Salakan, BanggaiKep.go.id – Pelaksanaan Sidang Sinode V GPIBK Tahun 2020 yang dipusatkan di Jemaat Immanuel Salakan Klasis Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah sejak 11 s/d 15 Februari mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Prov. Sulteng.
Kehadiran Wagub Rusly Baco Dg. Palabi disambut hangat oleh para peserta sidang sinode diselah-selah acara sidang hari terakhir (15/2), beliau pun diberikan waktu dan kesempatan membawakan sambutan menjelang pemilihan pemimpin Sinode GPIBK.
Dalam sambutannya, Rusly Baco Dg. Palabi mengapresiasi akan peran Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) yang terus meningkatkan kualitas umat kristiani yang ada di Banggai Kepulauan, Wagub juga mengajak pimpinan gereja dan warga gereja memberikan perhatian khusus terhadap krisis multidimensi dan etika, “Karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama” ujar Wagub.
Rusly Baco Dg. Palabi pun mengajak untuk membangun tatanan umat beragama, karena keragaman dan kemajemukan bukanlah suatu ancaman yang membawa kita pada perpecahan tetapi justru menjadi anugerah untuk memperkuat simpul-simpul persatuan sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkebudayaan, dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan mandiri serta berdaya saing yang indikatornya adalah peningkatan SDM yang beriman dan bertaqwa, kegiatan persidangan ini adalah bukti nyata dari umat kristiani.
Dalam sambutannya pun Wagub menyampaikan bahwa “Sebenarnya kehadirannya pada Sidang Sinode ini bersama-sama dengan Plt. Bupati H. Rais D. Adam tetapi karena beliau ada tamu dan beliau pun mengalami dukacita atas meninggalnya salah satu kerabat dekat maka beliau tidak sempat hadir dan memohon maaf”, ujar Rusly. (JARKominfo)
Pos
JAKARTA, BanggaiKep.go.id – Tiga warga Provinsi Sulawesi Tengah bersama 235 WNI dari episenter penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Wuhan, China yang sebelumnya menjalani observasi di Kepulauan Natuna, tiba di Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu sore (15/2/2020).
Ratusan WNI dari berbagai daerah di Indonesia itu, diterbangkan dari Kepulauan Natuna ke Lanud Halim Perdana Kusuma dalan tiga kelompok terbang (kloter) menggunakan tiga pesawat milik TNI AU.
Tiga WNI asal Provinsi Sulaweai Tengah, yakni Rifdah Nur Aliyah (19 tahun), Asrida Afriyanti (20 tahun) dan Julita (18 tahun), masuk dalam kloter 2 dan 3 menggunakan pesawat jenis boing milik TNI AU. Sementara kloter 1 menggunakan pesawat Hercules TNI AU adalah para WNI laki-laki.
Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita adalah mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang sedang kuliah di universitas berbeda di Provinsi Hubei, Tiongkok.
Rifda Nur Aliya tiba lebih dulu di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 15.20 WIB. Rifda Nur Aliya disambut oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah, Jemy Fischer yang sudah menunggu di Lanud Halim Perdana Kusuma sejak pukul 14.30 WIB.
Rifda Nur Aliyah terdaftar sebagai mahasiswi di Hubei Minzu University sejak Desember 2018. Kurun setahun lebih ia menetap di Kota Enshi yang jaraknya 520 Km dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei.
“Kota tempat tinggal ku lumayan jauh dari Wuhan. Bisa 7 jam perjalanan darat. Seperti dari Palu ke Tolitoli atau dari Palu ke Ampna,” kata Rifda diawal perbincangan dengan Jemy Frischer, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tengah.
Jemy Frischer ditugaskan khusus oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, untuk menjemput dan mengurus kepulangan tiga WNI asal Sulawesi Tengah dari Jakrata ke kampung halamannya masing-masing di Sulteng.
Sementara, Julita dan Asrida Afriyanti yang tergabung dalam kloter 3, tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma pukul 15.50 WIB. Saat itu hujan deras mulai mengguyur kawasan Lanud Halim Perdanakusuma.
Julita adalah mahasiswi kelahiran Tolitoli. Kedua orang tuanya tinggal di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Ia baru dua bulan menetap di Kota Xianning, Provinsi Hubei, dan kuliah di Hubey University of Science and Technology.
Sedangkan Asrida Afriyanti adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran di universitas di Kota Huangshi, Provinsi Hubei. Asrida berasal dari Luwuk, Kabupaten Banggai.
Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita, bersama ratusan WNI lainnya sempat menjalani masa observasi selama 14 hari di Kepulauan Natuna. Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memastikan kondisi kesehatan para WNI yang dipulangkan dari Tiongkok.
Setelah dipastikan negatif Covid-19 atau virus corona, hari ini 238 WNI tersebut dipulangkan ke daerah masing-masing. Selanjutnya, di daerah masing-masing mereka akan diperiksa secara berkala (surveillance tracking)vguna memastikan kondisi mereka tetap sehat.
Terkait jadwal kepulangan Rifdah Nur Aliyah, Asrida Afriyanti dan Julita dari Jakarta ke Palu, Sulaweai Tengah, Jemy Frischer menjelaskan pihak Pemprov Sulteng sudah menyiapkan akomodasi dan tiket pesawat mereka.
“Rifda dan Julita pulang ke Palu dan Tolitoli Minggu, 16 Februari menggunakan pesawat komersil. Sedangkan Asrida sudah dijemput keluarganya di Jakara,” ujar Jemy Frischer.
Awal Desember 2019 lalu, muncul sebuah wabah baru di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan gejala mirip flu dan pneumonia berat. Virus corona berjenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu telah menginfeksi lebih dari 60 ribu orang dan menyebabkan kematian 1.383 jiwa per Jumat (14/2/2020). (Sumber: OTR KOMINFO SULTENG).(FeriKominfo)
Sambiut, BanggaiKep.go.id – Musrembang RKPD Banggai Kepulauan Tahun 2021 tingkat Kecamatan dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum Desa Sambiut Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Sabtu (15/02/2020).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep, Wakil Ketua I dan II DPRD Kab. BanggaiKep, Camat Totikum, Kapolsek Totikum, Kepala Desa serta perangkat desa se-Kec Totikum, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se-Kec. Totikum.
Dalam sambutan Sekda BanggaiKep Rusli Moidady, ST.,M.T mengatakan, “Tahun 2021, Pemerintah mengangkat tema, ‘Memantapkan Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Investasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Terutama Masyarakat Miskin’, dengan prioritas pembangunan yaitu, Penyediaan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat miskin dan sarana prasarana air bersih bagi masyarakat, meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan serta peningkatan pengelolaan, pengembangan dan pemasaran destinasi pariwisata”, ujar Rusli.(15/2)
Lanjut Sekda, “Saya minta kepada semua pihak memberi atensi dan meningkatkan kepedulian kepada warga miskin dan kelompok rentan. Persentase penduduk miskin pada tahun 2017 sebesar 15,92%, angka ini mengalami penurunan pada tahun 2018 sebesar 15,65%, sehingga inovasi langkah langkah peningkatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi dengan sasaran warga miskin harus di tingkatkan ditahun 2020 sekarang ini”.
Dalam kesempatan ini, Sadat Anwar Bilahia selaku wakil ketua I DPRD BanggaiKep juga memberi saran “Saya sarankan dibuat jalan protokol dari ujung Abason sampai ujung Sobonon atau jalur dua, Kalau ini di bangun, saya yakin akan muncul proses pertumbuhan ekonomi yang besar karena akan banyak masyarakat yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk berdagang”.
Sadat juga meminta kepada Camat Totikum untuk mengkoordinir para kepala desa untuk merealisasikan perencanaan pembangunan jalan tersebut. (TrisKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Setelah menjalani Sidang Sinode V GPIBK Tahun 2020 di Jemaat Immanuel Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan selama 5 hari akhirnya jajaran pimpinan Sinode GPIBK Periode 2020-2025 terpilih.
Sidang Sinode V GPIBK yang digelar oleh Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan sejak tangal 11 s/d 15 Februari 2020 berjalan dengan aman dan lancar, persidangan ini dipimpin oleh Majelis Ketua Persidangan yang diketuai Pnt. Amos Porodisa, S.Pd, S.Th dan 4 orang lainnya yakni Pdt. Beni Mombilia, S.Th, Pdt. Boy Lumano, S.Th, Pnt. Jihon Yabenge dan Pnt. Sipora Tinuntung, S.Th, Sabtu (15/2/2020).
Hari pertama sampai hari terakhir Sidang Sinode V GPIBK menggumuli tugas dan panggilan gereja yang akan dituangkan dalam Garis-garis Besar Program Umum (GBPU) GPIBK selama satu periode serta program kerja pelayanan dan anggaran untuk tahun pelayanan 2020.
Pada hari terakhir (15/2/2020) adalah agenda pemilihan untuk pimpinan GPIBK periode 2020-2025 pemilihan dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan yang diangkat dan ditetapkan oleh MPH Sinode GPIBK, pemilihan jajaran pimpinan GPIBK diawali dengan pemilihan Majelis Pertimbangan (MP) Sinode GPIBK, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) Sinode GPIBK, kemudian selanjutnya pemilihan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPIBK.
Pemilihan MPH Sinode GPIBK berjalan sangat menegangkan pada putaran pertama pemilihan untuk mencari suara terbanyak 2 orang yang masuk pada tahap selanjutnya, diputaran pertama untuk jabatan Wakil Ketua 1 langsung jatuh pada Pdt. Hanok Maasi, S.Th yang merupakan Koordinator Klasis Banggai karena beliau mampuh mengantongi suara 50%+1 suara dengan perolehan suara 116.
Putaran kedua posisi ketua diperebutkan oleh Pdt. Anasir Suayong, M.Th dan Pdt. Andreas Sangande, S.Th, Wakil Ketua II diperebutkan oleh Pdt. Masye E. Pangkey, M.Th dan Pdt. Merry Ndekano, S.Th, posisi Sekretaris antara Pdt. Beni Mimbilia, S.Th dan Pdt. A.R Lapaso, M.Th, wakil sekretaris antara Pdt. Yulis See, M.Th dan Pdt.Herodion Mopoloto, S.Th, M.Pd, selanjutnya posisi Bendahara antara Pdt. Barnabas Sooai, S.Th dan Pdt. Kartini Ari, MM, M.Th, wakil bendahara Pdt. Estinance Sondek, S.Th dan Pnt. Herling Baengeli.
Untuk pemilihan pada putaran ketua siapa yang memiliki suara terbanyak dinyatakan sebagai yang terpilih untuk mengisi masing-masing jabatan yang ada, akhirnya pada pemilihan kedua ini Pdt. Anasir Suayong, M.Th terpilih sebagai Ketua MPH Sinode GPIBK untuk yang kedua kalinya, sedangkan untuk jabatan yang lainnya diisi oleh Wakil Ketua II oleh Pdt. Masye E.Pangkey, M.Th, Sekretaris Pdt. Beny Mombilia, S.Th Wakil Sekretaris Pdt. Yulis See, M.Th, Bendahara Pdt. Barnabas Sooa’i, S.Th dan Wakil Bendahara Pdt. Estinance Sondek, S.Th.
Inilah para pelayan TUHAN yang diutus dan dipakai oleh TUHAN YESUS untuk memimpin Sinode GPIBK selama 5 tahun kedepan dan semoga selalu menjalankan tugas dengan baik. (JARKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan Rantau, SE hadir dihari terakhir (Sabtu,15/2/2020) Sidang Sinode di Jemaat Imanuel Salakan Kab. Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.
Ada pun tujuan kehadiran Kepala BPS BanggaiKep Rantau, SE guna melakukan sosialisasi program pemerintah yakni Sensus Penduduk 2020, beliau memaparkan bahwa sensus penduduk kali ini berbeda dengan sensus penduduk sepuluh tahun lalu sensus yakni sensus penduduk 2020 kali ini berbasis online artinya masyarakat dapat melakukan perubahan data penduduknya secara mandiri bagi yang bisa dengan mengunjungi laman sensus.bps.go.id dengan memasukan nomor induk kepedudukan (NIK) dan nomor KK.
Selanjutnya, “Silahkan memperbaiki data kependudukan anda sesuai dengan data yang benar dan bagi yang tidak dapat memperbaiki datanya secara online sampai dengan tanggal 31 Maret 2020, akan dikunjungi oleh petugas sensus kerumah bapak/ibu pada bulan Juni tahun 2020”, ujar Kepala BPS.
Rantau juga memaparkan harapannya, “Bagi peserta Sidang Sinode GPIBK agar menyampaikan, mensosialisasikan kepada jemaat dan masyarakat dimana kita bertugas dan tinggal guna suksesnya program pemerintah Sensus Penduduk 2020”, tandas Rantau. (JARKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Sidang V Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) yang digelar di Jemaat Immanuel Salakan Klasis Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan memasuki hari terakhir.
Pada hari ini Sabtu (15/2/2020) adalah agenda pemilihan pimpinan Gereja Protestan Indonesia di BanggaiKep yakni pemilihan Majelis Pertimbangan (MP), Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) dan Majelis Pekerja Harian Sinode (MPHS) GPIBK periode pelayanan 2020-2025.
Pada pemelihan Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) Sinode GPIBK, dikuti oleh 14 orang calon MPP Sinode GPIBK yang terdiri dari para Pendeta, Penatua dan Undangan yang merupakan tokoh-tokoh Gereja, dengan Pemilih yang mempunyai hak suara berjumlah 223 orang.
Dari hasil pemilihan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. BanggaiKep Ir. Kondrad D. Galala, MM unggul dalam pemilihan MPP Sinode GPIBK dengan 84 suara, kemudian diikuti oleh Pdt. Yorim Yolisan yang merupakan Anggota MPP Sinode periode 2015-2020 dengan perolehan suarah 46 suara.
Selanjutnya disusul Rasmon Baideng yang merupakan Kepsek SMA Negeri 1 Bulagi dengan memperoleh 19 suara dan kemudian diikuti oleh calon lainnya yang memperoleh suara dibawah.
Berdasarkan hasil pemilihan tersebut Panitia Pemilihan menetapkan Komposisi Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) Sinode GPIBK Periode 2020-2025 adalah Ketua Ir. Kondrad D. Galala, MM, Sekretaris Pdt. Yorim Yolisan dan Anggota Rasmon Baideng. (JARKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Advokasi Kelembagaan Desa, Pengawasan Pangan Jajanan Ank Sekolah (PJAS), dan Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya dilaksanakan di Gedung Hotel Faawas Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu(12/02/2020).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati BanggaiKep serta dihadiri oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi SulTeng, Kepala OPD se- Kabupaten BanggaiKep, Kepala Desa se-Kabupaten BanggaiKep, Camat se-KabupatenBanggaiKep dan peserta kegiatan.
“Sebelumnya kegiatan ini dilakukan terpisah, ada perbedaan. Jadi waktu Gerakan Keamanan Pangan Desa, PJAS dan Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya itu kita lakukan sendiri-sendiri, di tahun 2020 ini menjadi spesial karena ketiga program ini dilaksanakan berbarengan diwaktu dan tempat yang sama dan ini bergerak dari hasil sinergi badan POM beserta yang lainnya”, ucap Ferdi Ferdiansyah S.Si selaku Kepala BPOM Provinsi dalam sambutannya mengawali kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten BanggaiKep menyambut baik kegiatan tersebut, hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Bupati Kab. BanggaiKep H. Rais D. Adam dalam sambutannya, “Selaku pemerintah Kabupaten BanggaiKep, saya menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan ini, untuk mendukung kemandirian masyarakat dalam mejamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman, serta mendukung gerakan pemerintah dalam mencegah stanting melalui pelaksanaan program nasional gerakan pangan desa (GKPD), Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah dan Program Pasar Aman di Kabupaten Banggai Kepulauan”, kata Rais Adam.
“Lewat Kesempatan ini juga, kami mengucapkan terima kasih kepada Badan POM Provinsi SulTeng yang telah menyentuh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan terkait pemberian informasi olahan pangan yang sehat dan tidak berbahaya”, lanjut Rais Adam.(12/2)
Diakhir kata, Rais Adam juga mengungkapkan harapannya dalam sambutannya, “Saya juga berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk terus meningkatkan jaringan ditingkat desa tentang keamanan pangan dan kerja sama dengan dinas terkait untuk bersinergi dalam pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Banggai Kepulauan”, tutup Rais Adam. (TrisKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan sosialisasi Advokasi Kelembagaan Desa Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan pasar aman dari bahan berbahaya dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Faawas Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (12/02/2020).
Kegiatan ini di buka langsung oleh Plt. Bupati H. Rais D. Adam dan dihadiri oleh Unsur Forkopimda BanggaiKep, Kepala Badan POM Prov. Sulawesi Tengah, para Kepala OPD BanggaiKep, Kepala Kemenag BanggaiKep, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan sekertaris serta Camat Tinangkung dan Pesertan sosialisasi.
Melalui kesempatan ini, H. Rais D. Adam selaku Plt. Bupati BanggaiKep menyampaikan dukungan program- program kepada Kementerian Masyarakat dalam menjamin pemenuhan kebutuhan yang aman.
“Dengan dibuatnya program nasional Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) menjaga jajanan sekolah dan pasar aman maka agar bisa terwujud program tersebut tentunya diperlukan harus adanya advokasi Kepala Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Badan POM Provinsi sulawesi tengah”, kata Rais Adam.
Pangan merupakan kebutuhan hidup dasar yang paling utama oleh karena itu Pemerintah diwajibkan mewujudkan kesediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi yang cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang dengan memanfaatkan sumber daya kelembagaan dan budaya lokal.
Selanjutnya, Rais D. Adam juga berharap kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk terus meningkatkan jaringan ditingkat desa terkait keamanan pangan dan kerja sama Dinas terkait untuk bersinergi dalam pengawasan keamanan pangan di Banggai Kepulauan sehingga tujuan program GKPD, pangan jajanan anak sekolah dan pasar aman bisa terwujud dengan baik di Banggai Kepulauan. (ViktorKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Sosialisasi bantuan sosial program sembako tahun 2020 dilaksanakan di Gedung Bebengketan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (11/2/2020).
Kegiatan yang dihadiri oleh Sekertaris Daerah Kab. BanggaiKep, Wakapolres BanggaiKep, Kepala Bank Mandiri Unit Cabang Salakan, Camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan serta para Narasumber dan Peserta sosialisasi.
Tujuan Sosialisasi Bantuan Sosial Program Sembako untuk menyatukan pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan penyaluran bantuan sosial program sembako kepada tim koodinasi Kabupaten, Kecamatan, Desa/Lurah selaku tim penanggungjawab distribusi bantuan sosial program sembako dari agen E-Warung ke keluarga penerima manfaat dan dalam hal ini penginputan data keluarga miskin.
Kegiatan ini diselenggarakan selama 4 (empat hari masing-masing di empat titik yaitu, di Kec. Tinangkung, Kec. Bulagi, Kec. Buko dan Kec.Totikum Selatan dengan peserta kegiatan diikuti Camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Banggai Kepulauan, 82 agen E-Warung, Tenaga kesehatan sosial Kecamatan dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dengan jumlah peserta 284 orang.
Kepala Dinas Sosial Kab. BanggaiKep Paisal Pahil Muhammad, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan tentang sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai ke Program Sembako (Sembilan Bahan Pokok) tahun 2020, “Sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekarang sembako adalah merupakan implementasi dari peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial secara Non Tunai”, kata Kadis.
Program BPNT yang sekarang berubah menjadi program sembako sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan yang selama ini melalui RASKIN, RASTRA agar lebih tepat sasaran, tepatb jumlah dan tepat waktu. Melalui program sembako ini dapat memberikan keleluasaan penerima manfaat dalam memilih jenis kualitas harga dan tempat membeli bahan pangan yang sebelumnya hanya Beras dengan Telur, sekarang diperluas atau ditambah dengan daging, Ikan serta Kacang-kacangan.
“Jumlah bantuan atau indeksnya yang sebelumnya BPNT berjumlah Rp. 110.000 per KK/perbulan sekarang dengan program sembako menjadi Rp. 150.000 per KK/Perbulan”, kata Paisal selaku Kadis Sosial.
Disamping itu, Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T menyampaikan “Saya atas nama baik Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dan selaku pimpinan menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dengan tujuan agar peserta sosialisasi lebih memahami tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat, dan program sembako ini merupakan program pangan yang berupa bantuan sembilan bahan pokok dan jenis bahan-bahan lain yang diperluas seperti daging, ikan dan kacang-kacangan”. (RisfaldiKominfo)
Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, M.Th tiba di kota Salakan pada jam 01.00 Wita hari Selasa, 11 februari 2020 sehubungan dengan pelaksanaan Sidang Sinode V GPIBK yang akan dilaksanakan di Jemaat GPIBK Imanuel Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah tanggal 11 s.d 15 Februari 2020.
MPH Sinode GPIBK mengundang khusus Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th untuk melayani/memimpin Ibadah pembukaan Sidang Sinode dan menyampaikan ceramah sehubungan dengan tema sentral Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir”, Selasa, (11/2/2020).
Ibadah pembukaan Sidang Sinode GPIBK dilayani oleh Pdt. Gomar Gultom, M.Th sedangkan yang bertindak sebagai pembawa Litorgos Pdt. Ardin Lateano, S.Th sebagai Liturgos 1 dan Pdt. Marni Ningsi, S.Th sebagai Liturgos 2.
Pdt. Gomar Gultom, M.Th dalam khotbahnya yang terdapat dalam kitab Wahyu 22:13 ” Aku Adalah Alfa dan Omega Yang Pertama dan Yang Terakhir”, dalam Khotbanya Pdt.Gomar Gultom mengawali dengan sapaan hangat bagi seluruh pelayan-pelayan dan segenap jemaat yang hadir dalam ibadah Pembukaan Sidang Sinode sebagai perkenalan awal kehadiran beliau sebagai pemimpin persekutuan Gereja-gereja Indonesia.
Dalam khotbahnya Pdt. Gomar Gultom menyampaikan “Seringkali kita sebagai orang benar atau sebagai umat mengapa berada dalam penderitaan seraya bertanya dimanakah TUHAN ALLAH yang kita sembah, oleh karena berbagai persoalan yang kita alami baik secara pribadi, persekutuan gereja, bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti masalah Kemiskinan, Kerusakan Lingkungan, Radikalisme, Ketidakadilan yang terjadi diseluruh lini kehidupan kita, tanpa kita sadari hal ini juga terjadi karena seringkali manusia dalam menjalani hidup mengambil jalan pintas “mau cepat kaya lakukan korupsi dan lain sebagainya”, kata Pdt. Gomar.
Lanjut Pdt. Gomar Gultom, “Roh zaman ini sudah menutup telinga kita sehingga tidak dapat lagi mendengar suara TUHAN, roh zaman ini sudah membutakan kita sehingga kita tidak dapat lagi melihat jalan TUHAN, bahkan realita yang terjadi banyak orang kristen tidak dapat berdoa dan beribadah oleh karena ketidakamanan, sehingga dalam penderitaan zaman ini sering kita bertanya dimanakah Allah, tanpa kita sadari ALLAH selalu hadir dalam setiap saat dan waktu bahkan dalam segala keadaan dan situasi yang kita alami sebagaimana Firman TUHAN dalam Wahyu 22 ayat 13 memberi penegasan “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” jadi kerjaan ALLAH hadir didunia ini dari awal sampi akhir”.
Di akhir kotbahnya, Pdt. Gomar Gultom berkata “Mari lihat sejarah perjalan orang percaya semakin dihambat semakin merambat, ini bukti ALLAH selalu hadir dari awal sampai akhir”, ujar Pdt. Gomar.
Ibadah pembukaan Sidang Sinode ini dihadiri oleh seluruh pendeta di lingkup pelayanan GPIBK dan para penatua/syamas yang menjadi utusan sidang dan juga para undangan lainnya nampak hadir juga pimpinan OPD BanggaiKep yang nasrani diantaranya Bpk. Haran Pea, SH, Kadis Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM.(JARKominfo)








