Toi-Toi Bulagi Selatan, BanggaiKep.go.id – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kecamatan Bulagi Selatan resmi dibuka Asisten III Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tommy Luasusun, S.H mewakili Bupati.
Acara yang berlangsung dalam suasana semarak dan penuh semangat kebersamaan itu menjadi momentum penguatan iman sekaligus mempererat persaudaraan jemaat lintas denominasi, Jumat (21/11/2025).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Tommy, pemerintah daerah menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi vokal. “Tujuan utama kita bukan mencari siapa yang juara. Menang atau kalah bukan ukuran. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersembahkan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan,” katanya.
Acara pembukaan dihadiri perwakilan Kementerian Agama, pimpinan LPPD, unsur sinode gereja, forum koordinasi pimpinan kecamatan, kepala desa, hingga pimpinan lembaga pendidikan. Pesparawi disebut sebagai wadah pembinaan mental-spiritual, terutama bagi generasi muda, serta ruang perjumpaan yang memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat majemuk Banggai Kepulauan.
“Nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan adalah fondasi untuk menjaga harmoni sosial. Pesparawi menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, serta iman yang teguh,” ujar Tommy.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang mendorong lahirnya masyarakat religius, kreatif, dan berbudaya. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jemaat atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus meresmikan pembukaan Pesparawi Bulagi Selatan 2025.
Camat Bulagi Selatan Destaman Dala S.Sos dalam sambutannya menyoroti masih minimnya partisipasi desa pada penyelenggaraan Pesparawi tahun ini hanya 8 dari 17 desa yang berpartisipasi penuh. Ia menegaskan bahwa Pesparawi bukan soal mencari suara terbaik, tetapi pembinaan iman dan penguatan persaudaraan.
“Tujuan kita di sini bukan mencari siapa punya suara paling bagus atau desa mana yang juara. Kita ingin membina pelaksanaan pujian kita kepada Tuhan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komitmen bersama agar seluruh desa Kristen ikut serta pada 2026. Camat menyebut bahwa aturan tahun ini dibuat lebih longgar karena situasi lapangan, namun ke depan diperlukan kesepakatan tegas agar tidak ada desa yang absen.
Pada kesempatan itu, Camat juga menyinggung kesiapan konsumsi panitia dan harapannya agar kegiatan keagamaan seperti Pesparawi semakin terorganisasi dan menjadi cerminan kuatnya persaudaraan warga. “Kalau dari 17 desa hanya 8 yang ikut, itu masih jauh dari harapan. Tahun depan kita ingin semua lengkap,” ucapnya.
Mewakili LPPD Sekretaris Umum Harson Misilan S.Th, M.Pd mengapresiasi dukungan seluruh kepala desa se-Kecamatan Bulagi Selatan yang telah memberikan kontribusi untuk pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif di tengah efisiensi fiskal nasional.
“Ketika ada anggaran, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya bangga karena setiap desa memberikan sumbangsih, dan itu menunjukkan komitmen bersama,” katanya.
Harson menegaskan bahwa Pesparawi harus menjadi wadah pemersatu seluruh gereja dan denominasi, sesuai dasar hukum LPPD yang berada di bawah regulasi Kementerian Agama dan pemerintah daerah. Ia menyayangkan hanya 8 desa yang mengikuti kegiatan tahun ini, dan berharap tahun depan jumlah peserta meningkat serta kategori lomba dapat diperluas.
Ia juga menyampaikan informasi mengenai persiapan Pesparawi tingkat nasional 2026 di Papua Barat, di mana Banggai Kepulauan telah menyiapkan perwakilan dari hasil seleksi kabupaten.
“Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah, karena keberangkatan ke Papua tentu membutuhkan biaya besar,” ujarnya.
Harson menutup sambutannya dengan apresiasi kepada seluruh jemaat dan panitia. Ia menilai antusiasme Bulagi Selatan menunjukkan bahwa program Pesparawi mulai mengakar hingga ke tingkat kecamatan. “Ini bukti bahwa semangat memuliakan Tuhan melalui musik gerejawi terus hidup di tengah umat,” tuturnya. (Roy-KOMDIGI)




