Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, S.E.M.E menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta penertiban pengelolaan aset daerah menjelang berakhirnya pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2025, Senin (4/5/2026).

Dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Aris menyebutkan bahwa ASN harus tetap menjaga kedisiplinan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. “Disiplin menjadi kunci utama agar kinerja pemerintahan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa BPK dijadwalkan menyelesaikan tugas pemeriksaan dalam waktu dekat. Salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut adalah pengelolaan aset daerah. Pemerintah daerah, kata dia, telah menerima gambaran awal terkait kondisi pengelolaan aset yang masih memerlukan pembenahan.

Aris meminta ASN yang masih memiliki kewajiban terkait aset, seperti retribusi penggunaan rumah dinas, agar segera menyelesaikannya sebelum tim BPK kembali. “Kami minta dalam satu hingga dua hari ini, Senin dan Selasa, seluruh kewajiban tersebut dapat dituntaskan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih banyaknya aset milik perangkat daerah yang tidak berada di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, melainkan masih dikuasai oleh ASN, baik yang telah pindah tugas maupun yang sudah tidak aktif. Ia meminta agar aset-aset tersebut segera dikembalikan.

“Bagi ASN yang merasa masih memegang aset dari OPD sebelumnya, segera dikembalikan paling lambat sebelum BPK kembali. Silakan berkoordinasi dengan bidang aset di BPKAD untuk memastikan data yang dimiliki,” ujar Aris.

Menurut dia, perbaikan tata kelola aset menjadi krusial agar pemerintah daerah dapat mempertahankan opini laporan keuangan yang baik. “Jangan sampai karena kelalaian dalam pengelolaan aset, kita gagal meraih opini yang diharapkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Aris juga menyinggung hasil evaluasi terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia mengungkapkan adanya keterlambatan pembayaran gaji pegawai PDAM yang dipicu oleh rendahnya tingkat pembayaran rekening air, termasuk dari kalangan ASN sendiri.

“Banyak pegawai PDAM baru menerima gaji di atas tanggal 20. Ini tentu memprihatinkan, karena mereka juga memiliki kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi di awal bulan,” katanya.

Ia pun mengimbau ASN yang menjadi pelanggan PDAM agar membayar tagihan air tepat waktu, yakni antara tanggal 1 hingga 10 setiap bulan. “Jangan menunggu tambahan penghasilan pegawai. Pembayaran air bersih seharusnya sudah menjadi prioritas dari gaji,” ujar Aris.

Menutup arahannya, Aris kembali menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga aset daerah serta mendukung kinerja layanan publik. “Ini menjadi perhatian kita semua, termasuk kepala perangkat daerah, agar seluruh aset terdata dan dikelola dengan baik,” katanya. (Roy-KOMINFO)

Banggai Laut, BanggaiKep.go.id — Dalam rangka memperkuat sinergitas antar pemerintah daerah dalam pengelolaan aset daerah serta optimalisasi pengembalian kerugian daerah oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah bertugas di Kabupaten Banggai Laut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsultasi bersama Pemerintah Kabupaten Banggai Laut, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai tersebut dilaksanakan di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Laut, serta Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun koordinasi lintas daerah, khususnya terkait pengelolaan aset daerah yang masih memiliki keterkaitan administratif maupun tanggung jawab keuangan oleh ASN yang sebelumnya bertugas di wilayah Kabupaten Banggai Laut.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pemerintah daerah menekankan pentingnya penataan aset secara tertib, transparan, dan akuntabel guna mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, upaya optimalisasi pengembalian kerugian daerah menjadi perhatian utama sebagai bentuk penegakan disiplin administrasi dan tanggung jawab ASN terhadap keuangan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Aris Susanto menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses pengelolaan aset berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan administrasi yang masih tertunda.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut Saiful U. Usuria menyambut baik langkah koordinatif tersebut dan berharap sinergi antar daerah dapat terus diperkuat, terutama dalam penyelesaian persoalan yang menyangkut aset daerah dan pengembalian kerugian keuangan daerah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam penyelesaian berbagai persoalan aset daerah, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, Muh. Aris Susanto, pimpin kegiatan Rapat Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan dalam rangka peningkatan pemahaman Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Senin (27/4/ 2026).

Kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan sektor kesehatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam mendukung implementasi program JKN-KIS di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Aris Susanto menegaskan bahwa program JKN-KIS yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Program ini bukan hanya bentuk kehadiran negara, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui, keberhasilan implementasi program tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya pemahaman yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, serta sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Forum komunikasi dan kemitraan ini, menurut dia, memiliki peran penting dalam menyamakan persepsi sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program JKN-KIS, baik melalui perluasan cakupan kepesertaan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, maupun pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Aris juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif guna penyempurnaan pelaksanaan program JKN-KIS ke depan,” kata dia.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD, Ketua Komisi I Banggai Kepulauan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran kepala perangkat daerah dan tenaga kesehatan. (Roy-KOMINFO)