Makassar, BanggaiKep.go.id – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalu unit kerja Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Wilayah Timur Tahun 2024, di Kota Makassar, Selasa (27/08/2024).

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Ugi Cahyono Setiono yang bertujuan untuk memberikan pendampingan penuh kepada perwakilan Pemerintah Daerah dalam memahami dan menyelesaikan proses penilaian mandiri Evaluasi SPBE. Pelaksanaan kegiatan diikuti pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Wilayah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Di Wilayah Sulawesi Tengah termasuk salah satunya dari perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ratnasari N. Turungku bersama Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Persandian dan Statistik Hamdani Mania yang ikut dalam pendampingan evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tersebut.

Dalam kegiatan menghadirkan narasumber Tony Dwi Sutanto dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sony Fajar Surya dari Universitas Telkom, dan Mahmud dari Universitas Hasanuddin.

Pada sesi coaching clinic penilaian mandiri evaluasi SPBE tahun 2024, Sony Fajar Surya dari Universitas Telkom menyampaikan bahwa Perangkat Daerah yang masuk pilar utama dalam meningkatkan indeks SPBE harus bersinergi ketika melakukan tahapan proses evaluasi menuju daerah yang betul-betul memanfaatkan sistem digital dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. (IKP-KOMINFO)

Palu, BanggaiKep.go.id – Pj Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Ihsan Basir hadiri kegiatan Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (PPTI) Sulawesi Tengah masa bakti 2024-2028yang dirangkaikan dengan penutupan Taekwondo Open Turnamen Danrem 132/Tadulako Cup 2 tahun 2024, Sabtu (24/8/2024).

Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon bertempat di gedung olahraga GBK Andi Raga Pettalolo.

Pelantikan digelar berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Nomor: SKEP.07/PBTI/III/2024, dan ditetapkan Brigjen TNI Dody Triwinarto sebagai Ketua PPTI Sulteng masa bakti 2024-2028.

“Selamat dan sukses kepada jajaran PPTI Sulawesi Tengah yang telah dilantik oleh pengurus pusat,” kata Gubernur Sulteng Rusdy Mastura.

Dirinya berharap momentum ini menjadi pemantik semangat para pengurus untuk bekerja lebih baik dalam menjaring atlet taekwondo potensial, terlebih khusus mewujudkan Sulawesi Tengah emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024.

Gubernur juga berpesan agar pengurus menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan serta relevan dengan visi misi gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan maju.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon dalam sambutannya menyampaikan rasa optimis bahwa olahraga taekwondo Sulteng dapat meraih prestasi yang gemilang.

“Keberhasilan mencapai tujuan organisasi bukanlah tugas mudah. Namun, membangun team work yang efektif dapat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan suatu organisasi,” terangnya.

Ketua PPTI Sulteng Brigjen TNI Dody Triwinarto mengajak jajaran pengurus provinsi dan atlet taekwondo untuk bersinergi menjaga dan mengangkat marwah olahraga taekwondo di Sulawesi Tengah.

“PON Papua kemarin kita peroleh satu emas, harapan kita bersama PON Aceh-Sumut cabor taekwondo menyumbang minimal tiga emas,” pungkasnya. (IKP-KOMINFO Sumber: theopini.id)

Makassar, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ratnasari N. Turungku dan Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Persandian dan Statistik Hamdani Mania ikut menghadiri Pelaksanaan Rapat Koordinasi Implementasi Kebijakan Menteri PAN RB Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana bertempat di Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (26/8/2024).

Rakor ini di selenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan mengusung tema “Kelembagaan yang Agile Melalui Digitalisasi Pemerintahan”.

Kegiatan dibuka oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dengan turut dihadiri oleh Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh, para Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah provinsi/kabupaten/kota di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Menpan-RB Nanik Murwati dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam penguatan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dalam pelayanan publik.

Upaya yang dilakukan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan sistem pemerintahan yang lebih lincah dan efektif melalui digitalisasi pemerintah, penyederhanaan birokrasi dan percepatan penguatan tata kelola di pemerintahan pusat maupun pemerintah daerah.

Rakor ini merupakan bentuk komitmen untuk melakukan diseminasi kebijakan guna memastikan kebijakan dapat dipahami, memastikan kebijakan tidak hanya sendiri semata tetapi juga dapat diterima (delivered) dan berdampak dan memastikan dapat menjaring feedback dari stakeholder di daerah sebagai input penyempurnaan kebijakan ke depan.

Dalam sambutan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas menyampaikan arahan Presiden RI Jokowi tentang reformasi birokrasi ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan diantaranya Birokrasi yang berdampak, Reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas serta Birokrasi lincah dan cepat.

Menurut Azwar Anas 3 (tiga) hal diatas meliputi penyederhanaan struktur organisasi dan jabatan dengan melakukan pemangkasan reformasi birokrasi, sistem kerja harus di ubah agar lebih lincah dan efektif dan memperbaiki tata kelola.

Menteri PAN-RB juga memaparkan highlight capaian reformasi birokrasi Sakip, SPBE dan ZI se provinsi Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Kabupaten Banggai Kepulauan mendapatkan nilai CC untuk Reformasi Birokrasi, CC untuk Sakip dan cukup untuk SPBE. Nilai ini diharapkan dapat di tingkatkan menjadi baik atau sangat baik. (IKP-KOMINFO)

BanggaiKep.go.id – Pulau Peling yang tersusun dari 97,7% ekosistem karst dari waktu kewaktu teridentifikasi telah mengalami fenomena geologis baik yang telah terjadi maupun yang berpotensi terjadi disebabkan karena struktur karst yang berongga dan rapuh.

Beberapa Tahun yang telah Lewat Rumah Anggota DPRD Bangkep masa itu Alm.Mutar Tongge di desa meselesek Kec.Bulagi tiba-tiba rinsek jatuh kedalam tanah secara mendadak, Belasan tahun kemudian pada jarak yang kurang lebih 100 M dari rumah yang jatuh secara tiba-tiba muncul lubang yang sangat dalam yang membawa serta separuh dari jalan raya pada kedalaman yang tidak terukur dan berisi Air Laut, padahal jaraknya dari pantai sekitar 300 meter, di tahun 2024 berjarak sekitar 70an meter dari jalan yang runtuh kembali terjadi ringsek permukaan tanah membentuk lobang di sudut gereja Bethel meselesek tepat di sudut pondasi.

Bergeser di desa Sosom Kecamatan Bulagi tepatnya di sebelah gunung pada waktu yang belum teridentifikasi informasi dari beberapa sumber terjadi ringsek permukaan tanah kurang lebih sebesar lapangan sepakbola,

Bergeser ke Sambulangan Kecamatan Bulagi Utara pada jarak lebih dari 500 meter dari pantai terdapat fenomena alam yang disebut OANG Lubang besar dengan diameter 45 Meter kedalaman lebih dari 50 meter dan terkoneksi dengan laut beberapa hari lalu di eksplor oleh team geologi dari UGM bekerjasama dengan DISPAR Bangkep dan Pemerintah kecamatan dalam rangkaian ekspedisi Karst.

Di desa Buko Kec. Buko Selatan beberapa team Penyelam gua Karst saat melakukan penyelaman ternyata mereka berenang puluhan meter ke arah perkampungan dan didapati ternyata rumah-rumah dan jalan berada di atas rongga

Belasan tahun Lalu desa Alul kecamatan Bulagi yang terkenal sebagai desa yang sulit air bersih Tiba-tiba dihebohkan dengan keluarnya air di antar bebebatuan karst yang membentuk danau dengan kedalaman mencapai pucuk pohon kelapa namun air itu tidak bertahan lama diduga hanya merupakan air yang terjebak di rongga karst yang salah satu sisinya mengalami pelapukan

4 danau yang cukup besar di Alani yang sumber airnya dari dalam batuan karst, tanpa teridentifikasi muaranya kemana karena airnya masuk kedalam bumi melewati lorong karst yang tidak teridentifikasi ujungnya.

Di wilayah desa Komba-komba kecamatan Bulagi tepat di persimpangan ke arah desa Minanga dapat dilihat hamparan ilalang di tempat yang sangat datar namun lebih rendah dari permukaan tanah di sekelilingnya
Ini disebut-sebut Sukunion desa yang hilang di masa lalu yang dapat dihubungkan dengan fenomena Karst.

Ada banyak misteri geologi di Pulau Peling yang tak dapat di deteksi secara kasat mata namun sebagai Pulau Karst kita dibayangi malapetaka jika kita mempercepat kerusakan karst tersebut dengan nafsu, ambisi, dan keserakahan manusia.

Salam Lestari.

Sumber: Irwanto DJ

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penandatanganan Komitmen Bersama Bupati Banggai Kepulauan dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Sektor Pemerintah, Selasa (20/8/2024).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Ihsan Basir di Aula kantor Inspektorat Kab. Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya Pj Bupati mengatakan atas nama pribadi dan selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan ini, dan juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan penandatanganan komitmen bersama ini dalam peningkatan kualitas pengendalian Intern dan akuntabilitas laporan keuangan.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah strategis yang sangat penting khususnya para kepala organisasi perangkat daerah supaya kita dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Saya mengajak seluruh kepala OPD dan jajaran pemerintah daerah untuk bersama-sama mengimplementasikan prinsip-prinsip manajemen risiko secara berkala, pengembangan strategis mitigasi yang efektif, serta pemantauan dan evaluasi terhadap manajemen risiko,” ujar Ihsan Basir.

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulteng yang telah mendampingi Kabupaten Banggai Kepulauan dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memperkuat kinerja Pemda Bangkep.

“Saya ucapkan terima kasih kepada BPKP perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah yang selama ini mendampingi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, semoga sosialisasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan dapat memperkuat kinerja pemerintahan Kabupaten Banggai Kepulauan,” terang Bupati.

Koordinator Pengawasan JFA Bidang Akuntabilitas Pemerintahan Daerah BPKP Perwakilan Sulawesi Tengah, Teguh Santoso Apriyanto S.E. juga mengatakan ucapan terima dan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam kerjasama meningkatkan manejemen risiko sektor pemerintah di daerah tersebut.

“Kami menyaksikan penandatanganan komitmen ini dan saya pribadi mewakili kepala perwakilan kami menyampaikan ucapan terima kasih dan juga dukungan atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemda Kabupaten Banggai Kepulauan untuk bersama-sama meningkatkan manajemen risiko tersebut,” ucap Teguh Santoso.

Turut dihadiri Inspektur Inspektorat, para Kepala OPD dan undangan lain. (Roy-KOMINFO)

SEASEA dan BANGGAI ditinjau dari perspektif budaya PELING sebagai Otentifikasi Budaya Daerah dalam membentuk jatidiri wilayah dan Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan.(Irwanto DJ)

Penulis pernah mengutip sebuah statement dari seorang YouTubers “Seasea adalah Banggai, Banggai adalah Seasea” Pernyataan ini tidak salah tetapi tidak juga sepenuhnya benar.

Dalam persepsi penulis Esensi BANGGAI dapat di Klasifikasi dalam 3 Bagian.
1. Banggai Sebagai Etnik
2. Banggai Sebagai Kerajaan
3. Banggai Sebagai Bagian dari Indonesia
Banggai sebagai Etnik merupakan Sebagai Entitas baru hasil persebaran dan asimilasi manusia Lobo/Seasea yang awal mulanya dari Togong tanga/Pulau Peling Bagian Barat
(G.Cruyt)

Banggai sebagai Kerajaan merupakan sebuah Nation dimasa lalu yang sangat luas bentukan Adicokro Panglima Ternate berbatasan dengan Wilayah Bungku dan wilayah Touna, Meliputi Pulau Peling hingga berbatasan dengan Maluku Utara. Secara Sosio-kultural Meliputi Seasea, Banggai, Loon, Loinang dan Andio.

Banggai Sebagai Indonesia dimulai pada tahun 1960 ketika Kerajaan Banggai menyatakan diri Bergabung ke NKRI dalam Posisi DATI 2 Banggai kemudian berubah nomenklatur menjadi Kab.Banggai dimekarkan menjadi Kab. BANGKEP Selanjutnya Kab. BALUT.

Ketika Banggai masih dalam kebulatan Dati 2 Banggai atau Kab. Banggai yang Berpusat di Luwuk generalisasi bukanlah sebuah masalah dan klasifikasi tidaklah terlalu penting dalam memframing keanekaragaman Budaya, Sejarah dan Hayati banyak kekayaan di Proyeksikan sebagai kekayaan bersama contoh : Keraton Banggai di Bolukan, Keraton Banggai di Luwuk, tradisi adat Burung Maleo Banggai, Burung Endemik Gagak Banggai, Situs Makam Imam Syahban di Banggai Tradisi adat Loinang di Banggai, Ubi Banggai di Banggai, Tradisi Adat Loon di Banggai kesemuanya Memiliki legal standing untuk disebut sebagai esensi Kekayaan wilayah Banggai.

Kepentingan atas poin-poin di atas kemudian berubah Pasca terbentuknya DOB BANGKEP selanjutnya DOB BALUT Semua Kekayaan Budaya, Sejarah, Situs, dan Hayati terpecah-pecah mengikuti teritori wilayah yang baru dan Apesnya Banggai Kepulauan berada pada posisi paling Minor disebabkan Legitimasi Kebanggaian kebanyakan diperoleh Kab. Banggai dan Kab. Banggai Laut. Sebut saja Keberadaan sejarah dan tradisi keraton Banggai di Luwuk dan Balut, Tradisi Maleo, Adat istiadat, Kesenian Banggai, Bahkan Ubi BAKU pun tidak terlepaskan dari Istilah Ubi Banggai.

Pada Standing Position Banggai, BANGKEP di Pulau Peling terframing sebagai delta atau pinggiran kebudayaan dan Peradaban. Peradaban Lobo Seasea yang hakikatnya Merupakan Mayor Budaya tinggal menjadi Minor dan mengarah pada krisis jatidiri.

Dalam Pengembangan PARIWISATA yang berkelanjutan Budaya adalah Support System yang dominan membentuk Keunikan atau endemiksitas daya tarik Pariwisata bahkan menurut para pakar daya tarik Pariwisata Budaya mencapai 50-70 % dari keseluruhan magnet Pariwisata. Sementara dalam Konsep Kebanggaian Para Wisatawan merasa telah sampai dan menemukan Esensinya Banggai tersebut ketika Sampai di Luwuk dan di Balut. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi kita semua khususnya Lembaga Terkait Seperti DINAS KEBUDAYAAN, DINAS PARIWISATA, DINAS LINGKUNGAN HIDUP, DINAS KOMINFO Dalam Support Bupati dan DPRD untuk menggali,menemukan, dan memuliakan kembali nilai-nilai budaya,sejarah, Situs, dan Keanekaragaman hayati Peling Banggai Kepulauan dalam membentuk Jatidiri dan Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan.

Salam Budaya.
Penulis: Irwanto Diasa Pemerhati Budaya dan Pariwisata.

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pj Bupati Ihsan Basir menyambut baik kedatangan Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya di rumah jabatan Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sabtu (17/8/2024).

Kedatangan rombongan peserta ekspedisi Banggai Raya dengan tujuan mengeksplor kekayaan karst yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pj Bupati sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas kunjungan Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya ke daerah Banggai Kepulauan.

Dirinya berharap dengan mengeksplor kekayaan pulau peling ini, Tim Ekspedisi dapat memberikan manfaat dan perkembangan terkait ekosistem karst khususnya di Banggai Kepulauan.

Menurut Hendrie Adji Kusworo selaku Dosen Magister Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM menyampaikan bahwa Ekspedisi Banggai Raya ini adalah kegiatan Push Conference dari salah satu kegiatan akademik di Universitas Gadjah Mada (UGM) tentang karst.

“Ini adalah push conference activity jadi wujudnya adalah ekspedisi untuk menyusuri 3 kabupaten, kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut sebagai sebuah ekosistem karst yang punya karakter khusus,” ungkapnya.

Hendrie Adji juga mengatakan Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya ini berasal dari beberapa negara diantaranya Indonesia (UGM), Amerika, Malaysia, Francis yang tertarik untuk belajar lebih jauh. Dirinya menambahkan bahwa tim yang datang ini hanya melakukan ekspedisi awal dan dari sini akan muncul kegiatan-kegiatan penelitian bersama-sama terkait 3 (tiga) Banggai Raya dalam sebuah ekosistem.

“Banggai Laut dan Banggai Kepulauan memiliki kekayaan yang luar biasa karena faktor-faktor geologi. Jadi konon menurut para geologis ini adalah arena yang disebut mikro kontinen Banggai Sula,” terang Hendrie.

Anggota Ekspedisi berjumlah 13 orang ini akan mengeksplor wilayah 3 Kabupaten (Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut) menggunakan kapal kurang lebih selama 10 hari yang dimulai dari tanggal 17 Agustus 2024.

Dikesempatan yang sama, Ahli Geohidrologi dari Nevada Amerika Tom menyampaikan bahwa ini adalah pertama kali melakukan perjalanan ke Banggai Kepulauan dan dirinya senang dengan sambutan yang sangat ramah dari Pemerintah Daerah.

Tom berharap dalam ekspedisi kali ini bisa menemukan gua karst yang luar biasa dan indah dalam kegiatan penyelaman nanti. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) gelar acara malam ramah tamah peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-79 tahun 2024 bertempat di Taman Kota Salakan, Sabtu (17/8/2024).

Mengawali sambutannya Pj. Bupati Banggai Kepulauan Ihsan Basir mengatakan kita patut bersyukur karena upacara yang berlangsung pagi dan sore bisa berjalan dengan baik dan hikmat.

“Selaku Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-79, semoga Bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Banggai Kepulauan terus melakukan kemajuan di semua lining sektor, termasuk peningkatkan sumber daya manusia menuju Kabupaten Banggai Kepulauan yang lebih baik lagi ke depan,” terang Ihsan Basir.

Di momen ramah tamah ini, Bupati berharap ada nilai yang dapat kita petik yakni membudidayakan nilai-nilai kepahlawanan para pendahulu kita dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia.

“Perjuangan kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan pendahulu kita untuk menuju indonesia maju,” ucapnya.

Selain itu, Bupati juga mengajak kepada segenap aparatur daerah, para politisi, pelaku ekonomi, penegak hukum dan para pendidik serta seluruh komponen masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan untuk bersama-sama bersatu dalam membangun daerah ini.

Selanjutnya, ucapan terimakasih disampaikan Bupati kepada masyarakat Banggai Kepulauan yang telah berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-79 baik itu lewat berbagai perlombaan olahraga maupun seni.

Dalam memeriahkan HUT RI tahun ini telah dilaksanakan berbagai perlombaan dan didalamnya tentunya ada yang menang dan ada yang kalah.

“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba, bagi yang belum meraih juara agar tidak kecewa tetapi teruslah berlatih sehingga bisa berprestasi dilain kesempatan,” ujar Bupati. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Ihsan Basir selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 di halaman kantor Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sabtu (17/8/2024).

Peringatan HUT Republik Indonesia Ke- 79 Tahun 2024 mengusung tema, “Nusantara Baru Indonesia Maju”.

Upacara turut dihadiri Ketua DPRD Kab. Bangkep diwakili Anggota DPRD Syafrudin Lalu, Kapolres Bangkep AKBP Jimmy Martin Simanjuntak, S.I.K, Kajari Banggai Laut Reinhard Tololiu, SH.,MH, Pabung 1308 LB Mayor Inf. Moh. Salam Lubis, Kakan Kemenag Bangkep H. Sofyan Arsad, S.Pd.I.,M.Si, Asisten I Setda Bangkep Iswan Saleh, S.Sos, Asiaten II Setda Bangkep Edison Moligay, S.Sos.,M.A.P, Staf Ahli Setda Bangkep Halima Umar Hamid, S.Sos, Staf Ahli Setda Bangkep Tommy Luasusun, SH, Perwira Menengah Polres Banggai Kepulauan, Ketua KPU Bangkep Supriatno Lumuan, S.Sos.,M.Si, Ketua Bawaslu Bangkep Muslim Baqara, S.Kom.,MM, Kasubag Kepegawaian Kemenag Bangkep Drs. H. Ahmad Yani, Kepala OPD Se- Kab. Banggai Kepulauan, Kabag, Sekdis serta Kasubag di Lingkungan OPD.

Adapun petugas upacara yang bertindak sebagai Komandan upacara IPDA Rahim Hasan, SH, dan Perwira upacara Peltu Sergius Paulus (Danramil Liang).

Petugas Pengibar Sang Merah Putih yaitu Alfiar L asal Sekolah SMA Negeri 1 Peling Tengah, Haikal S. Abas asal Sekolah SMA Negeri 1 Tinangkung, Andi Adrian Shevheanko asal Sekolah SMA Negeri 1 Tinangkung, dan pembawa baki Devi Sifa Dayanun asal sekolah SMA Negeri 1 Tinangkung.

Pasukan upacara diantaranya TNI, Polri, Pol-PP, BPBD, Damkar, Dinas Perhubungan, ASN dan undangan lainnya. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Penjabat (Pj) Bupati Ihsan Basir mengukuhkan 38 Anggota Paskibraka Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2024 yang bertempat di Auditorium Bappeda dan Litbang Bangkep, Kamis (15/8/2024).

Kegiatan di hadiri perwakilan Kapolres Bangkep, Pabung 1308/LB, Staf Ahli Bupati, Pelatih dan Koordinator serta Pembimbing Paskibraka, Orang Tua Anggota Paskibraka, Anggota  Paskibraka serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Pj. Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota paskibraka yang telah di kukuhkan dan diberikan amanah serta kehormatan sebagai Anggota Paskibraka pada Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pengukuhan ini bermakna bahwa telah tertanamnya semangat kebangsaan dan cinta tanah air, tumbuh suburnya jiwa patriotisme dan idealisme, rela berkorban serta memiliki sikap disiplin dan tanggungjawab pada adik-adik anggota paskibraka sebagai kader dan calon pemimpin Bangsa di masa depan.

Bupati juga mengatakan sebagai Putra Putri Indonesia pilihan, kalian harus mampu memberi energi positif bagi generasi muda lainnya serta masyarakat. Tumbuh kembangkan lah semangat membangun Bangsa, memajukan Negeri, membanggakan Daerah kalian melalui  kontribusi-kontribusi positif dimasa depan.

“Saya percaya dan berharap pada anggota paskibraka yang merupakan putra-putri pilihan terbaik akan mampu dan dapat melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh dan penuh percaya diri,” ucap Ihsan Basir.

Tak hanya itu, Bupati juga mengatakan bahwa dirinya sangat memahami bahwa tugas yang    diemban anggota paskibraka sangat berat.

“Tetapi sangat terhormat dan mulia sebagai pengibar dan penurun duplikat bendera pusaka dalam rangka memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 tanggal 17 Agustus 2024 nanti,” pungkasnya.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada adik-adik yang telah di kukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera pusaka, dan selamat bertugas pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan upacara Penurunan Bendera pada tanggal 17 Agustus 2024 di Kabupaten Banggai Kepulauan,” terang Bupati. (Decky-KOMINFO)