Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam sebuah kesempatan dialog terkait peningkatan budaya literasi dan kualitas pendidikan di Banggai Kepulauan, Bunda Literasi Kabupaten menyampaikan sejumlah keprihatinan sekaligus ajakan kepada seluruh pihak agar lebih serius memperhatikan masa depan anak-anak, khususnya menghadapi generasi emas Indonesia 2045, Kamis (11/12/2025).

Dalam penyampaiannya Bunda Literasi Halima Umar Hamid menegaskan bahwa budaya membaca harus dimulai dari diri sendiri dan dibiasakan setiap hari.

“Membaca berarti kita harus belajar. Saya sendiri setiap hari membaca Al-Qur’an beserta artinya setelah salat. Ini menunjukkan bahwa membaca adalah kebutuhan, bukan sekadar aktivitas,” ungkapnya.

Namun, perhatian utama Bunda Literasi tertuju pada angka putus sekolah yang masih tinggi. Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat lebih dari 200 anak yang hanya menyelesaikan pendidikan tingkat SD, lebih dari 200 anak yang berhenti sekolah, serta sekitar 80 anak yang mengalami putus sekolah. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi alarm bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Bagaimana kita mengajak anak-anak membaca kalau mereka bahkan enggan melanjutkan sekolah? Ada anak-anak yang baru diajak bekerja atau ‘molokon’, setelah itu tidak mau sekolah lagi. Ini tugas besar kita semua, bukan hanya dinas pendidikan, tetapi guru, pemerintah desa, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kewajiban belajar 13 tahun yang belum sepenuhnya terimplementasi karena sebagian besar anak hanya menyelesaikan wajib belajar 9 tahun.

“Jika kita ingin menyambut generasi emas 2045, maka wajib belajar 13 tahun harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke sejumlah PAUD dan TK, Bunda Literasi turut menemukan berbagai persoalan, mulai dari minimnya fasilitas hingga kondisi area bermain yang membahayakan anak.

Ia menyebut salah satu fasilitas bermain di sebuah desa berpotensi menyebabkan cedera. “Anak usia dini belajar sambil bermain. Jika fasilitasnya tidak layak, bagaimana mereka bisa belajar dengan baik? Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Selain itu, ia mengangkat persoalan seorang guru PAUD di Totikum Selatan yang telah mengabdi selama 18 tahun tetapi belum memperoleh kejelasan status meski TK tempatnya mengajar telah beralih menjadi negeri.

“Guru ini sudah menghasilkan banyak generasi, tetapi belum mendapatkan hak yang semestinya. Mohon perhatian dinas terkait agar hal-hal seperti ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Sebagai Bunda Literasi, ia menegaskan komitmennya untuk terus turun ke lapangan, melihat langsung kebutuhan sekolah, dan memastikan fasilitas literasi, termasuk ketersediaan buku, dapat tersalurkan dengan baik. Ia juga mendorong sinergi antara dinas pendidikan dan Bappeda agar anggaran program tidak tumpang tindih serta lebih tepat sasaran.

“Ini semua demi masa depan anak-anak kita. Jika mereka terbiasa membaca, belajar, dan mendapatkan pendidikan yang layak sejak dini, maka kita dapat menyiapkan generasi Banggai Kepulauan yang cerdas dan siap bersaing pada 2045,” tandasnya.

Bunda Literasi mengakhiri sambutannya dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkomitmen memajukan literasi dan pendidikan di Banggai Kepulauan, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang turut menyediakan bahan bacaan untuk mendukung gerakan literasi keluarga dan masyarakat. (Decky-KOMDIGI)

Salakan,BanggaiKep.go.id — Pertemuan sinergi pemangku kepentingan (stakeholder meeting) bertajuk “Kolaborasi untuk Perpustakaan Berdaya” digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang terus digalakkan untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah.

Kegiatan di hadiri Kadis Dikbud, Kabid Bappeda, Kabid DPMD, Pengelola Perpustakaan serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ramlin M. Hamid, S.Pd.SD., M.A.P menjelaskan bahwa pertemuan ini menghadirkan para pemangku kepentingan yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan literasi di Banggai Kepulauan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, lembaga desa, hingga perwakilan perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah.

Meski peserta yang hadir secara langsung hanya sebagian, panitia telah menyediakan akses daring bagi pengelola perpustakaan desa maupun sekolah yang berada di wilayah terpencil. “Kami berharap koneksi internet di desa-desa sudah berjalan maksimal sehingga peserta jarak jauh dapat mengikuti kegiatan ini tanpa kendala,” ujarnya.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk bincang literasi, metode yang sudah diterapkan selama tiga tahun terakhir. Tahun ini, bincang literasi difokuskan pada penguatan peran perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial yang mampu mendorong peningkatan literasi dan kualitas hidup masyarakat.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan daerah dan provinsi, khususnya dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah. Selama ini, dukungan dari pemerintah provinsi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan perpustakaan desa.

Melalui koordinasi bersama DPRD dan Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah, berbagai bantuan buku telah disalurkan ke perpustakaan desa, terutama yang berada di wilayah tertinggal.

“Bantuan buku yang dikirim dua tahun lalu merupakan hasil kolaborasi antara Dispusaka dan Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah. Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor sangat berdampak pada penguatan literasi di desa,” ungkap Kadis.

Kegiatan stakeholder meeting ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam memajukan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif, produktif, dan berdaya bagi masyarakat Banggai Kepulauan. Dengan sinergi yang lebih solid, perpustakaan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan di tingkat lokal. (Decky-KOMDIGI)

Makassar, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO bersama Rektor Unhas Prof. DR. IR. Jamaluddin Jompa, M. SC melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan dan Universitas Hasanuddin Makassar bertempat di Hotel Unhas And Convention, Kota Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemda Banggai Kepulauan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui riset dan pengembangan hilirisasi rumput laut di Kabupaten Banggai Kepulauan.

MoU ini juga memperkuat kolaborasi dalam riset dan pengembangan hilirisasi rumput laut, sebagai salah satu komoditas unggulan Banggai Kepulauan. Pemerintah daerah berharap kerja sama ini dapat mendorong inovasi, pengolahan produk turunan rumput laut, serta peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan penandatanganan MoU turut dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi dan pejabat daerah, di antaranya Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, M.Si, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Universitas Hasanuddin, serta Kamrin Jama, S.IP., MA Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan yang mewakili Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dihari dan tempat yang sama, Bupati Banggai Kepulauan juga melakukan audiensi bersama Plh. Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum yang membahas urusan bidang pendidikan khususnya untuk mendukung program BERKAH CERDAS Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan.

Melalui kerja sama ini, Pemda dan UNM berkomitmen mengembangkan program peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta perluasan akses pembelajaran bagi masyarakat.

Melalui sinergi formal yang telah dituangkan dalam MoU dan audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan sektor kelautan berbasis riset dan inovasi. (IKP-KOMINFO)