Bulagi, BanggaiKep.go.id – Kemitraan antara Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan Bulagi dan Puskesmas Bulagi terus berjalan, ini  dilihat dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara dua instansi ini dalam hal memberikan pelayanan KB bagi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Dalam rangka memperingati hari Kontrasepsi sedunia, kembali Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BP-KB) kecamatan Bulagi bersama Puskesmas Bulagi melaksanakan pelayanan KB gratis bagi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Bulagi dengan cara pelayanan KB keliling dari desa ke desa.

Koordinator BP-KB Kecamatan Bulagi, Degi S. Matade, SH saat dijumpai berkata bahwa kegiatan pelayanan KB gratis ini bisa berjalan dengan baik atas  kemitraan yang sudah boleh terjalin dengan baik antara BP-KB Kecamatan Bulagi dengan pihak Puskesmas Bulagi.

“Melalui koordinasi kami dengan Kepala Puskesmas Bulagi, Piter Pasinggi, S.KM, dan ditindaklanjuti oleh Bidan Kordinator (Bikor) Ayu Trisnawati Likak, A.Md.Keb serta kerja keras dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) serta para bidan desa yang bersinergi di lapangan dalam mencari calon akseptor,” ucap Degi.

Kegiatan pelayanan KB keliling ini dimulai dari Kamis, 14 Oktober 2021 sampai dengan selesai dengan target sasaran sebanyak IUD 3 akseptor, Implan 10, Suntik 50 dan Pil 36 akseptor.

“Target ini yang hendak kami capai dalam beberapa hari ke depan, kami sudah memulai pelayanan KB gratis hari ini untuk dua Desa yakni Desa Lalanday dan Kambal dalam pelayanan di dua desa tersebut kami sudah melayani 11 akseptor untuk Implan, 4 akseptor suntikan dan 4 akseptor pil,” jelas Degi. (AmosKominfo)

 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu dan Selamat Malam, Bapak/Ibu yang kami Hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Update, 14 Oktober 2021 Jam 16.00 wita, Sbb :

I. Pada Hari ini terlapor 1 kasus yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah
Kecamatan Tinangkung 1 kasus di Kelurahan Salakan berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Salakan.

II. Pada hari ini terlapor tidak ada kasus yang dinyatakan SEMBUH dari Covid-19.

III. Kasus AKTIF yang saat ini dalam pemantauan berjumlah 60 kasus tersebar di wilayah :
1. Kec. Bulagi Utara 10 Kasus
2. Kec.Tinangkung 30 kasus
3. Kec. Tinangkung Utara 3 kasus
4. Kec. Totikum 2 kasus
5. Kec. Buko 1 kasus
6. Kec. Totikum Selatan 1 kasus
7. Kec. Buko selatan 1 kasus
8. Kec. Tinangkung Selatan 0 kasus
9. Kec. Bulagi Selatan 1 kasus
10. Kec. Bulagi 3 kasus
11. Kec. Peling Tengah 7 kasus
12. Kec. Liang 1 kasus

IV. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. Terjadi penurunan leveling PPKM kita menjadi level 2 , sesuai Inmendagri 48, Thn 2021, tapi kita jangan lengah, tetap waspada, tetap menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitas keseharian, sesuai dengan Anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, wajib melaksanakan 5 M :
1. Memakai masker
2. Mencuci Tangan pakai Sabun pada Air yang mengalir,
3. Menjaga Jarak,
4. Menghindari kerumunan
5. Mengurangi mobitas

V. Mengoptimalkan Posko-Posko PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro) yang ada di wilayah Desa dan Kelurahan.

VI. Percepatan vaksinasi, untuk pencegahan lebih efektif, dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Semoga berkah segalah upaya dan niatan baik kita semua, Untuk keluar dari Pandemi Covid -19 Aamiin 🙏

“Bangkep Bersatu Lawan Covid-19”

SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT
BANGKEP SEHAT
BANGKEP KUAT

SALAM SEHAT🙏🙏🙏

Sumber: JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sosialisasi dan Pembekalan Kepala Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang Tiga Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021 oleh Panitia pelaksana Kabupaten diselenggarakan pagi tadi pukul 09.00 Wita berjalan dengan aman dan kondusif, Kamis, (14/10/2021).

Wakil Bupati Salim J. Tanasa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rahmat Labou, Kepala Dinas Kependidikan dan Catatan Sipil Harli A. Masenge S.Pd., M.Si, Ketua Kantor Urusan Agama Zainudin Adam, S.Ag, Perwakilan KPU BanggaiKep dan peserta sosialisasi yang terdiri dari panitia pelaksana pemilihan kepala desa se-Kabupaten BanggaiKep turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kadis PMD banyak memberikan arahan kepada peserta agar kegiatan pemilihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 Desember yang diikuti 32 desa nanti bisa berjalan aman, tertib dan lancar.

“Saya sampaikan kepada Plt. Kepala Desa dan Ketua BPD bahwa Pilkades bagian dari pemerintah desa yang salah satu unsur pelaksana ada Plt. Kades dan BPD itu sendiri,” ucap Kadis PMD.

“Jadi, keberhasilan pemilihan kades tergantung pada Plt. Kades dan BPD. Kalau Pilkades kacau penanggung jawab utama Plt. Kades dan BPD,” tambahnya.

Menurutnya, tugas BPD mengangkat dan memberhentikan kades dalam momentum Pilkades. Kalau BPD gagal, maka camat di masing-masing wilayah akan dinyatakan gagal juga.

“Untuk itu, situasi tetap aman di ciptakan, jaga netralitas dan hilangkan dendam pribadi sesama serta hindari konflik dan kepentingan pribadi. Hindari konflik dan kepentingan pribadi,” ucap Rahmat.

“Saya juga memohon kepada peserta sosialisasi kiranya dapat mengikuti kegiatan dgn baik karena akan ada materi dari Panitia P2AH, Kepolisian dan Kejaksaan. Ingat, sukses tidaknya Pilkades tergantung panitia di wilayah masing-masing,” lanjut Kadis.

Kadis PMD juga berharap, “Saya sangat berharap kita semua bisa berhasil melaksanakan kegiatan pilkades tanpa ada kekacauan sekecil apapun itu sehingga bisa menghasilkan hasil yang baik” tutupnya. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Parahita Ekapraya (APE) adalah suatu penghargaan terhadap Prakarsa dan prestasi yang dicapai dan menunjukkan kondisi orang lain dalam kaitannya dengan Pencapaian Kesejahteraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Daerah.

Ketua TP-PKK Kabupaten Banggai Kepulauan, Perwakilan dari Polres Banggaikep, Kepala Dinas Kominfo BanggaiKep, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta stafnya turut mengikuti acara Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) melalui Zoom metting/ secara virtual di Ruang kerja Bupati Banggai Kepulauan, Rabu, (13/10/2021).

Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) di berikan selama 2 tahun sekali, oleh kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (Meneg PP & PA)Bintang Puspayoga dan kepada daerah-daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak serta memenuhi kebutuhan anak.

Penghargaan ini juga sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi Pengarusutamaan gender di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sendiri dilakukan dengan indikator-indikator yang dapat mengukur Pengarusutamaan gender.

Dengan melihat aspek kelembagaan dan implementasi dari tujuh prasyarat Pengarusutamaan gender dan sebagai bentuk apresiasi bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dianggap berhasil mengimplementasikan Pengarusutamaan gender dalam program dan kegiatannya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan bahwa “Implementasikan Pengarusutamaan gender dalam pembangunan diharapkan dapat memperkecil kesenjangan gender di kalangan masyarakat.”

“Pengarusutamaan gender telah ditetapkan sebagai salah satu dari empat pengarusutamaan guna mewujudkan pembangunan yang inovatif dan adaptif, sehingga dapat menjadi katalis pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera dan berkeadilan,” terangnya.

Menteri PPPA juga menyebutkan Kementerian PPPA memberikan penghargaan APE setiap dua tahun sekali, sejak tahun 2006. Dengan empat kategori yakni kategori pratama, kategori madya, kategori utama dan kategori mentor.

“APE tahun 2020 yang sedianya diberikan di tahun 2020, karena kendala covid-19 mengalami perubahan jadwal dan dilaksanakan tahun 2021. Terdapat 13 kementerian/lembaga, 29 provinsi dan 556 kabupaten/kota yang menerima penghargaan APE tahun 2020, dengan harapan agar lebih meningkat di tahun mendatang”, tutupnya.

Di tengah acara berlangsung, turut hadir Bupati BanggaiKep menyaksikan pemberian penghargaan tersebut. (TrisKominfo)

Tolulos, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Tolulos Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) kembali menyalurkan bantuan bagi kelompok pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengelola potensi yang ada di Desa Tolulos.

Pemerintah Desa Tolulos menyalurkan bantuan pemberdayaan bagi masyarakat Desa Tolulos, bantuan yang disalurkan berupa mesin ketinting sebanyak 3 unit , pukat jaring sebanyak 9 dan mesin sensor kayu mini 7 unit serta 7 unit mesin potong rumput.

Bantuan disalurkan oleh PJ. Kades Tolulos Adi Steven Maukar, S.Sos didampingi Ketua BPD Desa Tolulos, Deprianto, S.Pd serta para perangkat Desa Tolulos, Selasa, (12/10/2021).

PJ. Kades Tolulos Adi Steven Maukar, S.Sos mengatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.

“Untuk itu dengan disalurkannya bantuan untuk kelompok pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Tolulos dengan harapan dapat mendorong produktivitas kerja masyarakat dalam upaya peningkatan pendapatan serta dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” ucap Adi.

Adi juga berharap, “Maka dengan itu kami sangat berharap bagi masyarakat yang menerima manfaat dana desa melalui program pemberdayaan masyarakat dapat memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya agar menunjang pekerjaan kita sehingga lebih maksimal.”

“Dengan harapan masyarakat penerima bantuan baik bagi petani alat potong rambut dan mesin sensor mini serta Nelayan bantuan mesin ketinting dan pukat agar dapat dijaga dan dirawat serta dari hasil yang didapatkan disisikan untuk biaya perawatan bahkan pembelian baru alat yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan kita,” tegas Adi.

“Serta manfaatkan bantuan yang ada dengan sebaik-baiknya, serta jangan dialih fungsikan atau bahkan sampai dijual,” tutup PJ. Kades Tolulos. (AmosKominfo)