Salakan, banggaikep.go.id  — Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Banggai Kepulauan 2025 yang digelar di Aula Bappeda pada Selasa, 25 November 2025, menetapkan Muhamad Aris Susanto sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banggai Kepulauan periode 2025–2029. Muhamad Aris Susanto  terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan mayoritas cabang olahraga.

Poto: Muhamad Aris Susanto. Ketua Koni Terpilih periode 2025-2029

Musorkab yang diikuti 16 cabang olahraga (cabor) itu berlangsung tanpa perdebatan berarti. Dari proses penjaringan dan penyaringan kandidat, 11 cabor menyampaikan rekomendasi langsung kepada Aris Susanto. Dukungan mayoritas itu membuat forum menetapkan Aris secara bulat.

Steering Committee Musorkab yang juga pengurus KONI Banggai Kepulauan, Risno Salim, membenarkan bahwa tahapan Musorkab telah berjalan sesuai tata aturan.

Poto: Risno Salim Pengurus KONI Banggai Kepulauan

“Penjaringan dan penyaringan dilakukan secara terbuka. Dari 16 cabor, 11 merekomendasikan Muhamad Aris Susanto sebagai Ketua KONI Banggai Kepulauan untuk periode 2025–2029,” kata Risno. Aris, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, menjadi figur tunggal yang mendapat dukungan signifikan. Terpilihnya Aris dinilai sejumlah pengurus cabor sebagai momentum konsolidasi pembinaan olahraga di daerah.

Risno berharap kepemimpinan baru KONI dapat memperbaiki tata kelola dan meningkatkan prestasi olahraga Banggai Kepulauan. Semoga hasil Musyawarah Olagraga Kabupaten (MUSORKAB) Banggai Kepulauan ini, membawa perubahan positif dan prestasi bagi olahraga Banggai Kepulauan ke depan,” ujarnya.

Musorkab 2025 menandai langkah awal penyusunan agenda pembinaan atlet, persiapan kejuaraan daerah, serta penguatan organisasi olahraga di tingkat kabupaten. (Roy IKP-KOMINFO-BKP)

 

Ponding-Ponding, BanggaiKep.go.id – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 digelar khidmat di Lapangan Bola Ponding-Ponding, Banggai Kepulauan. Bertindak selaku pembina upacara, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST., MT., AIFO membacakan sambutan resmi Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Selasa (25/11/2025).

Upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Pendidikan, para guru, siswa, serta jajaran PGRI itu berlangsung penuh khidmat dan refleksi atas perjalanan panjang organisasi guru terbesar di Indonesia.

Dalam sambutan yang dibacakan Bupati Rusli Moidady, Ketua Umum PB PGRI mengajak seluruh insan pendidikan mensyukuri perjalanan 80 tahun PGRI sejak berdiri pada 25 November 1945, seratus hari setelah Republik Indonesia diproklamasikan. Saat itu, para guru dari berbagai organisasi melebur dalam satu wadah PGRI sebagai bentuk tekad menjaga persatuan dan ikut mempertahankan kedaulatan negara yang baru merdeka.

“Jiwa dan semangat itu semangat mempersatukan guru Indonesia serta menjaga kehormatan profesi harus terus menjadi kobaran perjuangan PGRI hingga hari ini,” demikian isi sambutan yang dibacakan Bupati.

Ketua Umum PB PGRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sejak tahun 1994 telah menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan negara terhadap peran guru dalam memajukan pendidikan nasional.

Dalam sambutan itu, Ketua Umum PB PGRI menegaskan bahwa perubahan zaman, terutama perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi digital, harus direspons para pendidik dengan terus belajar dan beradaptasi.

“Saya mengajak seluruh guru Indonesia untuk terus berinovasi, membangun budaya belajar sepanjang hayat, berkolaborasi lintas bidang, dan memiliki pola pikir bertumbuh,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai tantangan dunia pendidikan, termasuk upaya memecah belah persatuan guru, kasus-kasus hukum yang menjerat guru saat menjalankan tugas, serta belum meratanya kesejahteraan dan perlindungan profesi.

PGRI dalam sambutan tersebut menyampaikan harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait prioritas peningkatan kualitas pendidikan dalam Asta Cita.

Salah satu sorotan ialah perlindungan hukum bagi guru yang masih lemah. Banyak guru yang menghadapi kriminalisasi ketika menjalankan tugas mendidik. PGRI mendorong agar norma perlindungan profesi guru dimasukkan dalam regulasi khusus.

Selain itu, PGRI menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD), percepatan penyelesaian sertifikasi guru, serta rekrutmen honorer melalui skema ASN, baik PNS maupun PPPK, tanpa membedakan guru negeri dan swasta.

Ketua Umum PB PGRI melalui sambutan itu menyerukan pentingnya menjadikan PGRI sebagai kekuatan moral, intelektual, dan profesional bagi para guru di seluruh Indonesia. Organisasi guru tersebut diminta untuk menjaga sifat inklusif, independen, dan non-partisan, serta memperkuat pelayanan kepada para anggotanya.

“PGRI harus adaptif terhadap perubahan dan terus menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutan, PGRI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang tetap mengabdi dalam kondisi apa pun.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan perjuangan tanpa lelah dari semua guru di seluruh Nusantara. Semoga pengabdian para guru menjadi suluh penerang bangsa,” ungkapnya.

Upacara berjalan dengan lancar dan diikuti antusias peserta, menjadikan momentum HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 sebagai ajang refleksi, penghormatan, dan peneguhan kembali komitmen memajukan pendidikan Bangsa Indonesia. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga daerah. Bertempat di sebuah aula Bappeda dan Litbang yang dihadiri  pengurus Koni Provinsi Sulawesi tengah, pengurus cabang olahraga (Cabor) daerah,  pelatih, serta unsur Forkopimda, Bupati Banggai Kepulauan resmi membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Tahun 2025 yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat, Selasa (25/11/2025).

Dalam sambutannya yang dibacakan penuh penekanan,  dengan mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kesempatan dapat berkumpul dalam suasana semangat dan harapan baru bagi kemajuan olahraga di Banggai Kepulauan.

Ia menyebut Musorkab ini bukan agenda seremonial tahunan, melainkan “momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan prestasi olahraga, merumuskan strategi ke depan, dan memperkuat koordinasi seluruh elemen olahraga.”

Mengusung tema “Raih Prestasi, Capai Berkah, Banggai Kepulauan Monondok”, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menilai semangat tersebut menggambarkan filosofi dasar olahraga. “Prestasi bukan hanya soal medali atau piala. Ini menyangkut karakter, disiplin, persatuan, dan kebanggaan daerah. Jika dilakukan dengan niat baik, sportivitas, dan kerja keras, prestasi itu akan membawa berkah bagi masyarakat dan generasi penerus,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan pembinaan olahraga melalui perbaikan sarana, peningkatan pelatihan, serta menghadirkan kompetisi berjenjang yang dapat membuka ruang bagi atlet muda. “Kita ingin Banggai Kepulauan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi mampu diperhitungkan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan apresiasi khusus kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama daerah. Baginya, pengabdian dan kerja keras para atlet menjadi contoh nyata bagi anak-anak muda yang tengah meniti jalan prestasi.

Ia berharap Musorkab olahraga tahun ini dapat menghasilkan kepengurusan KONI yang lebih solid dan profesional, program pembinaan berkelanjutan, serta kerja sama yang semakin kuat antara pemerintah, sekolah, klub, pelatih, dan masyarakat. “Olahraga hanya bisa maju jika semua bergerak bersama,” tegasnya.

Di penghujung sambutan, Bupati mengajak seluruh elemen menjadikan olahraga sebagai budaya, gaya hidup sehat, dan kebanggaan Banggai Kepulauan. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, ia pun resmi membuka Musorkab Olahraga Kabupaten Tahun 2025. (Roy-KOMDIGI)

Bulungkobit, BanggaiKep.go.id — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan “DWP Bangkep Mengajar” yang dirangkaikan dengan Sunatan Massal, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Donor Darah dan Periksa Golongan darah di Desa Bulungkobit, Kec. Tinangkung, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan ini menyasar anak-anak sekolah dasar dan warga kurang mampu di wilayah Kecamatan (isi kecamatan jika ada). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Kabupaten Banggai Kepulauan beserta jajaran, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.

Pada sesi DWP Mengajar, para anggota DWP berbagi pengetahuan dasar terkait literasi, wawasan kebangsaan, motivasi belajar, serta pembinaan karakter bagi siswa. Para peserta didik terlihat antusias mengikuti rangkaian pembelajaran interaktif yang dikemas dengan metode cerita, permainan edukatif, hingga pemberian alat tulis.

Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan Sunatan Massal yang melibatkan tenaga medis dari (instansi kesehatan terkait). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan, sekaligus menjadi bagian dari gerakan sosial DWP Bangkep dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di desa-desa.

Dalam sambutan Ketua DWP Ny. Ramla Aris Susanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah. “Kami hadir untuk berbagi, mendukung anak-anak agar tetap semangat belajar, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Pemerintah Desa Bulungkobit dalam hal ini Kepala Desa Sutrisno Mbani menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar program serupa dapat terus berlanjut di desa lain. “Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang jarang mendapat layanan langsung seperti ini,” ungkap Kepalas Desa Bulungkobit. (Decky-KOMDIGI)

Toi-Toi Bulagi Selatan, BanggaiKep.go.id – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kecamatan Bulagi Selatan resmi dibuka Asisten III Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Tommy Luasusun, S.H mewakili Bupati.

Acara yang berlangsung dalam suasana semarak dan penuh semangat kebersamaan itu menjadi momentum penguatan iman sekaligus mempererat persaudaraan jemaat lintas denominasi, Jumat (21/11/2025).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Tommy, pemerintah daerah menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi vokal. “Tujuan utama kita bukan mencari siapa yang juara. Menang atau kalah bukan ukuran. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersembahkan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan,” katanya.

Acara pembukaan dihadiri perwakilan Kementerian Agama, pimpinan LPPD, unsur sinode gereja, forum koordinasi pimpinan kecamatan, kepala desa, hingga pimpinan lembaga pendidikan. Pesparawi disebut sebagai wadah pembinaan mental-spiritual, terutama bagi generasi muda, serta ruang perjumpaan yang memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat majemuk Banggai Kepulauan.

“Nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan adalah fondasi untuk menjaga harmoni sosial. Pesparawi menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, serta iman yang teguh,” ujar Tommy.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang mendorong lahirnya masyarakat religius, kreatif, dan berbudaya. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jemaat atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus meresmikan pembukaan Pesparawi Bulagi Selatan 2025.

Camat Bulagi Selatan Destaman Dala S.Sos dalam sambutannya menyoroti masih minimnya partisipasi desa pada penyelenggaraan Pesparawi tahun ini hanya 8 dari 17 desa yang berpartisipasi penuh. Ia menegaskan bahwa Pesparawi bukan soal mencari suara terbaik, tetapi pembinaan iman dan penguatan persaudaraan.

“Tujuan kita di sini bukan mencari siapa punya suara paling bagus atau desa mana yang juara. Kita ingin membina pelaksanaan pujian kita kepada Tuhan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama agar seluruh desa Kristen ikut serta pada 2026. Camat menyebut bahwa aturan tahun ini dibuat lebih longgar karena situasi lapangan, namun ke depan diperlukan kesepakatan tegas agar tidak ada desa yang absen.

Pada kesempatan itu, Camat juga menyinggung kesiapan konsumsi panitia dan harapannya agar kegiatan keagamaan seperti Pesparawi semakin terorganisasi dan menjadi cerminan kuatnya persaudaraan warga. “Kalau dari 17 desa hanya 8 yang ikut, itu masih jauh dari harapan. Tahun depan kita ingin semua lengkap,” ucapnya.

Mewakili LPPD Sekretaris Umum Harson Misilan S.Th, M.Pd mengapresiasi dukungan seluruh kepala desa se-Kecamatan Bulagi Selatan yang telah memberikan kontribusi untuk pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif di tengah efisiensi fiskal nasional.

“Ketika ada anggaran, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya bangga karena setiap desa memberikan sumbangsih, dan itu menunjukkan komitmen bersama,” katanya.

Harson menegaskan bahwa Pesparawi harus menjadi wadah pemersatu seluruh gereja dan denominasi, sesuai dasar hukum LPPD yang berada di bawah regulasi Kementerian Agama dan pemerintah daerah. Ia menyayangkan hanya 8 desa yang mengikuti kegiatan tahun ini, dan berharap tahun depan jumlah peserta meningkat serta kategori lomba dapat diperluas.

Ia juga menyampaikan informasi mengenai persiapan Pesparawi tingkat nasional 2026 di Papua Barat, di mana Banggai Kepulauan telah menyiapkan perwakilan dari hasil seleksi kabupaten.

“Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah, karena keberangkatan ke Papua tentu membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Harson menutup sambutannya dengan apresiasi kepada seluruh jemaat dan panitia. Ia menilai antusiasme Bulagi Selatan menunjukkan bahwa program Pesparawi mulai mengakar hingga ke tingkat kecamatan. “Ini bukti bahwa semangat memuliakan Tuhan melalui musik gerejawi terus hidup di tengah umat,” tuturnya. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 digelar meriah di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menumbuhkan semangat kebersamaan serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri para pengurus dan anggota DWP dari berbagai instansi ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Ny. Ramla Aris Susanto pada kesempatan tersebut, DWP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi yang berperan aktif dalam peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, serta kontribusi nyata untuk masyarakat.

Dalam sambutan ketua DWP Ny. Ramla Aris Susanto mengatakan hari ini kita berkumpul dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan persatuan. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan dan komunikasi di antara kita semua.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan kita terhadap keberlanjutan serta kemajuan organisasi Wanita Persatuan yang senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, serta terus memberikan kontribusi positif melalui berbagai program yang dijalankan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini, serta kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dengan penuh semangat,” ujarnya.

“Semoga melalui kegiatan ini kita semakin solid, kompak, dan mampu membangun hubungan yang lebih baik, baik di dalam organisasi maupun di masyarakat luas,” tambah Ketua DWP. (Decky-KOMDIGI)

Luwuk banggaikep.go.id  — Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih Predikat Terbaik 1 dalam kategori Keakuratan Data Perhitungan dan Penyetoran Iuran Wajib PNS Daerah Tahun 2025 di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Luwuk. dalam rangkaian kegiatan Rekonsiliasi (Rekon) Iuran Wajib PPU Pemerintah Triwulan III Tahun 2025, resmi   digelar di Hotel Estrella Luwuk kamis 20/11/2025.

Penghargaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Luwuk yang membawahi wilayah Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una, menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, mengingat dalam beberapa tahun terakhir kategori tersebut lebih sering didominasi oleh Kabupaten Tojo Una-Una. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Banggai Kepulauan terus meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan pelayanan, khususnya dalam pengelolaan data iuran bagi Aparatur Sipil Negara.

Poto: Nampak Kepala BPKAD Bangkep Stevan Moidady, di apit Kepala KPPN Luwuk Agus Pranoto (kiri) Kepala Cabang BPJS Kesehatan Fadliana (kanan).

Prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan ketelitian seluruh tim, mulai dari pengelola data, bagian keuangan, hingga sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan efektif dan konsisten. Kerja kolektif inilah yang akhirnya membuahkan hasil gemilang bagi Daerah.

Raihan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Luwuk, Sebagai bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan anggaran, khususnya terkait ketertiban administrasi keuangan dan kepatuhan dalam penyetoran iuran wajib PNS. Serta memastikan tidak ada selisih data antara BPJS dan Pemda, menyampaikan capaian, kendala, dan tindak lanjut. Melalui apresiasi ini, KPPN Luwuk,  Agus Pranoto mendorong setiap instansi untuk terus meningkatkan akurasi data, ketepatan waktu pelaporan, penyetoran, serta kualitas pengelolaan keuangan sehingga pelaksanaan anggaran dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel. terangnya

Poto: Nampak Kepala BPKAD Bangkep menerima penghargaan dari Kepala KPPN Luwuk Agus Pranoto

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Banggai Kepulauan, Stevan Moidady, SE, M.Si, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan administrasi yang akurat, transparan, dan berstandar tinggi, terima kasih kepada seluruh tim dan OPD terkait atas dedikasi dan kerja kerasnya. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja di masa mendatang,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pemacu semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi Banggai Kepulauan. (IKP-KOMINFO-BKP).

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Acara dihadiri oleh unsur organisasi kesehatan, pimpinan rumah sakit, jajaran puskesmas, serta para pensiunan tenaga kesehatan yang turut berperan dalam membangun sektor kesehatan daerah.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang menegaskan pentingnya kesehatan masyarakat saat ini sebagai fondasi kemajuan daerah di masa mendatang.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan dr. Abdi Gunawan menyampaikan bahwa Usia Harapan Hidup (UHH) Banggai Kepulauan terus meningkat dari tahun ke tahun, yakni: Tahun 2020 66,31, 2021 66,59, 2022 66,73, 2023 66,87, 2024 67,13.

Meski mengalami peningkatan, capaian tersebut dinilai masih rendah dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Tengah, sehingga menjadi prioritas pembangunan kesehatan ke depan.

Beberapa indikator kesehatan yang berhasil dicapai, antara lain:

UHC (Universal Health Coverage) mencapai 99,62% atau 130.507 jiwa, tertinggi di Sulawesi Tengah. Imunisasi dasar lengkap: 53,1%, Imunisasi balita <2 tahun: 48,5% dan Imunisasi TT2 ibu hamil: 45,5%.

Capaian penurunan stunting: 14,1% dari target nasional 18,8%, Pemeriksaan kesehatan gratis: 79,56%, Penanggulangan penyakit tidak menular, Hipertensi terlayani: 75%, Diabetes Mellitus: 80%, Usia produktif terlayani: 80,3%, Screening HIV: 39,36% dan SPM TBC: 68%.

Banggai Kepulauan menjadi daerah dengan capaian akreditasi layanan kesehatan tertinggi di Sulawesi Tengah, ditandai dengan: 10 Puskesmas akreditasi Paripurna, 4 Puskesmas akreditasi Utama, 2 Rumah sakit (RS Pratama Bulagi dan RS Trikora) akreditasi Paripurna.

Selain itu, seluruh puskesmas dan rumah sakit telah menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD (100%), capaian yang belum dimiliki kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah, bahkan Kota Palu.

Pemerintah menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdian dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peringatan HKN diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Dengan generasi yang sehat, kita dapat mewujudkan Banggai Kepulauan yang maju, sejahtera, dan hebat di masa depan,” ujarnya. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, jajaran pemerintah dan insan kesehatan melaksanakan Upacara Bendera, Kamis (20/11/2025).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, sebagai penegasan bahwa pembangunan kesehatan menjadi investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang di bacakan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menegaskan bahwa generasi sehat tidak sekadar bebas dari penyakit, melainkan generasi yang kuat secara fisik, sehat mental, berakhlak, dan memiliki daya saing global.

Upaya tersebut dimulai sejak fase penting kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, hingga remaja, termasuk pencegahan stunting, gizi seimbang, imunisasi lengkap, dan pencegahan anemia.

Oleh karena itu, pada momentum hkn ke-61 ini, saya ingin menegaskan beberapa hal kunci: pertama, penguatan fondasi kesehatan sejak dini, kedua, transformasi layanan kesehatan primer, ketiga, revolusi mental dan perilaku hidup bersih dan sehat (phbs), keempat, sinergi seluruh pihak dan kelima, penguatan ketahanan sistem kesehatan.

“Kita semua adalah garda terdepan dalam mewujudkan masa depan hebat bagi bangsa ini. Setiap langkah kita, setiap dedikasi kita, setiap inovasi kita, akan memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya generasi penerus yang sehat, cerdas, dan unggul,” papar Serfi.

“Mari, pada HKN ke-61 ini, kita jadikan sebagai momentum untuk memperbarui semangat dan komitmen kita. Teruslah berkarya dengan hati, melayani dengan penuh kasih sayang, dan mengabdi untuk Neger,” katanya.

Diakhir sambutannya, Wabup mengucapkan Selamat memperingati hari kesehatan nasional ke-61, generasi sehat, masa depan hebat Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

Kegiatan bertempat di Gedung BPU Kecamatan Tinangkung dan dihadiri Mewakili Kapolres Bangkep, Pj. Pabung 1308 LB, Anggota DPRD, Kadis Dinkes, Kepala OPD Lingkup Pemda, Kepala Puskesmas Se-kabupaten Bangkep serta undangan lainnya. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Kajian Risiko Bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, akurat, dan berbasis data. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Banggai Kepulauan, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan dan di hadiri Sekban BPBD, Narasumber, Kepala OPD Lingkup Pemda serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey mengatakan Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan wilayah kepulauan dengan karakter geografis dan kondisi geologis yang kompleks. Daerah kita memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gelombang ekstrem yang semakin sulit diprediksi. karena itu, keberadaan kajian resiko bencana menjadi sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan rencana pembangunan, tata ruang, serta langkah-langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat.

Konsultasi publik hari ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang partisipatif dan transparan. pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya penanggulangan bencana. dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Saya berharap kita dapat memberikan masukan yang konstruktif, berbagi pengalaman, mengidentifikasi potensi ancaman, serta menyamakan persepsi tentang strategis pengurangan resiko bencana di daerah kita,” ujar Serfi.

“Saya juga mengapresiasi BPBD Banggai Kepulauan yang telah memprakarsai kegiatan ini sebagai wujud komitmen untuk memperkuat ketangguhan Daerah. Semoga dokumen kajian yang disusun nantinya dapat menjadi rujukan yang akurat, ilmiah, dan aplikatif dalam pembangunan yang berwawasan kebencanaan,” tambahnya.

“Saya berharap kita dapat mewujudkan banggai kepulauan yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih aman dalam menghadapi berbagai potensi bencana. semoga kerja sama kita hari ini menjadi langkah penting dalam melindungi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan Daerah,” tutup Wabup. (Decky-KOMDIGI)