Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 19 September 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor sbb :

1. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan kasus baru suspek, kasus probable dan kasus konfirmasi positif Covid-19.

2. Pelaku perjalanan yang sudah selesai masa pemantauan sebanyak 27.191 orang.

3. Sesuai dengan informasi resmi Kementerian Kesehatan RI, update tanggal 6 Agustus 2020 jam 08.00 WIB bahwa terjadi penambahan daerah/wilayah yang dinyatakan sebagai daerah transmisi lokal diantaranya Kab. Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dimana secara geografis sangat berdekatan dengan wilayah Kab. Bangkep, oleh karena itu Pemerintah Daerah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan yang efektif di era pandemi saat ini guna memutus rantai penularan covid-19.

4. Adapun langkah-langkah dari penerapan protokol kesehatan adalah sbb:
a. Sering cuci tangan pakai sabun
b. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan siku terlipat atau tisu
c. Menggunakan masker
d. Tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut
e. Menjaga jarak, tidak keluar rumah bila tidak berkepentingan, dan hindari berkumpul dengan orang banyak
f. Berperilaku hidup bersih dan Sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu lawan covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Alul, BanggaiKep.go.id – Pelaksanaan Conven Pekerja GPIBK yang dilaksanakan di Desa Alul Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan membawa dampak baik bagi masyarakat Alul khususnya para pengrajin rotan dan petani yang menanam bete (talas).

Pasalnya dihari terakhir Kamis, 17 September 2020, sebelum acara ditutup disela waktu istirahat peserta Conven berburu hasil kerajinan rotan Desa Alul untuk dibawah pulang sebagai oleh-oleh.

Pdt. Kartini Ari, M.Th, MM merupakan salah satu peserta yang berburu kerajinan rotan yang sudah dianyam menjadi keranjang, “Kebetulan sudah di Alul yang merupakan desa yang terkenal dengan kerajinan rotannya kesempatan bagi kami untuk membeli anyaman rotan untuk kebutuhan sehari-hati,” kata Kartini.

Demikian juga halnya dengan Pdt. Yeret, Ia mengatakan “Kebetulan sudah ada di Alul jadi kesempatan untuk membeli hasil kerajinan rotan karena kalau di Salakan harganya sudah beda jauh serta kapan lagi ke Alul jadi ini kesempatan.”

Diakhir acara semua panitia peserta  berburu membeli Bete (talas) yang disiapkan oleh panitia untuk dibawa pulang, karena menurut mereka bete Alul enak bila digoreng maupun direbus. (AmosKominfo)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) menyambut baik program dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Peling melalui program kelembagaan Kesatuan Pengelolaan hutan dan program Perhutanan Sosial.

Ketua Sinode GPIBK Pdt. Anasir Suayong, M.Th saat dijumpai di Desa Alul disela acara Conven Pekerja GPIBK (17/9/2020), Ia memaparkan bahwa program ini sangat baik, sebab gereja pun terpanggil bukan saja hanya memberitakan Firman Tuhan tetapi juga gereja memiliki tanggungjawab untuk menjaga, melestarikan serta mengelola alam ciptaan Tuhan dengan penuh tanggungjawab sebagaimana amanat firman Tuhan dalam Alkitab.

“Program Perhutanan Sosial baik untuk dilaksanakan karena disamping kita memelihara dan melestarikan alam ciptaan Tuhan, juga dapat mengembangkan perekonomian warga gereja apabila program ini kita laksanakan dengan baik dan penuh tanggungjawab,” jelas Pdt. Anasir.

“Sinode GPIBK selalu siap untuk bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam menyukseskan program Pemerintah,” lanjut Pdt. Anasir.

“Sejak 3 tahun lalu kami sudah membentuk Komisi Lingkungan Hidup Sinode GPIBK bahkan sudah banyak program yang dilakukan, baik penanaman pohon dikawasan hutan maupun penanaman bakau dipesisir pantai, serta melakukan sosialisasi bagi warga gereja untuk dapat melestarikan alam ciptaan Tuhan”, sambung Pdt. Anasir.

Ketua Sinode GPIBK berterima kasih atas kehadiran dari Dinas Kehutanan Prov. Sulteng yakni Kepala UPT. Pulau Peling, Diosthenes,S.Hut., M.Si, yang sudah berkenan hadir dan mengajak gereja untuk bersama menyukseskan program yang ada.(AmosKominfo)