Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan di Kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan menjelang hari H nampak makin paripurna.

Tinjauan Jurnalis Pemda di lapangan area MTQ yakni salah satu kegiatan pemasangan Pos Pengamanan Terpadu oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) Selasa, (10/03/2020).

Pembuatan Pos Terpadu tersebut tepat di depan area pusat pelaksanaan MTQ yang di koordinir oleh Martomi Panggili, S.IP.,MM selaku Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kab. BanggaiKep.

Menurut Kabid LLAJ Dishub Kab. BanggaiKep Maromi Panggili, S.IP., MM mengatakan “Pos pengamanan terpadu ini dibuat dan sudah ditentukan bersama dengan pihak Polres yakni dari Kapolres Banggai Kepulauan” jelas Martomi.

“Pengamanan ini akan dilakukan selama penyelenggaraan kegiatan MTQ berlangsung, yang mana pengamanan melibatkan POLRI, LLAJ dan SATPOL PP agar  area pelaksanaan MTQ yang ke 28 se-Sulawesi Tengah bisa berjalan dengan baik dan tetap aman”, tutup Martomi penuh optimis. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Mendekati masa-masa pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan Deklarasi ASN Moloyos dalam bahasa Daerah Banggai artinya netral yang bertempat di halaman kantor Bupati Banggai Kepulauan, Senin (09/03/2020).

Deklarasi ASN Moloyos ini merupakan upaya langkah-langkah dan pencegahan salah satunya MOU.

Menurut Ketua Bawaslu BanggaiKep Supriatmo Lumuan, S.sos., M.Si mengatakan, “Dalam konteks ASN luar biasa memberikan suport kepada kami untuk melakukan langkah-langkah penindakan dan pencegahan, kami dalam konteks Bawaslu lebih mengupayakan pencegahan, prefentif agar kemudian tidak ada masalah”, kata Supriatmo.

Karena menurut Supriatmo, netralitas ASN diperlukan dalam rangka kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020.

Selain itu, dalam sambutan Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam mengatakan, “Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh ASN, kecuali kalau Politik itu Ilmu Pendidik kita terima sebagai teori didalam perkuliahan, tetapi saat ini kita berada di tengah-tengah masyarakat, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan”, ujar Rais.

Dalam kesempatan ini juga, Supriatmo mengungkapkan “Saya kira kami dari Bawaslu pada kesempatan yang baik ini menyampaikan bahwa memang netralitas ASN ini di perlukan dalam rangka kontekstasi khususnya dipemilihan gubernur”.

“Kami di Bawaslu menyampaikan silahkan semua ASN punya hak pilih tapi pilihan itu tidak bisa diekspresikan melalui media masa dan ruang-ruang publik, kami akan melakukan sosialisasi sampai ke kecamatan-kecamatan dan muda-mudahan ASN kita bisa Moloyos (netral)”, sambung Ketua Bawaslu.

Deklarasi Moloyos ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST.,MT, Anggota Bawaslu Jeprianto Tiama, S.Pd dan Indra Guna Saimbi, S.Sos serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kab. BanggaiKep. (DeckyKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 28 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan digelar pada tanggal 16 sampai 23 Maret 2020 di Ibu Kota Salakan Kab. BanggaiKep.

Suksesnya pelaksaan MTQ tentunya tidak lepas dari bagaimana semua komponen yang ada di Banggai Kepulauan bersinergi bersama-sama.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos., MAP saat dijumpai pada Senin 9/3/2020 mengutarakan “Ini suatu kebanggaan bagi kita masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan karena telah dipercayakan menjadi tuan rumah dalam suatu ajang yang bergensi tingkat provinsi dibidang keagamaan”.

Untuk itu, ucap Edison, “Saya selaku Camat Bulagi Utara setiap saat dan kesempatan dalam pertemuan maupun rapat-rapat baik di kecamatan maupun desa terus mengingatkan dan menghimbau kepada pemerintah desa dan segenap masyarakat Bulagi Utara untuk mendukung dan menopang demi suksesnya MTQ tingkat Provinsi Sulteng tahun 2020”.

Adapun yang diingatkan Camat Bulagi Utara kepada masyarakat yakni agar menjaga kebersihan lingkungan, menjaga keamanan dan ketertiban serta ramah dalam menyambut tamu, karena menurutnya, “Tidak menutup kemungkinan Kecamatan Bulagi Utara menjadi tujuan dari peserta MTQ dan pengunjung dari Kabupaten lain karena Kecamatan Bulagi Utara terkenal dengan pesona wisatanya yang sudah dikenal”, ujar Edison. (JARKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Kegiatan lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Sabtu (7/3/2020).

Rombongan Tim Penilai tiba di Desa Luksagu disambut langsung oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd, Kepala Desa se-Kecamatan Tinangkung Utara, Tokoh adat dan warga Desa Luksagu.

Penyambutan diiringi dengan tarian Balatindak yang merupakan tarian tradisional Desa Luksagu dan dalam penilaian lomba BBGRM yang terpilih menjadi perwakilan Kecamatan Tinangkung Utara adalah Desa Luksagu.

Mengawali pembukaan BBGRM Kab. BanggaiKep dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian pembacaan laporan singkat tentang pelaksanan BBGRM oleh kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa yang isi laporannya tentang manfaat gotong royong bagi kehidupan bermasyarakat.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setda BanggaiKep Ekasilawati Sipatu AMK S.Pd.,M.Kes mewakili Bupati Banggai Kepulauan membuka secara resmi pelaksanaan penilaian lomba BBGRM dan disaksikan oleh Asisten Pengembangan Ekonomi Abderiana Loto MM, Kadis PMD yang diwakili oleh Abudin Dina S.Pd.,SH beserta Tim penilai, Camat Tinut Sahrun S.Pd, Unsur Muspika Kec. Tinut, Kapolpos Tinut, Danramil Tinut, para kepala Desa dan anggota BPD se-Kecamatan Tinut.

Dalam sambutan Ekasilawati mengatakan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati Banggai Kepulauan karena berhubung ada rapat penting yaitu rapat finalisasi persiapan MTQ ke-28 di Kota Salakan.

Lanjutnya, “Kami atas nama Pemerintah Daerah menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan lomba BBGRM Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara, karena kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mempercepat proses keseimbangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan”, jelas Ekasilawati.

“Oleh karena itu dalam pelaksanaannya sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat sehingga program BBGRM benar-benar merupakan program pembangunan yang berasal dari rakyat untuk rakyat dan dilaksanakan oleh rakyat serta hasilnya bermanfaat bagi kepentingan hajat orang banyak”, sambung Staf Ahli.

Istilah gotong royong sebenarnya merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia sejak dahulu, namun seiring dengan perjalanan waktu dengan masuknya pengaruh budaya luar yang sangat individual rasa kebersamaan dan gotong royong makin memudar, kepekaan sosial mulai bekurang tegur sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur.

Sehingga Ekasilawati menuturkan, “Untuk itu marilah kita galakan lagi budaya gotong royong masyarakat hal ini sangatlah tepat untuk diterapkan dalam pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan yang kita cintai ini”, tegas Eka.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong akan menjadikan Daerah kita ini aman hidup bermasyarakat rukun dan damai dengan perencanaan pelaksanaan serta pengawasan pembangunan melalui kegiatan kemasyarakatan, ekonomi, sosial, budaya, Agama dan lingkungan dengan semangat gotong royong”, ujar Eka.

Diakhir sambutan Ekasilawati menyampaikan “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada masyarakat Desa Luksagu yang telah berupaya dan berpartisipasi menyukseskan kegiatan BBGRM sehingga nilai-nilai gotong royong terus terpelihara sesuai dengan harapan kita bersama”.(FeriKominfo)

Olusi, BanggaiKep.go.id – Desa Olusi Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan desa pemekaran dari desa induk Pelinglalomo.

Desa Olusi walaupun sudah menjadi desa defenitif, tapi peningkatan infrastruktur yang bersumber dari APBD masih sangat minim.

“Buktinya jalan poros yang menghubungkan Desa Olusi dengan Desa tetangga Labasiano dan Pelinglalomo sejak kami mekar jalannya sudah rusak sampai sekarang belum juga diperbaiki semua hanya tinggal janji”, ujar salah satu masyarakat Olusi yang dijumpai saat duduk dibate-bate (7/3/2020).

Asno seorang sopir yang kendaraannya sering digunakan untuk mengangkut hasil panen, material bangunan dan aktifitas lain dari masyarakat Olusi, saat dijumpai melintas dijalan tersebut menyampaikan, “Pantaslah kalau masyarakat mengeluh karena kondisi jalan rusak total, maaf ibarat bagaikan kami melewati kuala yang airnya sudah kering karena kondisi batu-batu yang berserakan serta lubang yang sudah lumayan dalam”, ujar Asno.

Selain itu, Pak Endo salah satu yang mewakili masyarakat Desa Olusi mengungkapkan harapan mereka, “Masyarakat Olusi berharap kiranya Pemda Banggai Kepulauan dapat memperhatikan jalan kami untuk segera diperbaiki, karena kondisi jalan saat ini bisa saja membahayakan masyarakat dan penguna jalan”, papar Endo. (JARKominfo)

Talas-talas, BanggaiKep.go.id – Berhasilnya sebuah sekolah di lingkup pendidikan dalam peningkatkan mutu dan kwalitas siswanya bukan hanya tersedianya tenaga pendidik yang berkompoten serta profesional, tetapi juga harus ditunjang dengan ketersediaannya sarana prasarana penunjang lancarnya proses pembelajaran.

Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Sekolah Dasar Negeri 2 Paisubatu yang terletak di Desa Talas-talas Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan dalam kondisi yang tidak layak untuk digunakan disebabkan mengalami rusak parah.

Kepala SD Negeri 2 Paisubatu Masri Melu, S.Pd.SD saat dijumpai di sekolah pada hari Jumat (6/3/2020) memaparkan bahwa “Bangunan yang dibangun sejak tahun 1978 ini, sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan karena kondisinya sudah rusak berat, seperti tiang bagian bumbungan ada kayu yang lapuk, atap bocor serta bagian plafon yang sudah jatuh dan bagian konsen yang lapuk dimakan usia”, ujar Masri.

Disamping itu, menurut Pak guru Beteno, “Memang pada tahun 2001 pernah direhap tapi hanya bagian yang mengalami kerusakan karena gempa pada tahun 2000 saja yang direhap tidak secara keseluruhannya”.

Lanjutnya, “Kondisi bangunan sebenarnya sudah tidak pantas digunakan tapi apa daya tidak ada ruang belajar untuk kelas 4, 5 dan 6 maka kami tetap gunakan bangunan walau pun beresiko”, jelas Beteno.

Kepsek Masri pun berharap “Kiranya ada perhatian khusus dari Dinas Dikbud serta Pemda Banggai Kepulauan, karena takutnya jangan ketika terjadi musibah baru ditangani, karena mengingat daerah kita rawan gempa”, tutup Kepsek SDN 2 Paisubatu. (JARkominfo)

Batanggono, BanggaiKep.go.id – Kepala Desa Batangono Kecamatan Buko Herpin Montolalu dalam kesibukan beliau menyiapkan pelaksanaan lomba BBGRM Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan di desa yang dipimpinnya, beliau harus menerima kehendak Sang Khaliq yang telah memanggil pulang ayahanda tersayang pada Kamis malam pukul 21.00 Wita.

Walau pun dalam suasana duka yang mendalam Herpin Montolalu selaku Kades Batangono harus tegar menerima kenyataan kehilangan orang yang disayangi, bahkan beliau tetap menyambut dengan baik kedatangan Tim penilai lomba BBGRM yang tiba di Desa Batangono (6/3/2020).

Kades tetap menjalankan tangungjawabnya untuk menyampaikan laporan serta menyerahkan laporan dalam rangka penilaian lomba BBGRM kepada Sekretaris Daerah BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Rahmat Labou, S.Ip mengawali sambutanya menyatakan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya.

Demikian pula halnya dengan Sekda Rusli Moidady, ST., M.T menyatakan “Atas nama Plt. Bupati Banggai Kepulauan bersama keluarga dan pribadi selaku Sekda BanggaiKep serta Pemerintah Daerah menyatakan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya semoga amal ibadah beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, serta kiranya keluarga dihibur dan diberi ketabahan untuk menghadapi duka ini”, kata Sekda. (JARKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banggai Kepulauan Rahmat Labou, S.Ip dalam acara kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (6/3/2020) menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan Evaluasi Desa di lingkup Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan.

“Evaluasi desa akan dimulai tahun ini tujuan dari evalusi Desa agar dapat mengetahui sejauh mana kinerja Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas dan tanggunjawabnya”, kata Rahmat Labou dalam sambutannya.

Lanjut Kadis, “Yang akan dievaluasi adalah bagimana penyelengaraan pemerintah desa, serta sampai sejauh mana pelaksanaan pembangunan yang ada di desa”, kata Rahmat.

Selanjutnya menurut Kadis PMD Rahmat, “Dari evalusi akan ada rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah desa agar desa tersebut dapat berbenah dan berubah guna menuju pada peningkatan”, tandas Kadis.

Rahmat juga menyampaikan tujuan dari pelaksanaan evaluasi terhadap desa agar dapat merubah status desa berdasarkan klasifikasinya yakni desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju serta desa mandiri.

Sementara itu, Rahmat menegaskan “Kalau desa menerima Dana Desa sebesar Rp. 800 juta maka Pendapatan Asli Desanya (PAD) harus sebesar Rp. 400 s/d 500 juta, dari sini akan terlihat bagaimana perkembangan dari sebuah desa”, ujar Rahmat. (JARKominfo)

Batangono, BanggaiKep.go.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Rahmat Labou, S.Ip dalam sambutannya pada kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Desa Batangono Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan menekankan bahwa Gotong Royong merupakan jiwa dari desa.

Menurut Rahmat, “Terbentuknya suatu desa berawal dari rasa kebersamaan atau Gotong Royong, untuk itu semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat desa harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena dengan bergotong royong kita dapat mencapai apa yang dibangun di desa kita karena memiliki rasa kebersamaan”.

Kegiatan BBGRM ini dilaksanakan di Halaman Sekolah Dasar Batangono dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T pada Jumat (5/3/2020).

Kadis PMD Rahmat Labou, S.Ip juga memaparkan tujuan dari gotong royong, “Mengapa semangat gotong royong perlu kita tingkatkan dan terus kita jaga bersama, karena ini sudah merupakan warisan dari leluhur kita sejak dahulu”, tegas Kadis. (JARKominfo)

Landonan Bebeau, BanggaiKep.go.id – Kelangkaan BBM akhir-akhir khususnya jenis minyak tanah sangat terasa bagi masyarakat khususnya ibu-ibu.

Kelangkaan minyak tanah membuat ibu-ibu yang ada di Desa Landonan Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan mulai resah, pasalnya minyak tanah subsidi dari Pemerintah setiap Keluarga hanya diberi jatah 2 Liter perKepala keluarga (KK) yang dibagikan seminggu sekali dengan harga Rp.6.000/liter.

Salah satu warga masyarakat Ibu Siati saat dijumpai di pangkalan pengambilan minyak tanah Kamis (5/3/2020) mengatakan “2 liter tidak cukup untuk masak selama seminggu, untuk mengantisipasinya kami menggunakan kayu bakar baik dibeli atau dicari langsung dihutan”, ujar Siati.

Masyarakat Landonan Bebeau khususnya ibu-ibu sangat mengharapkan perhatian Pemerintah dengan kelangkaan minyak tanah.

Kepala Dusun IV Desa Landonan Bebeau Urim Kopolusi mengatakan “Sudah ada pendataan untuk pengadaan bantuan kompor gas melalui program Pemerintah dalam mengatasi kelangkaan minyak tanah, tapi sampai saat ini belum juga ada padahal sudah sejak tahun 2018 didata”, ujar Urim.

Kadus pun berharap “Semoga saja bantuan kompor gas segera terrealisasi agar masyarakat dapat terbantu”. (JARKominfo)