Pos

Mansamat, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bersama Tim Penggerak PKK melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Senin (15/6/2016).

Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Desa Mansamat dalam menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional ke 33 tahun 2026 yaitu Launching Pelayanan KB serentak dan Dashat di BPU Desa Mansamat, DASHAT (Dalur Sehat Atasi Stunting) di Desa Paisumosoni dan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan pada Anak di SDN Inpres Kampung Baru Kec. Tinangkung Selatan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Sebagaimana diketahui, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia dan menentukan kemajuan bangsa.

Dalam sambutan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid, S.Pd.,M.A.P disampaikan bahwa peringatan Harganas tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak serta program Dapur Sehat Atasi Stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara nasional dan serentak di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah, sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi yang aman dan berkualitas.

Melalui pelayanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi dan akses layanan yang memadai untuk merencanakan kehidupan keluarga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Perencanaan keluarga dinilai sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mempersiapkan generasi yang berkualitas di masa depan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum Harganas juga menjadi sarana untuk mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Halima Rusli Moidady dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai moral, karakter, dan kasih sayang. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 ini, diusung tema nasional “Ayah Wajib Hadir” saatnya Ayah hadir dampingi anak-anak selama 15 menit tanpa gadget, menekankan pentingnya peran aktif ayah dalam keluarga, khususnya dalam pengasuhan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan keluarga. Keterlibatan ayah dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menciptakan keluarga yang harmonis.

Selain itu, perhatian juga difokuskan pada upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, di mana keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan pemenuhan gizi anak, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola asuh yang tepat.

Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah terus berkomitmen menjalankan 10 Program Pokok PKK, yang meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, kesehatan, hingga ketahanan mental dan spiritual masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta kader untuk terus bersinergi, bergotong royong, dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, bebas stunting, dan sejahtera.

Ketua TP PKK juga menyampaikan tips sederhana namun bermakna yang disebut dengan “ASI”, yaitu singkatan dari Al-Qur’an, Sholat, serta Infak & Sedekah. Melalui pesan ini, beliau mengajak para peserta untuk senantiasa memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, menjaga ibadah sholat, serta gemar berbagi melalui infak dan sedekah diyakini dapat membawa keberkahan dalam kehidupan dan keluarga.

Peringatan Hari Keluarga Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan masyarakat yang kuat dan berdaya saing. Sebab, keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi unggul yang menjadi pilar utama pembangunan bangsa. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka bagian dari rangkaian memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banggai Kepulauan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga menyelenggarakan talkshow bertajuk “Perempuan Cerdas Digital” yang dilaksanakan di Gedung Aula Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (10/6).

Kegiatan ini mengusung semangat “Kunci Keluarga Bahagia, Indonesia Sejahtera” sebagai bagian dari upaya mendorong peran strategis perempuan dalam membangun keluarga berkualitas di era digital.

Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan, Ny. Anita Serfi Kambey, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital bagi perempuan, khususnya para ibu, dalam membimbing anak dan menjaga ketahanan keluarga dari dampak negatif teknologi.

“Perempuan harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan keluarga yang cerdas digital, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta melindungi anggota keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu: Dra. Jeane B. Rorimpandey (Wakil Ketua GOW Banggai Kepulauan), Suryati, S.Th.I., M.Psi (Konselor Keluarga) dalam paparannya menyampaikan bahwa Skill yang penting bagi wanita di era digital dalam mendukung ketahanan keluarga adalah :
1.Membangun kesadaran 2. Mengokohkan keteladanan 3. Melakukan blok konten negatif dan memfilter konten 4. Memahami kebersamaan dan 5. Literasi digital.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Banggai Kepulauan Ramlin M. Hamid, S.Pd.SD., M.Si bertindak sebagai pemantik dalam kegiatan talkshow tersebut.

Talkshow dilaksanakan mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai dan diikuti oleh Pengurus Organisasi Wanita, DWP DP3AP2KB, DWP Inspektorat dan DWP Diskominfo serta peserta lainnya, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi Dinas P3AP2KB kepada seluruh organisasi wanita di Kabupaten Banggai Kepulauan untuk berperan aktif dalam menyukseskan peringatan Harganas melalui penguatan 8 Fungsi Keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang literasi digital dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kuat, perempuan berdaya, melek digital, serta mendukung Indonesia yang lebih sejahtera.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua GOW Kabupaten Banggai Kepulauan dengan harapan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan masing-masing. (IKP-KOMINFO)

Sigi, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Pembukaan Pameran dan Pasar Rakyat dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Arena Utama MTQ, Taman Likuifaksi Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu, (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan MTQ XXXI yang mengusung tema “Membangun Generasi Cinta Al-Qur’an dan Memperkuat Harmoni dalam Keberagaman Sulteng Nambaso.”

Salah satu agenda utama dalam pelaksanaan MTQ tahun ini adalah penyelenggaraan Pameran MTQ yang melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dekranasda dari 13 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Pameran ini menjadi wadah promosi berbagai produk unggulan daerah sekaligus mendukung pemberdayaan para perajin dan pelaku UMKM lokal.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, antara lain Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah yang mewakili Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah untuk membacakan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan.

Selain itu, hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sigi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi beserta jajaran se-Provinsi Sulawesi Tengah, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sigi, Camat Sigi Biromaru dan kecamatan sekitar, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Sigi Biromaru.

Usai acara pembukaan, Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah bersama para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota melakukan kunjungan ke seluruh stan pameran.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, tenun tradisional, produk kriya, hingga aneka kuliner khas daerah hasil karya para perajin dan pelaku UMKM lokal.

Melalui penyelenggaraan pameran ini diharapkan produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat luas, mampu meningkatkan daya saing UMKM, serta menjadi sarana mempererat kerja sama dan persatuan antar daerah di Provinsi Sulawesi Tengah dalam semangat MTQ yang menjunjung nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan. Sumber: Admin PKK Bangkep (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah disampaikan pada 26 Mei di Palu.

Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Kepala BPKAD, Bappeda, Inspektorat, camat, kepala puskesmas, serta unsur perangkat daerah lainnya, Kamis (4/6/2026).

Inspektur Inspektorat Banggai Kepulauan, Dra. Jeane Rorimpandey, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan BPK RI menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang dinilai sebagai capaian penting pemerintah daerah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh perangkat daerah.

“Opini WTP ini merupakan komitmen bersama seluruh OPD. Namun masih terdapat 13 rekomendasi yang harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Jeane.

Beberapa temuan utama yang disoroti antara lain kelebihan pembayaran tunjangan pegawai akibat tidak mutakhirnya data kepegawaian, belanja barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan seperti perjalanan dinas, honorarium, serta belanja listrik yang berulang menjadi temuan. Selain itu, terdapat pula temuan pada belanja hibah, pengadaan barang, hingga pekerjaan infrastruktur yang mengalami kelebihan pembayaran.

Jeane menegaskan perlunya pembaruan data kepegawaian secara berkala, termasuk rekonsiliasi data setiap enam bulan antara BKPSDM, OPD, dan pengelola gaji di BPKAD. Ia juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi perjalanan dinas dan penguatan dasar hukum dalam pembayaran honorarium agar tidak kembali menjadi temuan berulang.

“Beberapa temuan ini bersifat berulang setiap tahun. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terus terjadi,” tegasnya.

Selain itu, Inspektorat juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang masih lemah, termasuk barang milik daerah yang tidak jelas keberadaannya, belum tertibnya pencatatan, serta aset yang masih dikuasai namun tidak tercatat secara administrasi.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T.,M.T.,AIFO dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian opini WTP tersebut, namun menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK secara optimal.

“Meraih WTP itu sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Kita hanya memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan tindak lanjut ini dengan target minimal 80 persen,” tegas Bupati.

Ia juga meminta seluruh OPD membentuk tim percepatan tindak lanjut dan melakukan evaluasi berkala. Menurutnya, beberapa temuan bersifat berulang sehingga diperlukan perubahan pola kerja dan penguatan disiplin administrasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah menambahkan bahwa tindak lanjut akan dilakukan melalui jadwal terstruktur mulai 15 Juni, dengan mekanisme evaluasi bertahap hingga pemanggilan OPD yang progresnya rendah.

“Target kita adalah minimal 80 persen tindak lanjut dalam 60 hari. Bahkan kita dorong bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menyoroti penguatan pengelolaan aset daerah, penertiban piutang PBB-P2, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait pendapatan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan bahwa seluruh rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti secara terukur, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Roy-KOMINFO)

SDN Inpres Tinangkung, BanggaiKep.go.id – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muchsin H.S. Yasano, S.Ag, mewakili Bupati Banggai Kepulauan membuka secara resmi Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030, Rabu, (3/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri pengurus PGRI Kabupaten Banggai Kepulauan, unsur Forkopimcam Tinangkung Selatan, Koordinator Wilayah Pendidikan, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru dari berbagai jenjang pendidikan itu menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan PGRI lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Muchsin Yasano menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terhadap dedikasi para guru yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Konferensi ini merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus menyusun rencana strategis demi kemajuan pendidikan di daerah kita. Pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan generasi penerus Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Menurut Muchsin, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, serta dinamika perubahan kurikulum nasional. Karena itu, PGRI dituntut untuk terus beradaptasi dan memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Ia menegaskan bahwa PGRI harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan solutif, sekaligus bertransformasi menjadi penggerak literasi digital bagi para pendidik. Dengan demikian, guru-guru di Banggai Kepulauan dapat lebih siap mencetak generasi yang memiliki kemampuan teknologi dan daya saing global.

“PGRI tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muchsin juga menitipkan sejumlah harapan kepada peserta konferensi, di antaranya memilih pengurus yang amanah dan memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan organisasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta memprioritaskan program peningkatan mutu dan profesionalisme guru.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“Bersama-sama kita wujudkan pendidikan Banggai Kepulauan yang lebih bermutu, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Muchsin Yasano secara resmi membuka Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tinangkung Selatan Masa Bakti 2025–2030. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang solid serta program-program strategis yang mampu memperkuat peran guru dalam pembangunan pendidikan di Banggai Kepulauan.

Turut hadir Ketua Pengurus Kabupaten PGRI Kab Banggai Kepulauan, Babinsa Tinangkung Selatan, Korwil Kecamatan Tinangkung Selatan Bersama Pengurus Sekolah, Ketua Pengurus Kecamatan PGRI Cabang Tinangkung Selatan Beserta Seluruh Pengurus, Seluruh Kepala Sekolah Se-Kecamatan Tinangkung Selatan, Beserta Peserta Konferensi. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara purna tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I., M.Si., yang digelar di Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, Selasa, (2/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO, jajaran Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, pimpinan instansi vertikal, Ketua MUI Bangkep, Ketua Baznas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, serta keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusli Moidady menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian H. Sofyan Arsyad selama memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurutnya, Sofyan telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi dan pengabdian Bapak H. Sofyan Arsyad dalam membangun kehidupan keagamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah,” kata Rusli.

Bupati menilai selama menjabat, Sofyan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, memperkuat moderasi beragama, membina kerukunan antar umat beragama, serta membangun sinergi yang harmonis antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah.

Menurut Rusli, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan fase baru yang menandai keberhasilan seseorang dalam menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, keteladanan, dan semangat pelayanan yang diwariskan Sofyan dapat terus dilanjutkan oleh seluruh jajaran Kementerian Agama.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga H. Sofyan Arsyad yang selama ini memberikan dukungan dalam setiap langkah pengabdiannya. “Keberhasilan seorang pemimpin tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang selalu menyertai,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, H. Sofyan Arsyad mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru setelah menuntaskan masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Ia menyebut purna tugas bukanlah perpisahan, melainkan perpindahan peran dalam perjalanan kehidupan.

“Hari ini adalah hari yang spesial bagi saya dan keluarga. Saya tidak merasa berpisah, tetapi hanya berpindah peran dalam panggung kehidupan. Jabatan hanyalah amanah dan titipan, tetapi kejujuran serta kebaikan adalah warisan yang akan terus dikenang,” ujar Sofyan.

Selama memimpin Kantor Kementerian Agama, Sofyan mengaku lebih mengedepankan keteladanan dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif. Ia percaya disiplin yang lahir dari kesadaran akan lebih kuat daripada disiplin yang muncul karena tekanan.

“Saya selalu percaya bahwa disiplin yang lahir dari kesadaran jauh lebih kuat daripada disiplin yang lahir dari tekanan. Karena itu saya berusaha memimpin dengan memberi contoh,” katanya.

Sofyan juga menegaskan bahwa keberhasilan yang diraihnya selama bertugas merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Banggai Kepulauan.

“Saya bukan Superman. Saya hanya berusaha membangun super tim. Kalau hari ini ada apresiasi kepada saya, itu karena saya bekerja bersama orang-orang hebat,” ujarnya.

Menjelang akhir sambutannya, Sofyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung tugas dan pengabdiannya. Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan.

Acara purna tugas tersebut berlangsung penuh haru. Sejumlah tamu tampak meneteskan air mata saat memberikan ucapan selamat dan penghormatan kepada Sofyan Arsyad yang telah mengakhiri masa baktinya setelah bertahun-tahun mengabdi dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Perpisahan menjadi berat bukan karena lamanya kebersamaan, tetapi karena indahnya kebersamaan yang pernah kita bangun bersama. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk terus berbuat baik,” tutupnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, S.T.M.T, AIFO membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Senin, 1 Juni 2026.

 

Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh bangsa untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady.

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila disebut menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik yang terjadi.

Indonesia juga dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian global melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Selain menyoroti peran Indonesia di tingkat internasional, sambutan tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Kepala BPIP.

Kepada para menteri dan kepala daerah, termasuk seluruh penyelenggara pemerintahan di berbagai tingkatan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta memberikan perlindungan kepada kelompok yang paling rentan.

Pemerintah juga diingatkan untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menutup sambutannya, Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,”

Kegiatan bertempat di halaman kantor bupati di hadir Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Pabung 1308 L/B, serta undangan lainnya. (Roy-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (1/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pancasila menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dinilai sangat relevan sebagai instrumen diplomasi dalam menjembatani perbedaan serta menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di dunia.

Indonesia, lanjutnya, terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan. Hal tersebut merupakan implementasi dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Selain itu, sambutan Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus senantiasa dibarengi dengan arah moral yang kuat. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegasnya.

Kepada para menteri, kepala daerah, serta seluruh penyelenggara pemerintahan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan prinsip keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada masyarakat kecil, dan memastikan tidak ada warga negara yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan.

Di akhir sambutan, seluruh komponen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” tutup sambutan tersebut.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Banggai Kepulauan diikuti oleh unsur Ketua DPRD, Kepala OPD Lingkup Pemda, TNI-Polri, serta undangan lainnya. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan kafilah terbaik untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Peserta MTQ XXXI yang berlangsung di Masjid Nur Hidayah, Sabtu (30/05/2026)

Kegiatan di hadiri, Kakan kemenag kabupaten Banggai kepulauan, Ketua MUI Banggai Kepulauan, Para pelatih, pembina official dan pendamping kafilah MTQ, Peserta MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi Qurani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga merupakan sarana syiar Islam serta media pembentukan karakter dan spiritual generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang berakhlak mulia, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap seluruh proses pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan. Harapannya, para peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun tingkat yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta diingatkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan yang sungguh-sungguh, disiplin, kerja keras, serta doa yang terus dipanjatkan. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal dengan mengikuti arahan para pelatih dan pembina secara serius dan penuh semangat.

Selain itu, para pelatih dan pembina juga mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membimbing para peserta. Peran mereka dinilai sangat penting dalam membentuk generasi Qurani yang berkualitas dan berdaya saing.

Pemerintah daerah juga mengingatkan seluruh anggota kafilah untuk senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum pelatihan ini hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta penuh toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menutup sambutannya, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa kepada kafilah Kabupaten Banggai Kepulauan agar diberikan kesehatan, kemudahan, dan kemampuan terbaik dalam mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah. (Decky-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi yang diperuntukkan bagi masyarakat Desa Sabang, Kecamatan Bulagi Utara, Kamis, (28/5/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antar sesama. Momentum Idul Adha dimanfaatkan tidak hanya sebagai pelaksanaan syariat Islam, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui berbagi kepada sesama.

Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Ny. Halima Rusli Moidady, mengajak seluruh pengurus yang beragama Islam untuk berpartisipasi secara sukarela dalam kegiatan kurban. Ia menegaskan bahwa nilai utama dari ibadah kurban adalah keikhlasan dalam berbagi serta memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Adapun tujuan utama kegiatan ini antara lain:
Meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat dan Menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan organisasi, khususnya bagi anggota yang belum berkesempatan berkurban secara mandiri.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Masjid Muallaf Desa Sabang guna memperluas jangkauan penerima manfaat. Masyarakat setempat menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias, rasa syukur, dan haru atas perhatian yang diberikan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran pengurus, pengurus masjid, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Diharapkan ke depan, pelaksanaan kurban dapat terus meningkat baik dari segi jumlah maupun partisipasi, baik secara individu maupun kelompok.

Kegiatan kurban sendiri menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Adha yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di masyarakat. (IKP-KOMINFO)