Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kaban Bappeda, Kadis Kesehatan, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Banggai Kepulauan, kepala perangkat daerah, Kepala DP3AP2KB beserta jajaran, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Banggai Kepulauan, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, koordinator kecamatan, serta para peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting selama Semester I Tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING).

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang berisiko stunting melalui pendampingan, pemenuhan gizi, edukasi, serta dukungan dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Serfi memaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan tercatat sebesar 30,6 persen pada 2021, meningkat menjadi 32,6 persen pada 2022, kemudian berhasil ditekan menjadi 27,7 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali mengalami kenaikan menjadi 28,4 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan telah memberikan hasil, tetapi belum mampu menjaga tren penurunan secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi hari ini harus menjadi bahan perbaikan untuk langkah-langkah ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan penimbangan balita (D/S) pada Triwulan I Tahun 2026 yang dinilai dapat memengaruhi kualitas pemantauan pertumbuhan anak sekaligus akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memperoleh capaian membanggakan karena menjadi satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang berhasil menuntaskan 100 persen pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Capaian ini membuktikan koordinasi lintas sektor telah berjalan baik. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan seluruh aksi tersebut benar-benar berdampak terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan prevalensi stunting,” ujar Serfi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi keluarga mengenai gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, skrining ibu hamil berisiko tinggi, pemberian vitamin A, hingga pendampingan melalui kunjungan rumah.

Ia mengajak seluruh kepala desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus menghidupkan kembali fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Serfi juga mengingatkan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, TP PKK, pemerintah desa, hingga BKKBN bersama Tim Pendamping Keluarga memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi yang tepat kepada keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, strategi ke depan harus diarahkan pada penguatan layanan Posyandu, peningkatan pendampingan keluarga berisiko, penguatan surveilans gizi, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi konvergensi lintas sektor, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan, dengan memberikan perhatian kepada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai Kepulauan, Serfi mengajak seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.

“Jangan biarkan satu pun anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal hanya karena kurangnya perhatian dan kepedulian kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Serfi berharap kegiatan sosialisasi GENTING dan evaluasi TP3S mampu menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang semakin memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Wakil Bupati Serfi Kambey kemudian secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) dan Evaluasi TP3S Semester I Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2026. (Roy-KOMINFO)

Dokumentasi Pengukuran Posyandu Bulan Agustus 2024.

Selengkapnya dapat dilihat link dibawah:

DOKUMENTASI PENGUKURAN POSYANDU AGUSTUS 2024

Hasil Pengukuran Intervensi Serentak Per Desa Terkait Stunting di Banggai Kepulauan.

Selengkapnya dapat di unduh link:

Status Gizi Perdesa (1)2 (1)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj. Bupati Banggai Kepulauan diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Iswan Saleh, S.Sos buka resmi kegiatan Evaluasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024 di ruang rapat kantor Bupati, Senin (9/12/2024).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Iswan mengatakan Stunting merupakan permasalahan yang sangat serius, bukan hanya di Kabupaten Banggai Kepulauan tetapi juga di seluruh dunia terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.

“Stunting bukan hanya berkaitan dengan masalah kekurangan gizi, tapi juga memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia kita di masa depan,” katanya.

Selain itu, anak-anak yang mengalami stunting beresiko memiliki kecerdasan yang lebih rendah, rentan terhadap berbagai penyakit.

“Menanggulangi stunting adalah tugas kita bersama pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat harus terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap anak di daerah kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi fisik maupun mental,” ucap Iswan.

Dengan evaluasi audit kasus stunting ini, diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Saya yakin dengan semangat yang sama dan kerja keras kita bersama, kita akan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita yang pada akhirnya akan mempercepat Pembangunan Daerah kita menuju Kabupaten Banggai Kepulauan yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing,” jelasnya.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan Iswan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menanggulangi stunting di daerah ini.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang bermanfaat tujuan Kabupaten Banggai Kepulauan,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Dinas DP3AP2KB, perwakilan TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, tim dokter, para Camat dan Kepala Desa serta undangan lainnya. (Roy-DISKOMDIGI)

Gansal, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Kepulauan (DP3AP2KB Bangkep) melaksanakan kegiatan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) sekaligus penyerahan telur hasil sumbangan dari Gerakan sejuta telur untuk anak beresiko stunting dari keluarga kurang mampu di Desa Gansal Kecamatan Tinangkung Selatan, Kamis (17/10/2024).

Sumbangan telur dari beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhasil terkumpul berjumlah 22 rak telur diantaranya, 5 rak telur dari Staf Ahli Pembangunan ekonomi dan Keuangan, 5 rak telur dari Kadis Pertanian, 5 rak telur dari Sekretaris DPRD, 2 rak telur dari Kepala Bapenda, 2 rak telur dari Kadis Perpustakaan Daerah dan 3 rak telur dari Kadis Koperindag.

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kab Banggai Kepulauan beserta anggota, Kepala DP3AP2KB di wakili Kabid Dalduk, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, beserta para pejabat fungsional pada Bidang Dalduk, Satgas stunting kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Tinangkung Selatan, Ketua TP PKK Kecamatan Tinangkung Selatan, Kepala Puskesmas Mansamat, Koordinator PLKB Tinangkung Selatan, Penyuluh lapangan KB, Pj. Kepala desa Gansal, petugas Gizi PKM Mansamat, Ketua TP PKK Desa Gansal dan anggota, kader Dashat dan Tim pendamping keluarga (TPK), serta keluarga beresiko stunting.

Dalam kegiatan DASHAT ini, Ketua TP PKK Kabupaten Banggai Kepulauan Dr. Wahyuningsih, SE.,M.Sc.,Ph.D menjadi narasumber sekaligus memberikan sosialisasi terkait Ketahanan Keluarga untuk mencegah stunting.

Rangkaian kegiatan termasuk pula dengan agenda petugas Ahli Gizi melakukan demo masak menu untuk anak stunting berbahan dasar lokal yang mudah didapatkan di sentra perdagangan sekitar lokus.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan dengan upaya-upaya yang intens dan partisipasi semua pihak, angka prevalensi stunting di Banggai Kepulauan dapat relatif turun sesuai harapan. (DP3AP2KB-Bangkep)

Kuakon, BanggaiKep.go.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan kembali melaksanakan kegiatan Mini Lokakarya tingkat Kecamatan dan pembinaan kelompok ketahanan (POKTAN) di Kampung KB Desa Kuakon Kecamatan Tinangkung, Selasa (1/10/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menciptakan Keluarga Berkualitas di wilayah tersebut dan turut dihadir Camat Tinangkung, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KS), Ketua TP-PKK Kecamatan Tinangkung, perwakilan Kapolsek Tinangkung melalui Babinkamtibmas, Bidan Desa Tompudau, KPM, TPK, Koordinator PLKB Kecamatan Tinangkung, Penyuluh Lapangan KB (PLKB) Kecamatan Tinangkung serta Kader kelompok Ketahanan (POKTAN) yang terdiri dari Kader BKB, Kader BKR, Kader BKL, Kader UPPKA, dan Kader PIK-R.

Kegiatan lokakarya ini, dibahas sejumlah isu penting antara lain persiapan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pemberian makanan tambahan di desa, serta pendampingan keluarga yang berisiko stunting. Selain itu, dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan oleh kader-kader kelompok ketahanan (POKTAN) di Kampung KB.

Lokakarya ini juga menjadi langkah strategis untuk percepatan penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor, guna mencapai target nasional penurunan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024. Dengan langkah yang terkoordinasi, harapannya Banggai Kepulauan dapat menyongsong pencapaian zero stunting. (DP3AP2KB-BANGKEP)

Laporan pelaksanaan percepatan penurunan stunting semester 1 Tahun 2024 di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan gambaran hasil pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota sesuai amanat peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan angka Stunting lndonesia (RAN-PASTI) Tahun 2021-2024.

Laporan ini menyajikan hasil pelaksanaan strategi Nasional 5 pilar percepatan penurunan stunting dan 8 Aksi Konvergensi serta 5 kegiatan prioritas percepatan penurunan Stunting yang
melibatkan semua Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kabupaten Banggai Kepulauan, yang terdiri dari 12 TPPS Kecamatan, 144 TPPS Desa/Kelurahan.

TPPS Kabupaten telah mendorong TPSS kecamatan dan Desa/kelurahan untuk terlibat
aktif, meningkatkan Koordinasi antar OPD Kabupaten Kota, meningkatkan Alokasi
Program dan anggaran terkait dengan intervensi Spesifik dan sensitif serta mengalokasikan belanja bantuan khusus untuk Kecamatan dan Desa/Kelurahan dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui mekanisme bantuan
keuangan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting, menunjukan adanya Kemajuan yang Baik dalam Hal partisipasi penimbangan balita serta terjadi penurunan Stunting hasil pendataan elektronik pencatatan dan pelaporan Gizi
berbasis Masyarakat (E-PPGBM). Laporan ini dapat melengkapi informasi mengenai target percepatan penurunan Stunting dan memberikan Kontribusi data dalam percepatan penurunan stunting untuk mencapai target Nasional sebesar 14% pada Tahun 2024.

Selengkapnya dapat unduh link dibawah:

Laporan Percepatan Penurunan Stunting Semester 1 Tanun 2024

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Ihsan Basir buka secara resmi kegiatan Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024, Selasa (20/8/2024).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan dihadiri Kadis DP3P2AKB, Tim Pakar, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Pj. Bupati menyambut baik dan apresiasi atas dilaksanakan kegiatan ini bertujuan untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan yang terkait sistem pelayanan kesehatan manajemen pendampingan keluarga serta medical problem permasalahan atau permasalahan medis terkait kasus stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Bupati, strategi percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Prioritas Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting salah satunya Audit Kasus Stunting.

Audit kasus Stunting tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan ini bukan hanya menjadi tugas dari TIM Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) saja tetapi juga menjadi tugas dari stakeholder yang ada.

Ihsan Basir juga menyampaikan beberapa langkah-langkah untuk bisa kita kerjasama antar OPD itu sangat penting karena itu tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja tapi untuk semua OPD jadi ini harus betul terlaksana dengan baik sehingga kita bisa menurunkan dengan cepat.

“Saya yakin akan jauh lebih besar kalau itu dikerjakan secara bersama tidak dilakukan secara sporadis,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa pentingnya peran bapak atau ayah dalam tumbuh kembang anak dalam program “Malane Mola” (laki-laki bisa).

“Saya sekali lagi menegaskan soal pentingnya bapak-bapak atau ayah sebagaimana kita punya program MALANE MOLA ini bahwa pendekatan bapak dan anak itu sangat penting, satu lembaga yang meneliti tentang hasil psikologi hubungan ayah dan anak yang mengakibatkan konteks kesehatannya berbeda, artinya anak-anak yang dekat dengan ayahnya kesehatannya jauh lebih baik daripada anak-anak yang tidak dekat dengan ayahnya,” terang Ihsan. (Decky-KOMINFO)

Palu, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemberian Penghargaan 8 Aksi Konvergensi Tahun 2024, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) meraih penghargaan terbaik 4 dalam penilaian kinerja aksi penurunan stunting tahun 2023 bertempat di ruang Nagana Bappeda Prov. Sulteng di Palu, Jumat (26/7/2024).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulteng diwakili Asisten Bidang Kepegawaian dan Administrasi Umum M. Sadly Lesnusa dan dihadiri Direktur Singkronisasi Urusan Pemerintah Daerah (SUPD) III Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah Kemendagri (via zoom), Bupati/Walikota se-Sulteng, Kepala Perangkat Daerah lingkup Provinsi Sulteng, Kepala Dinas P2KB se-Sulteng, Kepala TVRI Sulteng dan Anggota TPPS Provinsi sulteng.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sadly Lesnusa menyampaikan apresiasi kepada Tim Panelis penilaian kinerja 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten dan Kota tahun 2024 yang telah melaksnakan tugasnya dengan baik.

Sadly juga menekankan beberapa hal diantaranya, Optimalisasi peran TPPS dari tingkat Provinsi hingga tingkat Desa, Penguatan data surveilans E-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) serta Komitmen bersama pemerintah daerah dan perangjkat daerah terkait.

“Saya ucapkan selamat kepada kabupaten dan kota yang mendapatkan predikat terbaik hari ini,” ucap Sadly.

Adapun pemenang penerima penghargaan konvergensi percepatan penurunan stunting Kabupaten dan Kota tahun 2024 yaitu, terbaik 1 diraih Kabupaten Parigi Moutong (124 poin), terbaik 2 diraih Kota Palu (122 poin), terbaik 3 diraih Kabupaten Tojo Una-una (115 poin), terbaik 4 diraih Kabupaten Banggai Kepulauan (110 poin), terbaik 5 diraih Kabupaten Toli-toli (108 poin) dan terbaik 6 diraih Kabupaten Sigi dengan (104 poin).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bappeda Prov. Sulteng memberikan insentif berupa uang senilai
Rp. 100.000.000 untuk dukungan kinerja pada Tahun 2025 aksi konvergensi penurunan Stunting di Kabupaten Banggai Kepulauan yang diterima oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kab. Bangkep mewakili Bupati Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO)