Pos

Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Berhasilnya sebuah sekolah di lingkup pendidikan dalam peningkatkan mutu dan kwalitas siswanya bukan hanya tersedianya tenaga pendidik yang berkompoten serta profesional, tetapi juga harus ditunjang dengan ketersediaannya sarana prasarana penunjang lancarnya proses pembelajaran.

Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Sekolah Dasar Negeri 2 Paisubatu yang terletak di Desa Talas-talas Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan dalam kondisi yang tidak layak untuk digunakan disebabkan mengalami rusak parah.

Kepala SD Negeri 2 Paisubatu Masri Melu, S.Pd.SD saat dijumpai di sekolah pada hari Jumat (6/3/2020) memaparkan bahwa “Bangunan yang dibangun sejak tahun 1978 ini, sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan karena kondisinya sudah rusak berat, seperti tiang bagian bumbungan ada kayu yang lapuk, atap bocor serta bagian plafon yang sudah jatuh dan bagian konsen yang lapuk dimakan usia”, ujar Masri.

Disamping itu, menurut Pak guru Beteno, “Memang pada tahun 2001 pernah direhap tapi hanya bagian yang mengalami kerusakan karena gempa pada tahun 2000 saja yang direhap tidak secara keseluruhannya”.

Lanjutnya, “Kondisi bangunan sebenarnya sudah tidak pantas digunakan tapi apa daya tidak ada ruang belajar untuk kelas 4, 5 dan 6 maka kami tetap gunakan bangunan walau pun beresiko”, jelas Beteno.

Kepsek Masri pun berharap “Kiranya ada perhatian khusus dari Dinas Dikbud serta Pemda Banggai Kepulauan, karena takutnya jangan ketika terjadi musibah baru ditangani, karena mengingat daerah kita rawan gempa”, tutup Kepsek SDN 2 Paisubatu. (JARkominfo)

Batanggo, BanggaiKep.go.id – Kegiatan lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan yang dilaksanakan di Desa Batangono Kecamatan Buko, Jumat (6/3/2020) berjalan baik.

Kegiatan BBGRM diwarnai dengan berbagai penampilan masyarakat untuk mengisi acara tersebut.

Demikian halnya dengan siswa SD Negeri Ebenheizer Kec. Buko yang terletak dipegunungan yang merupakan sub Desa Batangono tidak ketinggalan dalam mengisi acara BBGRM tahun 2020, siswa SDN Ebenheizer menampilkan tarian tradisional Suku Sea-sea yakni Salendeng dan Osulen yang diperagakan oleh enam orang siswa putri.

Penampilan tarian dari siswa SDN Ebenheizer membuat Sekretaris Daerah BanggaiKep Rusli Moidady dan tim penilai beserta masyarakat terpukau melihat penampilan anak bangsa generasi penerus bangsa dan negara serta daerah ini.

Ungkapan itu tergambar dari senyum khas Sekda saat menyaksikan penampilan tarian daerah khas suku Sea-sea.

Menurut Kepala Dusun Eben Evelin Talemo, Amd.Kom, “Kalau soal melestarikan daya Suku Sea-sea dusun Eben tidak diragukan karena baik orang dewasa sampai anak-anak sudah terbiasa dengan memperagakan tarian-tarian khas suku Sea-sea seperti Balatindak, Ridan, Toluni, Batong, Osulen, dan lain-lain”, ujar kadus Eben.

Lanjutnya, “Cuma yang menjadi kendala kami belum tersedianya alat pendukung seperti alat musik batong satu Set dan pakaian adat, harapan kedepan kiranya pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud dan Dinas Pariwisata dapat membatu kami untuk pengadaan alat musik dan pakain adat”, ujar Evelin penuh harap. (JARKominfo)

Batanggono, BanggaiKep.go.id – Kepala Desa Batangono Kecamatan Buko Herpin Montolalu dalam kesibukan beliau menyiapkan pelaksanaan lomba BBGRM Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan di desa yang dipimpinnya, beliau harus menerima kehendak Sang Khaliq yang telah memanggil pulang ayahanda tersayang pada Kamis malam pukul 21.00 Wita.

Walau pun dalam suasana duka yang mendalam Herpin Montolalu selaku Kades Batangono harus tegar menerima kenyataan kehilangan orang yang disayangi, bahkan beliau tetap menyambut dengan baik kedatangan Tim penilai lomba BBGRM yang tiba di Desa Batangono (6/3/2020).

Kades tetap menjalankan tangungjawabnya untuk menyampaikan laporan serta menyerahkan laporan dalam rangka penilaian lomba BBGRM kepada Sekretaris Daerah BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Rahmat Labou, S.Ip mengawali sambutanya menyatakan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya.

Demikian pula halnya dengan Sekda Rusli Moidady, ST., M.T menyatakan “Atas nama Plt. Bupati Banggai Kepulauan bersama keluarga dan pribadi selaku Sekda BanggaiKep serta Pemerintah Daerah menyatakan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya semoga amal ibadah beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, serta kiranya keluarga dihibur dan diberi ketabahan untuk menghadapi duka ini”, kata Sekda. (JARKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banggai Kepulauan Rahmat Labou, S.Ip dalam acara kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (6/3/2020) menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan Evaluasi Desa di lingkup Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan.

“Evaluasi desa akan dimulai tahun ini tujuan dari evalusi Desa agar dapat mengetahui sejauh mana kinerja Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas dan tanggunjawabnya”, kata Rahmat Labou dalam sambutannya.

Lanjut Kadis, “Yang akan dievaluasi adalah bagimana penyelengaraan pemerintah desa, serta sampai sejauh mana pelaksanaan pembangunan yang ada di desa”, kata Rahmat.

Selanjutnya menurut Kadis PMD Rahmat, “Dari evalusi akan ada rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah desa agar desa tersebut dapat berbenah dan berubah guna menuju pada peningkatan”, tandas Kadis.

Rahmat juga menyampaikan tujuan dari pelaksanaan evaluasi terhadap desa agar dapat merubah status desa berdasarkan klasifikasinya yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju serta desa mandiri.

Sementara itu, Rahmat menegaskan “Kalau desa menerima Dana Desa sebesar Rp. 800 juta maka Pendapatan Asli Desanya (PAD) harus sebesar Rp. 400 s/d 500 juta, dari sini akan terlihat bagaimana perkembangan dari sebuah desa”, ujar Rahmat. (JARKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Rahmat Labou, S.Ip dalam sambutannya pada kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan menekankan bahwa Gotong Royong merupakan jiwa dari desa.

Menurut Rahmat, “Terbentuknya suatu desa berawal dari rasa kebersamaan atau Gotong Royong, untuk itu semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat desa harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena dengan bergotong royong kita dapat mencapai apa yang dibangun di desa kita karena memiliki rasa kebersamaan”.

Kegiatan BBGRM ini dilaksanakan di Halaman Sekolah Dasar Batangono dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T pada Jumat (5/3/2020).

Kadis PMD Rahmat Labou, S.Ip juga memaparkan tujuan dari gotong royong, “Mengapa semangat gotong royong perlu kita tingkatkan dan terus kita jaga bersama, karena ini sudah merupakan warisan dari leluhur kita sejak dahulu”, tegas Kadis. (JARKominfo)

Seano, BanggaiKep.go.id – Kehadiran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla, ST di Desa Seano Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan  disambut hangat dan antusias oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Seano.

Kehadiran Ronald Gulla di Desa Seano sehubungan dengan tugas dan tanggungjawab anggota DPRD Prov. Sulteng guna penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegitan reses.

Hadirnya Ronald Gulla di Desa Seano didampingi Anggota DPRD Kab. BanggaiKep Samsul Saimbi, kegiatan ini bertempat di Balai Desa Seano Kec. Buko Kab. BanggaiKep, Minggu (1/3/2020).

Dalam kegiatan reses kali ini masyarakat Seano mengharapkan pembangunan infrastruktur baik yang ada di lingkungan desa maupun peningkatan sarana pertanian dan bantuan dibidang pertanian, peternakan dan perikanan dan kelautan. (JARKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Mengakhiri masa sidang II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah, Ronald Gulla, ST gelar reses di Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepuluan.

Penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dilaksanakan di Balai Desa Batangono Kec. Buko Minggu, (1/3/20020) dihadiri oleh Kepala Desa Batangono Herpin Montolitus bersama aparat desa, Ketua dan anggota BPD serta tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Batangono.

Dalam sambutan Kepala Desa Batangono Herpin Montolitus menyampaikan “Atas nama masyarakat menyambut dengan baik kehadiran Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla yang melaksanakan reses di Desa Batangono”, kata Herpin.

Disamping itu, Ronald Gulla dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada masyarakat Desa Batangono yang masih memberikan kepercayaan untuk menjadi wakil rakyat, “Saya berharap segenap masyarakat Batangono dapat terus menopang dan mendokan saya agar mampu mengemban tanggungjawab ini untuk kesejahteraan masyarakat”, ujar Ronald.(JARKominfo)

Okulo Potil, BanggaiKep.go.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah mengakhiri masa sidang II dengan menggelar reses di masing-masing Dapil.

Ronald Gulla, ST anggota DPRD Provinsi Sulteng pada hari Sabtu (29/2/2020) melaksanakan reses di Desa Okulo Potil Kecamatan Buko kabupaten Banggai Kepulauan, reses yang dilaksanakan di Balai Desa Okulo Potil dihadiri oleh Kades Okulo Potil, BPD, Aparat Desa, Tokoh masyarakat, adat, pendidikan, agama, perempuan dan pemuda serta masyarakat Okulo Potil kurang lebih sebanyak 200 orang.

Dalam sambutan Kepala Desa Okulo Potil Welon Kolian, berterima kasih atas kehadiran Anggota DPRD Provinsi di Desa Okulo Potil serta berkenan melaksanakan reses.

Menurutnya, “Ini bertanda bahwa nantinya akan ada pembangunan di desa kami, untuk itu saya mengharapkan kepada masyarakat agar mengusulkan program yang belum dianggarkan dalam Dana Desa dan APBD Kabupaten, yang sifatnya itu sangat penting dan mendesak serta dapat dinikmati oleh masyarakat Okulo Potil pada umumnya”, ujar Welon.

Ronald Gulla dalam sambutan pengantar memasuki reses menyampaikan tujuan reses adalah merupakan wadah dimana penggalian aspirasi masyarakat, untuk itu Ronald berharap masyarakat berperan aktif dalam penjaringan aspirasi melalui kegiatan reses ini.

Mayoritas masyarakat Okulo Potil mengusulkan sejumlah program yang dapat menunjang mereka dalam pekerjaan sehari-hari baik berupa bantuan alat pertanian, bibit, pupuk serta alat penunjang bagi nelayan sebab sebagian besar masyarakat Okulo Potil adalah petani dan nelayan. (JARKominfo)

Tatandeng, BanggaiKep.go.id – Kamis, 20 Februari 2020, Dampak musim kemarau yang sudah memasuki 4 bulan menambah piluh para petani tanaman kacang yang ada di Desa Tatendeng Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Saat ini para petani kacang tanah Desa Tatendeng memasuki masa panen, tapi yang tampak dalam raut wajah para petani bukanlah kegembiraan karena panen telah tiba tetapi kesedihan akibat tanaman kacang mereka hampir saja gagal panen akibat kemarau yang sudah hampir 4 bulan terakhir ini.

Anel salah satu petani kacang saat dijumpai dikebunnya memaparkan bahwa mereka merugi disebabkan musim kemarau hampir gagal panen, walau pun tidak gagal panen tapi hasil panen menurun drastis dari biasanya, karena buah kacang banyak yang kempis ada yang besar buahnya tapi berulat.

Anel juga menabahkan “Tahun ini kami merugi karena semua serba disewa, seperti pembukaan lahan, pembakaran dan pembersihan, penanaman saja seliter benih kacang yang akan ditanam diupahi 20 ribu rupiah jadi kalau hasil panen tidak maksimal tentunya kami rugi besar”, ujar Anel.

Untuk itu Anel sangat berharap untuk musim tanam selanjutnya Pemerintah dapat membantu kami para petani seperti penyediaan bibit dan pupuk dan juga modal kerja. (JARKominfo)

Malanggong,  BanggaiKep.go.id – Musim kemarau yang sudah hampir memasuki tiga bulan membuat petani cabe rawit Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan khawatir dan was-was jikalau hujan tak kunjung turun.

Efraim Dalawa bersama dengan dua rekannya Murdin Tangiduk dan Ely Yanggai saat dijumpai Selasa, (4/2/2020) dikebun cabe yang sedang panen cabe memaparkan, “Musim kemarau yang sudah hampir 3 bulan ini membuat kami sebagai petani mulai khawatir dengan cuaca yang ada, bisa-bisa kami merugi jika gagal panen yang disebabkan kemarau panjang”, kata Efraim.

“Buktinya cabe yang kami tanam diperkebunan ini hampir 10 ribu, dampak dari kemarau 4 ribu lainnya mati dan jika hujan tidak kunjung turun bisa-bisa kami merugi” sambung Efraim.

Murdin Tangiduk pun menyampaikan, “Dampak dari kemarau terhadap hasil panen sangat nampak kalau awalnya kami bisa panen 50-70 Kg per 3 hari sekarang seminggu hanya bisa panen 20-50 perminggu sangat turun drastis hal ini disebabkan banyak buah yang gugur dan buah banyak yang kempis atau dalam bahasa kampung kami bilang mayot”, jelas Murdin.

Selanjutnya, menurut Murdin dan Efraim tanaman cabe tidak tahan dengan musim kemarau terkecuali tersedia air untuk melakukan penyiraman tanaman agar kebutuhan airnya terpenuhi.

Tapi apa daya petani cabe di Desa Malanggong hanya memiliki modal tenaga saja, sumber air dekat karena ada pipa air desa yang melintas disamping perkebunan, tetapi tidak cukup modal untuk membeli peralatan yang dibutuhkan seperti pipa, selang dan peralatan pendukung lainnya.

“Untuk itu kami berharap Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dapat membantu kami, karena bertani cabe cukup menjanjikan hasilnya bagi para petani jika panen tidak gagal”, ujar Ely Yanggai. (JARKominfo)