Luksagu, BanggaiKep.go.id – Kecamatan Tinangkung Utara (Tinut) sukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan terhadap PPS (Panitia Pemungutan Suara) digelar Bimtek (Bimbingan Teknis) yang di ikuti oleh PPS se Kecamatan TINUT di ruang Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Luksagu, Sabtu, (27/6/2920).

Bimtek di gelar mulai jam 08.00 sampai dengan 14.00 wita.

Agenda Bimtek yaitu terkait dengan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 9 Desember Tahun 2020 mendatang, maka diadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada PPS se Kecamatan Tinangkung Utara tentang mekanisme atau tata cara merekrut Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP).

Syarat dari pada Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) diharuskan yang berumur 20 tahun sampai dengan 50 tahun.

Diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo BanggaiKep kepada Ketua PPK Kec. Tinut Moh. Tanfiziah Marjuno S.Pd mengatakan, “PPDP yang terpilih harus bisa menggunakan ponsel Android, dan umur maksimal 50 Tahun”.

“Kalau sudah umur 50 tahun keatas, dia rentan terhadap penyakit terutama virus Corona. Nanti cepat terinfeksi virus Corona,” jelas Tanfiziah.

“Dalam melaksanakan seluruh tahapan kegiatan, nantinya seluruh Penyelenggara Pemilihan tetap mematuhi protokoler kesehatan Covid -19,” sambung Tanfiziah.

Hadir dalam kesempatan itu, unsur KPUD BanggaiKep Muslim Abd Muin S.Kom selaku divisi data, PanwasCam, BhabinKamtibmas Roby Pasongli, PPK, Tim Medis serta unsur Pemerintah Kecamatan. (FeriKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Kepala Sekolah dan Guru SDN Inpres Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan bagi Masker gratis kepada seluruh Siswa Sekolah Dasar Inpres Luksagu pada Sabtu, (27/6/2020).

Kegiatan bagi Masker gratis tersebut dilaksanakan di ruang kelas masing-masing mulai dari kelas satu sampai dengan kelas lima.

Pembagian masker tersebut bertujuan membantu Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona yang makin mewabah.

Sebanyak 120 lembar masker dibagikan gratis kepada 96 orang Siswa dan 15 orang Guru.

Kepala SDN Inpres Luksagu Marijan P Ali S.Pd menjelaskan, Kegiatan ini dilakukan yaitu untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona kepada para Anak didiknya.

“Pembagian masker ini, tetap menerapkan protokoler Kesehatan Covid-19 yakni kami memakai masker, jaga jarak dan tidak berjabat tangan,” jelas Marijan.

Setelah membagikan masker, para Guru memberikan sosialisasi kepada para Siswa tentang tata cara menghindari penyebaran Virus Corona yakni seringlah cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik, gunakan masker jika terpaksa keluar Rumah, hindari kerumunan, tetap belajar di Rumah dan hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum di cuci.

“Nanti apabila proses pembelajaran aktif kembali para Murid sudah punya masker masing-masing,” ucap Marijan.

“Dan juga Sekolah sudah menyediakan tempat cuci tangan dan Hand sanitizer agar warga Sekolah mengerti betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” lanjut Marijan. (FeriKominfo)

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Musibah banjir yang terjadi di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan, menyebabkan 14 kepala keluarga serta 43 jiwa mengungsi ke Balai Desa akibat rumah mereka terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Setelah menerima laporan dari Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P, Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun ke lokasi bencana serta menyalurkan bantuan untuk para korban.

Penyaluran bantuan Bupati melalui Tim BPBD Kab.BanggaiKep dilakukan pada hari Kamis (25/6/2020) yang dipimpin oleh Kasie Pencegahan Merry K. Hontong, turut hadir dalam penyaluran bantuan kepada para korban banjir Camat Bulagi Utara, Kapolsek Bulagi, Kepala Desa Bangunemo serta Ketua BPD Desa Bangunemo.

Ada pun bantuan yang disalurkan yakni pangan berupa sembako, makanan siap saji dan air mineral serta sandang seperti selimut, kain, tikar dan kebutuhan serta peralatan lain yang dibutuhkan oleh para korban selama rumah mereka masih tergenang banjir.

Merry Hontong menyampaikan bahwa Bapak Bupati prihatin dan peduli serta sepenanggungan dengan masyarakat Desa Bangunemo yang ditimpa musibah bencana banjir, sehingga ketika mendapat laporan Bupati langsung memerintahkan BPBD untuk segera menuju lokasi dan menyalurkan bantuan untuk para korban.

Edison Moligay mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian dan bantuan dari Bapak Bupati kepada masyarakat kami yang ditimpa bencana banjir, sehingga beban para korban, Pemerintah Desa boleh berkurang.

Pada kesempatan yang sama, Edison pun menyampaikan banyak terima kasih juga bagi Bapak Kapolres Banggai Kepulauan yang sudah menyalurkan bantuan yang diserahkan langsung oleh Kasat Sahbara. (AmosKominfo)

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan dengan curah hujan tinggi yang sudah beberapa hari terakhir ini tidak kunjung redah menyebabkan  14 rumah Kepala Keluarga di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam air.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P saat dihubungi Jurnalis DisKominfo Pemda Kab. Banggai Kepulauan (25/6/2020) melalui via WhatsApp menyampaikan, “Setelah kami menerima instruksi Bupati H. Rais D. Adam agar para Camat memonitor desa-desa di wilayah kerja masing-masing sehubungan dengan curah hujan yang cukup tinggi sampai berhari-hari”.

“Kami langsung mengimbau para Kades dan Lurah Sabang untuk terus memantau wilayah desa/kelurahannya dan laporkan jika terjadi musibah akibat cuaca eksrim”, jelas Edison.

Setelah menerima laporan dari Kades Bangunemo, Edison Moligay didampingi Kasie Pembangunan Ones Maasi langsung meninjau lokasi banjir di Desa Bangunemo Kec. Bulagi Utara Kab. BanggaiKep.

Setelah tiba di lokasi, Edison menyampaikan terdapat 14 rumah terendam banjir 43 jiwa yang terdiri atas orang dewasa, anak-anak serta lansia harus mengungsi di Balai Desa.

“Dan ini sudah kami laporkan kepada Bupati serta Dinas terkait, yang sangat dibutuhkan oleh para korban saat ini bantuan pangan, selimut, serta perlengkapan bayi”, ucap Camat.

Melihat keadaan para korban yang hanya tidur beralaskan tikar, Edison berharap Dinas kesehatan dapat turun kelokasi untuk memeriksa kesehatan serta memberikan obat-obatan yang dibutuhkan agar para korban tidak menderita sakit. (AmosKominfo)

 

Bangunemo, BanggaiKep.go.id – Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi sampai beberapa hari sehingga menyebabkan 14 rumah di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara terendam banjir dan 43 jiwa harus mengungsi ke Balai Desa.

Setelah mendapat informasi atas terjadinya banjir di Desa Bangunemo, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP. Reja A. Simajuntak, SH.,SIK.,MH langsung menugaskan Kasat Sabhara AKP. Yusran Dagong untuk menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir di Desa Bangunemo.

Penyaluran bantuan dari Polres Banggai Kepulauan kepada korban banjir di Bangunemo dilaksanakan pada Kamis, (24/6/2020) di Balai Desa tempat dimana para korban mengungsi, serta turut hadir dalam penyaluran bantuan Kapolsek Bulagi IPDA. Beny Tiiyo.

AKP. Yusran Dagong menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri atas apa yang dialami oleh masyarakat Bangumemo yang ditimpa musibah.

“Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara”, ucap AKP. Yusran.

Kades Bangunemo Welson Monggalo, S.Th menyatakan ungkapan terima kasih atas bantuan dari pihak Polres BanggaiKep yang sudah boleh peduli, perhatian dan meringankan beban masyarakat kami yang ditimpa bencana. (AmosKominfo)

Luksagu, BanggaiKep.go.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu, 24 Juni 2020, mengakibatkan air sungai meluap serta puluhan hektar sawah dan satu rumah warga terendam banjir di kawasan persawahan Desa Luksagu Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Luapan air sungai tersebut membuat warga setempat sempat panik. Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir harus menyelamatkan barang-barang penting agar tidak terkena banjir.

“Saya tadi ke kantor sekitar jam 7.30 wita, kebetulan Saya kerja di Kantor Kecamatan, tiba-tiba ada telepon dari teman saya katanya rumah Saya terendam banjir jadi Saya cepat-cepat balik ke Rumah”, kata Indra Jaya Sipatu pemilik rumah yang terendam banjir.

“Sampai di rumah, saya lihat benar rumah Saya sudah terendam banjir, kira-kira itu air setinggi 63 cm Saya sempat ukur”, jelas Indra.

Selanjutnya, Indra menjelaskan kerugian yang dialaminya akibat dampak banjir, “Saya rugi kasian, Empang Saya yang luasnya kurang lebih 3/4 hektar yang sudah ada ikan bandengnya habis ludes keluar ikannya”.

“Televisi, speaker aktif habis rusak semuanya, tapi tidak apa-apa yang penting keluarga saya selamat”, sambung Indra Jaya.

Banjir terjadi sejak pagi jam 8.30 wita dan mulai surut perlahan sekitar jam 13.00 wita. Disebutkan luapan air sungai tersebut diakibatkan Leaning irigasi persawahan tidak memadai dan juga adanya Empang Udang salah satu warga yang berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi saluran air sungai keluar.

Seorang Petani bernama Dahrun saat diwawancarai oleh Jurnalis Pemda DisKominfo mengatakan, “Dulunya sebelum adanya Leaning irigasi banjir tidak separah ini karena air bisa berpencar”.

Lanjut Dahrun, “Setelah dibuat Leaning yang tidak sempat selesai pembuatannya hanya sampai di gorong-gorong saja, itu yang membuat air sungai meluap memasuki Daerah persawahan, seharusnya Leaning irigasi dibuat harus sampai di jembatan karena disitu ada aliran air sungai”.

Salah satu akibat meluapnya air sungai juga diakibatkan adanya Empang Udang seorang warga yang luasnya kurang lebih 3 hektar berdekatan dengan lokasi persawahan sehingga menghalangi aliran air.

“Empang itu sudah di beton baru tidak ada saluran air untuk keluar, jadi sawah yang ada di situ terendam, sedangkan tidak ada banjir airnya tergenang apalagi banjir”, ucap Dahrun menjelaskan.

“Pemerintah Desa harus memperhatikan dengan serius kedua hal ini, karena sepanjang tahun disaat musim hujan pasti terjadi banjir, tapi kalau sudah di tangani dengan baik banjir berikutnya tidak separah ini lagi”, harap Dahrun. (FeriKominfo)

Buko, BanggaiKep.go.id – Gempa tektonik 6,3 Mangitudo yang menguncang Bolaanguki Kabupaten Bolaang Mongondo Selatan Provinsi Sulawesi Utara pada hari ini Senin, 23 Juni 2020, membuat masyarakat berhamburan keluar dari rumah sampai di jalan raya.

Guncangan gempa cukup kencang berdampak sampai ke Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Dari pemantauan Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep, saat terjadi gempa masyarakat sepanjang Desa Lalengan sampai dengan Leme-leme Bungin berhamburan keluar rumah sambil berteriak tanah goyang, bahkan masyarakat di Desa Tataba yang tinggal dipikiran bibir pantai meninggalkan rumah mereka dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Menurut beberapa masyarakat mereka hanya berjaga-jaga saja jangan sampai ada gempa susulan yang lebih besar lagi.

Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa tektonik 6,3 Mangitudo di Bolaanguki Kabupaten BolSel Sulawesi Utara terjadi pada kedalaman 94 KM pada pukul 14:43 WIB dan tidak berpotensi Tsunami. (AmosKominfo)

Malanggong, Banggaikep.go.id – Pemerintah Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap II yang diperuntukkan bulan Mei 2020 kepada masyarakat penerima manfaat di masa pandemi Covid-19.

Penyaluran BLT-DD Tahap II Desa Malanggong Kec. Buko diawali dengan penyerahan secara simbolis, bertempat di Balai Desa Malanggong dan dihadiri oleh Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos, mewakili Kapolsek Buko Brigpol I Ketut Picca, Kades Malanggong Isak Monggilali, TPD Kec. Buko Rosmawati dan Andi Ndiba, Kamis, (19/6/2020).

Dalam sambutan Kades malanggong Isak Monggilali menyampaikan bahwa penerima manfaat BLT-DD sebanyak 91 KK dengan total anggaran Rp.54.600.000, serta mengharapkan para penerima dapat memanfaatkannya dengan baik.

Bahkan Isak pun menekankan kepada masyarakat pentingnya melengkapi administrasi kepedudukan dalam semua urusan.

Sementara itu, Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos selalu mengingatkan kepada para penerima untuk memanfaatkan dengan baik uang yang diterima melalui bantuan Pemerintah lewat BLT-DD dengan membeli bahan makanan dan obat-obatan bagi yang menderita sakit.

“Jika memungkinkan bagi penerima BLT-DD yang masih usia produktif untuk bekerja dan berusaha untuk tetap melakukan aktifitas pekerjaan dengan mematuhi protokol kesehatan dan untuk ibu-ibu jika memungkinkan gunakan bantuan ini untuk peningkatan ekonomi keluarga dengan misalnya membuat kue dan lain sebagainya untuk dijual”, jelas Kori Yalume.

Kori Yalume pun mengharapkan masyarakat dapat membantu Pemerintah Desa dalam menyukseskan berbagai program agar Desa Malanggong semakin maju dan berkembang.

Brigpol I Ketut Picca dalam sambutannya mengingatkan agar penerima memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan penuh tanggungjawab agar bermanfaat bagi semua anggota keluarga.

Selain itu, TPD Kec. Buko Andi Ndiba dalam sambutannya menyampaikan kepada penerima untuk menghargai kerja keras Pemdes karena mereka bekerja tidak mengenal waktu dalam melayani masyarakat apa lagi dalam situasi pandemi covid-19 untuk pengurusan pencairan BLT-DD.

“Mereka mengutamakan masyarakat padahal sudah 6 bulan belum menerima insentif/gaji”, ucap Andi. (AmosKominfo)

Malanggong, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Malanggong Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan mengharapkan masyarakat dapat memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan.

Kepala Desa Malanggong Isak Monggilali dalam sambutannya saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada hari Kamis (18/6/2020) mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya dokumen administrasi kependudukan, seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Pernikahan serta lain-lain.

Isak menganjurkan serta mengajak masyarakat Malanggong yang dokumen kependudukannya belum lengkap untuk segera diurus karena itu sangat penting dan berguna dalam segala hal yang kita urus, “Anak masuk sekolah saja sudah diminta Akta Kelahiran, bantuan Pemerintah pun persyaratannya harus ada KTP dan KK”, terang Isak.

“Pemerintah Desa siap memfasilitasi pengurusannya masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan dan Pemerintah Desa akan bekerjasama dengan pimpinan gereja dan mesjid untuk melaksanakan pemberkatan nikah dan akad nikah bagi keluarga yang belum nikah secara agama dan pemerintahan”, jelas Isak.

Isak juga menegaskan tidak ada alasan untuk tidak melengkapi dokumen kependudukan, “Kalau tidak ada biaya hubungi kami sebagai kepala desa agar bisa kami pikirkan”, kata Isak.

“Bagi masyarakat yang tidak mau mengurus administrasi kependudukan jika ada bantuan-bantuan Pemerintah dan anda tidak terkafer, jangan salahkan Pemerintah Desa karena kami sudah berusaha memberikan pelayan bagi masyarakat”, ujar Isak. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Ditengah situasi pandemi penyebaran Corona Virus Desease (covid-19) ada begitu banyak bantuan Pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian dari Pemerintah terhadap masyarakat dalam situasi pandemi corona.

Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos dalam setiap kesempatan pada penyaluran BLT-DD tahap II di wilayah kerjanya di Kecamatan Buko menghimbau serta mengajak kepada penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk dapat produktif, melihat peluang yang ada dalam meningkatkan perekomomian keluarga apalagi yang masih usia muda yang masih bisa bekerja dan berusaha.

Pada penyaluran BLT-DD tahap II di Desa Malanggong (20/6/2020) Kec. Buko, Kori Yalume menyampaikan kepada penerima BLT agar dapat mengelola BLT juga untuk peningkatan ekonomi.

“Seperti ibu-ibu yang menerima BLT DD dalam bulan inikan akan ada 3 kali penyaluran BLT jangan langsung dihabiskan, sisihkan sebagian untuk buat modal usaha seperti penjualan kue, sayur dan lain-lain yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga”, kata Kori Yalume.

“Sebab tidak selamanya Pemerintah akan terus membantu kita ada waktunya mungkin bantuan Pemerintah akan dihentikan, jadi kita masyarakat harus pintar dan bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan dari Pemerintah”, sambung Kori.

“Agar dikemudian hari kita masyarakat dapat mandiri serta tidak lagi selalu bergantung dengan bantuan dari Pemerintah”, harap Kori. (AmosKominfo)