Salakan, BanggaiKep.go.id – Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Ruang Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Juru Bicara perkembangan kasus Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten BanggaiKep yang disampaikan oleh Arabia Tamrin, SKM melalui keterangan Pers, Kamis (07/05/2020).

Jubir Arabia menjelaskan, “Sesuai data yang masuk ke covid center hari ini tidak ada tambahan kasus baru ODP (Orang Dalam Pantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” ujarnya.

“Selanjutnya sesuai dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 yang dilakukan oleh Laboratorium Biologi Molekulerm, UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tertanggal 06 Mei 2020 menyatakan bahwa dari 4 (empat) sampel yang di kirim ke Laboratorium kesehatan Provinsi untuk 2 (dua) yang terduga Covid-19 yang telah dilakukan pemeriksaan RT Pc Art di dapatkan hasil adalah sebagai berikut : OTG (Orang Tanpa Gejala) Wilayah Kecamatan Totikum terkonfirmasi Covid-19 dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) Kecamatan Tinangkung Utara di nyatakan Negatif,” jelas Arabia.

Arabia juga menambahkan, “Untuk pengambilan sampel Swab yang telah di lakukan Tim Dokter dari Rumah Sakit Trikora Salakan, dilaksanakan sebanyak 2 kali berturut-turut pada masing-masing orang. Yakni di aksanakan pada tanggal 2 Mei 2020 dan 3 Mei 2020 sesuai dengan Prosedur yang ada,”.

“Oleh karena itu sampel yang di periksa sebanyak 4 sampel untuk 2 orang terduga Covid dan 1 di antaranya di nyatakan Positif,” jelas Jubir.

Sesuai dengan hasil penelusuran Tim Gugus Kecamatan dan Kabupaten terdapat 6 orang kontak erat dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga pada hari ini sesuai dengan data yang ada terdapat tambahan kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) 6 orang.

Sehingga total OTG di Kabupaten Banggai Kepulauan berjumlah 7 orang 1 orang terkonfirmasi Positif dan 2 ODP sementara dalam pemantauan petugas kesehatan selanjutnya pasian dalam pengawasan sampai dengan hari ini 0 (nol).

Arabia juga menerangkan, “Perlu kami jelaskan mengenai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang mempunyai kontak erat dengan kasus terkonfirmasi posistif di mana mereka yang telah punya kontak secara fisik kasus posistif, yang berada di dalam ruangan atau berkunjung dalam radius 1 meter”.

“Dan penelusuran akan tetap di lakukan secara terus menerus dalam mengembangkan pencarian dan selanjutnya dilakukan karantina untuk membatasi penyebaran Covid-19,” lanjut jubir.

Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan  kepada melalui Jubir menghimbau seluruh lapisan masyarakat yang merasa pernah kontak dengan kasus positif dimanapun dan kapanpun harap segera melapor ke gugus tugas yang telah dibentuk baik di tingkat desa, kecamatan maupun Kabupaten.

Pemda meminta kepada masyarakat untuk tidak resah dan tidak menyebarkan informasi yang salah. Pemerintah akan berusaha untuk memerangi wabah ini bersama seluruh elemen masyarakat.

Perlunya untuk selalu ikuti dan patuhi himbauan pemerintah antara lain tetap tinggal di rumah jika tidak berkepentingan, jaga jarak dengan orang sekitar, pakai masker bila harus keluar rumah, cuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas, berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selanjutnya informasi yang diterima harus diyakini dari sumber informasi yang dapat di pertanggung jawabkan.

“Salam sehat Bangkep Bersatu Cegah Covid-19″ kata penutup Jubir setiap akhiri laporan pers. (DeckyKominfo)

Montop, BanggaiKep.go.id – Guna mengantisipasi masuk keluarnya orang di Desa Montop Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Montop membuat pos penjagaan dipintu masuk keluar Desa Montop.

Pembuatan pos penjagaan pencegahan virus corona dikoordinir langsung oleh Kepala Desa Montop Istono Iyong yang juga merupakan ketua tim relawan desa, turut serta dalam pembuatan pos penjagaan seluruh aparat desa, BPD Montop, Karang Taruna, Pendamping Desa serta mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Jumlah pos penjagaan dibuat sebanyak 3 titik, yang pertama di lokasi pelabuhan penyebrangan ke Salakan dan jalur masuk dari Desa Paisuluno serta jalur jalan poros dari Desa Bolubung.

Kasie Pemerintahan Desa Montop  Ismanto A. Sadalla saat diwawancarai (7/5/2020) menjelaskan “Pembuatan pos penjagaan pencegahan Covid-19 adalah upaya dari Pemdes Montop dan Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Desa Montop dalam menangulangi penyebaran Virus Corona, serta mengidentifikasi masyarakat yang masuk keluar Desa Montop”.

“Bagi masyarakat yang masuk dan keluar Desa Montop wajib menggunakan masker, pedagang dari dalam dan luar wajib pakai masker dan sarung tangan, bagi yang tidak mengikuti aturan protokol pencegahan Covid-19 serta melanggarnya kami tidak akan izinkan untuk memasuki Desa Montop demi keamanan bersama”, kata Ismanto.

Lanjut Ismanto, “Serta kami akan menerapkan mengaktifkan kembali Siskambling dengan pembagian waktu mulai dari jam 07.00-24.00 Wita dengan sistem shef sesuai jadwal dan pembagian waktu”. (AmosKominfo)

 

Bangunemo, BangaiKep.go.id – Menindak lanjuti hasil rapat bersama dengan Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam pada Senin, (4/5/2020), Satgas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Bulagi Utara dibawah pimpinan Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, MAP, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan terhadap himbauan Pemerintah.

Kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pakai Masker dan Kepatuhan terhadap himbauan pemerintah sehubungan dengan pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dilaksanakan di Desa Bangunemo Kec. Bulagi Utara Kab. Banggai Kepulauan pada Kamis, (7/5/2020).

Kegiatan diawali dengan sosialisasi di Balai Desa Bangunemo selanjutnya dilakukan operasi kepatuhan pakai masker dengan turun ke lapangan wilayah desa Bangunemo termasuk jalan poros trans peling.

Dalam Sosialisasi kali ini didapat pengendara mobil dan penumpang maupun motor yang tidak mengenakan masker diberikan sosialisasi langsung oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay selanjutnya sebelum disilahkan melanjutkan perjalanan diberikan/dipakaikan masker oleh Satgas Pencegahan Covid-19 Kec. Bulagi Utara.

Edison Moligay memaparkan kegiatan ini adalah upaya pencegahan penularan Covid-19 sekaligus mengingatkan terus kepada masyarakat wajib memakai masker ketika berada diluar rumah, serta patuhi dan laksanakan apa yang menjadi himbauan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Menyikapi situasi dan keadaan saat ini diharapkan masyarakat tetap tenang tapi waspada, jaga jarak, hindari keluar rumah untuk urusan yang tidak penting serta terus budayakan pola hidup bersih dan sehat”, ucap Edison. (AmosKominfo)

 

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) benar-benar sangat berdampak dalam semua lini kehidupan masyarakat bukan cuma hubungan sosial dan kegiatan perekonomian yang terdampak sampai dunia pendidikan pun baik dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Tapi walaupun dalam situasi pandemi Corona Virus kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online dan berbagai metode yang dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Demikian halnya dengan Universitas Tompotika Luwuk (Untika Luwuk) pada tahun 2020 ini dalam agenda akademik yakni melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXVII bagi mahasiswa yang memasuki masa akhir perkulihannya, walau pun dalam situasi pandemi Virus Corona.

Salah satu mahasiswa KKN-PPM Untika Angkatan XXVII dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Jhoin F.Karamoy saat dijumpai oleh jurnalis DisKominfo BanggaiKep pada hari Rabu (6/5/2020) dikomples pelabuhan Bolonan Desa Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan selesai menjalani kegiatan pemeriksaan bersama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kec. Bulagi Utara.

Jhoin menjelaskan bahwa “KKN kali ini beda dengan KKN mahasiswa Untika sebelumnya karena dalam situasi pandemi virus corona, pihak kampus mewajibkan kami mahasiswa yang menjalani masa KKN-PPM kali ini diarahkan untuk terlibat aktif dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilaksanakan secara mandiri atau perorangan tidak berkelompok dan kembalikan ke kecamatan masing-masing, tapi kami hanya sebatas pada pencegahan bukan penanganan karena penanganan adalah bagian dari para tenaga medis”, ungkap Jhoin.

“Yang dapat kami lakukan adalah melaksanakan kegiatan pencegahan Covid-19 bersama Satgas penanganan Covid-19 baik tingkat Kecamatan Maupun desa, melalui sosialisasi bagi masyarakat bagaimana cara pencegahan penyebaran Cobid-19, pembagian masker bagi masyarakat serta mengajak masyarakat untuk terus dapat membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)”, lanjut Jhoin.

“Jadi kegiatan KKN kali jauh sekali perbedaannya dengan mahasiswa yang menjalani KKN diwaktu yang lalu ketika situasi aman dan kondusif tanpa virus. corona”, Jelas Jhoin. (AmosKominfo)

 

Sambulangan, BanggaiKep.go.Id – Walau dalam situasi pandemi Corona Virus Desease 2020 (Covid-19) bukan berarti menghambat kegiatan kampus yang berhubungan dengan akademi yang harus dijalani oleh mahasiswa dalam memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan semua program mata kuliah untuk merebut gelar Strata 1 (S1).

Sekretaris Camat Bulagi Utara Bakar Samaida, S.Sos menerima kedatangan mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk (Untika Luwuk), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXVII selama beberapa bulan kedepan di Desa Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan.

Jhoin F. Karamoy Mahasiswa Untika Luwuk Fakultas Kesehatan masyarakat saat diwawancarai oleh jurnalis DisKominfo Kab.BanggaiKep pada hari Rabu (6/5/2020) mengatakan bahwa “KKN yang kami jalani saat ini beda dengan mahasiswa KKN sebelumnya yang ditempatkan di desa sesuai lokasi penempatan dari pihak kampus dan setiap posko didesa terdiri dari beberapa orang mahasiswa untuk menjalankan program KKN yang telah disepakati bersama mahasiswa KKN bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat”, ungkap Jhoin.

Lanjut Jhoin, “Tapi kami kali ini mahasiswa KKN Untika angkatan ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata secara mandiri atau perorangan berdasarkan konsentrasi program study yang diambil, seperti saya melaksanakan KKN dengan cara terlibat langsung dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 baik dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgas Penanganan Covid-19 maupun kegiatan mandiri sehubungan dengan pencegahan Covid-19”, tandas Jhoin. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Dampak dari Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang sangat mempengaruhi seluruh lini kehidupan masyarakat terutama perekonomian yang lambat bahkan ada yang sampai kehilangan lapangan pekerjaan.

Menyikapi hal ini pemerintah luncurkan berbagai bantuan sosial guna meringankan beban penderitaan dan kesulitan ekonomi masyarakat ditengah situasi pandemi covid-19, bansos tersebut berupa penambahan penerima PKH, Bantuan Sembako Non Tunai, Bantuan Soasial Tunai serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Menyikapi hal ini Pemerintah Desa Sambulangan Kec.Bulagi Utara Kab.Banggai Kepulauan mengelar musyawarah insidentil sehubungan dengan bantuan sosial yang akan diterima oleh masyarakat desa dilaksanakan di Balai Desa Sambulangan pada hari Rabu, (6/5/2020).

Musyawarah ini dihadiri oleh Pj.Kades Sambulangan Hajis Hadjim, S.Sos, Ketua BPD Sambulangan beserta anggota BPD, perangkat Desa dan perwakilan masyarakat dan dihadiri juga oleh pendamping desa Mikhal Yolisan, SE dan Aprioni Totu’u, S.T

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BPD Desa Sambulangan Dermin Yopolio, tujuan dilaksanakannya musyawarah ini agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penerimaan bantuan sosial dari pemerintah, maka dibutuhkan trasparansi dalam penyaluran bantuan sosial dengan berpedoman pada kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Agar jelas siapa yang penerima PKH, Bantuan Sembako Non Tunai, Bantuan Sosial Tunai serta Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari dana desa agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penerimaan bantuan sosial ini tidak ada yang dobel menerima bansos dari pemerintah”, jelas pendamping Desa Mikhal Yolisan.

Dalam musyawarah ini telah ditetapkan nama-nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa dan akan dilakukan perubahan RKPDes sesuai Permendes Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Prioritas Pengunaan Dana Desa Tahun 2020.(AmosKominfo)

Sabelak, BanggaiKep.go.id – Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun, SH., MAP memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tanaman hidroponik Desa Sabelak Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tommy Luasusun, SH., MAP menjelaskan bahwa budidaya tanaman hidroponik merupakan kegiatan inovasi dari Desa Sabelak, budidaya tanaman hidropanik yang dilaksanakan oleh Pemdes Sabelak beda dengan yang lazimnya menggunakan jaringan pipa paralon tapi dengan metode yang baru yang anggarannya bersumber dari Dana Desa.

“Dari hasil yang telah dilihat rencana kedepan Pemdes Sabelak akan meningkatkan inovasi tanaman hidroponik ini dengan setiap kepala keluarga mendapat bantuan program pemberdayaan yang bersumber dari dana desa”, jelas Tommy.

Camat Bulagi Selatan juga berharap “Dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh Desa Sabelak dalam Inovasi Tanaman Hidroponik harapan kami kiranya ini menjadi pilot projek dan dapat tertular kedesa-desa lain dalam berinovasi meningkatkan dan mengembangkan potensi yang ada di desa”, kata Camat.

Melalui wawancara Jurnalis DisKominfo BanggaiKep Camat Bulagi Selatan pada Rabu, (6/5/2020) di kantornya beliau mengatakan, “Kami sebagai pemerintah kecamatan hanyalah perlanjangan tangan pemerintah Daerah dan pusat, yang selalu memberikan motivasi, pembinaan dan pendampingan serta pengawasan”, tutur Tommy. (AmosKominfo)

Lolantang, BanggaiKep.go.id – Dalam situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini yang membuat segala menjadi sulit baik beraktifitas maupun harga pangan yang meningkat dampak dari penyebaran Covid-19 yang bukan saja hanya dirasakan masyarakat kota tapi sampai dipelosok pedesaan.

Camat Bulagi Selatan Tommy Luasusun, SH.MAP mengajak masyarakat yang ada di Bulagi Selatan untuk dapat mendekatkan pasar kehalaman rumah, karena banyak manfaat serta kegunaannya.

Tommy Luasusun saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo BanggaiKep pada Rabu (6/5/2020) mengatakan, “Dalam situasi dan keadaan seperti sekarang ini dampak dari Pademi Covid-19, saya dalam berabagai kegiatan pemerintah Kecamatan Bulagi selatan baik rapat-rapat maupun kunjungan langsung ke desa-desa diwilayah kerja kami selalu menyampaikan motto kami “Mari Dekatkan Pasar Kehalaman Rumah” dari motto ini ada berapa hal positif yang kita dapat”, kata Tommy.

Lanjut Tommy, “Ini merupakan suatu strategi yang pertama memanfaatkan pekarangan rumah karena hampir mayoritas masyarakat pedesaan itu memiliki halaman rumah yang luas, ketika halaman rumah ditanami berbagai sayur-sayuran, rempah-rempah dan umbi-umbian pasti lingkungan rumah akan kelihatan asri, bersih serta sehat karena selalu dibersihkan. Dari apa yang ditanam sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga jika lebih pasti dapat dijual dan menambah penghasilan keluarga”.

“Apalagi sekarang ini banyak anak muda yang tidak tertarik lagi berkebun karena mungkin rata-rata lokasi berkebun di Kecamatan Bulagi Selatan cukup jauh, tapi dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai sumber persediaan pangan keluarga pasti dengan sendirinya anak muda akan melibatkan diri bersama orang tua menanam kebutuhan pangan keluarga”, ucap Tommy.

“Dalam situasi Covid-19 saat ini kita harus mampu menyiapkan pangan tambahan atau cadangan apabila situasi memburuk dapak  dari pandemi kita tidak akan kwatir karena tersedia pangan keluarga dipekarangan,” jelas Camat Bulagi Selatan. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pendemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) benar menyita perhatian semua pihak dan bukan saja hanya sampai memperhatikan apa yang terjadi tapi terjun langsung dan bersinergi bersama guna menanggulangi penyebaran Covid-19.

Demikian halnya dengan pendamping desa (PD) Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepualaun, ketika giatnya semua pihak dalam memerangi penyebaran Corana Virus di desa-desa pendamping desa bukan saja hanya terlibat dalam pendampingan secara administrasi dalam pemerintah desa menyusun RPJM, RKPDes dan APBDes  tetapi pendamping desa Kec. Bulagi Utara terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan pencegahan Covid-19.

Melalui sambungan via Handphone (HP) Jurnalis DisKominfo Kab. Banggai Kepulauan pada Selasa (5/5/2020) malam mengkonfirmasi kegiatan pendamping desa sehubungan dengan melawan Covid-19, pendamping desa Kec. Bulagi Utara Mikhal Yolisan, SE dan Aprioni Totu’uk, S.T memaparkan bahwa “Dalam situasi pandemi Covid-19 ini kami para pendamping desa bukan saja hanya terlibat bagaimana mendampingi pemdes yang ada di Bulagi Utara dalam menyusun RKPDes dan APBDes tahun berjalan serta mendampingi dalam perubahan-perubahan APBDes sehubungan dengan pencegahan Covid-19 berdasarkan surat keputusan dan surat edaran Menteri”, kata Mikhal Yolisan.

Mikhal Yolisa, SE mengatakan “Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 kami pendamping desa selalu pro aktif bersama dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa se Kecamatan Bulagi Utara dalam memerangi penyebaran Corona Virus, ketika ada kegiatan di desa baik itu sosialisasi pencegahan Corona virus, penyemprotan disinfektan dan bagi masker dan lain sebagainya kami tetap turun lapangan bersama guna bersatu padu melawan Corona Virus”, jelas Mikhal. (AmosKominfo)

Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Dampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang mengakibatkan melonjaknya harga beras di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan jauh dari harga yang tadi hanya Rp.430-450 ribuan/karung berisi 6oan liter menembus harga Rp. 570-600 ribu dibeberapa kecamatan di Banggai Kepulauan, membuat Bupati Banggai Kepulauan mengambil langkah melalui pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan.

Sebagian besar masyarakat desa menyambut baik dengan kegitan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Koperindag Kab. Banggai Kepulauan lain halnya dengan masyarakat Desa Talas-talas Kec. Buko menolak pasar murah dengan alasan tidak punya uang untuk menebus harga beras Rp. 8.100 per/Kg.

Sekretaris Desa Talas-talas Aser Lombua saat dijumpai di Kantor Desa Talas-talas  pada (24/4/2020) saat monitoring Anggota Komisi III DPRD Kab.Banggai Kepulauan, memaparkan kepada Anggota DPRD BanggaiKep bahwa “Kami tidak menerima kegiatan pasar murah beras karena masyarakat tidak ada yang mau menebus atau membayar beras yang menjadi kuota desa Talas-talas, baik mereka yang ada dalam daftar yang berhak membeli maupun yang tidak masuk dalam daftar”, kata Aser.

Menurut Aser alasan masyarakat bahwa “Mereka tidak memiliki uang sejumlah itu untuk menebus beras yang ada, apalagi dengan situasi sekarang ini menurunnya pendapatan masyarakat akibat dari Virus Corona membuat daya beli mastarakat pun menurun dan perputaran ekonomi lambat”.

Lanjut aser “Apalagi masyarakat Talas-talas mayoritas petani dan harga komoditi pertanian semakin hari semakin memburuk”, ungkap Aser Lombua. (AmosKominfo)