Pos

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id – Peresmian Gedung Gereja Jemaat GPIBK Sion Pelinglalomo membawa sukacita dan kegembiraan bagi warga Jemaat Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) khususnya Jemaat Sion Pelinglalomo Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Kamis, (12/5/2022).

Mahrobin Moligay, S.Sos Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Jemaat Sion Pelinglalomo dalam laporannya menyampaikan bahwa gedung gereja Jemaat Sion Pelinglalomo dibangun selama 16 tahun sejak peletakan batu pertama oleh Ketua Jemaat Pdt. Yulis See, M.Th, dan mengalami berapa kali pergantian Ketua Jemaat yakni Pdt. Agus A. Sattu, S.Th, Pdt. Barnabas Sooai, S.Th, Pdt. Warniyati Kayowa, S.Th dan Pdt. Yesni Yabada, S.Th, akhirnya dapat terselesaikan dan diresmikan .

Kegiatan diawali dengan prosesi para Pendeta dan Majelis Jemaat berjalan menuju gedung gereja, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Ketua Panitia Peresmian Gedung Gereja Jemaat GPIBK  Sion Pelinglalomo Brigpol Yengki Kumano dan laporan pertanggungjawaban Panitia Pembangunan dilanjutkan penandatangan berita acara penyerahan Gedung Gereja Sion Pelinglalomo sebagai aset Sinode GPIBK sesudah itu pengguntingan pita dan pembukaan selubung papan nama oleh Ketua Sinode GPIBK, Pdt. Anasir Suayong, M.Th. dan pembukaan pintu gedung gedung gereja.

Ibadah Pengthabisan dilayani oleh Pdt. Masye Elizabeth Pangkey, M.Th selaku Wakil Ketua II Sinode GPIBK dengan Khotba diambil dari kitab 1 Raja-raja 8:22-40, yang menekankan bahwa gereja adalah rumah doa, tempat dimana umat datang untuk memuji dan memuliakan Tuhan, berdoa dan mendengarkan firman Tuhan, gedung gereja adalah tempat untuk menghadirkan damai sejahtera Allah bagi semua umat.

Pdt. Masye Elizabeth Pangkey juga menekankan bahwa “Gedung gereja ada dan dibangun dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhan bukan sebaliknya justru didalamnya saling menjatuhkan satu dengan yang lain antar sesama, tetapi gereja hadir agar umat (orang-orang) yang bersekutu didalamnya harus saling melengkapi, menopang dan membatu serta membangun persekutuan bersama untuk menghadirkan damai sejahtera Allah ditengah dunia ini,” ucapnya.

Sebelum ibadah ditutup dilakukan penandatanganan berita acara penggunaan aset gedung gereja sinode GPIBK untuk digunakan oleh jemaat Sion Pelinglalomo sebagai tempat peribadatan dan kegiatan gereja lainnya, yang ditanda tangani oleh Ketua Sinode GPIBK, Pdt. Anasir Suayong, M.Th, Ketua MPH Jemaat Sion Pelinglalomo, Ketua MPH Klasis Buko Tengah Pdt. A.R Lapaso, M.Th dan Kepala Desa Pelinglalomo Ahyudin Yunus, S. Fil.

Ibadah penthabisan Gedung Gereja Sion Pelinglalomo dihadiri oleh Anggota DPD-RI Lucky Semen yang didampingi istri tercinta, Anggota DPRD Provinsi Sulteng Ronald Gulla, S.T, MPH, Sinode Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB) dan undangan lainnya serta anggota jemaat Sion Pelinglalomo. (JAR-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Menindak lanjuti Surat Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah tertanggal 4 April 2022, Perihal Pemberitahuan yang ditujukan kepada Kepala Kementerian Agama Banggai Laut up. Penyelenggara Bimas Kristen, terbitnya Surat Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah ini bukan tanpa alasan berawal dari penurunan papan nama Jemaat GPIBK Nain Adean Klasis Banggai Laut yang masih dibawah naungan lingkup pelayanan Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) yang wilayah pelayanannya meliputi Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut.

Dalam Surat tersebut mempertegas bawah Sinode GPIBK merupakan lembaga gereja yang sah dan terdaftar sebagai sebuah sinode di Kementerian Agama Republik Indonesia berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan, sedangkan Persekutuan Gereja Protestan Banggai Laut (PGPBL) bukan sebuah sinode hanya merupakan organisasi keagamaan Kristen/Persekutuan.

Tim Sinode GPIBK dalam menindaklanjuti Surat Kemenag Provinsi Sulteng dan Silahturahmi dan pernyataan keberatan kepada Bupati Banggai laut oleh Jemaat-Jemaat dan Klasis se- Sinode GPIBK dan MPH Sinode GPIBK, yang direncanakan pada tanggal 10 Mei 2022 mendatang dengan agenda bertemu langsung dengan Bupati Banggai laut.

Pada hari Kamis, 21 April 2022, Tim Sinode GPIBK menemui Kapolres Banggai Kepulauan, Tim terdiri dari  Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode  GPIBK, Wakil Ketua I Pdt. Hanok S.K Maasi, S.Th, Sekretaris Sinode Pdt. Beni Mombilia, S.Th, Bendahara Sinode Pdt. Barnabas Sooai, S.Th, Bapak Haran Pea, SH Ketua Majelis Pertimbangan (MP) Sinode GPIBK, dan Ir. Kondrad D. Galala, MM selaku Ketua Majelis Pengawas Perbendaharaan (MPP) Sinode GPIBK.

Kondrad Galala, saat dihubungi via WhatsApp mengatakan bahwa “Kehadiran Tim Sinode GPIBK disambut hangat dan baik oleh Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP. Bambang Herkamto, S.H diruang kerjanya.

“Dari pertemuan ini AKBP. Bambang Herkamto menyampaikan kepada Tim Sinode GPIBK akan menindaklanjuti hal tersebut serta akan mengkomunikasikan dengan Pemda Banggai Laut, sekaligus Tim Sinode GPIBK menyerahkan surat Silahturahmi dan Pernyataan Keberatan kepada Bupati Banggai Laut dan lampirannya yang menanyakan keabsahan Sinode GPIBK berdasarkan peraturan yang berlaku yang juga didalamnya terlampir salinan Surat Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tengah kepada Kapolres Banggai Kepulauan,” ucap Kondrad. (JAR-KOMINFO)

Luksagu,BanggaiKep.go.id – Usaha kerja keras yang dilakukan oleh Jemaat Betsaida Luksagu Klasis Peling Timur dalam mengupayakan Pembangunan Rumah tinggal Pelayan Tuhan (Pastori) telah tercapai. Sekalipun dalam keadaan serba sulit seperti sekarang ini oleh karena adanya pandemi Covid-19.

Peresmian Rumah Pastori, ditandai dengan pengguntingan pita secara resmi oleh Ketua Sinode GPIBK Pdt. Anasir Suayong M.Th bertempat di Gedung Pastori yang baru dibangun Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kab. Banggai Kepulauan dan disaksikan langsung oleh Camat Tinangkung Utara Sahrun S.Pd, Jumat, (8/1/2021).

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Sinode GPIBK Pdt Anasir Suayong M.Th mengapresiasi dan merasa bangga atas inisiatif, kerjasama dan rasa persatuan jemaat Betsaida Luksagu untuk bisa membangun Rumah Pastori.

Diwawancarai oleh jurnalis Kominfo, Anasir mengatakan, “Atas nama pimpinan Gereja menyampaikan apresiasi bahwa pembangunan Pastori di Jemaat Betsaida Luksagu Klasis Peling Timur ini bisa terlaksana karena adanya persatuan Jemaat.”

“Kiranya persatuan dan kesatuan dalam pembangunan selanjutnya yang tentunya adalah cita-cita kita bersama untuk terus membangun persekutuan bukan saja secara fisik tetapi non fisik yaitu pertumbuhan iman spritualitas, yaitu saling mengasihi dan melayani sebagai umat yang terus diberkati oleh Tuhan,” tambah Anasir.

Anasir juga mengajak Jemaat yang juga adalah warga masyarakat Desa Luksagu umumnya untuk mematuhi anjuran Pemerintah yaitu mengikuti protokol kesehatan covid-19 memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan.

Ditempat terpisah Jurnalis Kominfo mewawancarai Ketua panitia pembangunan Rumah Pastori Yeng Tomas mengatakan, biaya pembangunan Rumah Pastori yaitu sejumlah Rp 63,573 500.

Menurutnya, Biaya ini, belum termasuk swadaya jemaat seperti pengadaan pasir, batu, kerikil.

“Kalau pasir, kerikil, batu dan transportasinya itu diupayakan oleh jemaat, Kalau dihitung hitung, ya berkisar Rp.110 000 000,” jelasnya.

Lanjutnya,”Kami mengharapkan Ketua Jemaat atau pelayan Tuhan yang ada di Jemaat ini agar lebih meningkatkan pelayanan secara maksimal dan berkualitas untuk kemajuan jemaatnya dibidang kerohanian.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh MPH sinode GPIBK, Kepala Desa Luksagu, Ketua Klasis Peling Timur, Para Pendeta dan tamu undangan lainnya. (FeriKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Pasca dilaksanakannya Sidang Majelis Sinode Tahun 2020 di Klasis Salakan pada beberapa waktu lalu mengharuskan Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan memindah tugaskan beberapa pekerja gereja guna memperlancar tugas pelayanan di wilayah pelayanan Sinode GPIBK.

Walau dalam situasi Pandemi Corona Virus tidak menghambat MPH Sinode GPIBK untuk melaksanakan tugas dan panggilan gereja untuk terus bersaksi, bersekutu dan melayani, walau pun ibadah minggu dilaksanakan ditiap rumah jemaat masing-masing sejak dikeluarkannya maklumat Kapolri dan Himbuan pemerintah, tidak menghalangi jalannya tugas lembaga Sinode GPIBK untuk melaksanakan serah terima beberapa pekerja gereja dilingkup sinode GPIBK.

Minggu, (3/5/2020) bertempat di Gedung Gereja Jemaat Eklesia Tataba Labasiano MPH Sinode GPIBK melaksanakan serah terima Ketua Jemaat Eklesia Tataba Labasiano dari pejabat yang lama Pdt. Estinance Sondek, S.Th kepada pejabat yang baru Pdt. Serli Kidolite, S.Th yang diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Bendahara Sinode GPIBK Pdt.Barnabas Sooai, S.Th.

Dengan bahan Khotba dalam kitab Yosua 1:1-9 dengan tema Khotba “Pemimpin Yang Memimpin Dengan Otoritas Allah” Pdt.Barnabas dalam khotbanya menekankan bahwa pemimpin yang memimpin dengan otoritas Allah selalu berorentasi dan bepedoman pada kebenaran firman TUHAN bukan berdasarkan kehebatan, kepintarannya, sebagaimana TUHAN meminta Yosua untuk “Janganlah Melupakan Taurat Tuhan (Firman TUHAN) baik siang atau pun malam, supaya bertindak hati-hati sesuai dalam segala yang tertulis didalamnya sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8).

Selesai ibadah dilanjutkan dengan serah terima jabatan ketua jemaat yang dipandu oleh MPH Klasis Buko Tengah Pnt. Amos Porodisa, S.Pd, S.Th selaku Bendahara Klasis serah dilaksanakan oleh Pdt.Barnabas Sooai, S.Th selaku MPH Sinode GPIBK.

Serah terima hanya dihadiri oleh majelis jemaat dan perwakilan jemaat 2 orang dengan menjalankan protokol pencegahan Covid-19 dalam sambutan MPH Sinode pdt. Barnabas pun mengajak agar gereja hadir dan berperan aktif dalam upaya memutuskan penyebaran Virus Corona dan terus melaksanakan kegiatan ibadah sesuai anjuran pemerintah sampai berakhirnya virus ini.

Pdt.Barnabas pun mengajak majelis jemaat dapat membantu dan menopang ketua jemaat yang baru agar pelayanan bagi jemaat dapat berjalan lancar. (AmosKominfo)