Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu dan Selamat sore, Bapak/Ibu yang kami Hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan Update, 21 Oktober 2021 Jam 16.00 wita, Sbb :

I. Pada Hari ini terlapor 1 kasus yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 diwilayah Kecamatan Bulagi Utara 1 kasus Desa Bangunemo berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan menggunakan Rapit Antigen oleh Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Puskesmas Sabang

II. Pada hari ini terlapor 11 kasus yang dinyatakan SEMBUH dari Covid-19 tersebar di wilayah :
1. Kecamatan Tinangkung 4 kasus tersebar di Kelurahan Salakan 2 kasus, Desa Tompudau 1 kasus, Desa Manggalai 1 kasus berdasarkan Surat keterangan UPTD Kesehatan Puskesmas Salakan
2. Kecamatan Buko Selatan 1 kasus di Desa Londonan Bebeau berdasarkan Surat keterangan UPTD Kesehatan Puskesmas Lumbi-Lumbia
3. Kecamatan Bulagi Utara 4 kasus tersebar di Desa Koyobunga 2 kasus Desa Bangunemo 1 kasus dan Desa Bakalinga 1 kasus berdasarkan Surat keterangan UPTD Kesehatan Puskesmas Sabang
4. Kecamatan Liang 1 kasus di Desa Basosol berdasarkan Surat keterangan UPTD Kesehatan Puskesmas Saleati
5. Kecamatan Totikum 1 kasus di Desa Batang Babasal berdasarkan Surat keterangan UPTD Kesehatan Puskesmas Totikum

III. Kasus AKTIF yang saat ini dalam pemantauan berjumlah 14 kasus tersebar di wilayah :
1. Kec. Bulagi Utara 3 Kasus
2. Kec.Tinangkung 5 kasus
3. Kec. Tinangkung Utara 2 kasus
4. Kec. Totikum 0 kasus
5. Kec. Buko 0 kasus
6. Kec. Totikum Selatan 1 kasus
7. Kec. Buko selatan 0 kasus
8. Kec. Tinangkung Selatan 0 kasus
9. Kec. Bulagi Selatan 1 kasus
10. Kec. Bulagi 1 kasus
11. Kec. Peling Tengah 1 kasus
12. Kec. Liang 0 kasus

IV. Mengamati dan menganalisa perkembangan situasi Covid-19 secara Nasional, Provinsi dan terkhusus daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. dengan perpanjangan leveling PPKM kita, level 3, sesuai Inmendagri 54, Thn 2021, tetap waspada, tetap menjalankan protokol kesehatan di setiap aktifitas keseharian, sesuai dengan Anjuran Pemerintah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Banggai Kepulauan Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, wajib melaksanakan 5 M :

1. Memakai masker
2. Mencuci Tangan pakai Sabun pada Air yang mengalir,
3. Menjaga Jarak,
4. Menghindari kerumunan
5. Mengurangi mobitas

V. Mengoptimalkan Posko-Posko PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro) yang ada di wilayah Desa dan Kelurahan.

VI. Percepatan vaksinasi, untuk pencegahan lebih efektif, dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Semoga berkah segalah upaya dan niatan baik kita semua, Untuk keluar dari Pandemi Covid -19 Amiin 🙏

“Bangkep Bersatu Lawan Covid-19”

SATUKAN TEKAD MENUJU INDONESIA SEHAT
BANGKEP SEHAT
BANGKEP KUAT

SALAM SEHAT🙏🙏🙏

Sumber: JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) H. Rais D. Adam buka secara resmi kegiatan Konsolidasi Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada Sektor Kelembagaan.

Kegiatan bertempat di Hotel Faawas Salakan dan di hadiri oleh Kepala BNNK yang di wakili Sub Koordinator P2M Bangkep, Narasumber serta para undangan yang hadir, Kamis, (21/10/2021).

Dalam sambutan Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Narkotika Nasional Banggai Kepulauan serta kepada penegak hukum dan para aktivis pencegah penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Banggai Kepulauan yang terus berupaya untuk menjaga dan mengawal Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan dari peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika.

Menurut Bupati Bangkep, untuk mewujudkan Kabupaten tanggap ancaman Narkoba maka perlu penguatan kelembagaan baik dari internal maupun eksternal serta perlu keseriusan dan kekompakan bersama dari seluruh stakeholder bahkan masyarakat.

“Terkait informasi yang aktual dan akurat yang di sampaikan kepada pihak BNN serta tentu perlu niat dan disiplin dari pihak yang berwajib jika hal tersebut dilakukan secara serius In sya Allah pengguna dan pengedar Narkoba di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin hari semakin berkurang,” ucap Bupati Rais Adam. (DeckyKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dukung pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan berbasis Kelapa Dalam dan Aren di Desa Lalong Kecamatan Tinangkung Utara Kab. Bangkep.

Pengembangan sentra IKM ini diyakini dapat memacu produktivitas masyarakat setempat sekaligus mendorong perekonomian daerah dan nasional, Pembangunan Sentra IKM Pangan ini merupakan sentra IKM yang dibangun melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang IKM.

“Kami berharap pembangunan sentra ini dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku IKM di sana,” kata Asisten Bupati Abderiana Loto mewakili Bupati dalam membuka rapat singkronisasi dan koordinasi Pembangunan Sentra IKM Pangan Desa Lalong yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Bangkep, Kamis, (21/10/2021).

Abderiana menjelaskan, sentra IKM merupakan kelompok IKM dalam satu lokasi atau tempat menggunakan bahan baku, menghasilkan produk sejenis, dan melakukan proses produksi yang sama.

“Mengelompokkan IKM dalam satu sentra tentunya akan mempermudah pembinaan agar semakin meningkatkan kemampuan IKM kita,” tuturnya.

Lanjutnya, “Maka dalam upaya penguatan peran sentra IKM, diperlukan pusat pengembangan desain dan teknologi yang disertai pusat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Hal ini dikarenakan teknologi dan SDM merupakan dua komponen penting yang harus disinergikan sehingga menghasilkan produk berkualitas,” tambahnya.

Disamping itu, Abde juga mewakili Pemda Bangkep memberi dukungan kepada pelaku IKM, “Kami terus memberikan dukungan kepada pelaku IKM, sebab dengan jumlahnya yang besar, mereka menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur. Apalagi sektor IKM tidak akan terpisahkan dari bagian proses produksi atau rantai pasok industri skala besar.”

Manfaat dengan adanya DAK bidang IKM, misalnya, memudahkan daerah guna melakukan pembinaan lebih lanjut pada sentra yang terpusat dalam satu lokasi. Meningkatkan kapasitas produksi melalui penambahan atau peningkatan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh sentra IKM yang tidak dapat direalisasikan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Manfaat lainnya yakni terjadi peningkatan lapangan kerja terkait peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan sentra IKM sekaligus peningkatan daya saing produk melalui perbaikan kemasan dan alih teknologi produksi,” ucap Abde.

Menurutnya, Kabupaten Banggai Kepulauan punya area pertanian yang cukup luas, yang pengerjaannya membutuhkan peralatan dari mulai menanam hingga saat panen.

“Maka keberadaan sentra IKM Pangan ini akan menjawab kendala yang dihadapi oleh para kelapa dan gula aren. Akhir kata, semoga apa yang kita harapkan bersama bisa terwujud dan pembangunan sentra IKM Pangan ini bisa berjalan sesuai rencana yang sudah ditentukan,” tutup Abde.

Rapat dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, Kadis Perindakop, Inspektur Inspektorat, Kepala Bappeda, Kadis PU, Kadis Pertanian, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Penanaman Modal, Kadis Perumahan, Kepala Kantor KPH Pulau Peling, Kepala Bagian Perekonomian Setda, Kepala Bagian Pembangunan Setda, Camat Tinangkung serta Kades Lalong. (TrisKominfo)