Palu, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan  Rais D Adam menghadiri secara langsung penyerahan Laporan Keuangan Unaudited Kabupaten Banggai Kepualauan tahun 2020 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD) Sulawesi Tengah tahun 2020 di Kantor BPK Perwakilan Sulawesi Tengah Palu, Selasa (30/03/2021).

Penyerahan Laporan Keuangan Unaudited tersebut diserahkan oleh Bupati Banggai Kepulauan dan diterima langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah.

Dalam penyerahan LK Unaudited tersebut, Bupati BanggaiKep  didampingi oleh Sekertaris Daerah Rusli Moidady ST.MT,  Kaban Keuangan Stevan Moidady beserta Staf.

Untuk diketahui, setelah diserahkannya LK Unaudited tersebut, maka sesuai Pasal 17 UU No.15 Tahun 2004, BPK diamanatkan untuk melaksanakan pemeriksaan dan menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan tersebut kepada pihak legislatif, dan kepala daerah dua bulan sejak LK Unaudited ini diterima oleh BPK.

Pemeriksaan BPK atas LK Pemda BanggaiKep bertujuan untuk memberikan opini atas kewajaran LK. Adapun opini yang diberikan BPK tersebut, didasarkan pada empat kriteria, salah satunya yaitu kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir, BPK RI memberikan opini atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemda BanggaiKep dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). (TrisKominfo).

Salakan, BanggaiKep.go.id-  Orientasi Test Dan Treat Dalam Pelaksanaan Layanan Perawatan, Dukungan Dan Pengobatan (PDP), di buka langsung oleh dr. James H.D Pinontoan. Selasa, (30/03/2021).

“Kita akan meningkatkan kapasitas Rumah Sakit Umum Trikora, meningkatkan kapasitas dari Puskesmas minimal dengan Rumah Sakit lainnya ataupun daerah lainnya Luwuk dan Palu tentang pelaksanaan layanan perawatan dukungan dan pengobatan” ucap dr. James

Menurut dr. James “Selama ini pasien-pasien kita penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS) yang di Kabupaten Banggai Kepulauan ketika kami melakukan perawatan dukungan dan pengobatan harus dilakukan minimal di Luwuk, dasar inilah saya melihat bahwa kapasitas Rumah Sakit kita, Puskesmas dan ketenagaan kita itu cukup untuk kita melakukan Perawatan, Dukungan, Pengobatan (PDP)” tambah dr. James.

” Mudah- mudahan setelah ini kita akan mendapatkan status Rumah Sakit kita bisa di tingkatkan, menjadi status Rumah Sakit yang bisa melakukan perawatan hubungan dan pengobatan untuk penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banggai Kepulauan” harap James.

” Saya mempunyai sebuah prinsip bahwa pasien bisa memilih dokter, tapi dokter jangan sekali-sekali memilih pasien itu prinsip kita” tutupnya.

Kegiatan dilakukan di Ruang Rapat Kantor Bupati dan dihadiri oleh Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan dokter lainnya serta Staf Puskesmas Mansamat, Staf Puskesmas Tataba, Staf Puskesmas Salakan. (RoyKominfo)

Salakan, Banggaikep.go.id- Dalam upayah menanggulangi penyakit Kusta di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) Dinas Kesehatan BanggaiKep melaksanakan kegiatan orientasi program penanggulangan penyakit kusta bagi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) yang membidangi program penanggulangan penyakit Kusta di setiap puskesmas yang ada di Banggaikep.

Plt. Kadis Kesehatan, dr. James H.D Pinontoan saat dihubungi via Handphone pada hari Sabtu pagi (27/3/2021) memaparkan bahwa “Kegiatan orientasi program penanggulangan penyakit Kusta, merupakan kaloborasi kegiatan antara Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah atas usulan dari Dinas Kesehatan BanggaiKep sebab Dinkes Provinsi Sulawesi yang memiliki Pelatih” ucap dr.James.

Kegiatan orientasi penanggulangan penyakit kusta dilaksanakan selama 3 hari yakni 24-26 Maret 2021 bertempat di Aula Bapeda dan dihadiri oleh Project Leader Nenderland Leporsy Relief yaitu dr. Lucky Rondonuwu, dan Pengelolaan Program Kusta Dinkes Sulteng, Indrajaya, S.KM,.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang yang berasal dari Puskesma se- Banggai Kepulauan.

Tujuan dilaksanakannya orientasi program penanggulangan penyakit Kusta agar petugas dokter dan tenaga kesehatan (nakes) mampu mengidentifikasi tanda-tanda pada tubuh masyarakat di desa, yang mengarah pada penyakit kusta kemudian ditindak lanjuti dengan beberapa tes untuk menunjang dianogsa.

“Dengan harapan kedepan atas peran kita bersama semoga kita dapat mengeliminasi Kusta dari bumi Banggai Kepulauan tano monondok dan Indonesia” tutup dr. James Pinontoan. (Amos Kominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) canangkan vaksinasi Covid-19 tahap II yang dilaksanakan di Gedung BPU Kota Salakan dan di ikuti para unsur Forkopimda BanggaiKep, Kamis, (25/03/2021).

Menurut salah satu peserta vaksinasi, Ipda Rudi Perwira Polres Bangkep mengatakan, “Vaksinasi Covid-19 yang pertama dan vaksinasi yang ke dua tidak ada bedanya saya pribadi merasakan sehat dan tidak ada efek apapun yang saya rasakan,” ucap Rudi.

Selanjutnya, Menurut Plt. Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi Samel Bagilis, S.Sos.,MM menjelaskan, ” Perbedaan yang saya rasakan dengan vaksinasi dosis ke II ini biasa saja malah makin sehat, vaksinasi ini membentuk kekebalan tubuh biar virus masuk dalam tubuh tidak berpengaruh dalam tubuh kita.”

“Pesan saya ke pada masyarakat agar masyarakat tetap mau di vaksin karena vaksinasi memberikan kekebalan tubuh untuk diri kita sendiri sehingga bakteri atau virus corona tidak mudah masuk kedalam tubuh jadi vaksinasi ini,” tambah Samel.

Lanjutnya, “Sudah di tetapkan oleh Pemerintah itu Halal di mohon kepada semua masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan agar waktunya di vaksinasi untuk hadir dan tidak perlu takut.”

Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di ikuti oleh Polri, ASN Pelayanan Publik dan tetap mengikuti Protokol Kesehatan. (Roy Kominfo/Satgas Penanganan Covid-19 BanggaiKep Bidang Komunikasi Publik)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pembukaan Rembuk Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan di buka oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,M.T di Aula Bappeda Banggai Kepulauan (BanggaiKep). Rabu, (24/03/2021).

Dalam sambutannya Sekda mengatakan “Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, saya berharap kita tetap memberikan perhatian kepada kualitas hidup dan kesejateraan warga Banggai Kepulauan  secara umum, terlebih bagi anak-anak dan ibu hamil, harus tetap menjadi fokus perhatian kita.”

Banyak diantaranya yang mengalami proses tumbuh kembang fisik yang kurang wajar, gangguan tumbuh kembang pada anak-anak balita atau bahkan disebut “Gagal Tumbuh” atau Stunting ini, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 (Seribu) hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi ini akan berdampak pada proses tumbuh kembang kualitas fisik, kecerdasan dan produktivitas,  ketika mereka sampai pada usia produktif.

Masih cukup banyak kasus stunting yang ditemukan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Dari data Aplikasi E-PPGBM ( Elektronik Pencatatan Dan Pelaporan Gizi Bebasis Masyarakat) per Agustus Tahun 2020, Banggai Kepulauan berada pada peringkat ke 2 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah, dengan jumlah kasus Stunting terbanyak setelah Kabupaten Donggala sebesar 23%. Isu-isu stunting yang ditemuka di Banggai Kepulauan menariuk perhatian telah menarik perhatian banyak pihak, tidak terkecuali Pemerintah Pusat melalui Kementerian atau lembaga terkait.

Banggai Kepulauan menjadi salah satu Kabupaten Lokasi Fokus (LOKUS) Stunting Tahun 2021 berdasarkan  keputusan  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang penetapan perluasan Kabupaten/Kota lokasi fokus intervensi penurunan  Stunting terintegrasi Tahun 2021. Dimana terdapat 15 Desa, yang tersebar dalam 6 Kecamatan, masuk dalam Fokus Penanganan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Kepulauan  yaitu: Desa Buko, Desa Mandok, Desa Labotakandi, Desa Tunggaling, Desa Lolantang, Desa Pipilogot, Desa Boluni, Desa Balalon, Desa Apal, Desa Seano, Desa Palapat, Desa Tombungin.

Adapun untuk rencana penetapan fokus penurun stunting Tahun 2022 berdasarkan updating data pada Aplikasi E-PPBM,Bulan Agustus  2020 terdapat 9 Kecamatan dan 25 Desa antara lain Desa Apa, Desa Sapelang, Desa Kambani, Desa Seano, Desa Landonan Bebeau, Desa Palapat, Desa Tatabau, Desa Mandok, Desa Koyobunga, Desa Alul,  Desa Sumondung, Desa Lalanday, Desa Kayubet, Desa Labotakandi, Desa Mangaes, Desa Babang, Desa Pandaluk, Desa Labibi, Desa Tombungin, Desa Bobu, Desa Paisumosoni, Desa Bampanga, Desa Sobonon, Desa Tobungku, dan Desa Lobuton.

“Ditengah kerja keras kita melawan penyebaran pandemi Covid-19, saya  berharap kita masih memberikan perhatian pada upaya penurun stunting  di Banggai Kepulauan. Hari ini, kita melaksanakan Rembuk Stunting di Kabupaten Banggai Kepualaun Tahun 2021 dan di harapkan kedepan mampu memberikan dampak nyata yaitu penurunan kasus tersebut di Kabupaten Banggai Kepulauan dari waktu ke waktu” sambung Sekda.

“Lewat kesempatan ini, saya berharap Tim penurun stunting dapat bekerja maksimal dalam upaya penurunan angka stunting  di Banggai Kepulauan, dengan komitmen bersama menggalang kekuatan dan sinergitas dalam penurun stunting  di Kabupaten Banggai Kepulauan, saya yakin dengan kerja keras kita mampu mengatasi kondisi tersebut. Karena inilah salah satu cara kita dalam membentuk SDM  generasi penerus yang berkualitas  dan berdaya saing  di masa depan” harap Sekda.

Kegiatan dilakukan di Aula Bappeda dan dihadiri Asisten III, Staf Ahli, Kepala Dinas Bappeda, Kepala Dinas BPMD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat se- BanggaiKep, Kepala Desa se-BanggaiKep, Kepala Puskesmas se- BanggaiKep dan undangan lainnya. (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Salim J Tanasa buka secara resmi Bimtek Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan tema “Peningkatan Kemampuan Menejerial Kepala Sekolah Dalam Penyusunan DUPAK dan SKP Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan”.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula SMP Negeri 1 Tinangkung. Rabu, (24/03/2021).

Dihadiri oleh Ketua PGRI Banggaikep, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan peserta pelatihan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati BanggaiKep mengatakan “Saya menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan ini, sehingga peserta bisa mengetahui tata cara penyusunan Daftar Uraian Penetapan Angka Kredit (DUPAK) serta dapat menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan baik.”

Daftar Uraian Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) merupakan salah satu tolak ukur dan sasaran yang di gunakan untuk menentuakan tingkat keberhasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di kantor ataupun di tempat kerja masing-masing.

“Saya berharap agar para peserta benar-benar mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius, sehingga dalam penyusunan daftar usulan penetapan angka kredit tidak mengalami kendala dan prestasi pegawai bisa terukur dengan baik” harap Wabup.

“Saya juga mengajak kita semua terutama para peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai wadah untuk pembelajaran sekaligus transfer ilmu pengetahuan tentang penyusunan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sehingga apa yang di peroleh lewat kegiatan ini bisa di pahami dan diaplikasikan di tempat tugas masing-masing sehingga seluruh peserta bisa bekerja sesuai dengan tugas pokok masing-masing” tutup Wabup. (DeckyKominfo).

Tataba, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J Tanasa, SE, MM dalam sambutanya pada Musrembang RKPD Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Buko yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/3/2021) di BPU Kecamatan Buko mengajak kepada semua pihak terlibat aktif dalam mengentaskan masalah Stunting.

Masalah Stunting menjadi isu nasional yang harus kita tangapi bersama dengan serius sebab untuk meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) tidak lepas dari bagaiamana kita mempersiapkan generasi selanjutnya.

“Stunting menunjukkan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak hanya tubuh pendek atau pertumbuhan tidak normal tetapi juga Stunting memiliki banyak dampak buruk bagi perkembangan anak termasuk didalamnya kecerdasan akibat kekurangan gizi” ucap Wabup.

“Selain itu dalam upayah penuntasan masalah stunting di BanggaiKep mari kita bersinergi bersama untuk terus dapat memgsosialisasikan kepada masyarakat tentang masalah Stunting. Bagi Kepala Desa dan perangkat desa tolong serius atasi masalah Stunting ini sosialisasi bagi masyarakat serta manfaatkan sebaik mungkin angaran yang diperuntukkan penuntasan masalah Stunting. Sebab menyelesaikan masalah Stunting harus dimulai ditingkat desa karena perangkat desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” jelas Wabup.

“Bagi tokoh Agama dan masyarakat kami pun berharap untuk dapat membatu kami pemerintah pusat menyelesaikan Stunting di Kab.Banggai Kepulauan dengan terus mengingatkan kepada umat (Jemaat) dan masyarakat baik dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan agar masyarakat paham dan mengerti dampak dari Stunting.”

“Sebenarnya daerah kita banyak sumber makana bergizi tetapi kita tidak paham. Seperti contoh kita sebagai nelayan yang mancing ikan tetapi hasil tangkapan kita dijual dan uangnya dibelikan mie untuk kita makan bersama istri dan anak, kita yang menangkap ikan kekurangan gizi yang membeli ikan pasokan gizinya terpenuhinya sehinga mereka cerdas” canda pak Wabup yang disambut ketawa oleh peserta Musrembang.

“Dalam bahasa daerah “mau tongo mangan ndeke tukon baku bai kona boulon manuk kambung, (biar cuma makan bete dan ubi Banggai asalkan kua daging ayam kampung) itu pasti bergizi” tutup Salim Tanasa. (Amos Kominfo).

 

Palabatu II, BanggaiKep.go.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Banggai Kepulauan (BanggaiKep) melaksanakan Reses Masa Sidang I guna penjaringan aspirasi masyarakat dimasing-masing daerah pemilihan.

Feliks Go Anggota DPRD BanggaiKep dari Fraksi Partai Demokrat melaksanakan Reses Masa Sidang I di Kecamatan Buko, Buko Selatan dan Bulagi Selatan sebagaimana sesuai mekanisme yang diatur dalam pelaksanaan Reses Anggota DPRD di tahun 2021.

Khusus Bulagi Selatan, Feliks Go memilih Desa Palabatu II menjadi sasaran pelaksanaan Reses Masa Sidang I yang dilaksanakan pada hari Sabtu (20/3/2021).

Dalam pelaksanaan reses masyarakat Desa Palabatu II atau lebih dikenal dengan sebutan Desa Asam menyampaikan sejumlah aspirasi yang merupakan skala prioritas yang sangat mendesak yang perlu segera ditindak lanjuti.

Disamping menyampaikan aspirasi berupa pembangunan yang sifatnya mendesak, masyarakat Asam pun mengeluhkan keberadaan tenaga medis yang ada di Desa Palabatu II yang sudah dua tahun tidak berada ditempat sampai sekarang ini sehinga masyarakat mengalami kesulitan dalam pelayanan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut Feliks Go menyampaikan bahwa “apa  yangm keluhan masyarakat Asam akan diteruskan ke Dinas Kesehatan BanggaiKep agar apa yang menjadi harapan masyarakat Asam dalam hal pelayanan kesehatan dapat terpenuhi”.

Kepala Desa Palabatu II, Agus Piosan saat diwawancarai membenarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat tentang keberadaan tenaga kesehatan yang sudah tidak melaksanakan tugas lagi di Desa Palabatu II.

“Pustu sudah kami bangun tetapi tidak ada nakes yang tempati nanti akan rusak percuma, kasihan masyarakat saya kalau ada yang sakit harus ke Puskesmas Lumbi-Lumbia untuk berobat” jelas Kades Palabatu II.

Plt. Kadis Kesehatan BanggaiKep dr. James H.D Pinontoan, Sp.PD, saat dihubungi jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep via Handphone pada hari Senin (22/3/2021) mengatakan “Untuk memastikan hal tersebut mengenai Nakes yang ditempatkan di Desa Palabatu II akan kami cek ketersediaan tenaga kesehatan dalam Sistem Sumber Daya Manusia Kesehatan (Sis-SDMK)  di desa terkait, jika memang dalam sistem tidak ada tenaga di desa tersebut akan kami usulkan ” ucap dr. James. (Amos Kominfo).

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Nugraheni Pakabu, SH, M.Si membuka secara resmi Sosialisasi Program Dalam Rangka Konsolidasi dan Penguatan Kelembagaan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Kabupaten Banggai Kepulauan yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Selasa, (23/03/2021).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh, Wakil Ketua PWRI Provinsi Sulteng, Ketua PWRI Bangkep, serta undangan.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepualaun yang di bacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Ibu Nugraheni Pakabu, SH, M.Si mengatakan “Selaku Pemerintah Daerah dan Ketua Pembina PWRI Kabupaten, kami ucapkan selamat datang kepada tim PWRI Provinsi Sulteng semoga dengan kedatangnnya di daerah kami dapat memberikan masukan serta terobosan baru untuk kelangsungan dan kesejahteraan PWRI di Kabupaten Banggai Kepulauan.”

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi atas di selenggarakannya kegiatan ini, walaupun sudah purna tugas namum bapak ibu tetap semangat dalam memajukan oragnisasi ini” lanjut beliau”

“Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan suatu inovasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan serta dapat memajukan dan mengembangkan PWRI Kabupaten Banggai Kepulauan”.

“Saya harapkan keteladanan dan motifasi para pengurus dan anggota PWRI yang telah Purna Tugas bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah serta ikut mendorong dan mendukung berbagai program pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Banggai Kepulauan yang maju”.

“Saya juga berharap para anggota PWRI untuk dapat memotivasi para pensiunan yang bergabung dalam wadah PWRI ini untuk bersama-sama, mengaktualisasikan potensi, bakat dan semangat baru setelah menjalani Purna Tugas sebagai ASN sehingga organisasi di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin nyata dan maju” tutupnya.(DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – (23/3/2021) Dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Anggota DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah di tiga Kecamatan yakni Buko, Buko Selatan dan Bulagi Selatan, guna menggali apsirasi masyarakat, Feliks Go yang merupakan Anggota Komisi 3 DPRD BanggaiKep masyarakat untuk bersedia divaksinasi Covid-19.

Dalam reses di tiga Kecamatan, selain menggali aspirasi dari masyarakat Feliks mengajak dan mendorong masyarakat untuk siap jika program Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat akan dilaksanakan sesuai jadwal yang akan ditentukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 BanggaiKep dan Pemda BanggaiKep, sebab vaksinasi Covid-19 adalah langka yang diambil oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan melindungi masyarakat dari Covid-19 dimasa adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi Covid-19 serta guna meningkatkan produktivitas masyaraka menuju pemulihkan perekonomian bangsa dan negara.

“Sebab sudah satu tahun pandemi Covid-19 melanda negara kita pada umumnya serta Kab.Banggai Kepulauan khususnya, berbagai dampak kita alami termasuk pertumbuhan ekonomi melambat, kegitan sosial, pendidikan dan keagamaan dibatasi” ucap Feliks Go Aleg asal Desa Malanggong Kec.Buko.

“Melalui APBD BanggaiKep 2021 pemerintah daerah sudah menganggarkan Rp. 18 Milyar untuk pengadaan Vaksin Covid-19, untuk itu persiapkan diri kita agar bisa divaksinasi Covid-19 serta jangan mudah terpengaruh dengan berita hoax mengenai vaksinsi. Jika ada yang belum kita pahami tentang vaksinasi, bertanyalah kepada pihak terkait jangan kita salah mendapat informasi mengenai vaksinsi Covid” jelas Feliks. (Amos Kominfo/Satgas Penanganan Covid-19 BanggaiKep Bidang Komunikasi Publik)