Tataba, BanggaiKep.go.id – Curah hujan tinggi tak kunjung berhenti dibeberapa hari belakangan ini menyebabkan terjadinya musibah bagi sejumlah Desa yang ada di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos ketika menerima laporan dari beberapa Kepala Desa di wilayah kerjanya melaporkan akibat curah hujan tinggi terjadi beberapa hari ini berbagai bencana mulai dari tanah longsor, banjir, meluapnya air sungai menimpa beberapa Desa di Kecamatan Buko.

Desa yang terdampak bencana pada Jumat, (31/7/2020) diantaranya Desa Lalengan meluapnya air sungai dan sebagian rumah warga tergenang banjir, Desa Malanggong meluapnya sungai dan banjir mengakibatkan rumah warga terendam air setinggi 50 cm sampai 1 Meter lebih, Desa Tataba terjadi banjir dan luapan air sungai menyebabkan rumah warga tergenang serta longsor di Desa Leme-leme Darat dan rusaknya jembatan penghubung Labasiano-Pelinglalomo.

Mendapat laporan ini Kori Yalume langsung bergegas ke lokasi terjadinya bencana untuk memastikan keadaan yang ada, bahkan Ia langsung melaporkan kepada Bupati Banggai Kepulauan atas sejumlah bencana yang menimpa Kec. Buko, sebagaimana diperintahkan oleh Bupati agar segera ditanggulangi.

Untuk mengantisipasi awal dampak bencana yang terjadi Kori Yalume memerintahkan para Kepala Desa dapat proaktif memastikan keadaan masyarakatanya aman agar tidak ada korban jiwa.

Kori juga menginstruksikan para kades mendata dan mengifentarisir korban yang ditimpa bencana serta kerugian akibat bencana dan jenis bantuan yang dibutuhkan untuk dilaporkan ke BPBD Kab. Banggai Kepulauan. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Sejak memasuki musim hujan di tahun ini, beberapa rumah warga di Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan sudah dua kali terendam banjir.

Banjir pertama yang melanda Desa Malanggong pada 28 Juni 2020 menyebabkan beberapa rumah warga tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi dimusim penghujan tahun ini.

Sudah hampir seminggu belakangan ini hujan terus turun bahkan 4 hari terakhir tidak pernah berhenti sehingga menyebabkan air sungai Kayubulon dan sungai Malanggong meluap sampai ke perkampungan dan menyebabkan beberapa rumah warga terendam banjir lagi pada Jumat, (31/7/2020).

Komples yang terendam banjir yang terjadi di dusun 2 khususnya rumah Bapak Matius Tangiduk dan Sdr. Esdin Botiki yang juga memang menjadi langganan setiap tahun.

Apabila musim hujan tiba pasti dua rumah itu selalu terendam banjir bahkan tahun ini sudah dua kali terendam banjir setinggi 1 Meter lebih.

Kades Malanggong Isak Monggilali mengatakan, “Kami sudah cukup berusaha untuk mengantisipasi banjir yang melanda malanggong setiap tahun apabila musim hujan tiba, mulai dari mengupayakan pembangunan drainase, gorong-gorong dikomples yang sering terjadi banjir yang parah tapi itu pun tidak dapat mengatasinya”.

“Kami hanya berharap ada perhatian khusus dari Pemda untuk mengatasi masalah ini,” sambung Isak.

Salah satu masyarakat Desa Malanggong yang enggan namanya untuk disebutkan mengatakan “Memang ada beberapa hal yang menyebabkan banjir di Desa Malanggong yakni pertama drainase yang ada harus ditingkatkan khususnya dijalur jalan poros karena debet air hujan semakin besar masuk diperkampungan”.

Menurutnya, Perlu dibangun beberapa plat deker dijalan poros yang disertai pembangunan drainase ke arah laut dan juga tidak bisa dipungkiri beberapa rumah yang sering terendam banjir karena posisi rumah sudah berada dibawah jalan raya jadi wajar kalau rumahnya terendam. (AmosKominfo)

Pelinglalomo, BanggaiKep.go.id –  Pada Jumat, 31 Juli 2020, Jembatan penghubung Desa Labasiano dan Desa Pelinglalomo dijalur jalan Trans Peling yang menghubungkan antar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan nyaris ambruk.

Jembatan penghubung Desa Labasiano -Pelinglalomo nyaris ambruk diakibat curah hujan yang tinggi sudah beberapa hari yang tak kunjung berhenti sehingga menyebabkan bagian kepala jembatan longsor serta adanya lubang yang cukup besar sampai ke bahu jalan.

Beberapa masyarakat yang menyaksikan hal tersebut menyampaikan jika ini tidak segera ditanggulangi akan berdampak fatal menyebabkan jembatan nanti putus bahkan rusak total.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos dan Kepala Desa Pelinglalomo Ahyudi Yunus, S.Fil langsung melaporkan kejadian ini kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait agar segera ditanggulangi supaya tidak semakin parah kerusakannya.

Menghindari jatuhnya korban Pemerintah Kecamatan bersama Polsek Buko dan Koramil 1308-13 Buko serta Pemdes Pelinglalomo mengambil langkah penutupan akses jalan yang ada dan mengarahkan pengguna jalan berputar arah melewati jalan samping Puskesmas Tataba naik ke Desa Olusi dan turun masuk perkampungan Desa Pelinglalomo.

Pengguna jalan pun diminta untuk berhati-hati karena kondisi jalan yang dilalui juga mengalami kerusakan total dikeseluruhan ruas jalan yang akan dilewati. (AmosKominfo)

Tatabau, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan yang tinggi sudah hampir seminggu menyebabkan musibah banjir dan tanah lonsor disejumlah tempat.

Salah satunya Desa Tatabau Kecamtan Buko Selatan atau lebih dikenal dengan sebutan Kanale dan Sub Desa Paisumatano terendam banjir hampir 85% rumah warga tergenang air dengan ketinggian 50 cm sampai 1 Meter lebih, Jumat, (31/7/2020).

Menurut salah satu warga yang biasa disapa papa Nia mengatakan, “Desa  Kanale sudah menjadi langganan banjir setiap tahun apabila musim hujan tiba tapi banjir kali ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ketinggian air sudah 50 cm bahkan ada ditempat tertentu sampai 1 meter lebih”.

Masyarakat Kanale hanya berharap agar hujan segera redah karena jika curah hujan masih tinggi maka banjir tidak akan surut, serta segera ada penangganan secepatnya dari Pemerintah.

Akibat banjir yang menenggelamkan hampir keseluruhan Desa Tatabau (Kanale dan Paisumatano) menyebabkan masyarakat yang rumahnya sudah terendam banjir mengungsi mencari tempat yang aman.

Mendapat kabar Desa Tatabau terendam banjir Camat Buko Selatan Marselinus Nukak, S.Sos segera menuju lokasi bersama BPBD Kec. Buko Selatan untuk melihat keadaan Desa Tatabau dan melaporkannya kepada Bupati Banggai Kepulauan dan Dinas terkait.(AmosKominfo)

Leme-leme Darat, BanggaiKep.go.id – Curah hujan yang tinggi dan tidak kunjung berhenti sudah hampir 4 hari menyebabkan terjadinya longsor di Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat, (31/7/2020).

Longsor yang terjadi di Desa Leme-leme Darat menyebabkan terimbunnya ruas jalan trans Peling yang menghubungkan antar desa dan kecamatan di Kab. Banggai Kepulauan dengan material longsor berupa domato, batu dan pepohonan sehingga jalan tidak dapat dilalui lagi oleh penguna jalan baik roda dua dan roda empat.

Untuk menanggulangi longsor yang terjadi agar kendaraan bisa melalui jalur longsor, Kepala Desa Leme-leme Darat Welly Siako, SH langsung menggerakkan aparat desa dan masyarakat membersihkan matrial longsor dengan alat seadanya untuk membuat jalan alternatif agar kendaraan dapat melewati jalur longsor.

Welly Siako, SH saat dijumpai jurnalis Diskominfo Pemda BanggaiKep dilokasi kejadian (31/7/2020), mengatakan bahwa “Longsor terjadi kira-kira pada pukul 12.00 Wita, yang menjadi penyebab longsor lokasi tersebut bekas galian C pengambilan domato karena curah hujan yang tidak kunjung berhenti sampai 4 hari menyebabkan terjadinya longsor”.

Welly berharap ada tindakan lebih lanjut dari Pemda untuk dapat menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor yang ada, sebab jika menggunakan tenaga manusia dengan alat seadanya tidak dapat mengatasinya.

Sampai berita ini diturunkan material longsor yang menutupi badan jalan belum kunjung dibersihkan. (AmosKominfo)

Alul, BanggaiKep.go.id – Sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan yang mengetahui letak geografis Desa Alul Kecamatan Bulagi ketika mendengar bahwa Desa Alul terendam banjir sulit untuk mereka percaya.

Tapi itulah fakta yang terjadi, pada hari Jumat, 31 Juli 2020, Desa Alul Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah terendam banjir setinggi 1 Meter bahkan ada dibagian tertentu sampai 120 Meter.

Camat Bulagi Norma Liling ketika mendapat laporan dari Pemerintah Desa Alul langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan hal tersebut.

Setibanya dilokasi kejadian, Camat Bulagi langsung memerintahkan Kades Alul Okranus Tombuki untuk mendata masyarakat yang menjadi korban banjir.

Dari laporan yang ada, korban banjir Desa Alul sebanyak 20 Kepala Keluarga 76 jiwa.

Sumber terjadinya banjir akibat longsornya perbukitan sehingga air dari arah perbukitan mengalir mengikuti jalur longsor yang berada kurang lebih 1 KM dari perkampungan. Selain itu, banjir juga disebabkan karena posisi Desa Alul berada didataran rendah (dilembah) dan dikelilingi perbukitan.

Mendengar laporan dari Camat Bulagi melalui WhatApp Grup Informasi BanggaiKep, Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam langsung memerintahkan Dinas terkait dilingkup Pemda BanggaiKep untuk turun ke lokasi kejadian.

Demikian juga dengan Kapolres Banggai Kepulauan AKBP. Reja A. Simajuntak, SH.SIK.MH langsung memerintahkan anggota Polres BanggaiKep menuju Desa Alul untuk membantu penanggulangan banjir. (AmosKominfo)

Kolak, BanggaiKep.go.id – Gerakan Mahasiswa Montolutusan Kolak (GMMK) menyumbang satu ekor sapi untuk dijadikan kurban di Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban bertempat di Mesjid Al-Huda Desa Kolak Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat, (31/07/2020).

Organisasi ini berjumlah 35 orang yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Desa Kolak yang di ketuai oleh Abdul Syukur Nai.

“Saya sebagai ketua dari Gerakan Mahasiswa Montolutusan Kolak sangat bersyukur karena kami bisa melaksanakan kurban di desa tercinta ini dan berusaha agar di tahun-tahun berikutnya kami bisa berkurban,” ucap Syukur yang merupakan mahasiswa dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

“Sumber anggaran kami dapatkan dari hasil proposal kegiatan 17 Agustus 2020 mendatang. Hanya saja kami tidak mendapatkan izin menyelenggarakan kegiatan itu disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang masih ada di Banggai Kepulauan,” kata Syukur.

“Sebelumnya juga, saya sudah berdiskusi dengan teman-teman lainnya terkait rencana pembelian sapi kurban yang menggunakan anggaran dari proposal kegiatan 17 Agustus dan alhamdulillah mereka sependapat dengan saya,” jelas Syukur menambahkan.

“Harapan saya, semoga apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi generasi muda Banggai Kepulauan dan semoga Pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar aktivitas kami sebagai generasi muda Desa Kolak bisa kembali seperti semula dalam membantu masyarakat desa,” harap Syukur. (TrisKominfo)

Labasiano, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Labasiano Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap III.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap III Desa Labasiano Kec. Buko dilaksanakan di Balai Rakyat Desa Labasiano, Kamis, (30/7/2020).

Kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Desa Labasiano diawali dengan penyerahan secara simbolis oleh Plt. Camat Buko dan unsur muspika Kec. Buko untuk beberapa penerima.

Dalam sambutan Kepala Desa Labasiano Nurlan Nurdin menyampaikan bahwa penerima BLT-DD Desa Labasiano sebanyak 57 Kepala Keluarga dengan total anggaran Rp. 34.200.000.

Nurlan pun berharap para penerima dapat memanfaatkan dana bantuan Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 melalui BLT-DD dengan sebaiknya serta bertanggungjawab bukan untuk pesta pora.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos dalam sambutanya menyampaikan kepada para penerima BLT-DD Desa Labasiano bahwa penyaluran BLT oleh Pemerintah melalui Dana Desa ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang sudah melanda kita beberapa bulan ini.

“Untuk itu saya harapkan para penerima BLT-DD dapat memanfaatkan bantuan yang ada untuk dibelanjakan kebutuhan pokok dalam hal ini membeli bahan makanan serta obat-obatan bagi penerima yang sakit atau anggota keluarganya”, ungkap Kori.

“Saya berharap kiranya bagi para penerima BLT-DD yang masih produktif untuk bekerja agar tetap berusaha dan bekerja meskipun ditengah pandemi dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, agar kebutuhan keluarga kita tetap terpenuhi”, harap Kori.

Turut hadir dalam penyaluran BLT-DD Desa Labasiano Kapolsek Buko yang diwakili oleh Brigpol Yengki Kumano, Koramil 1308-13 Buko diwakili oleh Sertu Rakip Larisa, Tenaga Pendamping Desa Kec. Buko serta Ketua BPD dan Perangkat Desa Labasiano. (AmosKominfo)

Bulagi, BanggaiKep.go.id – Dalam memaksimalkan tugas dan tanggungjawab Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) Kecamatan Bulagi, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. Banggai Kepulauan melaksanakan kegiatan pembinaan bagi PPKBD dan sub PPKB.

Pembinaan bagi Petugas Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se Kecamatan Bulagi dilaksanakan di Balai pertemuan Penyuluh KB Kec. Bulagi, Selasa, (27/7/2020).

Peserta pembinaan sebanyak 16 orang PPKBD dan 19 orang Sub PPKBD serta penyuluh KB dan PLKB Kec. Bulagi.

Kegiatan ini dihadiri Dra. Erny selaku Kabid Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. Banggai Kepulauan yang didampingi beberapa Kepala Seksi serta Koordinator PLKB Kec. Bulagi.

Dra. Erny menyampaikan bahwa “Sebenarnya ibu kadis sangat berkerinduan hadir dalam kegiatan pembinaan ini tapi oleh karena beliau diperintahkan oleh pak Bupati dalam tugas yang sangat penting karena ibu Kadis juga dipercayakan sebagai Asisten 1 Pemda Banggai Kepulauan beliau tidak sempat hadir dalam kegiatan ini.”

Dalam kegiatan ini diharapkan semua PPKBD dan Sub PPKBD untuk dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab walau ditengah pandemi Covid-19, agar dapat memperhatikan kedisiplinan pelaporan bulan serta keaktifan kader baik PPKBD dan Sub PPKBD serta Penyuluh KB dan PLKB dalam mengadvokasi program Keluarga Berencana termasuk alat kontrasepsi.

Koordinator PLKB Kec. Bulagi Degi S. Matade, SH saat dijumpai jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Rabu, (27/7/2020) mengatakan “Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi kader KB yang ada di desa-desa agar bisa maksimal menjalankan tugas serta penuh dengan tanggung jawab.” (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Melalui Video Conference mengenai Konsultasi dan Koordinasi Usulan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Salakan dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian di Banggai Kepulauan (BanggaiKep) bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Kepelabuhanan Dirjen Pelabuhan Laut, Bupati BanggaiKep berharap pembangunan Pelabuhan Salakan dapat terlaksana.

Kegiatan vidcon ini dilaksanakan di Ruang Vidcon Kantor Bupati Banggai Kepulauan dihadiri Ketua DPRD dan Wakil Ketua Komisi III DPRD BanggaiKep serta pejabat Eselon II Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (28/07/2020).

Selain itu, diikuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kabid Pelayaran Laut dan Kasubit Pelayaran Laut, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Infrastruktur serta Kepala Kantor UPT Kelas II Luwuk Kab. Banggai.

Mengawali kegiatan, Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah Kabupaten dan seluruh masyarakat Banggai Kepulauan terkait dengan percepatan pembangunan pelabuhan di Kota Salakan yang memang satu-satunya pembangunan yang direncanakan dan didambakan oleh seluruh masyarakat, umumnya Sulawesi Tengah dan khususnya masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Perlu saya informasikan bahwa pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan telah mengajukan usulan pembangunan pelabuhan Kota Salakan kepada Menteri Perhubungan. Namun hingga saat ini kami masih tetap mengharapkan pembangunan ini tetap terlaksana dengan mengharapkan masukan dan saran-saran dari pihak-pihak terkait yaitu Kementerian Perhubungan”, ucap Bupati Rais Adam.

“Melalui kesempatan ini, kami perlu mengetahui hal-hal apa saja yang harus kami persiapkan. Karena masyarakat sampai saat ini masih berharap bahwa pelabuhan yang ditunggu-tunggu ini bisa terwujud”, sambung Rais.

Selain itu, Rais Adam juga menjelaskan, Sebagai informasi bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan salah satu Kabupaten yang terletak ditengah-tengah perairan lepas dari daratan pulau Sulawesi. Sehingga satu-satunya jalan yang bisa menghubungkan dan bisa memberi kehidupan ekonomi bagi masyarakat Pulau Peling ini hanya lewat laut.

Maka pelabuhan yang ada sekarang ini bisa dikatakan pelabuhan darurat karena merupakan pelabuhan rakyat yang memang sudah lama ada di Banggai Kepulauan.

“Kami diapit oleh Pelabuhan yang sudah bagus yaitu Pelabuhan Luwuk Banggai dan Pelabuhan Banggai Laut. Bagian dari bentuk keseriusan kami dalam menangani pembangunan pelabuhan ini serta harapan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan, kami sepakat setelah lebaran ini kami siap menghadap kepada Bapak Menteri Perhubungan”, jelas Bupati Rais.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD BanggaiKep Rusdin Sinaling juga menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan pelabuhan Salakan akan menjadi prioritas utama pembangunan karena mengingat kondisi pelabuhan saat ini sudah tidak layak digunakan lagi.

“Secara umum apa yang telah disampaikan oleh Bupati tadi yang singkat namun cukup mewakili aspirasi yang ada di wilayah kami dan pelabuhan merupakan kebutuhan kami semua. Tadi telah disampaikan diawal bahwa secara profil dan geografis bahwa pelabuhan memang tidak layak lagi digunakan. Sehingga kami mencoba untuk memperjuangkan dipenganggaran selanjutnya”, ungkap Rusdin.

Kegiatan Vidcon ini dilaksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 ini dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak dan tetap selalu menggunakan handsanitizer didalam ruangan.(TrisKominfo)