Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Mulyono S.E.AK.,MM berkunjung ke Banggai Kepulauan (BanggaiKep) dalam rangka Monitoring Penangan Covid-19 dan Vaksinasi di Kabupaten BanggaiKep.

Kunjungannya tersebut bersama Sekretaris Kesehatan Prov. Sulteng dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah BanggaiKep, Asisten II dan III Bupati, Kadis Kesehatan, Kepala BPBD, juga undangan lainnya di ruang kerja Wakil Bupati BanggaiKep,  Kamis, (23/9/2021).

Pj Sekprov Sulteng menyampaikan, ” Penanganan covid-19 Kabupaten Banggai Kepulauan informasi terakhir yang saya dapatkan sangat rendah yang terkena, semoga tidak ada lagi yang terkena covid di Kabupaten Banggai Kepulauan.”

“Untuk vaksin ini sangat penting karena dari analisa dan penelitian bahwa orang meninggal karena covid-19 itu 98% karena belum di vaksin tentu ada pengaruhnya ini saya rasakan sendiri,” ucap Pj Sekprov Mulyono.

Selanjutnya, penyampain dari Sekretaris Kesehatan Provinsi Sulteng Alvina A. Deu, SKM, M.Si mengatakan, “Sesuai yang di sampaikan oleh Pak Sekprov bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan tidak ada kasus yang meninggal laporan kemarin namun kasusnya berjumlah 7 kasus di RS Trikora dan juga masih ada yang di rawat.”

“Dan menyangkut vaksin bukan hanya di Sulawesi Tengah yang bermasalah terkait vaksin tapi memang hampir seluruh Indonesia,” tambah Alvina.

“Antusias masyarakat untuk di vaksin sudah sangat tinggi dan ini memang yang sudah di vaksin harus sudah mengupdate didalam aplikasi pedulilindungi karena semua ini harus menggunakan barcode jika kita akan berpergian ataupun naik pesawat, seluruh masyarakat di harapkan menggunakan pedulilindungi di dalam aplikasi,” tutur Sekretaris Kesehatan Prov. Sulteng. (RoyKominfo)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu dan Selamat Sore, Bapak/Ibu yang kami Hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Update, 23 September 2021 Jam 16.00 wita, Sbb :

I. Pada hari ini terlapor 2 orang dengan kriteria terkonfirmasi POSITIF Covid-19 yang tersebar di :
Kecamatan Tinangkung 2 kasus di Desa Tompudau 1 kasus berdasarkan Hasil Pemeriksaan spesimen Covid 19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan RSUD Trikora Salakan dan di Kelurahan Salakan 1 Kasus berdasarkan hasil Pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Salakan

II. Pada hari ini terlapor 3 Kasus yang dinyatakan SEMBUH dari Covid-19 tersebar di wilayah :
Kecamatan Peling Tengah 3 Kasus yang tersebar di Desa Luk 1 kasus, di Desa Tombos 1 kasus, dan di Desa Patukuki 1 kasus berdasarkan Surat Keterangan UPTD Puskesmas Patukuki

III. Kasus AKTIF yang saat ini dalam pemantauan berjumlah 85 kasus tersebar di wilayah :
1. Kec. Bulagi Utara 2 Kasus
2. Kec.Tinangkung 38 kasus
3. Kec. Tinangkung Utara 5 kasus
4. Kec. Totikum 6 kasus
5. Kec. Buko 1 kasus
6. Kec. Totikum Selatan 5 kasus
7. Kec. Buko selatan 6 kasus
8. Kec. Tinangkung Selatan 5 kasus
9. Kec. Bulagi Selatan 3 kasus
10. Kec. Bulagi 5 kasus
11. Kec. Peling Tengah 6 kasus
12. Kec. Liang 3 kasus

IV. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kabupaten Banggai Kepulauan maka Pemerintah Daerah menghimbau agar setiap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya sesuai dengan Anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana setiap orang wajib melaksanakan 5 M yakni : Memakai masker, Mencuci Tangan pakai Sabun pada Air yang mengalir, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas

V. Mengoptimalkan Posko-Posko PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro) yang ada di wilayah Desa dan Kelurahan dalam mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

VI. Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi, untuk itu kita semua perlu berhati-hati, jangan panik, patuhi anjuran Pemerintah, Semoga Tuhan Yang Maha Esa Senantiasa Meridhoi setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari Pandemi Covid 19 ini. Amin🙏

“Bangkep Bersatu Lawan Covid-19”

SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT
BANGKEP SEHAT
BANGKEP KUAT

SALAM SEHAT🙏🙏🙏

Sumber : JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

Salakan, BanggaiKep.go.id – Kegiatan Disemilasi Informasi dengan tema ‘Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sadar Pangan Aman, Mandiri dan Berdaya Saing di Masa Pandemi” yang dilaksanakan oleh BPOM Kabupaten Banggai bertempat di Ruang rapat kantor Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Kamis, (23/9/2021).

Disemilasi yaitu penyebaran informasi kepada kelompok atau individu guna memperoleh informasi, timbulnya kesadaran, serta mengubah perilaku yang akhirnya mampu memanfaatkan informasi tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kab. Banggaikep, Kapolres, Kepala Dinas Perizinan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Banggai, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kepala OPD serta pelaku UMKM BanggaiKep.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Banggaikep Ekasilawati Sipatu, AMK S.Pd.,M.Kes mengatakan, “Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini, sebab desimilasi informasi memiliki peran yang strategis dalam mendukung peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan guna melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya untuk memberikan pelayanan publik.”

Keamanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak yaitu mulai dari hulu, pertanian sampai ke hilir ditangan konsumen tak terkecuali pelaku UMKM seperti IRTP dan industri rumah tangga pangan.

“Kita ketahui bersama bahwa pandemi ini tidak hanya memberikan dampak pada sektor kesehatan tetapi juga berdampak pada pelaku UMKM. Pemerintah pusat maupun daerah berupaya melakukan pengembangan UMKM berdaya saing,” kata Eka.

Lanjutnya, “Salah satunya yaitu pemerintah berkewajiban meningkatkan daya saing produk pangan industri rumah tangga melalui peningkatan kesadaran dan motivasi produsen tentang pentingnya pengolahan pangan yang higenis aman dan bermutu khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah,” jelas Asisten Bupati.

Keterbukaan penyebaran informasi dapat memudahkan dalam mengakses kebijakan dibidang pengawasan obat dan makanan. Dengan begitu akan mendorong kemajuan usaha dalam memproduksi obat dan makanan yang berkhasiat dan bermutu serta berdaya saing pada situasi pandemi ini.

“Melalui kesempatan ini juga, saya menyampaikan kepada peserta diseminasi agar mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh bisa dipahami dan diaplikasikan sehingga kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan,” tutup Eka. (TrisKominfo)