Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rapat Koordinasi, Evaluasi sekaligus Penyerahan Buku Rekening Bantuan Pemerintah Kegiatan Pertanian Keluarga Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Anggaran 2020.

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan diwakili oleh Sekertaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli, Kepala Dinas Ketapang, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat-camat dan Kepala Desa terkait serta para kelompok tani yang menerima bantuan.

Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (14/07/2020).

Sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda Rusli Moidady, ST.MT mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita bisa menyerahkan bantuan buku rekening kepada para petani kita. Tentunya ini akan berguna untuk menunjang aktifitas para petani dalam melakukan usaha pertanian”.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan kami ucapkan selamat kepada kelompok tani yang telah menerima bantuan buku rekening yang didalamnya berisi uang dalam jumlah yang tidak sedikit per kelompok untuk melanjutkan usaha pertanian. Hal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada para petani, khusunya petani Banggai Kepulauan”, jelas Sekda menambahkan.

Sehingga Sekda berharap, “ Saya berharap bantuan ini bisa bermanfaat banyak bagi para kelompok tani yang medapatkan bantuan. Pergunakanlah sebaik mungkin bantuan yang diberikan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat membantu lajunya pertumbuhan ekonomi di wilayah kita”.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Sumiati Manompo, SP.,MM menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini kami diberikan hanya sekitar dua minggu untuk identifikasi dan pas tiga minggu dana bantuan sudah masuk ke rekening. Walaupun ada kendala-kendala dilapangan karena memang kami dibatasi oleh waktu sehingga CPCL itu kami melihat langsung mana kelompok yang sudah jalan sebelumnya”.

“Kami ketahui memang dari Pemerintah Pusat itu hanya menentukan Kecamatan, mereka menetapkan Kabupaten itu menggunakan peta analisis. Sehingga kami tidak bisa menentukan, yang menentukan pusat melalui provinsi”, jelas Kadis Ketapang.

“Ini merupakan motivasi bagi kelompok dan terus terang saja bantuan ini hanya bibit kemudian sarana-prasarana produksi, tidak dibantu dengan biaya pengolahan tanah, dengan pakan. Ini ada tiga jenis usaha yang mereka usulkan dalam draft diantaranya tanaman pangan dan ternak . Jadi untuk kedepannya kami mohon bantuan dari dinas terkait khususnya dinas pertanian karena ini memerlukan bibit yang cukup besar kira-kira sekitar seribu lebih bibit yang dibutuhkan” sambung Sumiati.

Kadis Ketapang juga berharap, “Jadi ini diharapkan kepala desa dapat membuat proposal atau kelompok-kelompok petani maupun pendamping, sehingga bisa mendapatkan bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat”.

“Begitu juga kami, kedepannya dan 15 kelompok tani yang penanganan stunting terlalu tinggi. Jadi ada 15 desa nanti di tahun 2021 akan di interfensi. Bagaimana kami mau usulkan kalau desa itu tidak memberikan proposal, jadi 15 desa tersebut sudah dihimbau untuk membuat proposal, sehingga bantuannya bisa kami tindaklajuti atau melalui APBD maupun melalui Pemerintah Pusat”, ucap Kadis. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam melantik Tiga Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, (13/07/2020).

Pelantikan berjalan baik dan lancar, dihadiri oleh Asisten dan Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah beserta peserta pelantikan lainnya. Diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan.

“Saya sebagai Bupati Banggai Kepulauan dengan ini melantik saudara-saudari sekalian sebagai pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Saya percaya bahwa saudara/i dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan memenuhi tanggungjawab yang diberikan. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita”, ucap Bupati dalam membacakan naskah pelantikan.

Selanjutnya dilanjutkan dengan proses pelantikan yang terdiri dari tiga peserta, dua saksi dan satu orang rohaniawan beserta satu orang Imam dan dipandu langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah menyaksikan bahwa ada pelatihan dari tiga pejabat yang berada dilingkungan unit pelayanan dan pengadaan. Saya ingin sampaikan kepada pengawas yang baru dilantik tadi masih tergolong usia muda dan dalam usia muda ini bukan berarti bisa berbuat selepasmu”, kata Rais.

“Dalam kegiatan apel gabungan perdana saya mengatakan bahwa saya sangat membutuhkan pengawas karena pengawas sangat menentukan terhadap apa yang dia awasi. Hari ini kita saksikan bersama bahwa kalian bertiga yang telah dilantik tadi yang berada dijabatan pengawas, mudah-mudahan ini mewakili dari pengawas-pengawas yang selama ini sudah ada untuk mewarnai bahwa sesungguhnya pengawas itu seperti itu. Ini hanya jabatannya sebagai pengawas, bukan berarti mengawas seperti wasit kira-kira seperti itu” jelas Bupati dalam sambutannya.

”Kita sudah banyak melihat hasil dan merasakan hasilnya. Salah satu hasil yang transparan, kita bisa ukur dan rasa adalah ketika hasil itu dinilai dan berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK melakukan penilaian juga tidak main-main. Apa yang dia lihat dan periksa itu adalah berdasarkan apa yang ditemukan dilapangan. Saya berharap, semoga contoh yang sudah kita dapatkan melalui penilaian BPK kemarin ini menjadi penolong bagi kita semua untuk lebih bersemangat dan terus bersemangat” sambung Bupati.

“Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran BKD yang biar hanya berapa menit bisa jadi. Alhamdulillah mudah-mudahan hasil pelantikan ini akan mendatangkan hal-hal yang baik dihari-hari yang akan datang” tutup Bupati Rais. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Kapolres Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung di Ruang Rapat kantor Bupati, Senin, (13/07/2020).

“Atas nama pimpinan Pemerintah kabupaten Banggai kepulauan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini sebagai wujud dan tekad kita dalam upaya memerangi narkoba di kabupaten Banggai Kepulauan sesuai instruksi presiden RI nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi Nasional pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2020 sampai 2024″, ujar Bupati BanggaiKep Rais D. Adam mengawali sambutannya.

” Seperti yang kita ketahui, dampak narkotika tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, namun juga keamanan, ekonomi hingga dapat mengancam keberlangsungan Bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya dan Daerah Banggai Kepulauan pada khususnya”, sambung Rais.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini menjadi persoalan serius tidak hanya dalam skala Nasional namun juga dalam skala lokal di Daerah termasuk Daerah BanggaiKep. Secara Global maupun Nasional peredaran gelap narkotika terus meningkat. Modus Penyeludupan beragam, mulai dari penyeludupan melalui barang bawaan hingga dimasukkan kedalam tubuh manusia.

Masalah Narkoba juga tidak hanya menyerang kelompok atau kalangan tertentu saja, namun sudah masuk ke berbagai lini kehidupan di Negeri ini. Bahkan saat ini narkoba telah menyerang siapa saja termasuk keluarga, aparatur negara, anak-anak didik yang merupakan generasi penerus Bangsa.

“Selaku pimpinan Daerah, saya mengingatkan kepada semua pihak bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini bukan hanya tanggungjawab Pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat”, kata Bupati.

“Oleh karena itu, dalam penanganannyapun memerlukan strategi yang melibatkan semua pihak, juga seluruh komponen Bangsa sehingga masyarakat bisa terhindar dari narkoba” lanjut Rais.

Bupati juga berharap, “Saya juga berharap melalui rapat kerja ini, akan ditemukan langkah-langkah kongkrit pencegahan dan penanganan narkoba di kabupaten BanggaiKep ini sehingga daerah kita benar-benar aman dan tidak akan ditemukan lagi barang haram tersebut”.

“Sebelum mengakhiri sambutannya ini, saya menitip pesan kepada seluruh peserta rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba agar mengikuti lebih giat dan gencar barsama-sama berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba ditengah masyarakat, khususnya dilingkungan masing-masing. Semoga Allah senantiasa meridhoi usaha kita dalam memerangi narkoba di Kabupaten BanggaiKep” tutup Bupati. (TrisKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Tidak terasa perjalan sang waktu ditengah kesibukan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko sebagai garda terdepan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di wilayah Kecamatan Buko.

Pada Minggu, (12/7/2020) tepat 110 hari Gugus Tugas Covid-19 Kec. Buko laksanakan tugas dan tanggungjawab sehubungan dengan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Salah satu anggota GGS Covid-19 Kec. Buko yang tidak mau namanya dicantumkan, saat dijumpai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep mengatakan “Syukur alhamdulilah sudah 110 hari melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami semua masih berada dalam keadaan yang sehat wal’afiat”.

Saat ditanyai apa saja yang dilakukan oleh GGS Tugas Covid Kec. Buko dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran virus corona di kecamatan Buko, Ia mengatakan “Kami rutin melakukan kegiatan setiap hari mulai dari menjaga pintu masuk keluar Kecamatan Buko dan Buko Selatan yakni Pelabuhan baik pelabuhan Leme-leme Bungin dan Pelabuhan Lalengan untuk melakukan pendataan kedatangan masyarakat dari luar Daerah”.

“Dan juga kegiatan rutin kami setiap melakukan pemantuan bagi pelaku perjalanan dari luar Daerah, serta melakukan sosialisasi bagi masyarakat untuk memberikan pemahaman bagaimana cara pencegahan virus corona dan juga bekerja sama dengan Tim Relawan Desa se Kecamatan Buko melakukan pencegahan dimasing-masing Desa melalui pembagian masker, penyemprotan disinfektan”, sambungnya.

Jurnalis DisKominfo pun coba mewawancarai berapa anggota gugus tugas yang lagi berbincang di Lokasi Pelabuhan Leme-leme Bungin (12/7/2020) menanti kedatangan kapal, saat ditanyai bagaimana dengan pembiayaan kegiatan ini, mereka katakan, “Sampai saat ini kami hanya merobek kantong sendiri untuk mengisi bahan bakar kendaraan kami, memang sudah ada kepedulian dari Pemda beberapa waktu lalu dengan membagikan APD dan Suplamen tapi selama ini sudah hampir 4 bulan baru 2 kali”.

Untung ada inisiatif dari Kapus Tataba Sianti, A.Md.Kep beberapa kali menyiapkan komsumsi dan suplemen tambahan seperti susu beruang, telur rebus dan lain-lain untuk membantu memulihkan daya tahan tubuh tim.

“Untuk itu harapan kami kiranya ada kepedulian bagi kami Tim GGS Tugas Covid di Kecamatan yang melaksanakan tugas, memang kami sadar bahwa ini adalah bencana kemanusiaan tapi kalau mau menuntut pengabdian dan pengorbanan kami siap asalkan semua sama berkorban, karena menurut informasi yang kami dapat kalau GGS Tugas di Kabupaten mendapat perhatian khusus, jangan sampai ini menimbulkan kecemburuan sosial”, tutur anggota Tim Gugus Tugas. (AmosKominfo)

 

Bolonan, BanggaiKep.go.id – Kantor PT. POS Indonesia Cabang Salakan menyalurkan BST (Bantuan Langsung Tunai) tahap ketiga untuk penerima bantuan di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu, (12/07/2020).

Kegiatan penyaluran BST bertempat di Kantor Desa Bolonan oleh Pegawai Kantor Pos bersama Dinas Sosial Kab. BanggaiKep diwakili oleh Ibu Yuli Astuty, S.sos yang dimulai dari pagi hingga siang hari dan terpantau aman terkendali dengan jumlah penerima sebanyak 198 anggota keluarga.

Penyaluran BST di Desa Bolonan Kec. Totikum dipantau langsung oleh Bripka Harmawansyah yang mewakili Kapolsek Totikum kemudian di hadiri oleh Kepala Desa atau Sekdes yang mewakili disetiap desa beserta Masyarakat penerima bantuan.

Beberapa masyarakat menyatakan ucapan banyak terimakasih kepada Pemerintah yang sudah memberikan bantuan. (ViktorKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Pemerintah terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pada hari Sabtu (11/7/2020) bertempat di Kantor Camat Buko pihak Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Salakan melakukan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial, penyaluran bantuan sosial tunai kali ini diperuntukkan bulan Juni 2020.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep menyatakan kehadirannya dilokasi penyaluran guna melakukan pemantuan penyaluran BST apakah berjalan dengan aman dan lancar sesuai aturan yang berlaku yakni Rp.600.000 per keluarga dan tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun juga.

“Syukurlah penyaluran BST dari Kementrian Sosial sudah boleh sampai tahap ketiga dan tidak ada kendala dan halangan semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan”, jelas Kori.

Kori pun masih mengingatkan kepada penerima BST agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik untuk dibelajakan kebutuhan pokok dalam hal ini makanan dan bisa juga digunakan untuk biaya berobat dan membeli obat bagi yang menderita sakit. (AmosKominfo)

Paisuluno, BanggaiKep.go.id – Setelah sempat terhenti beberapa bulan program pelayanan Pos Bimbingan Terpadu Penyakit Tidak Melunar (Posbindu PTM) akibat dampak dari pandemi covid-19, kini Puskesmas Sabang Kecamatan Bulagi Utara melaksanakan kembali program Posbindu PTM di desa-desa di wilayah pelayanan kesehatannya.

Masyarakat Desa Paisuluno Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik dan antusias mengikuti kegiatan Posbindu PTM yang bertempat di Balai Desa Paisuluno, Rabu, (8/8/2020).

Jhoin F. Karamoy saat dihubungi jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep via telephone pada hari Kamis (9/7/2020) menyampaikan bahwa masyarakat merespon baik atas pelayanan yang diberikan Puskesmas Sabang melalui program Posbindu PTM.

“Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukukan oleh Puskesmas Sabang dalam upaya mencegah penyakit tidak menular”, ucap Jhoin.

Kehadiran masyarakat pada pelaksanaan Posbidu PTM kali ini meningkat dibanding waktu-waktu yang lalu, “Ini bagus, berarti masyarakat mulai tahu bahwa pentingnya pencegahan penyakit tidak menular”, jelas Jhoin. (AmosKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id -Pemerintah Desa bersama Tim Relawan covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan yang kedua kalinya di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumad,  (10/07/2020).

Penyebaran Virus Corona atau biasa dikenal dengan covid-19 sudah berjalan beberapa bulan di Indonesia, namun hingga saat ini Pemerintah bersama Tim Relawan masih tetap melakukan pencegahan penyebaran Virus disetiap Daerah seperti melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan disinfektan di Desa Batangbabasal untuk kedua kalinya diikuti oleh Kepala Desa BatangBabasal Kaleb Nasir selaku ketua tim relawan covid-19, Kepala Kasie Kepemerintahan Yonce Kuna, Kepala Kasie Pelayanan Herdiyanto Sadimo, anggota Tim Relawan antara lain anggota BPD, Linmas, dan aparat Desa bersama Tim Kesehatan Totikum dan dihadiri langsung oleh Camat Totikum H. Irwan Mayang, SH.

Penyemprotan dilakukan ditempat-tempat umum seperti Perkantoran Desa, Puskesmas, Sekolah-Sekolah, Rumah-Rumah Ibadah, Pasar dan di rumah-rumah penduduk. (ViktorKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 46 anggota masyarakat menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan pada Jumat, (10/7/2020).

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Batangbabasal, dihadiri oleh Kepala Desa Batangbabasal Kaleb Nasir, Yesmina selaku pengurus bantuan PKH dan Herdiyanto Sadimo selaku kepala seksi pelayanan beserta seluruh anggota masyarakat penerima bantuan.

Kegiatan penerimaan bantuan PKH untuk 46 anggota masyarakat dengan jumlah dana sebanyak Rp 12.505.000 berjalan dengan baik dan aman yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, lansia dan disabilitas.

Yesmina selaku pengurus PKH menyampaikan kepada seluruh anggota penerima bantuan PKH bahwa agar bantuan tersebut digunakan sesuai keperluannya, “Contoh jika penerima Anak Sekolah maka dibelanjakan untuk hal-hal yang ada kaitannya dengan pendidikan seperti buku, polpen, pensil dan masih banyak lagi, kemudian yang lansia, ibu hamil, disabilitas uang tersebut digunakan untuk tujuan bantuan ini”.

“Sekali lagi disampaikan kembali kepada Masyarakat penerima bantuan PKH agar uang tersebut jangan dibelanjakan hal-hal yang bukan tujuan dari bantuan tersebut”, harap Yesmina.

Kaleb Nasir selaku Kepala Desa Batangbabasal menyampaikan kembali kepada masyarakat bahwa jika ada masalah atau hal-hal yang tidak sesuai ketentuan mengenai pembagian bantuan ini maka kiranya masyarakat mengkonsultasikan langsung kepada pihak yang berkaitan yaitu Pemerintah, jangan bercerita kesana kemari tanpa belum mengetahui kebenarannya agar tidak menjadi masalah yang lebih besar.

“Begitu juga disampaikan kepada anggota penerima bantuan agar uang tersebut digunakan dengan baik dibelanjakan sesuai fungsinya jangan digunakan atau dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan bantuan tersebut apalagi uang hanya digunakan untuk miras dan judi”, tegas Kades. (ViktorKominfo)

Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini.

Jakarta, Banggaikep.go.id – Presiden Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan sebaran pandemi Covid-19 di daerahnya karena akan berpengaruh terhadap sebaran di seluruh Tanah Air. Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini, terutama setelah melihat laporan penambahan kasus positif hari ini yang mencapai 2.657 orang.

“Sebaran Covid di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Perlu saya ingatkan, ini saya kira juga lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif 2.657,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sejumlah arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Kamis, 9 Juli 2020.

Oleh sebab itu, Presiden mengingatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar tetap bisa mengendalikan Covid-19 dengan baik disertai manajemen krisis yang tegas. Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, kasus positif Covid-19 di Kalimantan Tengah mencapai 1.093 orang, dalam perawatan sebanyak 393 orang, sembuh sebanyak 634 orang, dan meninggal 66 orang.

“Tetapi kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja bersama menyelesaikan ini, hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Ini jangan dianggap enteng. Bisa menyebar ke mana-mana,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan perekonomian global dan nasional terganggu. Karena itu, mengendalikan kedua sisi baik kesehatan maupun ekonomi sangatlah penting. Presiden berpandangan bahwa kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian juga harus tetap bisa berjalan.

“Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja tetapi nanti Covid-nya meningkat. Hati-hati dua-duanya harus dikendalikan dengan baik,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Presiden juga meminta para kepala daerah untuk membantu penyaluran bantuan sosial agar secepatnya bisa diterima oleh masyarakat, tanpa ada yang tercecer. Di samping itu, stimulus ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga harus segera diberikan kepada para pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

“Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota/kabupaten, APBD provinsi, dan kami di APBN juga akan membantu baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga meminta agar pemerintah daerah berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Sejumlah tahapan harus dilewati, mulai dari prakondisi, menentukan waktunya, hingga menentukan sektor prioritas yang akan dibuka terlebih dahulu. Setiap kepala daerah juga perlu menerapkan data sains dan saran dari para pakar dan ilmuwan dalam merumuskan sebuah kebijakan.

“Jangan sampai memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, tidak memakai data sains, ini berbahaya sekali. Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semuanya harus di-back up oleh data sains dan saran-saran masukan para scientist,” tegasnya.

Di penghujung arahannya, Presiden mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah melakukan tes masif. Namun hal tersebut belum cukup dan meminta daerah untuk bersinergi bersama unsur Pangdam dan Kapolda untuk melakukan pelacakan yang agresif dan senantiasa mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Saya kira tiga hal ini tugasnya pemerintah: tes masif, pelacakan agresif, isolasi yang ketat. Tugasnya masyarakat yang harus kita ingatkan terus: pakai masker ke manapun, jaga jarak di mana pun, menghindari kerumunan. Diingatkan terus ini, saya kira sosialisasinya harus terus menerus, enggak bisa berhenti. Hati-hati angka 1.093 kasus positif ini harus setop, jangan sampai ada tambahan lagi,” tandasnya.

Dalam acara tersebut Presiden turut didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

(BPMI Setpres). KondKominfo