Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Selasa, (11/2/2020) Kehadiran Ketua PGI Pdt. Gomar Gultom di kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka menghadiri Sidang Sinode V GPIBK membawa dapak positif.

Melalui penanaman pohon oleh Plt. Bupati BanggaiKep dan Ketua PGI beserta unsur Muspida BanggaiKep, kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya serimonial saja tapi ini sebagai ajakan bagi warga gereja yang ada di Banggai Kepulauan untuk berkomitmen bersama dengan Pemerintah Daerah untuk menjaga alam dan lingkungan ciptaan Tuhan ini agar tetap terpelihara fungsinya untuk keberlangsungan hidup bersama.

Dalam ceramah yang disampaikan oleh Pdt. Gomar Gultom,  M.Th beliau menegaskan bahwa warga GPIBK harus memiliki tangungjawab untuk mengatasi kerusakan lingkungan dengan cara menjaga alam ini dengan cara mengurangi sampah plastik.

“Dengan ketika kita berbelanja ke pasar, super market, toko dan tempat perbelanjaan lainnya dengan membawa tas belanjaan sendiri, dengan demikian kita sudah menekan pengunaan plastik yang ujung-ujungnya menjadi sampah”. Ujar Pdt. Gomar.

Lanjut Pdt. Gomar, “Dalam kegiatan sidang/rapat acara gerejawi kurangi penggunaan minuman kemasan yang juga menjadi sumber penghasil sampah plastik, himbaulah pada warga gereja dengan membawa tempat minum kemana pun kita pergi dengan demikian kita sudah menekan penambahan sampah plastik di daerah ini”.

Pdt. Gomar Gultom juga menyampaikan dengan menjaga kelestarian alam dan mengatasi kerusakan lingkungan berarti kita sudah menjalankan amanat agung ditengah dunia ini untuk menghadirkan damai sejahtera dengan menjaga alam ciptaan Tuhan. (JARKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan pembukaan Forum Perangkat Daerah (FPD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RKPD Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2021 tingkat Kecamatan dilaksanakan di ruang Aula kantor Bappeda dan Litbang Kab. BanggaiKep, Selasa (11/2/2020).

Kegiatan ini resmi dibuka langsung oleh Plt. Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam dan dihadiri Ketua dan Anggota DPRD Kab. BanggaiKep, Unsur Forkopimda BangggaiKep, Asisten dan Staf Ahli, Para Kepala OPD bersama staf, Camat Bulagi bersama staf, Camat Tinangkung, Perangkat Desa Kec. Bulagi, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda serta Tokoh Perempuan.

Dalam sambutan Bupati H. Rais D. Adam mengajak semua agar bisa menyatukan tekad dan langkah untuk meningkatkan pembangunan di Daerah  Kabupaten Banggai Kepulauan, sebab pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Banggai Kepulauan sudah cukup baik.

Selanjutnya, Bupati juga menyampaikan “Pentingnya untuk menyusun program-program yang lebih inovatif yang telah diinput ke aplikasi E-Planing, hal ini dilakukan agar setiap kegiatan kontribusi bisa maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi  Banggai Kepulauan”.

“Adapun prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu, penyediaan infrastruktur penunjang ekonomi, peningkatan pelayanan kualitas pendidikan dan kesehatan, meningkatkan produktivitas dan pengelolahan hasil tani serta meningkatkan pembangunan dan wisata”.

Disamping itu, Bupati juga berharap kepada seluruh OPD agar kesejahtraan masyarakat harus ditingkatkan, SDM lebih produktif, meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang masih tergolong belum mampu dengan cara meningkatkan pendidikan dan kesehatan agar ditahun 2021 jumlah penduduk yang masih kurang mampu bisa menurun di Banggai Kepulauan.

Bupati juga mengungkapkan “Akan diadakan program bantuan berupa ternak sapi, karamba dan tarikan rumput laut yang sudah disesuaikan dengan potensi masing-masing dan didukung juga dengan dana desa yang dikontrol agar bisa berjalan sesuai visi dan misi”.

Diakhir sambutan Bupati menghimbau kepada semua agar lebih fokus pada peningkatan produtifitas pertanian, perikanan serta peningkatan destinasi wisata yang ditunjang dengan peningkatan infrastruktur serta dukungan segenap stakeholder pembangunan Daerah. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Bantuan Sosial Program Sembako tahun 2020 dilaksanakan di Gedung Babengketan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (11/02/2020).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah mewakili Plt Bupati Banggai Kepulauan dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kab. BanggaiKep, Kapolres yang di wakili oleh Wakapolres BanggaiKep, Kepala Bank Mandiri Unit Cabang Salakan, Perangkat Daerah, Camat se-Kab. BanggaiKep serta peserta sosialisasi.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan penyaluran bantuan sosial program sembako kepada tim koordinasi Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan selaku tim penanggungjawab distribusi bantuan sosial program sembako dari agenda E-warung ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dalam hal pengimputan data keluarga miskin.

Sosialisasi Bansos ini akan diselenggarakan selama empat hari, masing-masing di empat titik tertentu, yaitu Selasa, 11 Februari 2020 di Gedung Babengketan Salakan, Rabu, 12 Februari 2020 di Gedung BPU Kecamatan Bulagi, Senin, 17 Februari 2020 di Gedung BPU Kecamatan Buko dan Rabu, 19 Februari 2020 di Gedung BPU Kecamatan Totikum Selatan.

Menurut Ketua Panitia Yuli Astuti, S.Sos “Peserta kegiatan ini diikuti oleh Camat se-Kab. BanggaiKep, Lurah dan Kepala Desa se-Kab. BanggaiKep, 82 Agen E-Warung, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dengan jumlah peserta 284 orang”.

Dengan narasumber terdiri dari Kepala Dinas Sosial Kab. BanggaiKep dan Kepala Bank Mandiri Unit Salakan dan pembiayaannya di bebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Sosial Kab. BanggaiKep tahun anggaran 2020.

Dalam sambutan Paisal Pahil Muhammad, S.Sos selaku Plt. Kepala Dinas Sosial mengatakan “Program bantuan pangan non tunai yang sekarang berubah menjadi program sembako ini sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan yang selama ini melalui RASKIN, RASTRA agar lebih tepat sasaran, jumlah dan waktu”.

“Melalui  program sembako ini dapat memberikan keleluasan penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas harga dan tempat untuk membeli bahan pangan yang sebelumnya hanya beras dan telur sekarang di tambah dengan daging, ikan serta kacang-kacangan”, ungkapnya.

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Kab. BanggaiKep Rusli Moidady, ST., M.T mengatakan “ Sebagai Pemerintah di Banggai Kepulauan, saya berharap dengan bantuan ini kiranya dapat mengurangi angka kemiskinan khususnya  di Banggai Kepulauan”, kata Rusli.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Rusli Moidady berpesan “Saya ingin berpesan kepada kita semua, kepada Camat dan Kepala-kepala desa selaku pengelola dalam bantuan sosial sembako ini agar betul-betul memilih pihak-pihak yang menerima bantuan ini adalah mereka yang memang sudah terdapat dalam basis rastra terpadu yang memang seharusnya disetiap peroide mengadakan update”, tutup Sekda.(TrisKominfo)

Ponding ponding, BanggaiKep.go.id – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020), Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi tingkat Kecamatan yang dihadiri oleh beberapa kepala desa yaitu dari Desa Palam, Bangpanga, Luksagu, Tatakalai, Ponding-ponding dan Desa Lalong.

Kegiatan ini diawali pembukaan dan kata sambutan oleh Sekertaris Camat Tinangkung Utara (Tinut)  Djufri, SH bertempat di kantor Kecamatan Tinangkung Utara di Desa Ponding-ponding, Selasa (11/2/2020).

Menurut Munardi selaku Kasie Distribusi BPS mengatakan “Tujuan diadakan kegiatan ini agar para Kepala Desa bisa menyebarluaskan informasi kemasyarakatnya tentang Sensus Penduduk 2020 (SP2020)”, kata Munardi.(11/2)

SP2020 bertujuan untuk mendapatkan data jumlah penduduk dan karakteristiknya yang menjadi landasan terwujudnya satu data kependudukan Indonesia serta sebagai data pendukung bagi perencanaan dan evaluasi program dan kebijakan pembangunan nasional.

“Pengumpulan data SP2020 akan dilakukan secara bertahap yaitu sensus penduduk online pada bulan Februari s/d Maret, sensus penduduk wawancara pada bulan juli 2020 yang dilakukan oleh petugas sensus kepada penduduk yang belum berpartisipasi pada sensus on line”, ujar Munardi.

Semetara itu, Sekcam Tinut Djufri, SH mengatakan beliau sangat mendukung terhadap kegiatan ini bahkan ia akan terjun langsung kelapangan bersama para Kades dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengrilkan data kependudukan. (FeriKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pembukaan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Kompetisi Sains Nasional (KSN) Tingkat Kecamatan Tinangkung tahun 2020 yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres Tompudau berlangsung meriah, Rabu (05/02/2020).

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Tinangkung Din L. Lamasada, SH dan dihadiri oleh Forkopimcam Kec. Tinangkung, Koordinator Wilayah beserta bidangnya, Pengawas TK/SD Kec. Tinangkung, Kepala Desa Tompudau, Ketua Komite SD Inpres Tompudau bersama pengurus dan orang tua murid, Kepala Sekolah se-Kec. Tinangkung dan Dewan guru beserta seluruh peserta kegiatan lomba (siswa tingkat SD se-Kec. Tinangkung).

Menurut Ketua Panitia kegiatan KOSN, FLS2N dan KSN Ny. Yoritha, S.Pd mengatakan, “Tujuan diselenggarakannya lomba ini diantaranya yaitu Mengembangkan bakat dan minat siswa dibidang 0lahraga, Membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi sejak usia dini dan Memberikan wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif bagi peserta didik sekolah dasar dengan mengedepankan sikap sportifitas dalam pengembangan diri secara optimal sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan”, ujar Yoritha.(5/2)

Tema lomba adalah Membangun karakter unggul melalui kegiatan olahraga pendidikan dan Seni membentuk kepekaan rasa terhadap lingkungan lokal dan global.

Semntr itu, Cabang dan jenis yang dilombakan antara lain, KSN terdiri atas enam cabang olahraga yaitu Atletik, Bulu tangkis, Renang, Silat, Karate dan Bola kaki mini, FLS2N terdiri atas enam cabang yaitu Menyanyi tunggal, Tari kreasi, Pantomin, Baca puisi, Gambar bercerita dan Anyaman kria, KSN terdiri atas dua mata pelajaran yaitu Matematika dan IPA. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Implementasi Pengawasan Audit Internal Kearsipan Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2020 bertempat di ruang rapat Kantor Bupati BanggaiKep, rapat dipimpin langsung oleh Rusli Moidaday, ST.,M.T didampingi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dihsdiri Perangkat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam rangka pembahasan mengenai Audit Internal Kearsipan seluruh OPD, Rabu (05/02/2020).

Ramlin S. Hamid, S.Pd selaku Kepala Dispusip menghimbau agar semua dan Organisasi Perangkat Daerah tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Sekolah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat dan Lembaga Sosial lainnya agar bisa mengerti dan menerapkan pengarsipan pada setiap ruangan atau kantor.

“Hal ini dikarenakan pada audit tahun 2019 sampai tahun 2020 pengarsipan diseluruh Kabupaten Bangggai Kepulauan mendapat nilai presentasi yang rendah atau buruk untuk itu akan di adakan pembinaan dan akan diambil salah satu desa yang akan menjadi contoh pengarsipan yang baik dan semua Dinas OPD membuat Jadwal Retensi Arsip (JRA) agar pengarsipan diseluruh perkantoran bisa berjalan sesuai dengan yang sebenarnya dan berfungsi dengan baik”, harap Kadis Ramlin.

Disamping itu, Sekretaris Daerah Rusli Moidaday, ST.,M.T menyampaikan bahwa “Untuk menerapkan dan menjalankan kearsipan maka seluruh Organisasi Perangkat Daerah harus mengetahui apa tujuan pengarsipan ini dan juga harus bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan ini dan mempunyai pengelolahan khusus agar bisa mengetahui arsip-arsip yang masih digunakan atau tidak lagi”.

“Saya mendukung penuh penerapan mengenai pengarsipan di Kabupaten Bangggai Kepulauan”, ujar Rusli.

Sekretaris Daerah juga mengharapkan adanya perhatian dan keseriusan pada setiap Perangkat Daerah dan sekolah-sekolah agar memberikan implementasi kegiatan ini direspon dan berdampak positif, sehingga dapat diharapkan kedepannya kearsipan di Kabupaten Banggai Kepulauan bisa lebih baik dan dan tidak mendapat nilai yang buruk seperti tahun tahun sebelumnya. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar rapat Implementasi Pengawasan Audit Internal Kearsipan Organisasi Perangkat Daerah  Se- Kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan ini membahas tentang permasalahan tentang kearsipan dan penataan arsip di Daerah khususnya di Banggai Kepulauan.

Kegiatan rapat ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati BanggaiKep dan di hadiri oleh Sekretaris Daerah, Unsur Forkopimda, Kadis Dispusip BanggaiKep, para Kepala OPD  serta Pemateri Provinsi dan para Perangkat Daerah Kab. BanggaiKep, Rabu, (5/2/2020).

Adapun sambutan Kadis Dispusip Kab. BanggaiKep Hj. Ramlin S. Hamid, S.Pd mengatakan, “Menurut Undang-Undang Dasar nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan pada Bab 4 dan 5 yaitu penataan Arsip Dinamis yang ada di Lingkup OPD dan maksud arsip distatis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selaku Lembaga Kearsipan Daerah Dan Undang-Undang Dasar ini telah di gambarkan Peraturan Daerah no. 5 tahun 2019 tentang Penyelenggaran Kearsipan Daerah, Penyelenggaraan Kepala Daerah adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan selaku lembaga kearsipan daerah”.

Kemudian menurutnya, “Adapun unsur penyelenggara adalah seluruh OPD tingkat Kabupaten dan Kecamatan bahkan sampai tingkat Desa dan Sekolah-sekolah, BUMD, Perguruan Tinggi, Organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial lainnya itulah pendukung penyelenggara kearsipan dan ada juga ruang liput penyelenggaraan arsip berikut adalah kebijakan, sumber daya manusia, sarana dan tata kelola aktif”, ujar Ramlin.

Selanjutnya, sambutan Bupati BanggaiKep yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,M.T mengatakan, “Berdasarkan Undang-Undang Dasar Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa penyelenggaran kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya”.

“Contoh salah satu indikator tata kelola terpercaya yang baik adalah keberadaan sebuah arsip bukanlah suatu hal yang diciptakan khusus tetapi arsip lahir secara otomatis sebagai hasil proses pelaksanaan tugas oleh instansi pemerintah administrasi yang merupakan rekaman, informasi diberbagai macam media”, sambung Rusli. (RisfaldiKominfo)

Malanggong,  BanggaiKep.go.id – Musim kemarau yang sudah hampir memasuki tiga bulan membuat petani cabe rawit Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan khawatir dan was-was jikalau hujan tak kunjung turun.

Efraim Dalawa bersama dengan dua rekannya Murdin Tangiduk dan Ely Yanggai saat dijumpai Selasa, (4/2/2020) dikebun cabe yang sedang panen cabe memaparkan, “Musim kemarau yang sudah hampir 3 bulan ini membuat kami sebagai petani mulai khawatir dengan cuaca yang ada, bisa-bisa kami merugi jika gagal panen yang disebabkan kemarau panjang”, kata Efraim.

“Buktinya cabe yang kami tanam diperkebunan ini hampir 10 ribu, dampak dari kemarau 4 ribu lainnya mati dan jika hujan tidak kunjung turun bisa-bisa kami merugi” sambung Efraim.

Murdin Tangiduk pun menyampaikan, “Dampak dari kemarau terhadap hasil panen sangat nampak kalau awalnya kami bisa panen 50-70 Kg per 3 hari sekarang seminggu hanya bisa panen 20-50 perminggu sangat turun drastis hal ini disebabkan banyak buah yang gugur dan buah banyak yang kempis atau dalam bahasa kampung kami bilang mayot”, jelas Murdin.

Selanjutnya, menurut Murdin dan Efraim tanaman cabe tidak tahan dengan musim kemarau terkecuali tersedia air untuk melakukan penyiraman tanaman agar kebutuhan airnya terpenuhi.

Tapi apa daya petani cabe di Desa Malanggong hanya memiliki modal tenaga saja, sumber air dekat karena ada pipa air desa yang melintas disamping perkebunan, tetapi tidak cukup modal untuk membeli peralatan yang dibutuhkan seperti pipa, selang dan peralatan pendukung lainnya.

“Untuk itu kami berharap Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dapat membantu kami, karena bertani cabe cukup menjanjikan hasilnya bagi para petani jika panen tidak gagal”, ujar Ely Yanggai. (JARKominfo)

Bulagi, Rabu, (5/2/2020) Pdt. Gomar Gultom, M.Th selaku Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia bakal mengunjungi Kabupaten Banggai Kepulauan tepatnya di kota Salakan.

Menurut Ketua Sinode GPIBK Pdt. Anasir Suayong, M.Th, kehadiran orang nomor satu PGI di Kab. Banggai Kepulauan sehubungan dengan pelaksanaan Sidang Sinode V GPIBK di Klasis Salakan tanggal 11 s.d 15 Februari 2020, yang dipusatkan di Jemaat GPIBK Imanuel Salakan yang terletak di komples perkantoran Bukit Trikora.

Menurut Pdt. Anasir Suayong, Pihaknya sudah berapa kali hubungi Ketua PGI untuk berkenan hadir dan beliau bersedia untuk menghadiri Sidang Sinode Ke-5 GPIBK pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2020 nanti jika tidak ada halangan.

Berita kehadiran Ketua PGI di wilayah pelayanan Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan disambut hangat dan penuh sukacita iman.

Pdt. Anasir Suayong juga menyampaikan “Undangan dari luar GPIBK selain Ketua PGI juga kami mengundang gereja mitra dan lembaga pendidikan dan penginjilan yang dapat menopang dan bermitra dengan Sinode GPIBK dalam menjawab tuntutan pelayanan di era modernisasi ini”, kata Pdt. Anasir.

“Yang kami undang diantaranya Sinode Gereja Kristen Luwuk Bangai (GKLB), Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), dan masih ada lagi”, sambung Pdt. Anasir. (JAR)

Nginggiok, BanggaiKep.go.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah Feliks Go mengelar reses di Desa Leme-leme Darat yang bertempat di Balai Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko kab. BanggaiKep Senin, (3/2/2020).
Kehadiran Feliks Go Anggota DPRD Kab. BanggaiKep disambut antusias oleh jajaran PemDes, tokoh-tokoh masyarakat dan segenap masyarakat.
Mengawali reses Feliks Go memaparkan bahwa “Kegiatan reses ini wajib dilakukan oleh anggota DPRD sebagai tempat dimana kita menggali aspirasi masyarakat yang ada di Desa”, ujar Felixs Go.
Feliks Go juga berharap kiranya reses kali ini apa yg diusulkan oleh masyarakat benar-benar menjadi skala prioritas pembangunan yang ada di Desa yang tidak terakomodir melalui Dana Desa (DD) serta ADD.
Kades Leme-leme Darat Welly Siako, SH menjelaskan bahwa sistem perencanaan pembangunan tahun 2021 beda dengan tahun sebelum, “Sekarang kita telah diatur dengan mekanisme perencanaan pembangunan dengan menggunakan aplikasi e-Planing, melalui aplikasi ini semua program kegiatan pembangunan harus terakomodir dalam e-planing, jadi apa yang tidak diimput melalui e-planing tidak dapat dilaksanakan”, tandas Welly.
Dalam reses kali ini masyarakat Desa Leme-leme Darat mengusulkan program pembangunan dan yang menjadi prioritas yang sangat dibutuhkan masyarakat adalah peningkatan jalan menghubungkan Dusun 2 dengan Dusun 3 (sub Desa Kokolomboi) karena jalan ini bukan saja sebagai jalan penghubung antar dusun yang ada di Desa Leme-leme Darat tapi juga jalan yang mempermudah masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan mereka.
Selanjutnya, masyarakat juga mengusulkan peningkatan jalan lingkungan, tanggul penanggulangan abrasi pantai, lapangan bola kaki dan riol.
Harapan salah satu tokoh masyarakat Bapak Kiape, “Kiranya usulan kami dapat terakomodir dalam perencanan pembangunan tahun 2021 bahkan tahun-tahun selanjutnya karena ini yang sangat kami butuhkan”, ujar Kiape. (JARKominfo)