Tataba, BanggaiKep.go.id – Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos terus mengawal penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang disalurkan oleh Pemerintah Desa se-Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan yang bersumber dari Dana Desa.

Sampai dengan hari Sabtu, (6/6/2020) penyaluran BLT-DD di Kecamatan Buko mencapai target 100% sesuai batas waktu yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Dalam sambutan Kori Yalume disetiap kesempatan pada acara penyaluran secara simbolis selalu menekankan bahwa BLT-DD merupakan bantuan dari Pemerintah kepada masyarakat yang bersumber dari alokasi dana desa, dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, yakni masyarakat miskin yang terdampak Covid-19, lansia yang tidak dapat bekerja lagi, penderita penyakit kronis serta mereka yang kehilangan pekerjaan.

Selain itu, Kori Yalume selalu mengingatkan para penerima untuk dapat memanfaatkan bantuan Pemerintah ini dengan sebaik-baiknya untuk dibelanjakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Terutama bahan makan, dan biaya berobat bagi yang sakit, bagi penerima yang hanya menggunakan untuk foya-foya dan belanjakan untuk gaya apalagi mabuk-mabukan, berjudi jika kedapatan maka kami minta kepada Pemdes untuk tahap selanjutnya tidak akan disalurkan lagi kepada yang bersangkut”, tegas Kori.

“Kepada Pemerintah Desa se-Kecamatan Buko jangan coba-coba memotong serupiah pun Dana BLT-DD yang diserahkan kepada masyarakat dengan alasan apapun karena sangsinya jelas dapat dilibatkan pidana penjara dan denda bagi yang melakukan pemotongan”, ujar Kori.

Untuk itu Kori Yalume berharap masyarakat beserta BPD dapat mengawasi penyaluran BLT-DD, “Jika ada penyimpangan lapor kepada kami agar diproses sesuai dengan aturan yang berlaku”, tegasnya. (AmosKominfo)

Pelaksanaan salat Jumat kali ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, antara lain pengecekan suhu tubuh dan pengaturan jarak antarjemaah.

Jakarta, Banggaikep.go.id – Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2020. Salat Jumat ini merupakan yang pertama kali diadakan kembali sejak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Tiba sekira pukul 11.47 WIB, Kepala Negara tampak mengenakan masker dan dilakukan pemindaian suhu tubuh sebelum masuk ke dalam masjid. Setibanya di masjid, Presiden terlebih dahulu melaksanakan salat sunat tahiyyatul masjid. Adapun yang bertindak sebagai imam dan khatib dalam salat Jumat kali ini yaitu Sudarjat dan bertindak sebagai muazin yaitu Apif Syarif Hidayat.

Dalam khotbahnya, khatib mengajak jemaah untuk terus meningkatkan iman dan takwa setelah beribadah puasa di bulan Ramadan. Khatib juga berharap agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

“Saat ini bangsa Indonesia dan seluruh bangsa-bangsa di dunia sedang menghadapi ujian yang sangat berat dari Allah SWT, yaitu pandemi Covid-19. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama ini semua akan segera berakhir,” kata khatib.

Untuk diketahui, salat Jumat kali ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, antara lain pengecekan suhu tubuh dan pengaturan jarak antarjemaah. Selain itu, jemaah juga membawa perlengkapan salat masing-masing, telah berwudu sebelum ke masjid, serta mengenakan masker.

Selain itu, kapasitas masjid untuk sementara waktu dibatasi menjadi hanya 150 jemaah dari kapasitas sebelumnya sebanyak 750 jemaah. Di sejumlah titik di sekitar lokasi masjid turut disediakan sarana cuci tangan baik menggunakan sabun maupun hand sanitizer dan tisu antiseptik yang dapat digunakan para jemaah.

Kemarin, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah meninjau kesiapan penerapan prosedur kenormalan baru di Masjid Baiturrahim.

“Kita harapkan nanti apabila salat Jumat sudah dimulai lagi di Masjid Baiturrahim ini betul-betul sudah siap melaksanakan tatanan normal baru, adaptasi kebiasaan baru,” kata Presiden di Masjid Baiturrahim, Kamis, 4 Juni 2020.

(Sumber: BPMI Setpres). KondKominfo

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bank Induk Sampah Molios (BISM) merupakan salah satu gagasan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menangani sampah yang semakin memprihatinkan di Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Adapun tanggapan Ny. Sartini Rais Adam selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Banggai Kepulauan terkait peresmian BISM yang bertempat di Halaman Kantor PKK Kab. Banggai Kepulauan, Jumat (05/06/2020).

“Ada beberapa alasan mengapa Bank sampah perlu untuk kita adakan, antara lain jumlah sampah yang diangkut ke TPA terus meningkat, serta kebiasaaan masyarakat membakar dan membuang sampah sembarangan”, ucap Sartini.

Menurutnya, “Sebagian besar masyarakat masih berprasangka terhadap penggiat sampah, dan sebagai upaya perubahan perilaku dan meningkatkan kepedulian dan kesadaran lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah”, ujar Ketua PKK.

“Dengan peresmian Bank Sampah Induk Molios yang terlaksana hari ini tanggal 05 Juni 2020 dirangkaikan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia, hal ini tidak lepas dari dukungan dari Pemerintah Daerah sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik”, kata Sartini.

Sistem bank sampah sebenarnya sederhana, Nasabah tidak harus melakukan pekerjaan yang rumit mereka hanya perlu memisahkan sampah yang organik dan anorganik sebelum membawanya untuk ditabung ke Bank Sampah.

Orang-orang yang terlibat dalam manajemen bank sampah tidak perlu ahli penimbangan ataupun akuntansi khususnya anggota PKK bisa menjadi pengelola dan masyarakat mau berpartisipasi aktif maka kegiatan ini pasti akan terlaksana dengan baik, mudah dan lancar.

Mekanisme kerja Bank Sampah Induk Molios sama seperti perbankan, dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan adanya nomor rekening dan buku rekening.

Sasaran Bank Sampah Induk Molios hanya menerima sampah dari bank sampah unit yang ada disetiap desa ataupun instansi yang membentuk Bank Sampah Unit atau BSU.

Target bank sampah Induk Molios adalah bersih sampah dari sumbernya, baik dari Rumah Tangga, sekolah, warung, restoran dari kantor dan dari mana saja yang menjadi sumber-sumber sampah adalah merupakan langkah yang efektif yang tepat dalam penanganan sampah.

“Saya berharap, semoga kedepan stigma negatif tentang sampah perlahan mulai bergeser, masyarakat memaknai sampah lebih positif. Sampah yang awalnya hanya dibuang begitu saja kemudian dipilah agar bisa diolah dan tidak mencemari lingkungan dan lingkungan menjadi bersih”, harap Sartini.

“Sistem bank sampah bukan hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, namun juga menciptakan budaya bersih dan menghargai nilai yang terdapat pada sampah non organik disekitar kita”, optimis Sartini.

Sebelum menutup sambutannya, Sartini mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah, “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah dayerah dan pihak yang terkait sehingga peresmian bank sampah induk molios dapat terlaksana dengan baik. Semoga Allah SWT Tuhan yang maha esa senantiasa memberikan bimbingan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua untuk melaksanakan sistim bank sampah di Kabupaten Banggai Kepulauan”. (TrisKominfo)

 

Salakan, Banggaikep.go.id – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Peresmian Bank Induk Sampah Molios (BISM) dilaksanakan di Halaman Kantor PPK Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Jumat, (5/6/2020).

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Banggai Kepulauan berkerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kab. BanggaiKep.

Serta dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan berserta unsur Forkopimda BanggaiKep, Kepala Kemenag BanggaiKep, Kepala Cabang Unit Bank Sulteng Cabang Salakan, Sekertaris Daerah BanggaiKep, Ketua Tim Penggerak PKK beserta seluruh Unsur terkait lainnya.

Mengawali kegiatan, Ferdy Salamat selaku Plt. Kadis Lingkungan Hidup dalam sambutannya menyampaikan,  “Kami mengucapkan selamat hari lingkungan hidup sedunia dengan tema Biodiversity atau keanekaragaman hayati mengandung makna dan seruan untuk bertindak guna memerangi percepatan dan hilangnya degradasi spesies dunia alam”.

“Satu juta spesies tumbuhan dan hewan beresiko punah disebabkan karena sebagian besar oleh aktivitas manusia”, sambung Ferdi.

Kegiatan aktivitas manusia tidak terlepas dari timbulan sampah yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dalam peraturan presiden No. 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional, pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga merupakan terobosan dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah yang terintergrasi mulai dari sumber sampai ke pemprosesan akhir.

“Sebagai tindak lanjut dari pengolahan sampah di Daerah, Bupati Banggai Kepulauan telah menerbitkan peraturan Bupati No. 28 tahun 2019 tentang kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga”, jelas Ferdi.

“Salah satu rencana aksi pelaksanaan peraturan Bupati ini adalah pembentukan Bank Sampah Induk dan Bank Sampah Unit,” lanjut Ferdi.

Berdasarkan data bidang pengelolaan sampah limbah B3 dan peningkatan kapasitas pelaku usaha pengelolaan sampah di Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini terdapat enam pengepul sampah yang akan ditetapkan sebagai bank sampah unit dan satu bank sampah induk yang akan digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dinas lingkungan hidup atas upaya menjaga kelestarian dan keselamatan lingkungan dan lebih khusus kepada ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten BanggaiKep yang telah menginisiasi mendirikan bank sampah molios sebagai wadah pengumpulan sampah organik dan sampah anorganik lainnya sehingga masyarakat tidak membuang sampah dialam bebas tetapi memberikan pendidikan untuk dapat memilah sampah dan mengumpulkan sampah di bank sampah”, ucap Kadis DLH.

“Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih para pengepul sampah yang sudah membantu kami mengumpulkan sampah dikabupaten Banggai Kepulauan,” tutur Ferdi. (TrisKominfo)

 

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Memasuki masa new normal atau tatanan kehidupan baru ditengah pandemi penyebaran corona virus desease 2019 atau virus corona, objek wisata Danau Paisupok yang terletak di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan bakal dibuka kembali.

Kepala Desa Lukpanenteng Yerus Tolonggala saat diwawancarai jurnalis DisKominfo Pemda Banggai Kepulauan di Kantor Desa (5/6/2020), Yerus katakan bahwa “Kami Pemerintah desa beserta seluruh komponen masyarakat sedang dan sementara mempersiapkan pembukaan objek wisata Danau Paisupok dalam memasuki tatanan hidup baru dimasa pandemi virus corona”.

“Dengan tetap mematuhi anjuran Pemerintah dan menerapkan protokol pencegahan covid-19 sesuai prosedur yang sudah diatur, untuk itu kami masih mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan seperti tempat cuci tangan, garis pembatasan jarak dipintu masuk maupun di kasebo-kasebo, penambahan perahu, alat pengukur suhu dan lain sebagainya yang berhubungan dengan protokol pencegahan covid-19”, tutur Yerus menabahkan.

Disamping itu juga, Camat Bulagi Utara Edison E. Moligay, S.Sos, M.A.P mengharapkan “Kepada Kepala Desa dan aparat desa serta masyarakat dapat mempersiapkan ini dengan baik dan matang apalagi dalam menyikapi penyebaran virus corona”

Lanjut Edison, “Bahkan sesuai instruksi pak Bupati Objek Wiasata Danau Paisupok diikut sertakan dalam lomba inovasi daerah dalam memasuki New Normal dimasa pandemi covid-19 yang diperlombakan pada tingkat Nasional, jadi wajah Desa Lukpanenteng akan ditonton oleh semua orang bukan hanya objek wisatanya tetapi lingkungan desa dan tatanan kehidupan masyarakat pun harus dibenahi dan perhatikan bersama agar mendapat nilai tambah”.

“Jadi bukan hanya pengunjung objek wisata yang datang berwisata saja yang menerapkan protokol pencegahan covid tapi kita yang terlibat dalam pengelolaan objek wisata yang ada harus terlebih dahulu menerapkannya bersama masyarakat agar mereka bisa lihat serta patuh dengan apa yang telah menjadi ketentuan ketika memasuki area objek wisata Danau Paisupok”, jelas Edison. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Penyaluran bantuan Pemerintah dalam meringankan beban masyarakat ditengah pandemi penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang lebih akrab kita dengar virus Corona yang bersumber dari dana desa terus disalurkan.

Desa se-Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dari sepuluh desa yang ada telah selesai terealisasi 100% menyalurkan BLT DD kepada masyarakat penerima manfaat, Kamis, (5/6/2020).

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P saat dijumpai (5/6/2020) di Lukpanenteng dalam kegiatan penyaluran BLT-DD mengatakan “Khusus untuk tahap pertama (bulan April) Kecamatan Bulagi Utara sudah terealisasi 100% dalam penyaluran BLT-DD, saya memberikan apresiasi dan ucapkan terima kasih atas kerja keras  para kepala desa serta perangkat desa se Kecamatan Bulagi Utara yang tidak mengenal lelah dan waktu dalam bekerja guna memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat di Bulagi Utara”.

“Tentunya terealisasinya 100% pencairan BLT-DD di Kecamatan Bulagi Utara juga ini tidak lepas dari kerja keras dan kesabaran dari pendamping desa Kecamatan Bulagi Utara Ibu Mikhal Yolisan dan Pak Aprioni Totu’u yang bekerja tidak mengenal waktu, hari libur pun tetap turun ke desa ketika dibutuhkan oleh Pemdes dalam memberikan pendampingan agar cepat terelealisasinya dana desa”, tutur Edison.

Disamping itu, Pendamping Desa Kec. Bulagi Utara Aprioni Totu’u, S.T mengatakan, “Pemerintah Desa dimasa pandemi ini bekerja super ekstra karena harus merubah dukumen-dokumen yang berhubungan dengan pencairan dana desa ketika muncul regulasi yang baru dalam pencairan dana desa, bahkan ada yang sering bolak balik ke Salakan bahkan mungkin ada yang sudah menginap sampai berminggu-minggu untuk membereskan administrasi sehubungan dengan pencairan DD”.

“Yang mungkin dengan pemangkasan anggaran dampak pandemi Covid-19 ini dana perjalanan dinas mereka pun barangkali sudah dipotong, bahkan sampai hari ini gaji aparat desa belum terealisasi”, sambung Aprioni.

“Harapan saya kiranya gaji aparat desa dapat terealisasi agar kelelahan dan pengorbanan mereka yang terus bekerja memberikan pelayanan bagi masyarakat terbayarkan”, kata Aprioni. (AmosKominfo)

 

 

 

 

 

 

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Yustina Pusaling lansia di Desa Lukpanenteng merasa terharu saat Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P yang didampingi Kepala Desa Lukpanenteng Yerus Tolongala menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, (4/6/2020).

Pasalnya Yustina sampai meneteskan air karena perasaan harunya dan bersyukur dapat menerima bantuan dari Pemerintah.

Diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo Kab.BanggaiKep saat selesai menerima BLT dengan melihat kondisinya sekarang, Yustina memaparkan apa yang dialaminya sehingga mengalami cacat parmanen sudah 6 tahun sejak insiden kecelakaan yang menimpahnya, sampai beliau tidak dapat berjalan akibat lakalantas kendaraan bermotor sehingga harus menggunakan tongkat untuk dapat membantu dia berjalan.

Sambil menahan rasa harunya Yustina mengucapkan “Terima kasih banyak kepada Pemerintah mulai dari pusat Bapak Presiden, Gubernur, Bupati Banggai Kepulauan, Camat Bulagi Utara, dan Kepala Desa, atas bantuan yang diberikan pada saya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari”.

“Saya tidak dapat membalas semoga TUHAN tetap memberkati dan memberikan kesehatan”, ucap Yustina.

Beban hidup Yustina lebih terasa berat ketika suaminya meninggal pada 2 tahun yang lalu dalam keadaan yang lumpuh tak berdaya tidak dapat berbuat apa-apa.

Untung masih ada sang cucu yang menjaga dan merawatnya dimasa tua dalam keadaan yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Air mata menetes dipipinya saat mengatakan bahwa cucunya berkorban tidak melanjutkan pendidikan kejenjang SMA karena keterbatasan biaya dan dengan alasan siapa yang nanti akan menjaga dan merawat neneknya kalau dia bersekolah.(AmosKominfo)

Lukpanenteng, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama bagi 91 kepala keluarga miskin yang berhak menerima bantuan tersebut berdasarkan kriteria yang ada.

Penyaluran BLT-DD dilaksanakan di Balai Desa Lukpanenteng yang diawali dengan acara penyerahan secara simbolis oleh Unsur Muspika Kecamatan Bulagi Utara yang sebelumnya didahului dengan beberapa sambutan guna memberikan pengarahan dan penjelasan bagi penerima BLT-DD, Kamis, (4/6/2020).

Kades Lukpanenteng Yerus Tolonggala dalam sambutannya menyampaikan  “Berdasarkan hasil musyawarah isendentil dalam penetapan penerima BLT DD Desa Lukpanenteng sebanyak 118 Kepala Keluarga tetapi setelah diverifikasi lebih lanjut tersisa 91 KK dengan total anggaran Rp. 54.600.000,-“.

Yerus juga mengingatkan kepada masyarakat untuk pentingnya mengurus administrasi kependudukan seperti KTP, KK dan lain-lain karena sangat banyak manfaatnya sebab semua bantuan Pemerintah persyaratannya harus ada KTP dan KK,

“Untuk itu harapan saya kedepan masyarakat yang belum lengkap dokumen kependudukannya untuk diurus kami pemdes siap memfasilitasinya”, ungkap Yerus.

Camat Bulagi Utara Edison E. Moligay, S.Sos, M.A.P dalam sambutannya beliau mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dalam pencegahan covid-19.

“Pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta jangan ada lagi yang menyelenggarakan acara mengumpulkan orang banyak”, ucap Edison.

Edison juga menyampaikan “Sebagai bentuk dan wujud kepedulian Pemerintah baik dari Pusat, Daerah, Kecamatan serta Desa banyak bantuan yang dikucurkan guna membantu serta meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, bantuan tersebut mulai dari PKH, BPNT yang dulunya Rastra, BST, BLT DD serta Beras dari Pemda Provinsi Sulteng dan Pemda Banggai Kepulauan, untuk itu tidak boleh ada yang dobel dalam penerimaan bantuan”.

“Harapan kami Pemerintah, agar bantuan ini dipergunakan dengan baik dan bertanggungjawab untuk kebutuhan pokok seperti beli sembako dan obat-obatan jika sakit, bukan digunakan untuk foya-foya, bergaya serta mabuk-mabukan”, kata Edison penuh harap.

Lanjut Edison “Ingat bantuan ini diberikan Pemerintah agar masyarakatnya dapat terbantu sebab dimasa pandemi ini hidup serba sulit perekonomian lambat harga sembako melonjak”.

Mengakhiri sambutannya, Edison mengingatkan kepada penerima BLT untuk membuka lahan perkebunan menanam umbi-umbian, pisang, sayur-sayuran, rempah-rempah dan jagung agar tersedia makanan jika situasi semakin memburuk, mari kita berdoa bersama agar pandemi virus corona segera berlalu.

Sementara itu, Aprioni Totu’u, S.T selaku pendamping Desa Kec.Bulagi Utara dalam sambutannya menekankan bantuan diterima harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Penerimaan saat ini untuk bulan April tahap pertama dan masih ada dua tahapan lagi jadi masyarakat bersabar dan bantulah Pemerintah desa karena mereka bekerja tidak mengenal lelah dan waktu untuk kepentingan masyarakat”, ungkap Roni.

Turut hadir dalam penyaluran BLT DD Bripda Homardi mewakili Kapolsek Bulagi, Serma Rahmat Duasing mewakili Danramil 1308-12 Bulagi, Kasie Pembangunan Kantor Camat Bulagi Utara Ones Maasi serta Ketua BPD Desa Lukpanenteng Weltin Moto Teene dan Perangkat desa Lukpanenteng. (AmosKominfo)

 

Ombuli, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 71 Kepala Keluarga di Desa Ombuli Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan terima Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa yang merupakan upaya Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Ombuli Kec.Bulagi Utara diawali dengan penyerahan kepada 25 penerima secara simbolis di Balai Pertemuan Desa Ombuli, Selasa, (2/6/2020).

Penyaluran BLT-DD ini dihadiri oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P, Kapolsek Bulagi yang diwakili Bripda Homardi, Danramil 1308-12 Bulagi diwakili oleh Koptu Yunov, Pendamping Desa Kec.Bulagi Utara Aprioni Totu’u, S.T, Ketua BPD Desa Ombuli Erni Labesak serta Kades dan perangkat Desa Ombuli.

Kepala Desa Ombuli Merni Manttango, S.Pd dalam sambutan menyampaikan bahwa “Jumlah kepala keluarga di Desa Ombuli sebanyak 242 yang terkafer untuk menerima BLT-DD sebanyak 71 Keluarga dengan total anggaran Rp. 42.600.000 yang dimana penerimanya terdiri dari lansia, penyadang distabilitas, penderita penyakit kronis/strok serta keluarga muda yang rata-rata belum memiliki rumah dan 1 orang penerima baru pulang dari Kota Manado yang kehilangan pekerjaan karena pandemi covid-19”.

Merni pun berharap agar penerima BLT DD dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan bertanggungjawab.

“Peran masyarakat jika ada yang pantas menerima dan belum terkafer agar dapat melapor kepada Pemerintah desa melalui RT atau Kadus untuk diverifikasi oleh tim relawan desa”, ujar Kades Merni.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay juga  menghimbau agar masyarakat tetap patuh pada himbauan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19.

“Kepada penerima manfaat BLT DD agar menggunakan bantuan untuk kebutuhan pokok beli bahan makan dan obat jika sakit serta berhemat, khusus bagi keluarga muda”, kata Edison.

Selain itu, Edison juga menekankan “Agar bantuan ini digunakan untuk kebutuhan keluarga bukan untuk beli rokok, bergaya bahkan mabuk-mabukan ,pergunakan bantuan Pemerintah ini dengan tanggungjawab untuk kebutuhan pokok keluarga”.

Edison mengajak kepada para keluarga muda agar bisa berkebun menanam bahan makan lokal ditengah pandemi covid sebab kita tidak tahu sampai kapan virus ini berakhir.

Pendamping Desa Kec.Bulagi Utara Aprioni Totu’u, S.T pun menekankan hal yang sama bahkan beliau menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Mentri Keuangan No 50 Tahun 2020 BLT DD akan dilanjutkan tiga bulan kedepan lagi tapi jumlahnya tingal 300 ribu per penerima bulan 600 ribu lagi tapi menunggu peraturan Bupati.

“Jadi kalu BLT dilanjutkan dan hanya terima 300 ribu jangan masyarakat katakan bantuan so dimakan Pemdes, ini penting untuk kami sampaikan sebagai pendamping desa agar masyarakat paham”,jelas Roni.

Selanjutnya dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis oleh Camat Bulagi Utara dan unsur Muspika yang hadir serta pendamping desa, Kades dan Ketua BPD Desa Ombuli kemudian dilanjutkan penyaluran kerumah penerima lanjut usia, penyandang distabilitas serta yang menderita penyakit kronis. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Dimasa pandemi penyebaran corona virus desease 2019 (Covid-19) ketersedian pangan cadangan sangatlah dibutuhkan mengingat melonjaknya harga bahan pokok yang membuat masyarakat terbeban.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P disetiap kesempatan penyaluran BLT-DD dan berbagai bantuan Pemerintah dimasa pandemi virus corona beliau selalu menghimbau kepada masyarakat untuk jangan terus terlena dengan berbagai bantuan pemerintah bagi masyarakat dimasa pandemi ini, mari kita manfaatkan lahan yang ada untuk berkebun guna ketersediaan pangan.

“Kita masyarakat yang tinggal di desa sebenarnya tidak akan mengalami kekurangan pangan dimasa pandemi ini asalkan kita dapat mengelolah potensi yang ada lahan untuk kita berkebun luas, untuk itu mari kita berkebun dan menanam bahan pangan lokal umbi-umbian, pisang dan sayuran serta rempah-rempah”, kata Edison.

Diselah penyaluran BLT DD di Desa Ombuli pada Selasa, (2/6/2020), Camat Edison sampaikan kepada penerima BLT “Saya saja camat dalam situasi pandemi covid-19 ini berkebun menanam bete untuk persediaan makan, sebab kita tidak tahu kapan virus ini akan berakhir dan kita boleh terbebas”.

“Ketersediaan pangan sangat dibutuhkan apabila situasi semakin memburuk dan apabila akses transportasi masuk keluar ditutup kita tidak perlu kwatir jika sudah ada pangan lokal seperti umbi-ubian pisang dan lain sebagainya itu sudah dapat membantu”, ungkap Edison. (AmosKominfo)