Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Kapolres Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung di Ruang Rapat kantor Bupati, Senin, (13/07/2020).

“Atas nama pimpinan Pemerintah kabupaten Banggai kepulauan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini sebagai wujud dan tekad kita dalam upaya memerangi narkoba di kabupaten Banggai Kepulauan sesuai instruksi presiden RI nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi Nasional pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2020 sampai 2024″, ujar Bupati BanggaiKep Rais D. Adam mengawali sambutannya.

” Seperti yang kita ketahui, dampak narkotika tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, namun juga keamanan, ekonomi hingga dapat mengancam keberlangsungan Bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya dan Daerah Banggai Kepulauan pada khususnya”, sambung Rais.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini menjadi persoalan serius tidak hanya dalam skala Nasional namun juga dalam skala lokal di Daerah termasuk Daerah BanggaiKep. Secara Global maupun Nasional peredaran gelap narkotika terus meningkat. Modus Penyeludupan beragam, mulai dari penyeludupan melalui barang bawaan hingga dimasukkan kedalam tubuh manusia.

Masalah Narkoba juga tidak hanya menyerang kelompok atau kalangan tertentu saja, namun sudah masuk ke berbagai lini kehidupan di Negeri ini. Bahkan saat ini narkoba telah menyerang siapa saja termasuk keluarga, aparatur negara, anak-anak didik yang merupakan generasi penerus Bangsa.

“Selaku pimpinan Daerah, saya mengingatkan kepada semua pihak bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini bukan hanya tanggungjawab Pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat”, kata Bupati.

“Oleh karena itu, dalam penanganannyapun memerlukan strategi yang melibatkan semua pihak, juga seluruh komponen Bangsa sehingga masyarakat bisa terhindar dari narkoba” lanjut Rais.

Bupati juga berharap, “Saya juga berharap melalui rapat kerja ini, akan ditemukan langkah-langkah kongkrit pencegahan dan penanganan narkoba di kabupaten BanggaiKep ini sehingga daerah kita benar-benar aman dan tidak akan ditemukan lagi barang haram tersebut”.

“Sebelum mengakhiri sambutannya ini, saya menitip pesan kepada seluruh peserta rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba agar mengikuti lebih giat dan gencar barsama-sama berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba ditengah masyarakat, khususnya dilingkungan masing-masing. Semoga Allah senantiasa meridhoi usaha kita dalam memerangi narkoba di Kabupaten BanggaiKep” tutup Bupati. (TrisKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Tidak terasa perjalan sang waktu ditengah kesibukan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Buko sebagai garda terdepan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di wilayah Kecamatan Buko.

Pada Minggu, (12/7/2020) tepat 110 hari Gugus Tugas Covid-19 Kec. Buko laksanakan tugas dan tanggungjawab sehubungan dengan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Salah satu anggota GGS Covid-19 Kec. Buko yang tidak mau namanya dicantumkan, saat dijumpai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep mengatakan “Syukur alhamdulilah sudah 110 hari melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami semua masih berada dalam keadaan yang sehat wal’afiat”.

Saat ditanyai apa saja yang dilakukan oleh GGS Tugas Covid Kec. Buko dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran virus corona di kecamatan Buko, Ia mengatakan “Kami rutin melakukan kegiatan setiap hari mulai dari menjaga pintu masuk keluar Kecamatan Buko dan Buko Selatan yakni Pelabuhan baik pelabuhan Leme-leme Bungin dan Pelabuhan Lalengan untuk melakukan pendataan kedatangan masyarakat dari luar Daerah”.

“Dan juga kegiatan rutin kami setiap melakukan pemantuan bagi pelaku perjalanan dari luar Daerah, serta melakukan sosialisasi bagi masyarakat untuk memberikan pemahaman bagaimana cara pencegahan virus corona dan juga bekerja sama dengan Tim Relawan Desa se Kecamatan Buko melakukan pencegahan dimasing-masing Desa melalui pembagian masker, penyemprotan disinfektan”, sambungnya.

Jurnalis DisKominfo pun coba mewawancarai berapa anggota gugus tugas yang lagi berbincang di Lokasi Pelabuhan Leme-leme Bungin (12/7/2020) menanti kedatangan kapal, saat ditanyai bagaimana dengan pembiayaan kegiatan ini, mereka katakan, “Sampai saat ini kami hanya merobek kantong sendiri untuk mengisi bahan bakar kendaraan kami, memang sudah ada kepedulian dari Pemda beberapa waktu lalu dengan membagikan APD dan Suplamen tapi selama ini sudah hampir 4 bulan baru 2 kali”.

Untung ada inisiatif dari Kapus Tataba Sianti, A.Md.Kep beberapa kali menyiapkan komsumsi dan suplemen tambahan seperti susu beruang, telur rebus dan lain-lain untuk membantu memulihkan daya tahan tubuh tim.

“Untuk itu harapan kami kiranya ada kepedulian bagi kami Tim GGS Tugas Covid di Kecamatan yang melaksanakan tugas, memang kami sadar bahwa ini adalah bencana kemanusiaan tapi kalau mau menuntut pengabdian dan pengorbanan kami siap asalkan semua sama berkorban, karena menurut informasi yang kami dapat kalau GGS Tugas di Kabupaten mendapat perhatian khusus, jangan sampai ini menimbulkan kecemburuan sosial”, tutur anggota Tim Gugus Tugas. (AmosKominfo)

 

Bolonan, BanggaiKep.go.id – Kantor PT. POS Indonesia Cabang Salakan menyalurkan BST (Bantuan Langsung Tunai) tahap ketiga untuk penerima bantuan di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu, (12/07/2020).

Kegiatan penyaluran BST bertempat di Kantor Desa Bolonan oleh Pegawai Kantor Pos bersama Dinas Sosial Kab. BanggaiKep diwakili oleh Ibu Yuli Astuty, S.sos yang dimulai dari pagi hingga siang hari dan terpantau aman terkendali dengan jumlah penerima sebanyak 198 anggota keluarga.

Penyaluran BST di Desa Bolonan Kec. Totikum dipantau langsung oleh Bripka Harmawansyah yang mewakili Kapolsek Totikum kemudian di hadiri oleh Kepala Desa atau Sekdes yang mewakili disetiap desa beserta Masyarakat penerima bantuan.

Beberapa masyarakat menyatakan ucapan banyak terimakasih kepada Pemerintah yang sudah memberikan bantuan. (ViktorKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Pemerintah terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pada hari Sabtu (11/7/2020) bertempat di Kantor Camat Buko pihak Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Salakan melakukan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial, penyaluran bantuan sosial tunai kali ini diperuntukkan bulan Juni 2020.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep menyatakan kehadirannya dilokasi penyaluran guna melakukan pemantuan penyaluran BST apakah berjalan dengan aman dan lancar sesuai aturan yang berlaku yakni Rp.600.000 per keluarga dan tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun juga.

“Syukurlah penyaluran BST dari Kementrian Sosial sudah boleh sampai tahap ketiga dan tidak ada kendala dan halangan semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan”, jelas Kori.

Kori pun masih mengingatkan kepada penerima BST agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik untuk dibelajakan kebutuhan pokok dalam hal ini makanan dan bisa juga digunakan untuk biaya berobat dan membeli obat bagi yang menderita sakit. (AmosKominfo)

Paisuluno, BanggaiKep.go.id – Setelah sempat terhenti beberapa bulan program pelayanan Pos Bimbingan Terpadu Penyakit Tidak Melunar (Posbindu PTM) akibat dampak dari pandemi covid-19, kini Puskesmas Sabang Kecamatan Bulagi Utara melaksanakan kembali program Posbindu PTM di desa-desa di wilayah pelayanan kesehatannya.

Masyarakat Desa Paisuluno Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan menyambut baik dan antusias mengikuti kegiatan Posbindu PTM yang bertempat di Balai Desa Paisuluno, Rabu, (8/8/2020).

Jhoin F. Karamoy saat dihubungi jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep via telephone pada hari Kamis (9/7/2020) menyampaikan bahwa masyarakat merespon baik atas pelayanan yang diberikan Puskesmas Sabang melalui program Posbindu PTM.

“Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukukan oleh Puskesmas Sabang dalam upaya mencegah penyakit tidak menular”, ucap Jhoin.

Kehadiran masyarakat pada pelaksanaan Posbidu PTM kali ini meningkat dibanding waktu-waktu yang lalu, “Ini bagus, berarti masyarakat mulai tahu bahwa pentingnya pencegahan penyakit tidak menular”, jelas Jhoin. (AmosKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id -Pemerintah Desa bersama Tim Relawan covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan yang kedua kalinya di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumad,  (10/07/2020).

Penyebaran Virus Corona atau biasa dikenal dengan covid-19 sudah berjalan beberapa bulan di Indonesia, namun hingga saat ini Pemerintah bersama Tim Relawan masih tetap melakukan pencegahan penyebaran Virus disetiap Daerah seperti melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan disinfektan di Desa Batangbabasal untuk kedua kalinya diikuti oleh Kepala Desa BatangBabasal Kaleb Nasir selaku ketua tim relawan covid-19, Kepala Kasie Kepemerintahan Yonce Kuna, Kepala Kasie Pelayanan Herdiyanto Sadimo, anggota Tim Relawan antara lain anggota BPD, Linmas, dan aparat Desa bersama Tim Kesehatan Totikum dan dihadiri langsung oleh Camat Totikum H. Irwan Mayang, SH.

Penyemprotan dilakukan ditempat-tempat umum seperti Perkantoran Desa, Puskesmas, Sekolah-Sekolah, Rumah-Rumah Ibadah, Pasar dan di rumah-rumah penduduk. (ViktorKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 46 anggota masyarakat menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan pada Jumat, (10/7/2020).

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Batangbabasal, dihadiri oleh Kepala Desa Batangbabasal Kaleb Nasir, Yesmina selaku pengurus bantuan PKH dan Herdiyanto Sadimo selaku kepala seksi pelayanan beserta seluruh anggota masyarakat penerima bantuan.

Kegiatan penerimaan bantuan PKH untuk 46 anggota masyarakat dengan jumlah dana sebanyak Rp 12.505.000 berjalan dengan baik dan aman yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, lansia dan disabilitas.

Yesmina selaku pengurus PKH menyampaikan kepada seluruh anggota penerima bantuan PKH bahwa agar bantuan tersebut digunakan sesuai keperluannya, “Contoh jika penerima Anak Sekolah maka dibelanjakan untuk hal-hal yang ada kaitannya dengan pendidikan seperti buku, polpen, pensil dan masih banyak lagi, kemudian yang lansia, ibu hamil, disabilitas uang tersebut digunakan untuk tujuan bantuan ini”.

“Sekali lagi disampaikan kembali kepada Masyarakat penerima bantuan PKH agar uang tersebut jangan dibelanjakan hal-hal yang bukan tujuan dari bantuan tersebut”, harap Yesmina.

Kaleb Nasir selaku Kepala Desa Batangbabasal menyampaikan kembali kepada masyarakat bahwa jika ada masalah atau hal-hal yang tidak sesuai ketentuan mengenai pembagian bantuan ini maka kiranya masyarakat mengkonsultasikan langsung kepada pihak yang berkaitan yaitu Pemerintah, jangan bercerita kesana kemari tanpa belum mengetahui kebenarannya agar tidak menjadi masalah yang lebih besar.

“Begitu juga disampaikan kepada anggota penerima bantuan agar uang tersebut digunakan dengan baik dibelanjakan sesuai fungsinya jangan digunakan atau dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan bantuan tersebut apalagi uang hanya digunakan untuk miras dan judi”, tegas Kades. (ViktorKominfo)

Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini.

Jakarta, Banggaikep.go.id – Presiden Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan sebaran pandemi Covid-19 di daerahnya karena akan berpengaruh terhadap sebaran di seluruh Tanah Air. Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini, terutama setelah melihat laporan penambahan kasus positif hari ini yang mencapai 2.657 orang.

“Sebaran Covid di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Perlu saya ingatkan, ini saya kira juga lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif 2.657,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sejumlah arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Kamis, 9 Juli 2020.

Oleh sebab itu, Presiden mengingatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar tetap bisa mengendalikan Covid-19 dengan baik disertai manajemen krisis yang tegas. Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, kasus positif Covid-19 di Kalimantan Tengah mencapai 1.093 orang, dalam perawatan sebanyak 393 orang, sembuh sebanyak 634 orang, dan meninggal 66 orang.

“Tetapi kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja bersama menyelesaikan ini, hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Ini jangan dianggap enteng. Bisa menyebar ke mana-mana,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan perekonomian global dan nasional terganggu. Karena itu, mengendalikan kedua sisi baik kesehatan maupun ekonomi sangatlah penting. Presiden berpandangan bahwa kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian juga harus tetap bisa berjalan.

“Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja tetapi nanti Covid-nya meningkat. Hati-hati dua-duanya harus dikendalikan dengan baik,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Presiden juga meminta para kepala daerah untuk membantu penyaluran bantuan sosial agar secepatnya bisa diterima oleh masyarakat, tanpa ada yang tercecer. Di samping itu, stimulus ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga harus segera diberikan kepada para pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

“Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota/kabupaten, APBD provinsi, dan kami di APBN juga akan membantu baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga meminta agar pemerintah daerah berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Sejumlah tahapan harus dilewati, mulai dari prakondisi, menentukan waktunya, hingga menentukan sektor prioritas yang akan dibuka terlebih dahulu. Setiap kepala daerah juga perlu menerapkan data sains dan saran dari para pakar dan ilmuwan dalam merumuskan sebuah kebijakan.

“Jangan sampai memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, tidak memakai data sains, ini berbahaya sekali. Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semuanya harus di-back up oleh data sains dan saran-saran masukan para scientist,” tegasnya.

Di penghujung arahannya, Presiden mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah melakukan tes masif. Namun hal tersebut belum cukup dan meminta daerah untuk bersinergi bersama unsur Pangdam dan Kapolda untuk melakukan pelacakan yang agresif dan senantiasa mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Saya kira tiga hal ini tugasnya pemerintah: tes masif, pelacakan agresif, isolasi yang ketat. Tugasnya masyarakat yang harus kita ingatkan terus: pakai masker ke manapun, jaga jarak di mana pun, menghindari kerumunan. Diingatkan terus ini, saya kira sosialisasinya harus terus menerus, enggak bisa berhenti. Hati-hati angka 1.093 kasus positif ini harus setop, jangan sampai ada tambahan lagi,” tandasnya.

Dalam acara tersebut Presiden turut didampingi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

(BPMI Setpres). KondKominfo

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 137 orang warga Desa Luksagu yang masuk dalam daftar penerima manfaat, kembali menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Penyaluran BLT-DD tahap 3 berlangsung tertib, aman dan lancar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis, (9/7/2020).

Kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa dalam sambutannya mengatakan, “Kiranya bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang menerima dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin”.

Mengingat pandemi Virus Corona (Covid-19) ini belum berakhir dan belum tahu kapan akan berakhir.

Olehnya itu, Suriadi Asapa menghimbau kepada seluruh Masyarakat Desa Luksagu yang berprofesi sebagai petani agar bisa memanfaatkan lahan pertanian yang tidur untuk segera menanam bahan-bahan makanan apa saja yang bisa dimakan oleh manusia.

Hal ini dimaksud, untuk mengantisipasi jikalau kehabisan stock makanan di era masa pandemi Virus Corona yang sedang melanda Negeri kita ini dan belum tahu kapan berakhirnya wabah ini.

Selanjutnya, Kapolpos Tinangkung Utara Roby Pasongli dalam sambutannya mengatakan, “Terhadap bantuan BLT-DD ini kita harus merasa berterima kasih kepada Pemetintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Desa”.

“Dan bantuan ini harus di pergunakan sebaik mungkin. Jangan sampai bantuan ini hanya digunakan pada keperluan yang tidak penting”, ucap Roby.

Lanjut Roby, “Dalam menghadapi masa New Normal ini kita boleh beraktifitas tetapi harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19”.

Di wawancarai oleh Jurnalis Kominfo BanggaiKep, Kapolpos Tinangkung Utara Roby Pasongli menjelaskan, Dalam BLT-DD ini ada beberapa orang Masyarakat yang masuk dalam daftar penerima manfaat sudah keliru memanfaatkannya.

“Ada! Saya dengar tapi Saya tidak bisa menyebutkan nama Desa atau Nama orangnya,” kata Roby.

“Misalnya bantuan beras dia hanya jual dan uangnya dia belikan rokok dan minuman keras (cap tikus) dan mabuk-mabuk,” jelas Roby.

“Ini akibat kesalahan pendataan pertama yang tidak teliti oleh Pemdes. Pemberian bantuan itu salah sasaran,” ungkap Roby menjelaskan.

“Olehnya itu, disetiap kesempatan Saya sering menghimbau kepada Masyarakat penerima manfaat untuk mempergunakan BLT-DD ini sebaik mungkin,” lanjut Roby.

Hadir dalam acara itu, Kepala Desa Luksagu Suriadi Asapa, Kapolpos TINUT Roby Pasongli, unsur Kecamatan Tinangkung Utara, Ketua BPD bersama anggotanya. (FeriKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksakana rapat evaluasi kerja tim gugus tugas Covid-19 di ruang rapat Kantot Bupati Banggai Kepulauan, Selasa, (07/07/2020).

Rapat ini dipimpin langsung oleh ketua harian tim gugus tugas Covid-19 Rusli Moidady, ST. MT dan dihadiri oleh seluruh unsur Forkopimda, OPD-OPD terkait, Camat se – Kabupaten Banggai Kepulauan serta anggota tim gugus tugas lainnya.

Dalam sambutannya, Rusli Moidady berkata, “Adapun agenda kita pada siang hari ini adalah rapat dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan gugus tugas selama tiga bulan terakhir, dan ini kita sudah memasuki tahap empat pelaksanan gugus tugas ini dan tentu didalam pelaksanaan beberapa bulan terakhir ini ada hal yang perlu kita evaluasi bersama”.

“Seperti ada saran-saran  atau kendala-kendala yang perlu kita pikirkan solusinya bersama. Kita ketahui bersama bahwa penyebaran pandemi Corona ini sampai sekarang masih tinggi dan tentu diperlukan upaya-upaya yang lebih ketat lagi didalam menangani penyebaran virus Corona di Kabupaten Banggai Kepulauan”, jelas Rusli menambahkan.

”Untuk Banggai Kepulauan sendiri, kemarin pak Gubernur pada saat pelantikan Bupati beliau menyampaikan bahwa Banggai Kepulauan sudah cukup bagus dalam penanganan Covid dan hasil yang kita capai sampai saat ini Alhamdulillah kita masih nol yang terkonfirmasi positif”, ucap Rusli.

“Untuk lebih jelasnya ada juru bicara Covid Banggai Kepulauan yang akan menjelaskan data-datanya secara mendetail lagi. Gubernur berharap agar kondisi ini tetap kita pertahankan  terus, tentunya upaya-upaya yang akan kita lakukan harus lebih ketat dan disiplin lagi agar kita tidak kecolongan lagi”, jelas Rusli.

Selanjutnya, Juru bicara Covid-19 BanggaiKep Arabia Tamrin, SKM menjelaskan beberapa hal penting diantaranya, “Data situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan dan dalam kaitannya dengan penerapan new normal, yang pertama yang perlu kami sampaikan sebagai gambaran untuk menghadapi tatanan new normal bahwa ada 6 syarat, 2 kriteria dan 11 indikator yang harus kita perhatikan bersama sebelum saya akan menyampaikan tentang data”.

“Jadi 6 syarat itu adalah yang pertama penularan diwilayah biasa dikendalikan. Banggai Kepulauan saat ini bahwa kasus orang dalam pemantauan (ODP)  adalah nol, PDP juga nol dan kasus terkonfirmasi positif juga saat ini nol atau tidak ada. Kemudian yang kedua adalah kapasistas sistem kesehatan yang ada, jadi kita juga harus melihat rumah sakit maupun tenaga medis dari sisi kemampuan kesehatan dan fasilitas yang ada dari sisi pengujian laboratorium”, kata Arabia.

Lanjut Jubir, “Yang ketiga yaitu kita mampu menekan resiko wabah ditempat yang kedepannya lebih tinggi, ini kita bisa lakukan dengan cara pengujian secara masal dan itu pemerintah sudah melakukannya baru-baru ini rapid tes secara masal di pusat-pusat keramaian salah satunya di pasar ibukota Kabupaten yaitu Salakan dengan 159 sampel yang kita uji hasilnya semuanya non reaktif”.

“Setelah itu kita telah melakukan rapid tes masal untuk tenaga kesehatan salah satunya di RSUD Trikora Salakan dan juga rumah sakit Pratama Lumbi-lumbia dan hasilnya semua nakes yang ada di rumah sakit non reaktif”, tutur Jubir.

Selanjutnya syarat keempat kata Jubir adalah penerapan protocol pencegahan Covid, ini yang harus kita perhatikan bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya tenaga kesehatan tapi juga semua lintas sektor dimana kita memastikan bahwa masyarakat mampu melaksanakan pencegahan.

“Syarat yang kelima adalah mampu mengendalikan resiko kasus dari pembawa virus yang masuk ke suatu wilayah, ini yang memang perlu nanti kita perhatikan bersama bahwa kegiatan ini berpengaruh besar terhadap keberhasilan kita bersama”, sambung Arabia.

”Kemudian yang terakhir adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan, ini juga Pemerintah Daerah telah berupaya bahwa semua data dan informasi baik data situasi maupun kegiatan-kegiatan operasional Pemerintah Daerah sudah memberikan informasi lewat dinas terkait yaitu Dinas Kominfo dan semuanya disampaikan secara transparansi dan terkonfirmasi”, kata Jubir.

Semua ini dilakukan agar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan sekiranya apa yang harus kita lakukan demi Banggai Kepulauan ini bisa aman dan bebas covid.

Kemudian ada dua kriteria yaitu yang pertama memastikan masyarakat untuk mampu melakukan pencegahan Covid-19, caranya kita harus memastikan bahwa masyarakat bisa memahami covid dengan cara kita melaksanakan edukasi dan sosialisasi yang pasif kepada masyarakat.

Dan kriteria kedua adalah penurunan tes rei beserta dengan peningkatan jumlah testing covid, jadi semakin kita melakukan pengujian secara terus menerus kita juga melihat penurunan dari kasus yang terindikasi positif kasus covid-19.

“Selanjutnya ada 11 indikator sesuai kajian epidemologi tetapi kami melihat dari 11 indikator ini Banggai Kepulauan sudah memenuhi semuanya yaitu penurunan jumlah kasus positif setidaknya selama 14 hari dan kita sudah kurang lebih 1 bulan tidak ada tambahan kasus positif”, jelas Arabia.

“Kemudian penurunan jumlah kasus probable atau kemungkinan itu juga sampai saat ini belum ada yang dicurigai covid 19, kemudian jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga sampai sekarang kita tidak ada yang dirawat dirumah sakit” sambung Jubir.

Disamping itu, Jubir juga menjelaskan sedikit tentang Indikator-indikator ini yang secara epidemologis sebetulnya Banggai Kepulauan sudah terpenuhi, tinggal mungkin kita melihat item-item yang dari dua kriteria yang tersedia. Mana yang harus kita maksimalkan dalam penerapan new normal ini.

“Saya sedikit menjelaskan tentang kondisi epidemologi, sesuai dengan data yang sekarang adalah ODP, PDP maupun kasus terkofirmasi positif tidak ada. Oleh karena itu sesuai dengan data yang ada bahwa pada tanggal 21 Juni 2020 Banggai Kepulauan adalah salah satu Daerah di Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai zona hijau”, jelas Arabia.

“Tentunya penetapan zona hijau ini berdasarkan beberapa sub indicator yang dilihat yaitu jumlah kasus positif, ODP dan PDP selama lebih 14 hari, jumlah kematian yang dimakamkan dengan protokol covid sampai saat ini tidak ada kemudian penularan langsung pada petugas kesehatan juga sampai saat ini tidak ada”, tutup Jubir. (TrisKominfo)