Palabatu II, BanggaiKep.go.id – Intensitas curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini tidak kunjung reda yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan mengakibatkan bertambahnya debet air serta meluapnya air sungai di Desa Palabatu II Kecamatan Bulagi Selatan, Jumat, (31/7/2020).

Luapan air sungai di Desa Palabatu II atau dikenal dengan sebutan Desa Asam menyebabkan beberapa rumah warga dan sarana umum terendam air akibat banjir luapan air sungai yang ada di Desa Asam.

Salah satu toko agama Pdt. Samuel Puasa saat dihubungi via WhatApp oleh Jurnalis Pemda Diskominfo BanggaiKep membenarkan hal tersebut bahwa terjadi banjir mengakibatkan beberapa rumah warga dan sarana umum seperti rumah ibadah terendam banjir sehingga masyarakat yang rumahnya tergenang banjir harus mengamankan barang mereka dan mengungsi ketempat yang aman.

“Bencana banjir yang menimpa Desa Asam sudah dilaporkan Pemdes kepada Pemerintah Kecamatan,” kata Samuel.

Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun ketika mendapat laporan bahwa terjadi banjir akibat luapan air sungai di Desa Asam, Ia bersama Tim langsung meluncur ke lokasi untuk memastikannya serta melaporkan kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait guna penanggulangan selanjutnya. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Curah hujan tinggi tak kunjung berhenti dibeberapa hari belakangan ini menyebabkan terjadinya musibah bagi sejumlah Desa yang ada di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos ketika menerima laporan dari beberapa Kepala Desa di wilayah kerjanya melaporkan akibat curah hujan tinggi terjadi beberapa hari ini berbagai bencana mulai dari tanah longsor, banjir, meluapnya air sungai menimpa beberapa Desa di Kecamatan Buko.

Desa yang terdampak bencana pada Jumat, (31/7/2020) diantaranya Desa Lalengan meluapnya air sungai dan sebagian rumah warga tergenang banjir, Desa Malanggong meluapnya sungai dan banjir mengakibatkan rumah warga terendam air setinggi 50 cm sampai 1 Meter lebih, Desa Tataba terjadi banjir dan luapan air sungai menyebabkan rumah warga tergenang serta longsor di Desa Leme-leme Darat dan rusaknya jembatan penghubung Labasiano-Pelinglalomo.

Mendapat laporan ini Kori Yalume langsung bergegas ke lokasi terjadinya bencana untuk memastikan keadaan yang ada, bahkan Ia langsung melaporkan kepada Bupati Banggai Kepulauan atas sejumlah bencana yang menimpa Kec. Buko, sebagaimana diperintahkan oleh Bupati agar segera ditanggulangi.

Untuk mengantisipasi awal dampak bencana yang terjadi Kori Yalume memerintahkan para Kepala Desa dapat proaktif memastikan keadaan masyarakatanya aman agar tidak ada korban jiwa.

Kori juga menginstruksikan para kades mendata dan mengifentarisir korban yang ditimpa bencana serta kerugian akibat bencana dan jenis bantuan yang dibutuhkan untuk dilaporkan ke BPBD Kab. Banggai Kepulauan. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Sejak memasuki musim hujan di tahun ini, beberapa rumah warga di Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan sudah dua kali terendam banjir.

Banjir pertama yang melanda Desa Malanggong pada 28 Juni 2020 menyebabkan beberapa rumah warga tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi dimusim penghujan tahun ini.

Sudah hampir seminggu belakangan ini hujan terus turun bahkan 4 hari terakhir tidak pernah berhenti sehingga menyebabkan air sungai Kayubulon dan sungai Malanggong meluap sampai ke perkampungan dan menyebabkan beberapa rumah warga terendam banjir lagi pada Jumat, (31/7/2020).

Komples yang terendam banjir yang terjadi di dusun 2 khususnya rumah Bapak Matius Tangiduk dan Sdr. Esdin Botiki yang juga memang menjadi langganan setiap tahun.

Apabila musim hujan tiba pasti dua rumah itu selalu terendam banjir bahkan tahun ini sudah dua kali terendam banjir setinggi 1 Meter lebih.

Kades Malanggong Isak Monggilali mengatakan, “Kami sudah cukup berusaha untuk mengantisipasi banjir yang melanda malanggong setiap tahun apabila musim hujan tiba, mulai dari mengupayakan pembangunan drainase, gorong-gorong dikomples yang sering terjadi banjir yang parah tapi itu pun tidak dapat mengatasinya”.

“Kami hanya berharap ada perhatian khusus dari Pemda untuk mengatasi masalah ini,” sambung Isak.

Salah satu masyarakat Desa Malanggong yang enggan namanya untuk disebutkan mengatakan “Memang ada beberapa hal yang menyebabkan banjir di Desa Malanggong yakni pertama drainase yang ada harus ditingkatkan khususnya dijalur jalan poros karena debet air hujan semakin besar masuk diperkampungan”.

Menurutnya, Perlu dibangun beberapa plat deker dijalan poros yang disertai pembangunan drainase ke arah laut dan juga tidak bisa dipungkiri beberapa rumah yang sering terendam banjir karena posisi rumah sudah berada dibawah jalan raya jadi wajar kalau rumahnya terendam. (AmosKominfo)

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id –  Pada Jumat, 31 Juli 2020, Jembatan penghubung Desa Labasiano dan Desa Pelinglalomo dijalur jalan Trans Peling yang menghubungkan antar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan nyaris ambruk.

Jembatan penghubung Desa Labasiano -Pelinglalomo nyaris ambruk diakibat curah hujan yang tinggi sudah beberapa hari yang tak kunjung berhenti sehingga menyebabkan bagian kepala jembatan longsor serta adanya lubang yang cukup besar sampai ke bahu jalan.

Beberapa masyarakat yang menyaksikan hal tersebut menyampaikan jika ini tidak segera ditanggulangi akan berdampak fatal menyebabkan jembatan nanti putus bahkan rusak total.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos dan Kepala Desa Pelinglalomo Ahyudi Yunus, S.Fil langsung melaporkan kejadian ini kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait agar segera ditanggulangi supaya tidak semakin parah kerusakannya.

Menghindari jatuhnya korban Pemerintah Kecamatan bersama Polsek Buko dan Koramil 1308-13 Buko serta Pemdes Pelinglalomo mengambil langkah penutupan akses jalan yang ada dan mengarahkan pengguna jalan berputar arah melewati jalan samping Puskesmas Tataba naik ke Desa Olusi dan turun masuk perkampungan Desa Pelinglalomo.

Pengguna jalan pun diminta untuk berhati-hati karena kondisi jalan yang dilalui juga mengalami kerusakan total dikeseluruhan ruas jalan yang akan dilewati. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 2 Agustus 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor sbb :

1. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus baru suspek, kasus probable dan kasus konfirmasi.

2. Pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 13.565 orang.

3. Sesuai perkembangan data yang ada saat ini Pemerintah Daerah tetap mengimbau kepada
seluruh lapisan masyarakat untuk tetap membiasakan diri menerapkan protokol kesehatan sbb:
a. Sering cuci tangan pakai sabun
b. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan siku terlipat atau tisu
c. Menggunakan masker
d. Tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut
e. Menjaga jarak, tidak keluar rumah bila tidak berkepentingan, dan hindari berkumpul dengan orang banyak
f. Berperilaku hidup bersih dan Sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu lawan covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Tatabau, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan yang tinggi sudah hampir seminggu menyebabkan musibah banjir dan tanah lonsor disejumlah tempat.

Salah satunya Desa Tatabau Kecamtan Buko Selatan atau lebih dikenal dengan sebutan Kanale dan Sub Desa Paisumatano terendam banjir hampir 85% rumah warga tergenang air dengan ketinggian 50 cm sampai 1 Meter lebih, Jumat, (31/7/2020).

Menurut salah satu warga yang biasa disapa papa Nia mengatakan, “Desa  Kanale sudah menjadi langganan banjir setiap tahun apabila musim hujan tiba tapi banjir kali ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ketinggian air sudah 50 cm bahkan ada ditempat tertentu sampai 1 meter lebih”.

Masyarakat Kanale hanya berharap agar hujan segera redah karena jika curah hujan masih tinggi maka banjir tidak akan surut, serta segera ada penangganan secepatnya dari Pemerintah.

Akibat banjir yang menenggelamkan hampir keseluruhan Desa Tatabau (Kanale dan Paisumatano) menyebabkan masyarakat yang rumahnya sudah terendam banjir mengungsi mencari tempat yang aman.

Mendapat kabar Desa Tatabau terendam banjir Camat Buko Selatan Marselinus Nukak, S.Sos segera menuju lokasi bersama BPBD Kec. Buko Selatan untuk melihat keadaan Desa Tatabau dan melaporkannya kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait.(AmosKominfo)

Leme-leme Darat, BanggaiKep.go.id – Curah hujan yang tinggi dan tidak kunjung berhenti sudah hampir 4 hari menyebabkan terjadinya longsor di Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat, (31/7/2020).

Longsor yang terjadi di Desa Leme-leme Darat menyebabkan terimbunnya ruas jalan trans Peling yang menghubungkan antar desa dan kecamatan di Kab. Banggai Kepulauan dengan material longsor berupa domato, batu dan pepohonan sehingga jalan tidak dapat dilalui lagi oleh penguna jalan baik roda dua dan roda empat.

Untuk menanggulangi longsor yang terjadi agar kendaraan bisa melalui jalur longsor, Kepala Desa Leme-leme Darat Welly Siako, SH langsung menggerakkan aparat desa dan masyarakat membersihkan matrial longsor dengan alat seadanya untuk membuat jalan alternatif agar kendaraan dapat melewati jalur longsor.

Welly Siako, SH saat dijumpai jurnalis Diskominfo Pemda BanggaiKep dilokasi kejadian (31/7/2020), mengatakan bahwa “Longsor terjadi kira-kira pada pukul 12.00 Wita, yang menjadi penyebab longsor lokasi tersebut bekas galian C pengambilan domato karena curah hujan yang tidak kunjung berhenti sampai 4 hari menyebabkan terjadinya longsor”.

Welly berharap ada tindakan lebih lanjut dari Pemda untuk dapat menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor yang ada, sebab jika menggunakan tenaga manusia dengan alat seadanya tidak dapat mengatasinya.

Sampai berita ini diturunkan material longsor yang menutupi badan jalan belum kunjung dibersihkan. (AmosKominfo)