Liang, BanggaiKep.go.id – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 8 (Delapan) yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum Kantor Camat Desa Liang Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Kamis, (19/11/2020).

Penyaluran BST yang dilakukan oleh petugas PT. Pos Indonesia cabang Salakan dengan nilai Rp. 300.000 untuk per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan jumlah alokasi 252 KPM.

Salah satu keluarga penerima bantuan saat ditemui dalam kegiatan tersebut Ibu Lince mengatakan, “Bersyukur kepada pemerintah yang telah membantu meringankan beban masyarakat, biarpun hanya tiga ratus ribu.”

“Penyaluran BST tahap 8 hari ini, saya sangat terbantu meringankan keperluan saya dan keluarga,” kata Lince.

Hal ini juga menjadi evaluasi tim Satgas Penanganan Covid-19 dimana harus memperhatikan beberapa faktor seperti mekanisme pembayaran dan penerapan protokol kesehatan serta korrdinasi dengan Pemerintah.

Selanjutnya, dalam kegiatan penyaluran BST di desa Liang Kec. Liang sejauh ini tidak ada kendala dalam pembayaran Bantuan Sosial Tunai. (AkriKominfo)

Tompudau, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Tompudau Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rembuk Stunting yang bertempat di Balai Desa Tompudau, Kamis, (19/11/2020).

Hadir dalam giat tersebut Tenaga Ahli Bid. Infrastruktur Bapak Yamin, Kepala Desa Tompudau Kamran Lahundo, Ketua BPD Jen Labana, Ahli Gizi Puskesmas Tinangkung dan kader ksehatan yang hadir.

Dalam sambutan Kepala Desa Tompudau Kamran Lahundo mengatakan bahwa, “Hari ini kita berkumpul dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan rembuk stunting, rembuk stunting ini kehidupan 1000 hari pertama untuk generasi muda kita.”

“Adapun harapan kami selaku pemerintah desa ketika hari ini terlaksana kita sebagai pemangku kekuasaan baik teman-teman BPD dan aparat desa, tidak ada salahnya kalau nanti kita akan memberikan atau kita anggarkan rencana kerja pemerintah desa dan itu harapan yang harus kami penuhi,” ucap Kamran.

Menurut Kades, Kami akan berusaha untuk stunting ini karena di sana ada kehidupan baru bagi generasi muda dan kita akan memberikan asupan gizi yang baik.

Selanjutnya Tenaga Ahli Bid. Infrastruktur Bapak Yamin juga mengatakan terkait dengan rembuk stunting ini kita bisa melihat bahwa bangsa yang kuat itu dari generasi yang sehat.

Menurut Yamin, Pemerintah melakukan konvergensi kita secara bersama-sama untuk menyelesaikan stunting ini, tetapi dengan penanganan ini yang kita laksanakan secara konfergen itu dari tahun-ketahun akan menurun penderita stunting.

“Saya berharap bahwa desa benar-benar serius untuk menangani stunting ini, dan kedepannya kita pikirkan bersama beri sentuhan inovasi dalam penanganan stunting,” harap Yamin.

“Saya juga mengharapkan dalam rembuk stunting ini kita jangan melihat anggarannya, tetapi kegiatan apa yang kita laksanakan sehingga akan bisa di pertimbangkan dan akan di danai pada tahun 2021,” tambah Yamin. (DeckyKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Keretakan yang terjadi pada bagian plat duiker di ruas jalan trans Peling di Desa Labasiano pasca musim hujan beberapa bulan lalu, mengakibatkan arus kendaraan roda 4 (mobil) harus dialihkan memutar melalui jalur dua (jalan SMAN 1 Buko) dan jalur pesisir pantai Desa Labasiano jalan lingkungan yang baru dibuka.

Beberapa masyarakat yang melintasi saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Kamis (19/11/2020) berharap agar plat duiker di Desa Labasiano agar dapat diperhatikan untuk diperbaiki agar kami tidak lagi memutar lewat jalan alternatif yang kondisi jalannya juga rusak bahkan belum beraspal.

Salah satu masyarakat Desa Labasiano yang enggan disebutkan namanya mengatakan cukup besar dana yang sudah diluncurkan oleh Pemda untuk perbaikan pasca plat duiker ini mengalami kerusakan pada beberapa waktu lalu dan ini sudah rusak lagi.

“Menurut saya sebenarnya bagian plat duiker ini harus di brojong dulu bagian lantainya agar ketika musim penghujan tiba tidak lubang (tergali) karena memang debet air dijalur ini tidak seberapa jikalau bukan musim hujan”.

“jika musim hujan tiba debet air cukup besar dan deras sehingga kalau hanya dicor bagian lantainya apa lagi campuran kurang baik dijamin rusak lagi,” tambahnya.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos saat ditemui jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa kepala desa Labasiano sudah melaporkan kerusakan plat duiker ini dan kami (Camat dan Kades Labasiano) sudah melaporkan ke Dinas terkait. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 19 November 2020 jam 12.00 wita, sbb :

1. Pada hari ini terlapor 13 orang dinyatakan SEMBUH dari covid-19 terdistribusi di Kec. Tinangkung 8 orang dimana 2 orang diantaranya masing-masing dipantau oleh puskesmas Wil. Kab. Banggai laut sesuai domisili dan RSUD Trikora Salakan, Kec. Buko 2 orang dipantau oleh RSUD Trikora Salakan, Kec. Bulagi 1 orang dipantau oleh RSUD Trikora Salakan, Kec. Tinangkung Selatan 1 orang, Kec. Totikum 1 orang berdasarkan hasil pemantauan selama masa isolasi dan dinyatakan dengan Surat Keterangan Pemeriksaan oleh UPT Dinas Kesehatan Puskesmas di masing-masing wilayah dan atau fasilitas kesehatan yang melakukan pemantauan.

2. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan orang dengan kriteria terkonfirmasi positif, suspek dan probable Covid-19.

3. Pelaku perjalanan yang telah selesai Masa Pemantauan sebanyak 44.429 orang.

4. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kab. Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah mengharapkan agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 4 M yakni Memakai masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan.

5. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan/Desa yang telah terbentuk agar dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten.

6. Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏

“Bangkep Bersatu lawan covid-19” SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan RI dengan Kepala Daerah tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis-Subspesialis dan Dokter Gigi Spesialis.

Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,MT, Kepala Dinas Kesehatan Silveria O. Bailia, MM, Direktur RSUD Trikora Salakan dr. James H. D. Pinontoan secara virtual di ruang rapat Sekda Banggaikep, Rabu, (18/11/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI Drg, Oscar Primadi dan dikuti oleh Kepala Daerah Kabupaten Kota.

Sekjen Kemenkes RI dalam sambutannya mengatakan bahwa, kurangnya ketenagakerjaan khususnya dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis baik dari sisi jumlah, jenis dan distribusi yang tidak merata menimbulkan dampak terhadap rendahnya akses masyarakat terhadap pelayanan spesialistik yang berkualitas.

Maka penyediaan tenaga dokter spesialis, subspesialis dan dokter gigi spesialis dalam jumlah jenis dan bermutu pada rumah sakit merupakan suatu keharusan dan memang harus di tempah dalam berbagai upaya.

“Saya yakin keinginan kita bersama, ingin segera memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu saya menghargai inovasi, pemikiran-pemikiran apapun bentuknya di dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat kita di bidang kesehatan khususnya,” ujar Oscar.

Maka dari itu, inovasi dan pemikiran-pemikiran untuk membuat terobosan-terobosan harus selalu kita kembangkan tentunya tanpa menyalahi ketentuan aturan yang memang sudah digariskan dalam rangka kita melaksanakan perubahan-perubahan.

Kedepan Kemenkes bekerjasama dengan stakeholder terkait, tentunya akan mendayagunakan dokter spesialis lulusan Luar Negeri yang akan melaksanakan program adaptasi di rumah sakit milik pemerintah dearah, provinsi dan kabupaten kota dengan tentunya tidaklah dalam hal yang menyulitkan karena kita memahami bahwa kebutuhan pelayanan tentunya akan diimbangi dengan dokter Luar Negeri dalam rangka mengabdikan diri di daerah masing-masing.

Sekali lagi diperlukan komitmen yang kuat dan kerjasama yang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis dapat terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia.

Menurut Oscar, Kami sangat berharap agar dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis yang ditempatkan atau dikembalikan kerumah sakit milik pemerintah daerah tentunya dapat di terima dengan baik dan dapat di digunakan sesuai dengan keprofesiannya. (DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 18 November 2020 jam 12.00 wita, sbb :

1. Pada hari ini terlapor 2 orang dinyatakan SEMBUH dari covid-19 asal wilayah Kec. Tinangkung berdasarkan hasil pemantauan selama masa isolasi dan dinyatakan dengan Surat Keterangan Pemeriksaan oleh UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Salakan Nomor : 440/5185/UPTD PKM-SLK dan Nomor: 440/5186/UPTD PKM-SLK tertanggal 18 November 2020.

2. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan orang dengan kriteria terkonfirmasi positif, suspek dan probable Covid-19.

3. Pelaku perjalanan yang telah selesai Masa Pemantauan sebanyak 44.195 orang.

4. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kab. Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah mengharapkan agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 4 M yakni Memakai masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan.

5. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan/Desa yang telah terbentuk agar dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten.

6. Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu lawan covid-19” SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Harga Cengkeh kering maupun mentah membuat para petani harus mengusap dada, karena dengan harga cengkeh kering yang hanya berkisaran Rp. 52.000 sampai 53.000 dan cengkeh mentah Rp. 10.000 perliter membuat para petani cengkeh harus menerima keadaan kerugian dimasa panen tahun ini.

Petani cengkeh asal Kecamatan Buko Nodin melalui percakapan dengan Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Rabu (18/11/2020) mengatakan dengan harga cengkeh seperti sekarang ini apa yang akan didapat pasca panen, karena biaya untuk mengurus kebun cengkeh sampai proses pemanenan cukup besar.

“Mulai dari pemarasan lokasi kebun (pembersihan) yang setahun harus dibersihkan 3 sampai 4 kali, belum ditambah biaya disaat panen ongkos petik perliter Rp. 3.000 bahkan sampai Rp. 5.000,” ucap Nodin.

“Ditambah sulitnya cari pekerja pemetik bunga cengkeh sehingga sebagian petani cengkeh menggunakan sistem bagi dua dalam pemetikan bunga cengkeh, apa yang didapat petani kalau sudah seperti ini, belum kalau menggunakan tenaga kerja untuk mengeringkan,” tambah Nodin.

“Apa boleh buat mau atau tidak para petani Cengkeh harus melakukan proses pemanenan walaupun harga cengkeh anjlok dan berpotensi kami sebagai petani merugi, dari pada tidak mendapatkan hasil di tahun ini,” lanjutnya.

Selain itu, Nodin juga berharap, “Harapan kami kiranya pemerintah dapat memperhatikan nasib kami para petani karena bukan saja hanya cengkeh yang anjlok harganya beberapa komoditi pertanian pun mengalami hal yang sama.” (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Setelah melewati tahap perekrutan dan seleksi, sebanyak 25 (Dua puluh lima) orang Anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) akhirnya resmi dilantik pada Senin, (16/11/2020).

Pelantikan dan pengambilan sumpah pengawas TPS Kecamatan Buko digelar di BPU Kec. Buko dan dihadiri oleh Camat Buko yang diwakili Kasie Pemerintah Kantor Camat Buko Apria Mombilia, S.Sos, Kapolsek Buko IPDA Marthen Tangkelangi, SH, Anggota Panitia Pengawas Kecamatan Buko, dan rohaniawan serta Anggota PTPS yang dilantik.

Kegiatan Pelantikan dan pengambilan sumpah PTPS Kecamatan Buko Kab. BanggaiKep dilaksanakan oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Buko Habir Yonik, S.Pd.

Adapun Anggota Pengawas TPS yang dilantik bertugas untuk melakukan pengawasan jalannya proses pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di masing-masing TPS yang ada di Kecamatan Buko dari awal proses pemungutan suara sampai pada penghitungan suara.

Karena pada Pilkada serentak tahun 2020 ini masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan hanya melakukan proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update, 17 November 2020 jam untuk 12.00 wita, sbb :

1. Pada hari ini terlapor tidak ada tambahan orang dengan kriteria terkonfirmasi positif, suspek dan probable Covid-19.

2. Pelaku perjalanan yang telah selesai Masa Pemantauan sebanyak 43.979 orang.

3. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kab. Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah mengharapkan agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 4 M yakni Memakai masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan.

4. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan/Desa yang telah terbentuk agar dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten.

5. Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu lawan covid-19” SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Paisubatu, BanggaiKep.go.id – Ruas jalan Desa Paisubatu menuju Dusun KAT (Komunikasi Adat Terpencil) Bulon Paisubatu dan Dusun Ebenheizer yang merupakan Sub sangat memprihatikan sebab pasca musim penghujan dibeberapa bulan lalu menyebabkan ruas jalan ini mengalami kerusakan semakin parah.

Salah satu pengguna jalan Bapak Onsi saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Senin, (16/11/2020) mengatakan, “Kami masyarakat berharap Pemerintahan Kecamatan dapat menyampaikan ini ke Pemerintah Kabupaten agar menjadi perhatian Dinas terkait agar segera diperbaiki.”

Menurut Onsi, ruas jalan ini sangat membantu masyarakat yang ada dibeberapa desa seperti Batangono, Talas-talas, Paisubatu yang mayoritas penduduknya hidup dari pertanian.

“Lahan perkebunan mereka lebih mudah dijangkau melalui ruas jalan ini, bahkan masyarakat tidak lagi susah untuk mengangkut hasil panen,” jelas Onsi.

“Kami selaku masyarakat pengguna jalan mohon kepada pemerintah untuk segera memperbaikinya sebelum menelan korban jiwa,” ucap Onsi.

Demikian pula dengan Bapak Gat saat diwawancarai mengungkapkan hal yang sama yakni agar ruas jalan ini segera diperbaiki, “Saya punya motor tapi karena jalan rusak lebih memilih jalan kaki dari pada cilaka,” ungkap Gat.

Beberapa pengendara mobil juga mengatakan dengan kondisi jalan seperti ini seringkali penumpang turun dan jalan kaki, kondisi jalan yang rusak total menyebabkan kerugian bagi kami karena banyak onderdil mobil yang harus diganti sebelum waktunya. (AmosKominfo)