Pos

Salakan, Banggaikep.go.id – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Banggai Kepulauan bersama Majelis Umum Indonesia (MUI) Banggai Kepulauan melakukan pendatangan Program Dakwah Pilkada dan Pencegahan Pelanggaran Politik Uang dalam Penyelenggaraan Pemilihan Tahun 2020, Jumat, (16/10/2020).

Pendatanganan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten dan disaksikan secara virtual oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah bersama Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan se-Kabupaten Banggaikep, serta Ketua Majelis Kecamatan se Banggaikep.

Pada kesempatan ini, Ketua MUI Banggaikep Suardi Esa mengatakan merupakan suatu hal yang baik Bawaslu Kabupaten mencoba untuk memerangi politik uang dengan pendekatan religius yang tujuannya untuk memperkaitkan keagamaan dengan sebuah metode Dakwah kepada ummat.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa ummat sebagai pelaku yang akan menentukan hak suara untuk pemimpin kedepan. Dengan Dakwah ini, kita bisa memberikan pemahaman kepada ummat untuk bisa berpolitik dengan baik dan menjelaskan bahwa berpolitik uang sangat besar dosanya apa bila terjadi di tingkat masyarakat kita”, jelas Suardi.

Suardi juga mengajak semua majelis kecamatan se- BanggaiKep untuk membantu serta mendukung program Bawaslu dalam memerangi politik uang.

Selain itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Supriatmo Lumuan juga berpendapat “Selama ini kita selalu bicara soal aturan, namun kita sering melupakan peran-peran tokoh agama dan melupakan peran ulama sebagai bagian dari hal yang sangat penting.”

“Kami dari Bawaslu Banggai Kepulauan merasa perlu melibatkan MUI sebagai tanggungjawab moral dan tanggungjawab agama untuk mendidik publik dalam hal ini berkaitan dengan bahaya politik uang”, sambung Supriatmo.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan keputusan dan membuat himbauan bersama dalam bentuk poster dan merangkumkan dua judul khutbah mengenai bahaya politik uang”, lanjut Supriatmo.

Selanjutnya kata Supriatmo, “Kami akan menempelkan himbauan tersebut di 131 mesjid yang ada di Banggai Kepulauan yang sebelumnya sudah kami identifikasi terlebih dahulu.”

“Kami Bawaslu juga berencana akan melakukan takbir akbar namun kami akan menyesuaikan dengan situasi Pandemi yang sedang terjadi saat ini”, tutur Ketua Bawaslu. (TrisKominfo)

Salakan, Banggaikep.go.id –  Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) gelar Rapat Koordinasi Pembentukan Kelompok Kerja Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 pada pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020 di Ruang rapat Sekertaris Daerah BanggaiKep, Kamis, (15/10/2020).

Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda Banggai Kepulauan, Ketua Bawaslu BanggaiKep, Tim Satuan Tugas penanganan Covid-19 serta Kepala Kesbangpol.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk membentuk kelompok kerja dalam  menghadapi pemilu Gubernur, Bupati dan Walikota pada bulan Desember 2020 mendatang.

Dalam pembentukan kelompok kerja tersebut, terdapat beberapa bagian-bagian kelompok.

“Hari ini kita rapat berkaitan dengan rencana pembentukan kelompok kerja dan mendesain program-program yang akan dilakukan untuk penanganan Covid-19 dalam menghadapi pemilu Gubernur mendatang”, ucap Rais.

“Saya harap, kita bisa membangun kerjasama yang baik demi terwujudnya kembali Bangkep zona hijau,” lanjut Bupati.

Selanjutnya Ketua Bawaslu BanggaiKep Supriatmo Lumuan, S.Sos., M.Si memaparkan beberapa materi atau penjelasan terkait kelompok kerja yang dimaksud.

“Kelompok kerja ini terdiri dari tiga kelompok antara lain pencegahan, pengawasan, penindakan. Untuk mengetahui siapa-siapa yang akan di masukkan di dalam bagian-bagian ini saya meminta usul dan saran dari kawan-kawan sekalian terutama dari pak Bupati,” jelas Supriatmo.

Setelah melakukan diskusi beberapa saat, maka didapatkan kesimpulan bahwa pertama kelompok pencegahan di tangani oleh pihak Bawaslu, Kelompok Pengawasan oleh Tim Satgas dan Unsur TNI dan Kelompok Penindakan oleh Unsur Polri. Sementara untuk sekertaris kelompok diisi oleh Jalil Tangkudung dan Basri. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan kampanye serentak tahun 2020 dalam pandemi Covid-19 dilaksanakan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Jumat (2/10/2020).

Kegiatan dihadiri oleh Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam, Kapolres BanggaiKep AKBP Reza A. Simanjuntak, SH. S.I.K., MH, Danramil Azis, Ketua KPU BanggaiKep Riono Kansi, SP.,MP, dan Ketua Bawaslu BanggaiKep Supriatmo Lumuan serta peserta rakor.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kab. BanggaiKep Supriatmo Lumuan menyampaikan bahwa Bawaslu berkepentingan untuk menjaga proses kampanye berjalan dengan baik dengan bekerjasama dengan Paslon.

“Saya sampaikan soal baliho yang bertebaran dan kemarin kami sudah diskusi lewat Zoom dan sudah ada kesepakatan dengan Paslon yang disampikan oleh KPU Provinsi karena yang difasilitasi belum ada sampai hari ini maka Paslon meminta keringanan soal baliho yang masih terpasang dibiarkan sampai difasilitasi oleh KPU,” ucap Supriatmo.

Bawaslu akan berkoordinasi dengan Paslon mengenai ukuran baliho yang telah diterapkan oleh KPU begitu juga mengenai Covid-19.

“Saya mengingatkan teman-teman bahwa tanggung jawab kita bukan soal Pemilu, bisa saja dengan banyak orang meluapkan ekspresi politik, tapi kita mempunyai kewajiban tambahan yaitu menjaga masyarakat kita untuk tidak terjangkit covid dan tetap kondusif,” jelas Supriatmo.

Selanjutnya Kapolres BanggaiKep AKBP Reza A. Simanjuntak, SH. S.I.K., MH juga menyampaikan untuk tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam protokol kesehatan oleh KPU, Paslon satu dan dua agar tetap menjaga jarak, cuci tangan, memakai masker saat kampanye sehingga tidak terjangkit Covid-19.

Sementara itu, Bupati BanggaiKep Rais D. Adam juga menjelaskan sesuai peraturan dan perundang-undangan KPU RI Nomor 13 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serentak dalam lanjutan kondisi bencana nonalam Corona Virus Disease (Covid-19).

“Saat kampanye tetap mengikuti aturan-aturan kampanye dan terutama harus mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan,” jelas Bupati Rais.

Ketua KPU Banggai Kepulauan Riono Kansi, SP.,MP menyampaikan “Dalam pemilu kali ini, kami sangat berharap paslon nomor satu dan paslon nomor dua sekecil apapun konflik koordinasi dengan kami KPU dan Bawaslu sehingga tidak ada konflik yang terjadi.” (RoyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Mendekati masa-masa pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan Deklarasi ASN Moloyos dalam bahasa Daerah Banggai artinya netral yang bertempat di halaman kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (09/03/2020).

Deklarasi ASN Moloyos ini merupakan upaya langkah-langkah dan pencegahan salah satunya MOU.

Menurut Ketua Bawaslu BanggaiKep Supriatmo Lumuan, S.sos., M.Si mengatakan, “Dalam konteks ASN luar biasa memberikan suport kepada kami untuk melakukan langkah-langkah penindakan dan pencegahan, kami dalam konteks Bawaslu lebih mengupayakan pencegahan, prefentif agar kemudian tidak ada masalah”, kata Supriatmo.

Karena menurut Supriatmo, netralitas ASN diperlukan dalam rangka kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020.

Selain itu, dalam sambutan Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam mengatakan, “Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh ASN, kecuali kalau Politik itu Ilmu Pendidik kita terima sebagai teori didalam perkuliahan, tetapi saat ini kita berada di tengah-tengah masyarakat, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan”, ujar Rais.

Dalam kesempatan ini juga, Supriatmo mengungkapkan “Saya kira kami dari Bawaslu pada kesempatan yang baik ini menyampaikan bahwa memang netralitas ASN ini di perlukan dalam rangka kontekstasi khususnya dipemilihan gubernur”.

“Kami di Bawaslu menyampaikan silahkan semua ASN punya hak pilih tapi pilihan itu tidak bisa diekspresikan melalui media masa dan ruang-ruang publik, kami akan melakukan sosialisasi sampai ke kecamatan-kecamatan dan muda-mudahan ASN kita bisa Moloyos (netral)”, sambung Ketua Bawaslu.

Deklarasi Moloyos ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST.,MT, Anggota Bawaslu Jeprianto Tiama, S.Pd dan Indra Guna Saimbi, S.Sos serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kab. BanggaiKep. (DeckyKominfo)