOU antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banggai Kepulauan membangun kerja sama dalam hal menerbitkan Sertifikat tanah bagi Masyarakat yang mempunyai lahan pertanahan tetapi belum di Sertifikatkan.

Program tersebut adalah program Nasional di mana sertifikat yang di berikan kepada Masyarakat adalah gratis tidak di punggut biaya, yang di siapkan Masyarakat hanya materai 6000 sebanyak empat lembar.

“Mekanisme pembuatan sertifikat yaitu Bapenda mendata kepada Masyarakat yang memiliki lahan pertanahan yang belum di sertifikatkan selanjutnya data yang diperoleh diserahkan kepada Badan Pertanahan Nasional yang selanjutnya diproses meliputi pengukuran lahan dan menerbitkan sertifikat,” ungkap Muis. (FeriKOMINFO)

 

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) benar-benar sangat terasa bahkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial, suku, agama dan lain sebagainya, baik para pekerja kantoran, buruh harian, sopir, tukang ojek bahkan sampai pada para pelajar/Mahasiswa.

Hal ini bisa dilihat dengan instruksi Presiden, Gubernur bahkan Bupati dan walikota se-Indonesia dengan meliburkan sekolah baik dari jenjang TK/Paud, SD, SMP, SMA sampai Perguruan tinggi, instruksi untuk meliburkan sekolah sebenarnya adalah upaya pembatasan kegiatan sosial atau lebih tren didengar Sosial Distencing dimana dianjurkan untuk kerja dari rumah dan belajar dari rumah.

Tapi lain dengan mayoritas mahasiswa asal Kab. Banggai Kepulauan yang menuntut ilmu diluar daerah justru berbondong-bondong pulang kampung halaman, kedatangan mahasiswa dari luar daerah terpantau meningkat sejak berapa hari terakhir ini, sejak hari minggu (29/3/2020) mahasiswa dari luar daerah kian bertambah setiap hari, ada yang dari Manado, Palu, Makasar, Jogja, Bandung, Gorontalo, Kendari, dan Surabaya serta daerah lain sebagainya.

Salah satu mahasiswa asal Jogja yang tidak mau menyebutkan namanya, menjelaskan mengenai kenapa memilih untuk pulang?.  Menurutnya, karena ada kekhatiran bagi mereka yang hanya kos-kosan disebabkan kios dan warung-warung sekitaran kos sudah banyak tidak beroperasi lagi (tidak berjualan).

“Saya memilih pulang sebelum situasi tambah parah atau kami tidak dianjurkan untuk keluar rumah, apalagi kami hanya mengharapkan kiriman dari orang tua”.

Warga yang datang dari luar daerah yang didominasi oleh mahasiswa sebelum meninggalkan Pelabuhan Leme-leme Kec. Buko diberikan himbauan baik oleh Tenaga Mendis PKM Tataba maupun pihak Polsek Buko.

Dokter Nurul mengatakan “Ketika anda pulang adalah konsekuensi dari anda sendiri yang pertama jalani karantina pribadi selama 14 hari, jangan ada kontak fisik dengan anggota keluarga serta alat mandi, makan dipisahkan dengan anggota keluarga yang lain selama 14 hari, selama anda menjalankan karantina pribadi petugas medis dan pihak kepolisian serta pemerintah desa akan mengawasi anda”.

Lanjut Dokter, “Saya tahu anda yang mahasiswa bukan diliburkan untuk pulang tapi kuliah online jadi jangan menjadi alasan untuk keluar rumah mencari jaringan, untuk itu bagi mahasiswa yang punya keluarga yang tinggal didesa yang memiliki jaringan permisilah untuk menjalani masa karantina sambil anda kuliah online dan bagi yang mengalami gangguan kesehatan hubungi tenaga medis yang ada didesa atau segera ke Puskesmas”, ujar dr. Nurul. (AmosKOMINFO)

Tolo, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti surat Bupati Banggai Kepulauan Nomor : 410/219/BPMD, yang ditujukan kepada Kepala Desa/Lurah Se Kabupaten Banggai Kepulauan perihal instruksi Pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebagai respon atas surat intruksi Bupati Banggai Kepulauan, H. Rais D. Adam, Kepala Desa Tolo Kecamatan Bulagi Kab. BanggaiKep Sanherip Toima mengelar rapat di desa yang dipimpinnya sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Desa Tolo pada khususnya dan Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya.

Rapat dipimpin oleh Kepala Desa dengan agenda pembentukan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Tingkat Desa Tolo yang beranggotakan dengan melibatkan semua Stekholder yang ada di desa, rapat dilaksanakan di Balai Desa Tolo pada Rabu, (1/04/2020) dan dihadiri oleh Anggota BPD, Aparat Desa, Petugas Kesehatan Desa, Tokoh Masyarakat, Agama, Adat, Karang Taruna Desa Tolo, TP-PPK Desa Tolo  yang merupakan bagian dari Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Tolo.

Salah satu tokoh Agama Pdt. Yervenus Gorianto mengatakan “Ini adalah upaya bersama sedini mungkin guna mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19”. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Banggai Kepulauan, Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam lakukan Vidio Teleconference (Vidcon) Metting bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati serta Wali Kota se-Sulawesi Tengah hari ini Selasa, 31 Maret 2020 di Ruang rapat Bupati BanggaiKep.

Dalam Vidcon Metting ini, terlihat Gubernur Sulteng, Bupati serta Wali Kota se-Sulteng, Forkopimda, Kadis Kominfo se-Sulawesi Tengah, membahas tentang langkah-langkah penanganan serta pemutusan mata rantai Virus Corona yang sudah mulai tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Tengah khususnya di BanggaiKep dan dipastikan yang akan mengikuti Vidcon tersebut di ruang rapat Bupati ini yaitu Bupati, Kapolres, Pabung, Staf Humas serta Kadis Kominfo BanggaiKep.

Langkah dan upaya ini merupakan bagian penting dalam mengatasi penyebaran Virus Corona dikarenakan angka kasus ini semakin bertambah di Sulawesi Tengah sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius di semua sektor.

Bupati BanggaiKep begitu antusias dalam menangani kasus Virus Corona ini, terlihat dari rapat yang digelar kemarin Senin, (30/03/2020) di kantor Bupati yang dihadiri oleh unsur Forkopimda dan Kepala OPD se Kab. BanggaiKep.

Dan dalam rapat kemarin, Bupati beberapa kali menanyakan tentang kesiapan Vidcon bersama Gubernur untuk hari ini, Vidio Teleconference menggunakan Aplikasi Zoom Cloud Metting dan tautan yang telah disediakan. (TrisKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas Tinangkung Utara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara umumnya dan Desa Luksagu khususnya.

Dalam wawancara Senin, (30/3/2020) Kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa di kantor Desa mengatakan, Ia telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Tinangkung Utara tentang apa saja yang dibutuhkan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah pemerintahannya.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Luksagu bersama petugas Kesehatan Puskesmas Tinangkung Utara yaitu memeriksa kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang baru pulang kerja atau yang sedang Kuliah di Daerah yang di duga sudah terinfeksi virus corona (Red Zona)”, ucap Suriadi.

Menurutnya, “Tergantung keputusan para medis kalau seandainya ada warga Desa Luksagu yang dianggap orang dalam pemantauan (ODP), akan menyerahkan sepenuhnya tindakan apa yang dilakukan oleh petugas Kesehatan Kecamatan Tinangkung Utara sesuai anjuran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan”, jelas Kades.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Desa Luksagu memberikan bantuan dana sejumlah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) dan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).

Sumber dana diambil dari dana Desa yang bertujuan membantu meringankan beban Puskesmas Tinangkung Utara dalam hal kelengkapan medis.

Sementara itu, Suriadi juga memaparkan, “Dana tersebut terlalu kecil, Kami sudah habis hitung anggaran tentang pengembangan Desa jadi tinggal ambil di pos-pos mana yang bisa diambil untuk bisa membantu Puskesmas Kecamatan Tinangkung Utara, kalau misalnya dari awal penyusunan anggaran sudah dibicarakan mengenai hal itu, tentunya ada pos tersendiri untuk menangani penyebaran virus corona”, kata Suriadi.

Lanjut Kades, “Kita lihat perkembangan kedepan nanti mengenai penyebaran virus corona kalau tidak ada perubahan apa salahnya dianggarkan karena semua itu memerlukan dana untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat” kata Suriadi. (FeriKominfo)

Lumbi-lumbia, BanggaiKep.go.id – Kapal penumpang asal Kec. Bangkurung Kab. Banggai Laut yang mengangkut penumpang dengan rute perjalanan Bangkurung-Lumbia-Luwuk, yang transit di Pelabuhan Lumbi-Lumbia Kec. Buko Selatan Kab. Banggai Kepulauan tidak luput dari prosedur pemeriksaan dalam upaya pencegahan Covid-19, walau pun hanya berapa orang penumpang saja yang turun di Pelabuhan Lumbia.

Salah seorang tenaga kesehatan PKM Lumbi-lumbia Ses Grace saat dikonfirmasi Jurnalis Pemda BanggaiKep melalui via WA (26/3/2020) menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai prosedur dalam upaya pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 diwilayah Banggai Kepulauan.

“Yang kami laksanakan adalah penyemprotan Disinfektan, pemeriksaan suhu badan, dan pendataan arus kedatangan penumpang, dan penyemproran Disinfektan pun kami lakukan diatas kapal, kami tidak melihat seberapapun jumlah penumpang yang datang, prosedur pencegahan tetap harus dijalankan karena mengingat penyebaran Covid-19 ini sangat cepat”, ujar ses Grace. (AmosKominfo)

 

 

Palu, BanggaiKep.go.id – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. menerima Audiensi Kawil Hukum dan HAM Lilik Sujianto, Bc.IP., S.IP., M.Si. dan Jajaran Kanwil Hukum dan HAM  Propinsi Sulteng.

Bertempat di Ruang kerja Gubernur, Kamis, 26 Maret 2020.

Kunjungan kerja Kakanwil Hukum dan HAM Lilik Sujianto dan jajaran kepada Gubernur Sulawesi Tengah atas penugasan baru sebagai Kanwil Hukum dan HAM di Sulawesi Tengah .

Kanwil Hukum dan HAM Lilik Sujianto, yang baru bertugas sebagai Kanwil Hukum dan HAM Sulawesi Tengah , menyampaikan bahwa konsentrasi Tugas Kanwil Hukum dan HAM saat ini adalah mendukung langkah langkah pemerintah didalam penanggulangan penyebaran Virus Corona ( Covid-19).

Kanwil Hukum dan HAM juga menyampaikan bahwa Kebijakan Kementrian Hukum dan HAM adalah seluruh Pegawai bekerja di Rumah dan tidak melakukan pelayanan di Kantor .

Selanjutnya Kanwil Juga menyampaikan untuk mendukung kebijakan Gubernur sulawesi Tengah terkait dengan Gedung Cadangan perawatan bilamana terjadi hal yang tidak diinginkan , kanwil Hukum dan Ham sudah menyiapkan 150 Kamar cadangan dalam hal ini Lapas demikian juga melaksanakan tegas larangan TKA dan WNA  datang ke Sulawesi Tengah.

Pada Kesempatan Itu Gubernur Sulawesi Tengah , meminta Perhatian khusus kepada Warga Binaan Lapas Lapas yang sudah lanjut Usia karena mereka sangat rentan terhadap penyebaran Virus Corona dan juga Pengetatan Pengawasan masuknya TKA dan WNA , baik dari jalur darat dan Laut  dan Lebih meningkatkan fungsi Tim Pora .

Terakhir Gubernur mengharapkan kepada Kanwil Hukum dan HAM agar kedepan dapat terus kita tingkatkan kerjasama kita sesuai tugas dan fungsi kita dalam memajukan masyarakat Sulteng. ( Sumber : Biro Humas dan Protokol ) (TrisKominfo)

Lumbi-lumbia, BanggaiKep.go.id – Tim Relawan virus Corona (Covid-19) Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan yang terdiri dari tenaga medis PKM Lumbi-lumbia, Anggota Polsek Buko/Buko Selatan, Anggota Danramil 1300-13 Buko/Buko Selatan, Dinas Perhubungan dan Anggota Pol-PP Kantor Camat Buko Selatan, gelar pencegahan penyebaran Covid-19 di Wilayah Kab. Banggai Kepulauan sebagai tindak lanjut keputusan dari Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam.

Kedatangan penumpang KM. Bahtra Prima di Pelabuhan Lumbi-lumbia pada hari Selasa (24/3/2020) pagi pukul 07.00 disambut oleh Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko Selatan guna menjalani proses pemeriksaan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Wilayah Kec. Buko Selatan khususnya dan Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya.

Penumpang dan ABK KM. Bahtra Prima sebelum meninggalkan pelabuhan setelah turun dari kapal disemprot dengan cairan disinfektan dan melakukan tes suhu badan, serta dilakukan pendataan arus kedatangan penumpang guna upaya selanjutnya jika ada penumpang yang baru tiba dari luar daerah terutama daerah yang memiliki riwayat resiko tinggi penyebaran Covid-19.

Menurut Ses Grace selaku tenaga kesehatan PKM Lumbi-lumbia, “Jumlah penumpang yang datang 80 orang dan 2 orang dari luar daerah (Makkasar), serta 11 ABK kapal KM. Bahtra Prima dan 1 orang siswa praktek, semua menjalani prosedur pemeriksaan tanpa terkecuali bahkan barang dan kapal pun disemprot dengan cairan disinfektan”. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Upaya penanggulangan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan terus dilakukankan oleh gabungan Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Buko yang terdiri dari Tenaga Medis PKM Tataba, Anggota Polsek Buko, anggota Koramil 1308-13 Buko dan Dinas Perhubungan memasuki hari ke-3.

Sejak dari hari pertama Sabtu (22/3/2020) sampai dengan hari ketiga Senin (24/3/2020) Tim Relawan Covid-19 khususnya para tenaga medis yang melakukan penyemprotan antiseptik, pemeriksaan suhu badan dan pendataan arus kedatangan masyarakat, masih menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) jauh dibawah standar.

Para tenaga medis saat dijumpai di Pelabuhan Leme-leme memaparkan apapun alasannya tindakan pencegahan harus dilakukan guna menghambat dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dan para tenaga medis harus melakukan pecegahan sedini mungkin untuk memastikan status Penyebaran Covid-19 di Kec. Buko pada khususnya dan Kab. Banggai Kepulauan pada umumnya sesuai instruksi Bapak Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam.

“Hanya ini yang dapat kami lakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19 di Kabupaten  Banggai Kepulauan walau APD kami jauh dibawah standar tapi tugas yang dipercayakan bagi kami harus kami laksanakan”, ungkap para tenaga medis.

Sambung salah satu tenaga PKM Tataba, “Coba bapak lihat jaket yang kami lalukan adalah baju hujan yang terbuat dari plastik dan sarung tangan serta masker yang masih biasa saja, tapi kami tetap melaksanakan tugas seperti biasanya”.

Memang sudah ada APD yang dibagikan oleh Dinas Kesehatan tapi masih terbatas itu hanya akan digunakan jika sudah ada kasus dan melakukan proses penanganan sesuai prosedur yang akan digunakan oleh tenaga medis yang membawah Pasien Covid-19 ke Salakan. (JARKominfo)