Salakan, BanggaiKeo.go.id – Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat bersama tim medis tiba di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Sabtu, (20/9/2025) melalui Lapangan RTH Salakan, Jalan Bukit Trikora, Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung.
Kehadiran tim ini didampingi langsung oleh Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan sebagai langkah percepatan penanganan korban insiden keamanan pangan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BGN Pusat bersama tenaga medis spesialis dari RSUP Wahidin Makassar dan RS Dody Sardjoto, dengan dukungan penuh unsur TNI AU dan tim protokoler BGN. Turut serta tim medis yang membawa berbagai perlengkapan obat-obatan penting untuk menunjang penanganan pasien di RSUD Trikora Salakan.

Penyambutan kedatangan tim pusat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan Suripto Nurdin, Dandim 1308/LB Letkol Kav Azhar Hamid, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu, unsur Kodim, serta Direktur RSUD Trikora Salakan dr. Fedly Deki.
Setelah penyambutan, rombongan langsung meninjau situasi pasien dan menggelar rapat bersama Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan di RSUD Trikora Salakan.
Direktur RSUD Trikora, dr. Fedly, melaporkan bahwa sejak 17 September hingga 20 September 2025, tercatat sebanyak 335 pasien masuk, 301 di antaranya sudah dinyatakan pulih dan dipulangkan, sementara 34 pasien masih dalam perawatan. Seluruh update data pasien selanjutnya akan disampaikan secara resmi melalui direktur rumah sakit agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Sementara itu, tim dokter spesialis menyampaikan kondisi pasien, termasuk tiga pasien yang dirawat di ICU dalam keadaan stabil dan tidak mengalami gejala kerusakan syaraf. “Yang perlu diperhatikan adalah dukungan psikis pasien, karena banyak dari mereka mengalami kecemasan,” jelas salah satu dokter.
Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Ronaldus Karurukan, menambahkan bahwa kepolisian telah melakukan pengamanan di RSUD Trikora, mengevakuasi pasien dari puskesmas, serta mengamankan dapur sehat. Pihak kepolisian juga telah memeriksa 20 saksi dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium kesehatan masyarakat Donggala.
Pada pukul 16.00 WITA, konferensi pers dilaksanakan di ruang rapat RSUD Trikora bersama Tim Investigasi BGN dan jajaran medis. Dalam penyampaiannya, dr. Fedly menegaskan bahwa sebagian besar pasien menunjukkan gejala awal berupa pusing, sakit kepala, sesak napas, mual, nyeri dada, dan gatal-gatal. Sebagian besar pasien merupakan pelajar SD, SMP, dan SMA.
Hingga Sabtu (20/9) pukul 10.48 WITA, dari 335 pasien yang dirawat, 171 telah pulih dan dipulangkan, sementara 34 pasien masih menjalani perawatan. Pihak rumah sakit bersama tim BGN terus melakukan monitoring intensif dan penanganan sesuai rekomendasi dokter spesialis.
“Dengan dukungan tenaga medis dari pusat serta kolaborasi lintas sektor, kami akan terus memaksimalkan pelayanan medis dan memberikan informasi resmi kepada publik secara berkala,” ujar dr. Fedly.

Kehadiran Ketua BGN Pusat dan tim medis di Banggai Kepulauan mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah daerah. Selain memperkuat layanan kesehatan darurat, langkah ini juga menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memperbaiki pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan.
“Program MBG adalah program nasional yang baik. Tugas kita bersama adalah memastikan pelaksanaannya berjalan aman, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup dr. Fedly.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan ketat dari aparat TNI-Polri serta dukungan penuh Pemda Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO BANGKEP)






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!