Tataba, BanggaiKep.go.id – Harga Cengkeh kering maupun mentah membuat para petani harus mengusap dada, karena dengan harga cengkeh kering yang hanya berkisaran Rp. 52.000 sampai 53.000 dan cengkeh mentah Rp. 10.000 perliter membuat para petani cengkeh harus menerima keadaan kerugian dimasa panen tahun ini.

Petani cengkeh asal Kecamatan Buko Nodin melalui percakapan dengan Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Rabu (18/11/2020) mengatakan dengan harga cengkeh seperti sekarang ini apa yang akan didapat pasca panen, karena biaya untuk mengurus kebun cengkeh sampai proses pemanenan cukup besar.

“Mulai dari pemarasan lokasi kebun (pembersihan) yang setahun harus dibersihkan 3 sampai 4 kali, belum ditambah biaya disaat panen ongkos petik perliter Rp. 3.000 bahkan sampai Rp. 5.000,” ucap Nodin.

“Ditambah sulitnya cari pekerja pemetik bunga cengkeh sehingga sebagian petani cengkeh menggunakan sistem bagi dua dalam pemetikan bunga cengkeh, apa yang didapat petani kalau sudah seperti ini, belum kalau menggunakan tenaga kerja untuk mengeringkan,” tambah Nodin.

“Apa boleh buat mau atau tidak para petani Cengkeh harus melakukan proses pemanenan walaupun harga cengkeh anjlok dan berpotensi kami sebagai petani merugi, dari pada tidak mendapatkan hasil di tahun ini,” lanjutnya.

Selain itu, Nodin juga berharap, “Harapan kami kiranya pemerintah dapat memperhatikan nasib kami para petani karena bukan saja hanya cengkeh yang anjlok harganya beberapa komoditi pertanian pun mengalami hal yang sama.” (AmosKominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *