Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat sore, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 26 Februari 2021 jam 12.00 wita, sbb:

1. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan orang dengan kriteria terkonfirmasi positif, suspek dan probable Covid-19.

2. Pelaku perjalanan yang telah selesai Masa Pemantauan sebanyak 64.996 orang.

3. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kab. Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah mengharapkan agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 4 M yakni Memakai masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan.

4. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan/Desa yang telah terbentuk agar dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten.

5. Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu lawan covid-19” SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Vaksinasi Covid-19 gelombang pertama bagi sejumlah tenaga kesehatan di Banggai Kepulauan sudah dilaksanakan sejak pencanangan vaksinasi gelombang pertama pada 8 Februari 2021 yang lalu oleh Bupati Banggai Kepulauan.

Kemudian ditindak lanjuti dengan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Wilayah BanggaiKep melalui pemberian dosis pertama vaksin Covid-19 bagi nakes dan tenaga penunjang difasilitas kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan BanggaiKep dr. James H.D Pinontoan saat dihubungi pada hari Kamis (25/2/2021) memaparkan bahwa “Vaksinasi Covid-19 bagi nakes di Banggaikep utuk pemberian dosis pertama dengan jumlah sasaran sebanyak 966 orang tenaga kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit mencapai 100 % sesuai data pertanggal 23 Februari 2021.”

“Sekarang ini proses Vaksinasi Covid-19 bagi nakes untuk pemberian dosis kedua sudah mulai dilaksanakan disejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit dengan harapan pemberian dosis vaksin tahap kedua bagi sejumlah nakes yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dapat mencapai target” lanjutnya.

“Kami berharap semua tenaga kesehatan yang ada di Bangkep baik di Dinas maupun Rumah Sakit dan Puskesmas dapat divaksinasi Covid-19 apalagi Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Kepres yang baru untuk kriteria yang bisa menerima vaksin Covid-19” tutup Plt.Kadis Kesehatan BanggaiKep. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Sebagaimana langkah awal Pemerintahan dalam pemberian vaksinasi Covid-19 didahului dengan tenaga kesehatan sesuai ketentuan bahwa 14 hari setelah menerima vaksinasi Covid-19 maka penerima vaksin dapat melanjutkan untuk menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

Sebanyak 54 tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Tataba Kecamatan Buko BanggaiKep yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada tanggal 9 Februari 2021 yang lalu siap untuk menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Kepala Puskesmas Tataba Sianti, A.Md.Kep memaparkan bahwa “Proses pemberian vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi 54 tenaga kesehatan Puskesmas Tataba sudah dimulai sejak hari Selas (23/2/2021) dengan menerapakan prosedur yang harus dilewati bagi penerima vaksin Covid-19.”

“Yang diawali ketika penerima vaksin datang mendaftar kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan guna mengecek bisa tidaknya menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, kemudian dilanjutkan dengan pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua” jelas Sianti saat dijumpai jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Rabu (24/2/2021).

“Kemarin sebanyak 19 tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 dosis yang kedua dan hari ini Rabu (24/2/2021) akan dilanjutkan pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua bagi nakes Puskesmas Tataba yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, setelah selesai melayani masyarakat yang datang berobat dan memeriksakan kesehatan.” sambung Sianti.

“Karena jangan karena pelaksanaan vaksinasi Covid-19, masyarakat yang datang berobat dan memeriksakan kesehatan tidak terlayani. Semuanya harus dilaksanakan tanpa mengabaikan pelayanan bagi masyarakat sesuai dengan jam pelayanan yang sudah ditentukan” tutup Sianti. (AmosKominfo)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam upayah sinergi bersama mengendalikan penyebaran Covid-19 di Banggai Kepulauan, Polres Banggkep melaksanakan Pelatihan Trancer Covid-19 bagi Bahbinkhantibmas dan Babinsa.

Dalam upaya menekan Penyebaran Covid-19 Polres Banggai Kepulauan melaksanakan Pelatihan Trancer Covid-19 bagi Bahbinkhantibmas dan Babinsa pada hari Kamis (25/2/2021) bertempat di Aula Endra Dharma Laksana Polres Banggai Kepulauan.

Pelatihan Trancer Covid-19 dibuka oleh Kapolres Banggai Kepulauan AKBP. Reja A. Simanjuntak, SIK didampingi Kasat Bimas Polres BanggaiKep IPTU. Andris M.Piodo, dihadiri oleh Plt. kadis Kesehatan BanggaiKep dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kab.BanggaiKep sebagai pemateri.

Kegitan Pelatihan Trancer Covid-19 ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan Bahbinkhantibmas dan Babinsa yang berasal dari Polsek dan Koramil yang ada di Bangkep.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan dr. James H.D Pinontoan bersama Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Arabia Tambrin, SKM dalam kegiatan ini dipercayakan untuk membawahkan materi “Peran TNI-POLRI di Desa Dalam Menyukseskan Trancer  Kontak Erat Covid-19″

Dr. James Pinontoan saat dihubungi mengatakan bahwa ” Peran dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam upayah menekan Penyebaran Covid-19  sangat penting sebab Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan garda terdepan TNI-Polri yang berhubungan langsung dengan masyarakat.”

“Dalam pelatihan ini terdapat strategi tracing, dicontohkan bila satu orang diketahui terpapar Covid-19 maka harus ditelusuri dan diketahui orang yang pernah kontak erat dengan penderita dan dilakukan tes usap” lanjutnya.

“Sebagai tracer, nantinya para Bhabinkamtibmas dan Babinsa berperan melacak orang-orang yang terinfeksi dan menemukan orang yang kontak erat dengan penderita melalui strategi 3T (testing, tracing dan treatment) yang bekerja sama dengan puskesmas” jelas Dr. James.(AmosKominfo)