Pos

Tatendeng, BanggaiKep.go.id – Kepala Desa Tatendeng Jamsens Kodongus gelar rapat bersama jajarannya guna membahas langkah-langkah selanjutnya dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai Corona Virus Desianse 2019 (Covid-19) di Desa Tatendeng Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Rapat dilaksanakan di Balai Desa Tatendeng dan dihadiri oleh Ketua BPD Tatendeng Ewin Sinande bersama anggota BPD, Sekdes, Kasie, Kaur, Kadus, RW serta pengurus lembaga kemasyarakatan lainnya dilingkungan Pemerintah Desa Tatendeng, Kamis, (30/4/2020).

Rapat tersebut dipimpin Kepala Desa Tatendeng Yansens Kodongus dalam rapat dibahas bagaimana upaya dan langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai Virus Corona atau Covid-19.

Adapun yang menjadi keputusan rapat yakni memaksimalkan kinerja Tim Relawan Covid-19 Tingkat Desa, Mensosialisasikan kepada masyarakat untuk berjuang dan bergerak bersama serta mematuhi himbauan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, melakukan penyemprotan disinfektan berkoordinasi dengan tenaga medis yang ada didesa, serta memantau kedatangan anggota keluarga masyarakat desa Tatendeng yang dari luar daerah serta memastikan keberadaan mereka selama menjalani karantina mandiri. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Guna memastikan pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai Corona Virus Desianse 2019 (Covid-19) di Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya wilayah Kecamatan Buko pada hari Selasa (7/4/2020) Anggota DPRD Kab. Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan monitoring.

Monitoring penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Buko dilakukan Anggota Komisi I DPRD Kab. Banggaikep yang yakni Ketua Komisi I DPRD Irwanto T. Bua beserta 3 orang anggota lainnya yakni Esrim Elim Welong, H.Suhardin Sabalino, Fice Siska Delengan dan Samsul Saimbi.

H. Suhardin Sabalino yang lebih akrap dipanggil dengan sebutan Haji Muda saat dijumpai oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep di Pelabuhan Leme-leme memaparkan tujuan pelaksanaan monitoring ini adalah memastikan pelaksanaan pencegahan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 disemua kecamatan di Banggai Kepulauan berjalan lancar.

“Mengiventarisir apa yang menjadi kebutuhan dari Tim Pencegahan Covid-19 dimasing-masing kecamatan, sehingga kami sebelum ke pelabuhan sudah terlebih dulu menjumpai Camat Buko dan Kepala PKM Tataba guna memastikan apa yang menjadi kebutuhan dari tim penanganan dan pencegahan Covid-19 agar segera dianggarkan sebab dalam waktu dekat ini DPRD BanggaiKep akan melaksanakan rasionalisasi APBD 2020 sehubungan adanya bencana covid-19 ini”, ujar Haji Muda.

Anggota Komisi I DPRD Kab. Banggai Kepulauan juga turun langsung ke pelabuhan guna memantau pelaksanaan Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko dalam pencegahan Covid-19 melalui pemeriksaan dan pendataan penumpang yang baru tiba balik dari Luwuk dan Luar Daerah. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Menindak Lanjuti Instruksi Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam dan hasil Rapat Koordinasi Camat Buko dan Kepala Desa serta Ketua BPD se Kecamatan Buko pada beberapa waktu yang lalu, setelah membentuk Tim Relawan Covid-19 Tingkat Desa pada hari Senin (6/4/2020) Pemdes Malanggong mulai bergerak dalam upaya pencegahan penyebaran Virus corona (Covid-19).

Kepala Desa Malanggong Isak Monggilali pasca terbentuknya Tim Relawan Covid-19 Desa Malanggong, Beliau langsung memerintahkan Tim bersama Aparat Desa dan Anggota Linmas Desa Malanggong melakukan upaya pencegahan Covid-19 yang diawali dengan penyemprotan Disinfektan dirumah warga dan sarana umum yang ada di Desa Malanggong.

Penyemprotan Disinfektan oleh Tim Relawan Covid-19 Desa Malanggong dilaksanakan pada hari Selasa (7/4/2020) kegiatan ini didampingi oleh Tenaga Medis PKM Tataba dan Babinkamtibmas Desa Malanggong.

Segala kebutuhan sehubungan dengan penyemprotan disinfektan baik tengki penyemprotan dan cairan Disinfektan disiapkan oleh Pemerintah Desa Malanggong yang bersumber dari Dana Desa (DD). (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya bersama melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desianase 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya Desa Tataba Kecamatan Buko, semua komponen yang ada terus bersinergi bersama.

Pemdes Tataba bersama BPD Tataba dan Babinkantimas Desa Tataba didampingi oleh Tenaga Kesehatan PKM Tataba melaksanakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara penyemprotan Disinfektan di wilayah Desa Tataba baik sarana umum dan rumah warga yang dilaksanakan pada hari Selasa, (7/4/2020).

Kades Tataba Muhri Mapata menyampaikan, “Ini adalah langkah awal dari kami dari guna melakukan pencegahan Covid-19 di Desa Tataba dengan melakukan penyemprotan Disinfektan bekerjasama dengan Babinkantimas serta tenaga Kesehatan PKM Tataba”.

Saat ditanya tentang Tim Relawan Covid-19 di Desa Tataba, Muhri menyampaikan “Itu sudah terbentuk setelah selesai rakor dengan Camat buko pada minggu yang lalu bahkan SKnya pun sudah dikirim kepada Camat Buko” ujar Kades Tataba.

Lanjut Muhri, “Kami pun selaku pemerintah Desa terus menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan menerapkan sosial Distancing, bahkan budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (AmosKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Dampak dari penyebaran Covid-19 sangat terasa diseluruh lini kehidupan manusia, baik dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan bahkan perekonomian.

Menyikapi dampak pandemi penyebaran Covid-19 Pemerintah Desa Labasino Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan mengambil langka upaya memberikan bantuan sembako dan Vitamin kepada masyarakat Desa Labasiano yang menjalani masa karantina selama 14 hari dikarenakan baru pulang dari luar daerah.

Sesuai protokol pencegahan Covid-19 harus menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari sejak kedatangan dan akan dipantau terus oleh Pemerintah desa dan tenaga kesehatan.

Kepala Desa Labasiano Nurlan Nurdin diwawancarai Jurnalis Diskominfo BanggaiKep pada saat pembagian bantuan sembako dan vitamin, beliau jelaskan bahwa, “Langkah yang kami ambil guna meringankan beban masyarakat ditengah penyebaran Covid-19 dan saat ini baru dikhususkan bagi mereka yang menjalani masa karantina mandiri”, ujar Nurlan.

Bantuan sembako dan vitamin disalurkan langsung Kepala Desa bersama perangkat Desa Labasiano pada hari Sabtu (4/4/2020) didampingi oleh Ketua BPD Labasiano Rudiawan Alisi dan anggota BPD Fihrin Mambuhu serta tenaga kesehatan PKM Tataba Jhon Rambu.

Kades juga menjelaskan alasan Pemdes lakukan hal ini, “Kenapa pemerintah desa berinisiatif membantu meraka, dikarenakan selama karantina mandiri mereka tidak bisa keluar rumah, berinteraksi dengan siapa pun, tidak dapat melaksanakan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kami memberi bantuan sembako dan vitamin selama 10 hari kedepan bagi mereka, dan ini akan ada tahap selanjutnya sampai masa karantina berakhir”, jelas Nurlan Kades Labasiano.(AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) diwilayah Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan terus dilaksanakan oleh Tim Relawan Covid-19 Kec. Buko yang anggotanya terdiri dari Kantor Camat Buko, PKM Tataba, Polsek Buko, Koramil 1308-13 Buko, Dinas Perhubungan dan Jurnalis Dinas Kominfo Kab. BanggaiKep.

Pada hari Kamis, (2/4/2020) Tim Relawan Covid-19 melaksanakan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sarana umum mesjid dan gereja yang ada diwilayah kecamatan Buko.

Yang menjadi lokasi penyemprotan Disenfetan oleh Tim Relawan kali ini Mesjid Leme-leme Desa Bungin, Mesjid Desa Tataba dan Gedung Gereja GPIBK Jemaat Eklesia Tataba Labasiano.

“Masyarakat dan pengurus rumah ibadah menyambut dengan positif dan baik serta berterima kasih atas kepedulian dalam membantu mereka dalam penyemprotan Disinfektan ditempat ibadah”, ujar salah satu petugas rumah ibadah Julan Mangadin. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti arahan dan instruksi Bupati Banggai Kepulauan, H. Rais D. Adam dalam upaya bersama menanggulangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) serta menyikapi keadaan dan situasi penanganan penyebaran Covid-19.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos mengelar rapat koordinasi bersama dengan Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kec. Buko yang dilaksanakan di BPU Kec. Buko Kab. BanggaiKep pada Kamis, (2/4/2020).

Dalam rapat tersebut Kori Yalume menegaskan kembali kepada Kepala Desa Se Kec. Buko untuk bersinergi bersama dalam segala upaya dan usaha bersama melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 agar mata rantai penyebaran Virus Corona segera terputus khususnya diwilayah kecamatan Buko.

“Apa yang telah menjadi Instruksi pak Bupati melalui surat yang dikirim dalam upaya pencegahan Covid-19 kiranya itu segera ditindak lanjuti oleh pemerintah desa masing-masing baik dalam hal pengalokasian anggaran untuk menanggulangi bencana Covid-19 serta pembentukan Tim Relawan Covid-19 di tingkat desa dengan melibatkan semua komponen yang ada didesa”, tutur Kori

Camat Buko pun berharap para Ketua BPD dapat bekerja sama dengan Kepala Desa agar semuanya dapat segera terlaksana, “Kepala Desa kiranya dapat terus memantau keadaan desa masing-masing dan mendata warganya yang datang dari luar daerah serta melaksanakan Pos Kamling guna memastikan mereka yang datang dari luar daerah menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari, dengan harapan Kades selalu melaporkan keadaan desanya secara berkala kepada pemerintah kecamatan”, kata Kori.

Kori Yalume juga mengharapkan Pemdes dapat menyipkan tempat cuci tangan dan perlengkapannya disarana-sarana umum serta terus menghimbau masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Mari kita bersama memantau harga sembako yang melonjak drastis awasi dan perhatikan jangan ada toko-toko atau penjual yang melakukan penimbunan untuk memanfaatkan situasi dan keadaan guna meraup keuntungan, jika ditemukan segera lapor kepada pihak yang berwajib” tegas Kori. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), Tim Relawan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tataba mengelar upaya pencegahan di pintu masuk dan keluar Kecamatan Buko dan Buko Selatan.

Kepala PKM Tataba Sianti, Amd.Kep saat dijumpai di Pelabuhan Leme-leme Minggu (22/03/2020) menerangkan bahwa kegiatan ini adalah upaya pencegahan penyebaran Covid-19 masuk dan menyebar di wilayah kerjanya bahkan meluas di Kabupaten Banggai Kepulauan, “Tindakan yang kami ambil sesuai dengan instruksi dari Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan”, kata Sianti.

Lanjut Ses Anti sapaan akrab bagi Kapus Tataba itu, “Upaya yang kami lakukan adalah memeriksa suhu badan masyarakat yang berpergian keluar wilayah Banggai Kepulauan, mengifentarisir masyarakat yang khususnya datang dari luar daerah, melakukan penyemprotan antiseptik bagi masyarakat mau pun barang dan sarana kapal yang digunakan menyebrang, membagikan hand sanitizer serta himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)”, jelas Kepala PKM Tataba.

Sianti juga berharap semua pihak berperan serta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, karena ini bukan saja hanya menjadi tanggung jawab pihak kesehatan tetapi semua masyarakat Banggai Kepulaan. (JARKominfo)

Olusi, BanggaiKep.go.id – Desa Olusi Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan desa pemekaran dari desa induk Pelinglalomo.

Desa Olusi walaupun sudah menjadi desa defenitif, tapi peningkatan infrastruktur yang bersumber dari APBD masih sangat minim.

“Buktinya jalan poros yang menghubungkan Desa Olusi dengan Desa tetangga Labasiano dan Pelinglalomo sejak kami mekar jalannya sudah rusak sampai sekarang belum juga diperbaiki semua hanya tinggal janji”, ujar salah satu masyarakat Olusi yang dijumpai saat duduk dibate-bate (7/3/2020).

Asno seorang sopir yang kendaraannya sering digunakan untuk mengangkut hasil panen, material bangunan dan aktifitas lain dari masyarakat Olusi, saat dijumpai melintas dijalan tersebut menyampaikan, “Pantaslah kalau masyarakat mengeluh karena kondisi jalan rusak total, maaf ibarat bagaikan kami melewati kuala yang airnya sudah kering karena kondisi batu-batu yang berserakan serta lubang yang sudah lumayan dalam”, ujar Asno.

Selain itu, Pak Endo salah satu yang mewakili masyarakat Desa Olusi mengungkapkan harapan mereka, “Masyarakat Olusi berharap kiranya Pemda Banggai Kepulauan dapat memperhatikan jalan kami untuk segera diperbaiki, karena kondisi jalan saat ini bisa saja membahayakan masyarakat dan penguna jalan”, papar Endo. (JARKominfo)

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id – Kondisi jalan lingkungan Desa Pelinglalomo Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan sangat memprihatinkan, karena sudah berada dalam kondisi rusak total.

Beberapa masyarakat Desa Pelinglalomo saat dijumpai Sabtu (7/3/2020) mengungkapkan keluhan mereka mengenai jalan yang ada di desa yang kurang lebih sudah rusak sejak 13 tahun tapi tidak kunjung diperbaiki.

“Lalu ketika pelaksanaan lomba desa tingkat kabupaten yang kebetulan Bupati dan Ketua DPRD Banggai Kepulauan hadir dalam kegiatan tersebut menjanjikan bahwa akan diaspal tapi sudah 4 tahun belum juga terealisasi seakan-akan kami dilekos akan (dibohongi)”, ujar salah satu masyarakat yang minta namanya dirahasiakan.

Disamping itu, menurut salah satu Aparat Desa yang enggan menyebutkan namanya menginformasikan bahwa “Pada saat musrembang tingkat kecamatan Buko yang dilaksanakan di Tataba (13/2/2020) yang lalu, Bappeda sudah sampaikan katanya akan direalisasikan pada tahun 2021”.

Lanjutnya, “Sebenarnya tahun ini sudah terealisasi tapi karena hanya berapa meter ditolak oleh Anggota DPRD asal Kecamatan Buko Feliks Go karena menurut Feliks yang kami mau bukan sepotong-sepotong tapi secara keseluruhan ruas jalan lingkungan desa Pelinglalomo dapat diperbaikan dan kami minta dalam tahun ini 2020”,ujar salah satu Aparat Desa.

Sehingganya ia berharap, “Untuk itu kami sangat mengharapkan kiranya tahun 2021 dapat segera terealisasi karena kondisinya jalan sudah sangat memprihatinkan, batu-batu pecah, material sudah berserakan yang dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat”, ujar aparat desa yang tidak mau menyebutkan namanya. (JARKominfo)