Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu dan Selamat malam, Bapak/Ibu yang kami Hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Update, 17 September 2021 Jam 18.00 wita, Sbb :

I. Pada hari ini terlapor 5 orang dengan kriteria terkonfirmasi POSITIF Covid-19 yang tersebar di :

1. Kecamatan Totikum Selatan 2 kasus di Desa Kalumbatan berdasarkan Hasil Pemeriksaan spesimen Covid 19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Totikum Selatan
2. Kecamatan Tinangkung 1 Kasus di Kelurahan Salakan berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Salakan
3. Kecamatan Tinangkung Utara 1 kasus di Desa Tatakalai berdasarkan hasil spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Salakan
4. Kecamatan Buko Selatan 1 kasus di Desa Londonan Bebeau berdasarkan spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Lumbi-Lumbia

II. Pada hari ini terlapor 1 Kasus yang SEMBUH dari Covid-19 tersebar di wilayah : Kecamatan Buko 1 Kasus di Desa Malanggong berdasarkan Surat Keterangan UPTD Puskesmas Tataba.

III. Kasus AKTIF yang saat ini dalam Pemantauan menemukan 96 kasus tersebar pada :
1. Kec. Bulagi Utara 4 Kasus
2. Kec.Tinangkung 33 kasus
3. Kec. Tinangkung Utara 4 kasus
4. Kec. Totikum 11 kasus
5. Kec. Buko 2 kasus
6. Kec. Totikum Selatan 9 kasus
7. Kec. Buko selatan 14 kasus
8. Kec. Tinangkung Selatan 4 kasus
9. Kec. Bulagi Selatan 2 kasus
10. Kec. Bulagi 7 kasus
11. Kec.Peling Tengah 4 kasus
12. Kec. Liang 2 kasus

IV. Kasus Pasien Meninggal hari ini 1 kasus di Desa Bonepuso Kecamatan Bulagi Selatan berdasarkan Surat Keterangan RSUD Trikora Salakan Tanggal 17 September 2021

V. Mengamati dan menganalisis situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kabupaten Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah menghimbau agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan Anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 23 Tahun 2020 Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Hukum Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 5 M : Memakai masker, Mencuci Tangan Sabun pada Air yang mengalir, Menjaga Jarak, Tentang Kerumunan, dan mengurangi Mobilitas

VI. Mengoptimalkan Posko-Posko PPKM Mikro yang ada di wilayah Desa dan Kelurahan dalam mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

VII. Perlu disadari bahwa di mana dan kapan saja risiko penularan bisa terjadi, untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, Semoga Tuhan Yang Maha Esa Senantiasa Meridhoi setiap upaya dan langkah kita untuk keluar dari Pandemi Covid 19 ini. Amin๐Ÿ™

“Bangkep Bersatu Lawan Covid-19”

SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT
BANGKEP SEHAT
BANGKEP KUAT

SALAM SEHAT๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Sumber : JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Lingkungan Hidup bersama stafnya dan Kades Bongganan lakukan pembersihan sampah di depan SMAN 1 Tinangkung, Desa Bongganan, dan batas Desa Tompudau, Jumat, (17/9/2021).

Dalam wawancara singkat bersama Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Luchy Herawati, ST menyampaikan, “Untuk hari Jumat ini khususnya laguna dari Bongganan, Baka sama Tompudau kita bersih-bersih sampah laut, kita sudah menyurat ke Kecamatan kepada Kepala Desa Baka, Bongganan, untuk menghadiri serta masyarakat juga menghadiri kegiatan ini.”

Menurut Luchy, untuk lingkungan di Kota Salakan sudah bersih karena sudah ada pengangkut sampah dan penyapu jalanan.

“Namun masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan khususnya di Laguna atau ditepi laut namun sebagian masyarakat sudah mulai mengerti menjaga lingkungan dengan membuang sampah ditempatnya,” tutur Luchy.

Dalam upaya buat masyarakat untuk menjaga lingkungan, menurut Luchy, “Kita bukan cuma butuh armada saja tapi harus ada kesadaran masyarakat untuk memahami sampah itu seperti apa kalau dibuang kelaut efeknya seperti apa bukan cuma diri kita tapi anak cucu kita harus memahami sehingga lingkungan kita bisa terjaga.”

Himbauan untuk masyarakat, target dari Pemerintah pengurangan sampah dari pemilahan dulu, kita harapkan dari kegiatan ini masyarakat bisa memilah mana sampah yang bisa didaur ulang, mana yang bisa di buang ke TPA dan mana sampah yang digunakan ulang.

“Kita berharap dari kegiatan ini masyarakat paham tidak hanya membuang sampah sembarang tapi bisa memilah sampah biasanya sampah organik bisa di jadikan pupuk atau dibawa ke TPA atau yang non organik yang botol-botol bisa di daur ulang,” harap Luchy. (RoyKominfo)