Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam rangka melaksanakan Reformasi Birokrasi dan memperkuat rentang kerja menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kabupaten Banggai Kepulauan terus mengoptimalkan peningkatan sumber daya manusia secara internal. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan jajaran dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin kompleks, Rabu (3/12/2025).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan program RDK (Rapat Dalam Kantor) yang berfokus pada penguatan kapasitas staf. Program ini bertujuan menciptakan SDM yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan kepemiluan di tahun 2029.

Pada kegiatan RDK hari ini, Bawaslu Bangkep menghadirkan materi khusus terkait peran kehumasan dalam lembaga publik. Penguatan ini dinilai penting karena humas memiliki peran sentral dalam membangun citra, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan informasi kelembagaan tersampaikan dengan baik.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Bawaslu Bangkep menghadirkan narasumber dari Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan melalui Dinas KomDigi Bangkep M. Yamin Talib .

Kehadiran narasumber eksternal ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai bagaimana strategi humas yang efektif dapat menunjang misi lembaga. Ketua Bawaslu Banggai Kepulauan, Muslim Abd. Muin menjelaskan bahwa salah satu misi utama Bawaslu adalah menjadi lembaga pengawas pemilu yang terpercaya di mata publik. Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh elemen organisasi harus dikerahkan secara maksimal, termasuk optimalisasi fungsi kehumasan dalam membangun komunikasi yang kuat, terbuka, dan berkelanjutan dengan masyarakat. Kepercayaan publik lahir dari transparansi informasi dan komunikasi yang baik. Humas menjadi jembatan penting antara Bawaslu dan masyarakat luas.  ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH) Bawaslu Banggai Kepulauan  Jainudin Laruhami,  menambahkan bahwa integrasi antara pengawasan pemilu dengan komunikasi publik merupakan kunci penting dalam memperkuat proses pengawasan ke depan. Menurutnya, strategi humas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan sehingga tercipta pemilu yang berintegritas. Peran humas sangat penting untuk memastikan misi Bawaslu sebagai lembaga yang terpercaya dapat diwujudkan. Melalui kegiatan hari ini, kita berharap mendapatkan penguatan, masukan, dan pemahaman yang lebih baik untuk memperkokoh kelembagaan Bawaslu Banggai Kepulauan ke depan, Pengawasan yang kuat lahir dari sinergi antara Bawaslu dan publik. tegasnya.

kegiatan di akhiri dengan penandatangan MoU antara Bawaslu Banggai Kepulauan dan  Perisai Demokrasi Bangsa  Akan pengawasan partisipatif, serta Mendorong transparansi dan integritas pemilu  Banggai Kepulauan di masa depan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan output yang konkret bagi peningkatan kualitas internal Bawaslu Bangkep, serta menjadi langkah nyata dalam persiapan menghadapi Pemilu 2029. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan desa yang inklusif melalui program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembentukan DRPPA yang digelar di Salakan, Selasa (2/12/2025).

Acara yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi perempuan, tokoh agama dan masyarakat, kepala desa dan lurah, hingga Forum Anak tingkat kabupaten dan desa.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Halimah Hamid, S.Sos  menyebut DRPPA sebagai langkah strategis mewujudkan pembangunan desa yang aman, sehat, dan setara bagi perempuan dan anak. Program ini, kata dia, tidak boleh berhenti pada tataran administratif.

“Pemerintah daerah memiliki komitmen kuat membangun lingkungan yang melindungi dan memberdayakan perempuan serta memastikan anak-anak tumbuh aman, sehat, dan bahagia,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan DRPPA menuntut kerja bersama seluruh elemen desa. Ada tiga prioritas yang disebut harus segera dikerjakan pemerintah desa yaitu Penyusunan rencana aksi sesuai kebutuhan dan karakteristik desa, Penguatan kapasitas kader dan lembaga desa dalam pencegahan kekerasan serta peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik dan Pembentukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media.

Pemerintah daerah akan mendukung implementasi DRPPA melalui kebijakan, pendampingan teknis, dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Halima juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor di tingkat desa dan kabupaten.
“Kita ingin memastikan bahwa mulai tahun 2025 dan seterusnya, setiap perempuan merasa aman dan dihargai, dan setiap anak memiliki masa depan cerah di desa tempat mereka dibesarkan,” ujarnya.

Ia optimistis Banggai Kepulauan mampu menjadi contoh kabupaten yang berhasil membangun desa inklusif melalui kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Marthina Juman, S.Ag dalam laporannya menyampaikan bahwa implementasi DRPPA erat kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia sejak dari desa.

Dengan jumlah penduduk mencapai 138 ribu jiwa, serta proporsi anak sebesar 29,13 persen (BPS 2024), Banggai Kepulauan dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk mendorong kebijakan perlindungan perempuan dan anak yang lebih progresif.

Marthina menjelaskan bahwa DRPPA merupakan model desa yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pembangunan desa.

Program ini sekaligus menjawab lima arahan Presiden terkait pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan kekerasan dan perkawinan anak, serta penurunan pekerja anak.

“Sosialisasi ini diharapkan memberi pemahaman menyeluruh tentang indikator DRPPA, pembentukan tim pengelola, dan penyiapan SK kepala desa sebagai dasar pelaksanaan,” kata Marthina.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan daerah telah memberi ruang untuk memperkuat pelaksanaan DRPPA melalui sejumlah regulasi, seperti Perda tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perbup Nomor 24 Tahun 2004 tentang Pengarusutamaan Gender, dan Perbup Nomor 40 Tahun 2023 tentang Peningkatan Kualitas Keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Salakan itu diikuti 42 peserta dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, media, dan organisasi perempuan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Perayaan Pra-Natal Pelayan-Pelayan se-Klasis Salakan berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan di Jemaat Imanuel Salakan. Kegiatan yang menghimpun para pendeta, penatua, diaken, serta seluruh unsur pelayanan dari berbagai jemaat di Klasis Salakan ini menjadi momentum penguatan spiritual dan kebersamaan menjelang Perayaan Natal 2025, Senin (01/12/2025).

Kegiatan diawali dengan ibadah Pra-Natal yang dipimpin oleh pelayan firman dari Klasis Salakan. Suasana ibadah berlangsung hangat, penuh pujian, doa, serta perenungan akan makna kelahiran Kristus sebagai sumber damai, pengharapan, dan sukacita bagi dunia.

Dalam membacakan sambutannya Asisten II Setda Banggai Kepulauan, Edison Moligay, S.Sos., mengatakan perayaan Pra-Natal bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan momentum iman untuk kembali merenungkan makna kelahiran Sang Juruselamat yang membawa damai, pengharapan, dan sukacita bagi dunia.

Bagi para pelayan Tuhan, momen ini sekaligus menjadi pengingat akan panggilan pelayanan yang harus diwujudkan dengan kasih, kerendahan hati, dan keteladanan sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi kita.

Pra-Natal adalah waktu untuk menyiapkan hati dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Melalui ibadah dan persekutuan seperti ini, kita diajak untuk kembali menghayati kasih Allah yang menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelayan Tuhan se-Klasis Salakan yang selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, beriman, dan bermartabat. Peran gereja sangat besar dalam pembinaan moral, etika, dan spiritualitas umat, yang berdampak langsung pada stabilitas sosial dan pembangunan daerah,”ucapnya.

Selain itu, kata Edison, Momentum Pra-Natal juga mengingatkan kami di pemerintahan untuk melayani masyarakat dengan tulus, jujur, dan penuh kasih, sebagaimana Kristus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Semangat kasih dan kerendahan hati inilah yang terus kami upayakan hadir dalam tugas-tugas pemerintah daerah.

Dalam suasana menjelang Natal ini, Edison juga mengajak semua untuk: Meneguhkan komitmen pelayanan yang tulus dan penuh kasih, Menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, Menjadi pembawa damai di keluarga, gereja, dan lingkungan masing-masing dan Mendukung program-program pembangunan daerah demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Natal mengajarkan kepada kita nilai persaudaraan, saling menghargai, dan bekerja sama meskipun kita berbeda-beda,” katanya.

Kiranya Perayaan Pra-Natal ini menjadi momen untuk mempererat persatuan antar warga, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kita berpartisipasi dalam pembangunan daerah baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.

Memasuki akhir tahun, Ia juga mengajak untuk melihat kembali perjalanan kita sepanjang tahun ini. Ada banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi ada pula begitu banyak berkat yang Tuhan nyatakan bagi keluarga dan daerah kita.

Ke depan, kami berharap Kabupaten Banggai Kepulauan semakin maju, sejahtera, aman, dan diberkati. Harapan ini hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, lembaga masyarakat, dan seluruh warga.

“Saya menyampaikan Selamat menjalankan Perayaan Pra-Natal dan selamat menyongsong Natal 2025 dengan penuh sukacita.
Kiranya damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap keluarga kita. Terima kasih kepada seluruh panitia dan jemaat yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik,” tuturnya.

Kegiatan di hadiri MPH Klasis Salakan beserta seluruh BIPRA, MPH Jemaat Imanuel Salakan, Para Pendeta di Klasis Salakan, Para Penatua dan Diaken se-Klasis Salakan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke-54 Tahun 2025 di Lapangan Kantor Bupati Banggai Kepulauan, yang diikuti oleh seluruh ASN dari berbagai perangkat daerah, Senin (1/12/2025).

Tahun ini, peringatan HUT Korpri mengusung tema “Korpri Bertransformasi, ASN Berintegritas untuk Indonesia Maju”, sebagai komitmen memperkuat profesionalitas birokrasi di daerah.

Upacara dipimpin lansung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, dalam membacakan sambutan Dewan Pengurus Korpri Nasional PROF. DR. ZUDAN ARIF FAKRULLOH.,SH.,MH, Bupati mengatakan kita bersyukur hari ini, kita bersama-sama memperingati hari ulang tahun ke-54 korpri, untuk itu atas nama organisasi korpri, dan pribadi, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-54 kepada seluruh anggota korpri di manapun saudara-saudara bertugas.

“Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas yang telah saudara tunjukkan selama lebih dari setengah abad dalam menjalankan tugas negara. saudara telah bekerja keras untuk melayani dengan sepenuh jiwa, profesional dan bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, kejayaan Bangsa, serta kemajuan Negara,” ucapnya.

Tema peringatan HUT Korpri ke-54 tahun ini Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju. Tema ini mencerminkan tekad Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas, dan mandiri dalam pengabdian, menjadi kekuatan moral dan profesional, menjadikan korpri sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan berkeadilan, dengan semangat memperkuat solidaritas dan persatuan di antara anggota korpri.

Ia juga mengingatkan bahwa pengabdian serta perjuangan korpri bagi negeri ini memiliki arti yang sangat mendalam. dalam setiap langkah dan karya, korpri senantiasa hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan menjaga keutuhan serta keberlangsungan pelayanan publik di seluruh penjuru tanah air.

“Oleh karena itu, kesejahteraan para anggota korpri harus menjadi perhatian utama. pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas. kemandirian dan netralitas korpri harus senantiasa dijaga, karena kedua hal inilah yang menjadi dasar kekuatan organisasi ini dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa,” katanya.

Lanjutnya, Kita semua patut berbangga, karena di mana pun tugas negara memanggil, dari sabang sampai merauke, dari miangas hingga pulau rote, anggota korpri selalu hadir, tetap setia mengabdi, dan tidak pernah lelah berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Semoga semangat pengabdian ini terus menyala di setiap insan korpri, demi indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera.

Kemudian, sebagai Ketua Umum Korpri, beliau menegaskan bahwa korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, yang harus terus diperkuat sebagai penggerak profesionalisme dan integritas aparatur negara. korpri memiliki peran penting dalam memastikan asn menjalankan tugasnya sebagai desainer kebijakan, pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa dan tidak boleh dilupakan saat ini anggota korpri adalah penggerak utama birokrasi untuk mengimplementasikan rp 3.600 triliun apbn dan rp. 1.300 triliun apbd agar bisa efektif dan efisien.

“Saya minta seluruh anggota korpri yang menjalankan apbn dan apbd ini benar-benar focus untuk mewujudkan asta cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ia mengajak seluruh anggota Korpri dimanapun berada untuk mengambil sikap korpri siaga. “Mari kita jadikan momentum hari peringatan ke-54 tahun korpri sebagai bentuk apel kesiapsiagaan korpri untuk menutup tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. selanjutnya, saya mengajak seluruh anggota korpri yang berjumlah 5,5 juta asn untuk terus siap siaga. delapan tekad kesiapsiagaan korpri mari kita laksanakan dengan penuh kekompakan dan soliditas : 1. Perkuat persatuan dan soliditas korps, 2. Tegakkan netralitas dan integritas, 3. Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi, 4. Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, 5. Seluruh asn untuk siaga bencana. mari bersama-sama kita tumbuhkan empati untuk saling membantu. saya minta semua asn bahu-membahu untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di aceh, sumatera utara, sumatera barat dan di daerah lain yang membutuhkan, 6. Peningkatan pendapatan negara dan daerah harus menjadi fokus dari seluruh ASN, 7. Korpri mengawal reformasi birokrasi agar bisa menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mendorong pendapatan negara dan daerah, mencegah kebocoran anggaran, 8. Jaga nama baik korpri dan asn. jadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa,” paparnya.

“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, korpri akan terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi yang meneguhkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan. dari semangat itulah tumbuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas kenegaraan. korpri harus senantiasa hadir sebagai penggerak pelayanan publik yang andal, wadah persatuan asn di seluruh indonesia, serta pilar penting dalam perjalanan menuju indonesia yang maju dan bermartabat,” ungkapnya.

“Akhirnya, saya mengajak seluruh anggota korpri untuk terus berinovasi, memperkuat pengabdian, serta bekerja sepenuh hati untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Pengabdian saudara senantiasa dinantikan oleh masyarakat. Semoga allah subhanahu wa taala, tuhan yang maha esa, senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, dan kekuatan kepada kita semua, khusunya korpri dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pelayanan masyarakat dan Abdi Negara,” tutupnya. (Decky-KOMDIGI)

Makassar, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan turut berpartisipasi dalam Penandatanganan Serentak Dokumen Pinjam Pakai Lahan Base Transceiver Station (BTS) BAKTI serta Rapat Koordinasi Layanan Infrastruktur BAKTI Tahun 2025 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu (26/11/225).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi daerah-daerah 3T, termasuk Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam memperkuat akses layanan telekomunikasi dan percepatan pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah (LTI-MP) BAKTI Yulis Widyo Marfiah menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur digital dapat berfungsi optimal.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan daerah, termasuk Banggai Kepulauan, yang terus membantu koordinasi lapangan. Tantangan konektivitas di wilayah 3T tidak mudah, namun kerja sama daerah menjadi kunci percepatan,” ujar Yulis.

Beliau juga menekankan bahwa selain pembangunan BTS, peningkatan kapasitas SDM daerah seperti ASN, UMKM, nelayan, hingga dunia pendidikan perlu terus didorong.

Pada sesi penandatanganan Pinjam Pakai Lahan BTS BAKTI, Kabupaten Banggai Kepulauan masuk dalam Batch I yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ratnasari N. Turungku di dampingi Sekretaris Dinas Kornelis Bisala turut hadir bersama perwakilan tujuh kabupaten lainnya yaitu: Halmahera Timur, Lamandau, Berau, Mamberamo Tengah, Maybrat, Biak Numfor, Baru Selatan dan Banggai Kepulauan.

Dengan ditandatanganinya dokumen ini, Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya dalam mendukung operasional dan keberlanjutan pembangunan BTS BAKTI di wilayahnya.

Keberadaan BTS tersebut diharapkan, memperluas jangkauan internet di desa-desa yang belum terlayani, memperkuat layanan pemerintahan berbasis digital (SPBE), menunjang kegiatan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui akses informasi yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyambut baik peluang penguatan SDM melalui pelatihan digital yang ditawarkan BAKTI, baik bagi ASN maupun pelaku UMKM dan masyarakat desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Batch II oleh 10 kabupaten lainnya dan ditutup dengan sesi dokumentasi. Partisipasi Banggai Kepulauan dalam kegiatan ini menandai komitmen daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan telekomunikasi dan percepatan transformasi digital menuju pelayanan publik yang lebih modern dan inklusif. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan sambutan penuh motivasi pada kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional sekaligus HUT IGI Bangkep ke-16, Rabu (26/11/2025).

Dalam sambutannya Ketua IGI Muh. Haeril Lumuan mengatakan semoga kegiatan ini menjadi tanda bahwa guru yang terus maju adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar, selalu memperbaiki kekurangan, dan terus merasa perlu meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada anak-anak didik.

“Kepada para guru, khususnya anggota IGI, kami melihat bahwa guru adalah aset penting bagi kemajuan Banggai Kepulauan. Sekali lagi terima kasih Pak Bupati, karena perhatian dan dukungan Bupati kepada guru-guru sangat luar biasa,” ujarnya.

Lanjutnya, kemarin kita sudah merayakan Hari Guru Nasional. Kita bergembira, teman-teman pengurus bergembira. Tetapi ke depan, kita harus bergandengan tangan dengan saudara-saudara kita untuk memajukan pendidikan. Walaupun “batik” kita berbeda, namun tujuan kita harus sama: mencerdaskan dan membentuk murid-murid menjadi manusia yang baik.

Kepada seluruh anggota IGI, meskipun jumlah kita belum banyak, kami bangga karena kalian militan. Jangan melihat jumlahnya, tapi lihat kontribusi dan kinerjanya.

“Bagi para kepala sekolah dan PLT, tetaplah bijak memimpin, dalam menyelesaikan masalah, dan berdiskusi dengan baik. Pemimpin itu harus menjadi problem solver, bukan pencipta masalah,” ungkapnya. (Decky-KOMDIGI)

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 digelar khidmat di Lapangan Bola Ponding-Ponding, Banggai Kepulauan. Bertindak selaku pembina upacara, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO membacakan sambutan resmi Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Selasa (25/11/2025).

Upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Pendidikan, para guru, siswa, serta jajaran PGRI itu berlangsung penuh khidmat dan refleksi atas perjalanan panjang organisasi guru terbesar di Indonesia.

Dalam sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady, Ketua Umum PB PGRI mengajak seluruh insan pendidikan mensyukuri perjalanan 80 tahun PGRI sejak berdiri pada 25 November 1945, seratus hari setelah Republik Indonesia diproklamasikan. Saat itu, para guru dari berbagai organisasi melebur dalam satu wadah PGRI sebagai bentuk tekad menjaga persatuan dan ikut mempertahankan kedaulatan negara yang baru merdeka.

“Jiwa dan semangat itu semangat mempersatukan guru Indonesia serta menjaga kehormatan profesi harus terus menjadi kobaran perjuangan PGRI hingga hari ini,” demikian isi sambutan yang dibacakan Bupati.

Ketua Umum PB PGRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sejak tahun 1994 telah menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan negara terhadap peran guru dalam memajukan pendidikan nasional.

Dalam sambutan itu, Ketua Umum PB PGRI menegaskan bahwa perubahan zaman, terutama perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi digital, harus direspons para pendidik dengan terus belajar dan beradaptasi.

“Saya mengajak seluruh guru Indonesia untuk terus berinovasi, membangun budaya belajar sepanjang hayat, berkolaborasi lintas bidang, dan memiliki pola pikir bertumbuh,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai tantangan dunia pendidikan, termasuk upaya memecah belah persatuan guru, kasus-kasus hukum yang menjerat guru saat menjalankan tugas, serta belum meratanya kesejahteraan dan perlindungan profesi.

PGRI dalam sambutan tersebut menyampaikan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait prioritas peningkatan kualitas pendidikan dalam Asta Cita.

Salah satu sorotan ialah perlindungan hukum bagi guru yang masih lemah. Banyak guru yang menghadapi kriminalisasi ketika menjalankan tugas mendidik. PGRI mendorong agar norma perlindungan profesi guru dimasukkan dalam regulasi khusus.

Selain itu, PGRI menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), percepatan penyelesaian sertifikasi guru, serta rekrutmen honorer melalui skema ASN, baik PNS maupun PPPK, tanpa membedakan guru negeri dan swasta.

Ketua Umum PB PGRI melalui sambutan itu menyerukan pentingnya menjadikan PGRI sebagai kekuatan moral, intelektual, dan profesional bagi para guru di seluruh Indonesia. Organisasi guru tersebut diminta untuk menjaga sifat inklusif, independen, dan non-partisan, serta memperkuat pelayanan kepada para anggotanya.

“PGRI harus adaptif terhadap perubahan dan terus menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutan, PGRI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang tetap mengabdi dalam kondisi apa pun.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan perjuangan tanpa lelah dari semua guru di seluruh Nusantara. Semoga pengabdian para guru menjadi suluh penerang bangsa,” ungkapnya.

Upacara berjalan dengan lancar dan diikuti antusias peserta, menjadikan momentum HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 sebagai ajang refleksi, penghormatan, dan peneguhan kembali komitmen memajukan pendidikan Bangsa Indonesia. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Kajian Risiko Bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, akurat, dan berbasis data. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Banggai Kepulauan, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri Sekban BPBD, Narasumber, Kepala OPD Lingkup Pemda serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey mengatakan Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan wilayah kepulauan dengan karakter geografis dan kondisi geologis yang kompleks. Daerah kita memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gelombang ekstrem yang semakin sulit diprediksi. karena itu, keberadaan kajian resiko bencana menjadi sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan rencana pembangunan, tata ruang, serta langkah-langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat.

Konsultasi publik hari ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang partisipatif dan transparan. pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya penanggulangan bencana. dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Saya berharap kita dapat memberikan masukan yang konstruktif, berbagi pengalaman, mengidentifikasi potensi ancaman, serta menyamakan persepsi tentang strategis pengurangan resiko bencana di daerah kita,” ujar Serfi.

“Saya juga mengapresiasi BPBD Banggai Kepulauan yang telah memprakarsai kegiatan ini sebagai wujud komitmen untuk memperkuat ketangguhan Daerah. Semoga dokumen kajian yang disusun nantinya dapat menjadi rujukan yang akurat, ilmiah, dan aplikatif dalam pembangunan yang berwawasan kebencanaan,” tambahnya.

“Saya berharap kita dapat mewujudkan banggai kepulauan yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih aman dalam menghadapi berbagai potensi bencana. semoga kerja sama kita hari ini menjadi langkah penting dalam melindungi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan Daerah,” tutup Wabup. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Mewakili pimpinan Bank Indonesia yang berhalangan hadir karena agenda mendadak dari kantor pusat, perwakilan BI Bapak Benediktus S. Kuspratama, Ekonomi Bank Indonesia menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

Bank Indonesia berperan menjaga kestabilan harga dari sisi permintaan, sementara pengendalian dari sisi penawaran membutuhkan dukungan aktif dari perangkat daerah terkait.

“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Di sisi penawaran, kami harus bersinergi dengan seluruh anggota TPID. Dinas pertanian misalnya, berperan dalam meningkatkan produksi pangan, sementara dinas perdagangan memastikan distribusi pasokan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar perwakilan BI dalam sambutannya.

Lebih lanjut dijelaskan, meski Kabupaten Banggai Kepulauan belum termasuk dalam kota perhitungan inflasi di Sulawesi Tengah yang saat ini meliputi Kota Palu, Morowali, Tolitoli, dan Luwuk namun BI tetap berkomitmen hadir dan berperan aktif membantu menjaga kestabilan harga di wilayah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan launching Warkop TPID (Warung Komoditas Pangan) sebagai salah satu inovasi dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Nama Warkop dipilih agar lebih familiar di masyarakat. Kalau biasanya Warkop tempat nongkrong bapak-bapak, maka Warkop TPID ini justru akan disukai ibu-ibu, karena bisa belanja kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ungkapnya sambil tersenyum.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar instansi, Bank Indonesia berharap Kabupaten Banggai Kepulauan dapat terus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat. (Decky-KOMDIGI)

Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025-2029.

Dokumen RPJMD ini disusun sebagai dokumen strategis pembangunan daerah selama lima tahun (2025-2029) untuk wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Disusun melalui serangkaian proses partisipatif: konsultasi publik, musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), pembahasan bersama DPRD, hingga proses fasilitasi gubernur.

Visi pembangunan yang diangkat: “Banggai Kepulauan bangkit menuju masyarakat yang maju, sejahtera, merata dan berkelanjutan”.

Misi-misi utama mencakup: peningkatan kualitas SDM, pemerataan infrastruktur & pelayanan, penguatan ekonomi lokal yang berbasis potensi unggulan, transformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik.

Selengkapnya dapat mengunduh link:

RPJMD Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2025-2029