Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang Tahunan Majelis Sinode Gereja Protestan Indonesia Banggai Kepulauan (GPIBK) ke-26 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Daerah, Ketua Sinode beserta MPH, Camat Bulagi, Forkopimcam Bulagi, serta para tamu undangan.

Dalam Wakil Bupati Banggai Kepulauan menyampaikan apresiasi kepada Majelis Sinode GPIBK yang telah bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan sidang tahunan ini.

Sidang Tahunan GPIBK ke-26 disebut sebagai momentum penting bagi perjalanan pelayanan gereja, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan perencanaan strategis dalam memperkuat kehidupan berjemaat serta meningkatkan kontribusi gereja bagi umat Kristen di Banggai Kepulauan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan yang memperkuat kerukunan antar umat beragama dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Disampaikan pula ajakan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, meskipun terdapat perbedaan keyakinan, demi membangun masyarakat yang damai, sejahtera, serta penuh kasih.

Melalui sidang tahunan ini, peserta diharapkan dapat merumuskan keputusan-keputusan penting yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan gereja dan penyelesaian persoalan umat, baik di tingkat lokal maupun global. Pemerintah berharap hasil sidang akan berdampak positif bagi kemajuan gereja, masyarakat, serta bangsa.

“Seraya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan diberkati Tuhan”, ujar Wabup. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Transaksi Perpajakan Secara Elektronik pada Coretax dalam Pengelolaan Dana BOS bagi satuan pendidikan SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Banggai Kepulauan. Acara berlangsung di Aula Bappeda dan Litbang dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Banggai Kepulauan, Edison Moligay, S.Sos., mewakili Bupati Banggai Kepulauan, Senin (17/11/2025).

Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Narasumber, para Kepala Sekolah, bendahara, serta operator sekolah. Sistem perpajakan berbasis digital Coretax dinilai menjadi instrumen penting dalam memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Asisten II, pemerintah daerah menegaskan bahwa perpajakan memiliki peran vital dalam menopang pembiayaan pembangunan, termasuk sektor pendidikan.

“Pemahaman mengenai kewajiban perpajakan dan pelaporan berbasis sistem digital seperti Coretax sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pada satuan pendidikan,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Edison Moligay.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah mendorong satuan pendidikan untuk memperkuat kedisiplinan administrasi dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan terutama terkait pengelolaan:

1.Dana BOS yang bersumber dari APBN dan APBD,

2. Transaksi belanja sekolah yang dikenakan pajak, serta

3. Pelaporan elektronik melalui sistem Coretax.

“Pengelolaan yang transparan, efektif, dan akuntabel adalah fondasi utama peningkatan mutu layanan pendidikan di Banggai Kepulauan,” lanjut sambutan tersebut.

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para narasumber yang telah mempersiapkan sosialisasi ini. Seluruh peserta diminta mengikuti kegiatan secara saksama agar pemahaman perpajakan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

“Kegiatan Sosialisasi Pajak (Coretax) pada satuan pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan secara resmi dinyatakan dibuka,” ujar Edison Moligay.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tata kelola keuangan sekolah, khususnya dana BOS, semakin profesional, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdis Dikbud) Kabupaten Banggai Kepulauan, Jamaluddin Ahmad, S.Sos., MM, menegaskan pentingnya tata kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Hal itu ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi pemanfaatan dan pelaporan Dana BOS serta sistem digital Coretax yang digelar Dinas Dikbud setempat, Senin (17/11/2025).

Dalam sambutannya, Jamaluddin menyoroti perubahan regulasi dan sistem pelaporan keuangan yang terus berkembang seiring dengan transformasi digital di sektor pendidikan. Menurut dia, kepala sekolah, bendahara, dan operator BOS wajib meningkatkan kemampuan teknis dan integritas dalam pengelolaan anggaran.

“Tantangan kita ke depan bukan hanya memahami sistem, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujar Jamaluddin.

Ia menekankan bahwa dana BOS tidak boleh dipandang sekedar urusan administrasi, melainkan instrumen penting dalam membangun kualitas generasi masa depan.

“Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas pembelajaran anak-anak kita di kemudian hari,” katanya.

Dinas Dikbud Banggai Kepulauan saat ini tengah memperkuat penerapan sistem pelaporan digital, termasuk melalui platform Coretax, sebagai upaya memastikan efisiensi penggunaan anggaran. Maluddin menyebut penerapan teknologi bukan hanya bagian dari tuntutan regulasi, tetapi langkah strategis untuk membangun tata kelola pendidikan yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah, kata Jamaluddin, memikul tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan kompetitif. Karena itu, penggunaan Dana BOS mesti relevan dengan kebutuhan sekolah dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.

Ia berharap peserta sosialisasi yang berlangsung selama empat hari itu mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik di satuan pendidikan masing-masing.

“Semoga pemahaman dan keterampilan yang diperoleh benar-benar memberikan efek nyata bagi peningkatan kualitas pengelolaan dana pendidikan di seluruh sekolah,” ucapnya.

Sekdis juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan panitia penyelenggara dari Bidang Dikdas serta peserta kegiatan yang hadir.

Pada bagian akhir sambutannya, Maluddin mengumumkan dibukanya pendaftaran calon kepala sekolah di Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia mendorong para pendidik yang memenuhi syarat, termasuk yang masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT), untuk segera mendaftar secara daring.

“Pangkat minimal 3C, silakan mendaftar. Namun, perlu dipahami bahwa penempatan sekolah belum dapat dipastikan. Bisa jadi berharap ditempatkan di sekolah A, tetapi hasilnya berbeda,” ujarnya.

Ia menegaskan proses seleksi diharapkan melahirkan kepala sekolah berintegritas dan layak memimpin satuan pendidikan di wilayah Banggai Kepulauan.

Kegiatan bertempat di Aula Bappeda dan Litbang turut hadir Asisten II Setda, Narasumber, Staf Dikbud, Para Kepala Sekolah. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, Banggaikep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menghadiri secara langsung kegiatan Ajang Kreativitas Pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Bappeda Banggai Kepulauan pada Sabtu, 15 November 2025.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, Kepala DP3AP2KB beserta jajaran, para kepala perangkat daerah terkait, Ketua TP-PKK, Ketua DWP Banggai Kepulauan, pimpinan instansi vertikal, Camat Tinangkung, para kepala sekolah, pembina PIK-R, orang tua para finalis, serta seluruh peserta dan calon Duta Genre.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menegaskan bahwa ajang pemilihan Duta Genre bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah yang penting dalam membangun karakter dan kreativitas generasi muda di daerah, Kegiatan pemilihan Duta Genre ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengembangkan potensi kreativitas dan membentuk karakter generasi muda yang memiliki wawasan, keterampilan, serta pemahaman yang baik tentang pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa para Duta Genre nantinya diharapkan mampu menjadi teladan bagi remaja lainnya, terutama dalam mempromosikan pola hidup sehat, menjauhi pergaulan bebas, dan menumbuhkan cita-cita yang luhur untuk masa depan yang lebih baik.

Bupati Rusli Moidady, juga menegaskan bahwa pemerintah daerah percaya akan besarnya potensi generasi muda Banggai Kepulauan. Melalui ajang Genre ini, para remaja diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas, kecakapan, serta pengetahuan di berbagai bidang “Kami percaya bahwa setiap pemuda di Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki potensi yang luar biasa. Kegiatan ini adalah sarana yang tepat untuk mengasah kemampuan mereka agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas. “Saya berharap seluruh peserta tidak hanya bersaing secara sehat, tetapi juga belajar satu sama lain, memperluas wawasan, dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama generasi muda,” tutup Bupati Rusli Moidady.

Acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme, menampilkan berbagai kreativitas dan bakat para finalis Duta Genre 2025 yang siap menjadi generasi muda unggul dan berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan. (Roy-KOMINFO)

 

Bulagi. banggaikep.go.id — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Banggai Kepulauan, resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Bulagi Masa Bakti 2025–2028. Prosesi pelantikan berlangsung di aula Kantor Camat Bulagi, Sabtu (15/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Bulagi, jajaran Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Banggai Kepulauan yang sempat hadir, Pengurus Kwartir Cabang yang turut hadir, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kecamatan Bulagi, Pengurus Kwartir Ranting Bulagi, para pembina pramuka, serta adik-adik pramuka dari berbagai gugus depan.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Banggai Kepulauan Serfi Kambey menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan hanya agenda seremonial, melainkan merupakan bentuk kepercayaan dan amanah untuk menggerakkan Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan. “Pelantikan pada hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah tanda kepercayaan, amanah, serta komitmen untuk menggerakkan organisasi Gerakan Pramuka di tingkat ranting, yang merupakan ujung tombak pembinaan generasi muda di wilayah Kecamatan Bulagi,” ujarnya.

Serfi Kambey juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang semakin kompleks, baik dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tantangan moral. Dalam konteks itulah Gerakan Pramuka diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kecakapan hidup, dan kepedulian sosial.

Selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramukan Banggai Kepulauan Serfi Kambey, juga menekankan pentingnya peran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) sebagai unsur pembina dan pendukung penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di tingkat kecamatan. Sementara itu, Kwartir Ranting (Kwaran) disebut sebagai motor penggerak aktivitas pramuka di gugus depan.

Karena itu, Serfi berharap pengurus yang baru dilantik mampu bekerja dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan inovasi. “Saya berharap pengurus yang baru dilantik mampu menghidupkan kembali aktivitas pramuka di sekolah-sekolah, desa, dan seluruh wilayah Kecamatan Bulagi,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Serfi Kambey mengajak seluruh unsur Mabiran, para pembina, serta tokoh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi kemajuan gerakan kepramukaan di Kecamatan Bulagi. “Pramuka hanya bisa berjalan baik jika kita bersinergi pemerintah, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus Mabiran dan Kwaran Bulagi Masa Bakti 2025–2028 yang baru dikukuhkan untuk menjalankan tugas serta dapat memberikan energi baru, semangat baru, dan harapan baru bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Kecamatan Bulagi.”

Di akhir sambutannya, Serfi Kambey mendoakan agar seluruh pengurus yang baru dilantik senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas mulia tersebut. “Semoga Tuhan yang penuh kasih senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam mengemban tugas mulia ini,” pungkasnya. (Roy-IKP KOMINFO)

 

Toi-Toi Bulagi Selatan, BanggaiKep.go.id-Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Bank Indonesia dan TP-PKK Banggai Kepulauan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Toi-Toi, Kecamatan Bulagi Selatan, sebagai langkah menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banggai Kepulauan bersama TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan.

Perwakilan TPID dan anggota PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Nuryani Tangiduk S.E dalam sambutannya menjelaskan bahwa salah satu tugas utama tim ini adalah mengumpulkan dan menganalisis data perkembangan harga kebutuhan pokok dan jasa di wilayah Banggai Kepulauan. Adapun pelaksanaan pasar murah dan gerakan pangan murah menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dinilai efektif terutama saat periode meningkatnya permintaan masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah stabilisasi harga pangan. Kami hadir di tempat ini untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujarnya

Melalui GPM ini, masyarakat memperoleh akses lebih mudah terhadap komoditas pangan strategis dengan harga lebih rendah dari harga pasar, terutama beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah Bulagi Selatan, khususnya Desa Toi-Toi, untuk menghadapi potensi kenaikan harga pangan imbas meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dan TP-PKK di berbagai kecamatan lain guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Turut hadir Camat Bulagi Selatan, Ketua TP-PKK Bulagi Selatan, Sekdes Toi-Toi seta undangan lainnya. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Mewakili pimpinan Bank Indonesia yang berhalangan hadir karena agenda mendadak dari kantor pusat, perwakilan BI Bapak Benediktus S. Kuspratama, Ekonomi Bank Indonesia menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

Bank Indonesia berperan menjaga kestabilan harga dari sisi permintaan, sementara pengendalian dari sisi penawaran membutuhkan dukungan aktif dari perangkat daerah terkait.

“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Di sisi penawaran, kami harus bersinergi dengan seluruh anggota TPID. Dinas pertanian misalnya, berperan dalam meningkatkan produksi pangan, sementara dinas perdagangan memastikan distribusi pasokan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar perwakilan BI dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, meski Kabupaten Banggai Kepulauan belum termasuk dalam kota perhitungan inflasi di Sulawesi Tengah yang saat ini meliputi Kota Palu, Morowali, Tolitoli, dan Luwuk namun BI tetap berkomitmen hadir dan berperan aktif membantu menjaga kestabilan harga di wilayah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan launching Warkop TPID (Warung Komoditas Pangan) sebagai salah satu inovasi dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Nama Warkop dipilih agar lebih familiar di masyarakat. Kalau biasanya Warkop tempat nongkrong bapak-bapak, maka Warkop TPID ini justru akan disukai ibu-ibu, karena bisa belanja kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ungkapnya sambil tersenyum.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar instansi, Bank Indonesia berharap Kabupaten Banggai Kepulauan dapat terus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting dan Capacity Building TPID bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, PJ. Pabung 1308 LB, Asisten Setda, unsur Forkopimda, para narasumber dari Bank Indonesia dan BPS, serta kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar instansi dalam pengendalian inflasi daerah.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan langkah dan strategi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar kebijakan yang diambil dapat saling mendukung dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan mengusung tema “Upaya Pengendalian Inflasi Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Menyambut Natal dan Tahun Baru serta Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Stabilisasi Harga dan Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banggai Kepulauan”.

Pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menguraikan beberapa arahan utama Presiden RI dalam pengendalian inflasi, yaitu:
– Menjaga Ketersediaan Pasokan Dan Stabilitas Harga, Utamanya Barang Kebutuhan Pokok Dengan Mengatasi Kendala Produksi Dan Distribusi Yang Ada Di Daerah.
– Melanjutkan Upaya Yang Tidak Hanya Fokus Pada Stabilitas Harga, Tapi Juga Proaktif Mendorong Sektor Ekonomi Yang Tumbuh Makin Produktif. Mendorong Peningkatan Produktivitas Petani Dan Nelayan Serta Memperkuat Sektor Umkm Agar Mampu Bertahan Dan Naik Kelas.
– Meningkatkan Nilai Tambah Disektor Pertanian Sehingga Memiliki Kontribusi Yang Semakin Besar Dalam Menggerakkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Tidak Hanya Untuk Meningkatkan Nilai Tukar Petani Dan Kesejahteraan Petani.

Selain itu, Bupati menegaskan tiga poin penting yang perlu diperkuat oleh TPID, yakni: Optimalisasi Anggaran Untuk Program Pengendalian Inflasi, Peningkatan Sinergi Dan Kolaborasi Antar Instansi, Kewaspadaan Terhadap Lonjakan Inflasi Pangan Serta Pemanfaatan Teknologi Dan Data Dalam Pengambilan Keputusan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan TPID dapat memperkuat pemahaman dan kapasitas dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan ini, termasuk subsidi transportasi pada Gerakan Pangan Murah di beberapa kecamatan dan inisiatif pembentukan Warung Komoditas Pangan di Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Sosialisasi Akreditasi Sekolah Negeri dan Swasta Tahun 2025 di Aula Bappeda Banggai Kepulauan. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (10/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan, H. Ikhsan Nursin, S.Pd., MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan proses akreditasi sekolah secara matang. Ia menyebut akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cerminan tanggung jawab lembaga pendidikan dalam menjaga mutu dan disiplin pengelolaan sekolah.

“Akreditasi adalah wujud nyata tanggung jawab kita bersama. Melalui proses ini, kita bisa melihat kondisi riil satuan pendidikan dan berupaya meningkatkan kualitasnya. Dari nilai C bisa menjadi B, dari B bisa menjadi A  asal kita semua berkomitmen memperbaikinya,” ujar Ikhsan.

Dalam arahannya, Ikhsan juga menyoroti masalah kedisiplinan tenaga pendidik yang menurutnya masih menjadi tantangan besar di daerah tersebut. Ia bahkan mengungkapkan telah menahan gaji beberapa guru dan kepala sekolah karena masalah ketidakhadiran dan kurangnya tanggung jawab.

“Saya turun langsung ke lapangan, bahkan ke wilayah Totikum, dan mendapati banyak sekolah tanpa guru saat jam pelajaran. Ini persoalan serius. Kepala sekolah adalah perpanjangan tangan dinas. Kalau kita tidak menegakkan disiplin, jangan berharap kualitas pendidikan kita naik,” tegasnya.

Ikhsan menambahkan, berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan, Banggai Kepulauan masih berada di posisi terbawah dari 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam hal kualitas pendidikan. Ia menilai perbaikan disiplin, budaya kerja, dan manajemen sekolah adalah langkah mendasar untuk keluar dari kondisi tersebut.

Selain membahas akreditasi, Ikhsan juga menyinggung Permendiknas Nomor 7 Tahun 2025 tentang seleksi kepala sekolah. Ia menyebut, terdapat 107 satuan pendidikan yang akan mengalami rotasi atau pengisian jabatan kepala sekolah baru, dengan total sekitar 662 calon yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.

“Pendaftaran akan dilakukan langsung melalui link resmi Kemendiknas. Ini bagian dari transparansi dan kompetisi yang sehat. Kepala sekolah yang sudah melewati masa jabatan delapan tahun akan diselesaikan periodenya dan kembali ke tugas mengajar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga mengapresiasi hasil riset Litbang Bappeda terkait bahasa Banggai yang telah dikaji dari sisi morfologi dan sintaksis. Ia berencana membentuk tim penyusun modul pembelajaran agar bahasa daerah tersebut dapat diajarkan di tingkat SD dan SMP sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Di akhir sambutan, Ikhsan mengingatkan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter dan moral peserta didik. Ia meminta seluruh kepala sekolah mencantumkan kegiatan Pramuka dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) 2026.

“Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, Pramuka menjadi benteng pendidikan karakter. Jika kegiatan ini tidak dimasukkan dalam RKS, saya akan tindak. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian dari pembentukan generasi berkarakter,” tandasnya.

Selanjutnya wakili Bupati Banggai Kepulauan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Banggai Kepulauan, Iswan Saleh, S.Sos dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penyediaan sarana-prasarana, serta dorongan bagi sekolah untuk meraih akreditasi terbaik.

“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan upaya sistematis menjamin mutu pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah,” tutur Iswan.

Ia pun mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme, instrumen, dan indikator akreditasi menjadi bekal penting bagi para kepala sekolah dalam memperbaiki mutu pendidikan di satuan masing-masing.

“Mari jadikan akreditasi sebagai motivasi untuk terus berbenah dan berinovasi demi tercapainya pendidikan yang bermutu dan berdaya saing,” kata Iswan menutup sambutannya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Narasumber, Sekretaris Dikbud, Staf Dikbud, para kepala sekolah, pengawas, dan guru se-Kabupaten Banggai Kepulauan itu diharapkan menjadi momentum perbaikan kualitas pendidikan di daerah Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November dilaksanakan dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan.

Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan Muh. Aris Susanto, SE. ME, selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Maslan S. STP sebagai Perwira Upacara, serta Firmansyah sebagai Komandan Upacara.

Kegiatan diikuti oleh perangkat pemerintah daerah, termasuk Asisten II Setda, Edison Moligay, S. Sos. M. A. P., seluruh kepala OPD di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta pasukan upacara yang terdiri dari satu peleton TNI, satu peleton Pol PP, satu peleton Damkar, dan sepuluh peleton ASN.

Rangkaian acara upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan komandan, pengibaran bendera Merah Putih disertai lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan mengheningkan cipta. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan nasional yang mengingatkan akan pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa.

Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, menyampaikan pesan penting mengenai keteladanan dari para pahlawan bangsa. Poin utama yang ditekankan adalah kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, dan pandangan jauh ke depan demi generasi masa depan Indonesia.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan saat ini dilanjutkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat memperkuat ketahanan nasional serta memajukan pendidikan dan keadilan sosial.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Kabag Kesra, penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara, dan diakhiri pada pukul 08.12 WITA. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengingat jasa para pahlawan sekaligus mengobarkan semangat generasi sekarang dalam meneruskan perjuangan demi kemajuan bangsa. (IKP-KOMINFO)