Pos

Tataba, BanggaiKep.go.id – Plt. Camat Buko Kori Yalume, S.Sos terus mengawal penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang disalurkan oleh Pemerintah Desa se-Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan yang bersumber dari Dana Desa.

Sampai dengan hari Sabtu, (6/6/2020) penyaluran BLT-DD di Kecamatan Buko mencapai target 100% sesuai batas waktu yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Dalam sambutan Kori Yalume disetiap kesempatan pada acara penyaluran secara simbolis selalu menekankan bahwa BLT-DD merupakan bantuan dari Pemerintah kepada masyarakat yang bersumber dari alokasi dana desa, dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, yakni masyarakat miskin yang terdampak Covid-19, lansia yang tidak dapat bekerja lagi, penderita penyakit kronis serta mereka yang kehilangan pekerjaan.

Selain itu, Kori Yalume selalu mengingatkan para penerima untuk dapat memanfaatkan bantuan Pemerintah ini dengan sebaik-baiknya untuk dibelanjakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Terutama bahan makan, dan biaya berobat bagi yang sakit, bagi penerima yang hanya menggunakan untuk foya-foya dan belanjakan untuk gaya apalagi mabuk-mabukan, berjudi jika kedapatan maka kami minta kepada Pemdes untuk tahap selanjutnya tidak akan disalurkan lagi kepada yang bersangkut”, tegas Kori.

“Kepada Pemerintah Desa se-Kecamatan Buko jangan coba-coba memotong serupiah pun Dana BLT-DD yang diserahkan kepada masyarakat dengan alasan apapun karena sangsinya jelas dapat dilibatkan pidana penjara dan denda bagi yang melakukan pemotongan”, ujar Kori.

Untuk itu Kori Yalume berharap masyarakat beserta BPD dapat mengawasi penyaluran BLT-DD, “Jika ada penyimpangan lapor kepada kami agar diproses sesuai dengan aturan yang berlaku”, tegasnya. (AmosKominfo)

Salakan, Banggaikep.go.id – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Peresmian Bank Induk Sampah Molios (BISM) dilaksanakan di Halaman Kantor PPK Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Jumat, (5/6/2020).

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Banggai Kepulauan berkerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kab. BanggaiKep.

Serta dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan berserta unsur Forkopimda BanggaiKep, Kepala Kemenag BanggaiKep, Kepala Cabang Unit Bank Sulteng Cabang Salakan, Sekertaris Daerah BanggaiKep, Ketua Tim Penggerak PKK beserta seluruh Unsur terkait lainnya.

Mengawali kegiatan, Ferdy Salamat selaku Plt. Kadis Lingkungan Hidup dalam sambutannya menyampaikan,  “Kami mengucapkan selamat hari lingkungan hidup sedunia dengan tema Biodiversity atau keanekaragaman hayati mengandung makna dan seruan untuk bertindak guna memerangi percepatan dan hilangnya degradasi spesies dunia alam”.

“Satu juta spesies tumbuhan dan hewan beresiko punah disebabkan karena sebagian besar oleh aktivitas manusia”, sambung Ferdi.

Kegiatan aktivitas manusia tidak terlepas dari timbulan sampah yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dalam peraturan presiden No. 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional, pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga merupakan terobosan dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah yang terintergrasi mulai dari sumber sampai ke pemprosesan akhir.

“Sebagai tindak lanjut dari pengolahan sampah di Daerah, Bupati Banggai Kepulauan telah menerbitkan peraturan Bupati No. 28 tahun 2019 tentang kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga”, jelas Ferdi.

“Salah satu rencana aksi pelaksanaan peraturan Bupati ini adalah pembentukan Bank Sampah Induk dan Bank Sampah Unit,” lanjut Ferdi.

Berdasarkan data bidang pengelolaan sampah limbah B3 dan peningkatan kapasitas pelaku usaha pengelolaan sampah di Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini terdapat enam pengepul sampah yang akan ditetapkan sebagai bank sampah unit dan satu bank sampah induk yang akan digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dinas lingkungan hidup atas upaya menjaga kelestarian dan keselamatan lingkungan dan lebih khusus kepada ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten BanggaiKep yang telah menginisiasi mendirikan bank sampah molios sebagai wadah pengumpulan sampah organik dan sampah anorganik lainnya sehingga masyarakat tidak membuang sampah dialam bebas tetapi memberikan pendidikan untuk dapat memilah sampah dan mengumpulkan sampah di bank sampah”, ucap Kadis DLH.

“Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih para pengepul sampah yang sudah membantu kami mengumpulkan sampah dikabupaten Banggai Kepulauan,” tutur Ferdi. (TrisKominfo)

 

Ombuli, BanggaiKep.go.id – Sebanyak 71 Kepala Keluarga di Desa Ombuli Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan terima Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa yang merupakan upaya Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Ombuli Kec.Bulagi Utara diawali dengan penyerahan kepada 25 penerima secara simbolis di Balai Pertemuan Desa Ombuli, Selasa, (2/6/2020).

Penyaluran BLT-DD ini dihadiri oleh Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P, Kapolsek Bulagi yang diwakili Bripda Homardi, Danramil 1308-12 Bulagi diwakili oleh Koptu Yunov, Pendamping Desa Kec.Bulagi Utara Aprioni Totu’u, S.T, Ketua BPD Desa Ombuli Erni Labesak serta Kades dan perangkat Desa Ombuli.

Kepala Desa Ombuli Merni Manttango, S.Pd dalam sambutan menyampaikan bahwa “Jumlah kepala keluarga di Desa Ombuli sebanyak 242 yang terkafer untuk menerima BLT-DD sebanyak 71 Keluarga dengan total anggaran Rp. 42.600.000 yang dimana penerimanya terdiri dari lansia, penyadang distabilitas, penderita penyakit kronis/strok serta keluarga muda yang rata-rata belum memiliki rumah dan 1 orang penerima baru pulang dari Kota Manado yang kehilangan pekerjaan karena pandemi covid-19”.

Merni pun berharap agar penerima BLT DD dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan bertanggungjawab.

“Peran masyarakat jika ada yang pantas menerima dan belum terkafer agar dapat melapor kepada Pemerintah desa melalui RT atau Kadus untuk diverifikasi oleh tim relawan desa”, ujar Kades Merni.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay juga  menghimbau agar masyarakat tetap patuh pada himbauan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19.

“Kepada penerima manfaat BLT DD agar menggunakan bantuan untuk kebutuhan pokok beli bahan makan dan obat jika sakit serta berhemat, khusus bagi keluarga muda”, kata Edison.

Selain itu, Edison juga menekankan “Agar bantuan ini digunakan untuk kebutuhan keluarga bukan untuk beli rokok, bergaya bahkan mabuk-mabukan ,pergunakan bantuan Pemerintah ini dengan tanggungjawab untuk kebutuhan pokok keluarga”.

Edison mengajak kepada para keluarga muda agar bisa berkebun menanam bahan makan lokal ditengah pandemi covid sebab kita tidak tahu sampai kapan virus ini berakhir.

Pendamping Desa Kec.Bulagi Utara Aprioni Totu’u, S.T pun menekankan hal yang sama bahkan beliau menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Mentri Keuangan No 50 Tahun 2020 BLT DD akan dilanjutkan tiga bulan kedepan lagi tapi jumlahnya tingal 300 ribu per penerima bulan 600 ribu lagi tapi menunggu peraturan Bupati.

“Jadi kalu BLT dilanjutkan dan hanya terima 300 ribu jangan masyarakat katakan bantuan so dimakan Pemdes, ini penting untuk kami sampaikan sebagai pendamping desa agar masyarakat paham”,jelas Roni.

Selanjutnya dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis oleh Camat Bulagi Utara dan unsur Muspika yang hadir serta pendamping desa, Kades dan Ketua BPD Desa Ombuli kemudian dilanjutkan penyaluran kerumah penerima lanjut usia, penyandang distabilitas serta yang menderita penyakit kronis. (AmosKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Dimasa pandemi penyebaran corona virus desease 2019 (Covid-19) ketersedian pangan cadangan sangatlah dibutuhkan mengingat melonjaknya harga bahan pokok yang membuat masyarakat terbeban.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P disetiap kesempatan penyaluran BLT-DD dan berbagai bantuan Pemerintah dimasa pandemi virus corona beliau selalu menghimbau kepada masyarakat untuk jangan terus terlena dengan berbagai bantuan pemerintah bagi masyarakat dimasa pandemi ini, mari kita manfaatkan lahan yang ada untuk berkebun guna ketersediaan pangan.

“Kita masyarakat yang tinggal di desa sebenarnya tidak akan mengalami kekurangan pangan dimasa pandemi ini asalkan kita dapat mengelolah potensi yang ada lahan untuk kita berkebun luas, untuk itu mari kita berkebun dan menanam bahan pangan lokal umbi-umbian, pisang dan sayuran serta rempah-rempah”, kata Edison.

Diselah penyaluran BLT DD di Desa Ombuli pada Selasa, (2/6/2020), Camat Edison sampaikan kepada penerima BLT “Saya saja camat dalam situasi pandemi covid-19 ini berkebun menanam bete untuk persediaan makan, sebab kita tidak tahu kapan virus ini akan berakhir dan kita boleh terbebas”.

“Ketersediaan pangan sangat dibutuhkan apabila situasi semakin memburuk dan apabila akses transportasi masuk keluar ditutup kita tidak perlu kwatir jika sudah ada pangan lokal seperti umbi-ubian pisang dan lain sebagainya itu sudah dapat membantu”, ungkap Edison. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang,Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 31 Mei 2020 jam 12.00 wita bahwa terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP.

Sehingga data covid-19 update hari ini yakni total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan berjumlah 1 ODP, PDP 0 pasien,OTG 2 orang termasuk 1 OTG terkonfirmasi positif.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 2.843 orang..

Terimakasih🙏 Salam Sehat
Atas nama Pemerintah Daerah Kab.Banggaikep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika keluar rumah
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati,jangan panik,patuhi anjuran pemerintah,semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.amin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam laksanakan rapat koordinasi bersama Unsur Forkopimda Kabupaten dan OPD terkait lainnya dalam rangka membahas persiapan pawai takbiran dan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid – 19 di ruang rapat lantai dua Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Rabu, (20/05/2020).

Rapat dimulai pukul 10.40 wita dihadiri oleh pejabat Daerah diantaranya Sekertaris Daerah Kabupaten BanggaiKep Rusli Moidady, ST., MT, Inspektur Inspektorat M Ilyas, SE., MM, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Dra. Jeane Rorimpandey, Kadis Dikbud diwakili Sekdis Ariono Orab S.pd. M.Pd, Kadis Perhubungan Suripto Nurdin, Kadis Kominfo diwakili Kasie penyiaran Taqyudin Lumbon, Kasat Pol PP diwakili Kabid Tribun Karmein Moidady, S.STP., MH, Kepala BKPSDM Maryam Ibaad, Sekdis Pertanian Bambang serta Para Camat diantaranya Camat Tinangkung Din L.Lamasada SH., M.A.P, Camat Totikum Irwan Mayang dan Sekcam Tinangkung Selatan Husen D. Taher.

Mengawali rapat, Bupati Rais D. Adam mengatakan “Betapa seriusnya Pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 ini, dengan munculnya Presiden RI hampir setiap hari di TV untuk menginformasikan situasi terkini Indonesia”.

Disusul pemaparan Ketua MUI Kabupaten BanggaiKep Suardy Arif Esa yang mengatakan “Kalau Majelis Ulama sudah mengeluarkan Fatwa terkait panduan dan tata cara pelaksanaan sholat Idul fitri dirumah masing-masing. Namun selebihnya kami serahkan kepada Pemerintah untuk memberikan keputusan resmi terkait hal ini. Kami juga akan mendukung sepenuhnya keputusan Pemerintah”.

Kemudian beberapa camat dan imam Masjid memberikan pendapat yang secara menyeluruh mendukung keputusan Pemerintah Daerah dalam rangka memutus mata rantai Covid dan menjaga wilayah Banggai Kepulauan dari pandemi ini.

“Dari beberapa pembicara ini semuanya mendukung kegiatan mulai dari Pemerintah pusat sampai dengan Pemerintah Daerah, hanya yang bersedia soal bunyi yang diharapkan didasari atas ketegasan. Oleh karena itu Sholat kita tidak dilarang, namun yang diharapkan oleh Pemerintah adalah tetap sholat dirumah masing-masing. Itu adalah bentuk putusan hari ini dan nanti akan diedarkan surat himbauan keputusan bersama dari Bupati, Ketua DPR, Kapolres, Pabung Ketua MUI, Kemenag, dan Camat,” jelas Bupati.

Hasil rapat menyimpulkan beberapa hal diantaranya semua unsur Forkopimda dan peserta rapat mendukung untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H di rumah masing-masing.

Pelaksanaan Takbir dalam rangka menyambut Idul Fitri dilaksanakan di Masjid masing-masing dibolehkan dengan cara jahar (menggunakan kaset) dan waktunya setelah sholat Magrib sampai waktu menjelang sholat Isya. Diperintahkan seluruh Camat agar mensosialisasikan keputusan bersama ini kepada masyarakat masing-masing.(TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Unsur Forkopimda menggelar launching Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI dan Bantuan Beras Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dampak Covid-19 di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Senin, (18/05/2020).

Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D Adam menyampaikan, “Sesuai data yang berhak menerima, per Kepala Keluarga adalah enam ratus ribu rupiah dan akan diserahkan selama tiga bulan. Selanjutnya, beras juga begitu dari provinsi akan diserahkan kepada penerima berdasarkan data yang ada sebanyak 10 kilo per KK selama tiga bulan”.

“Saya sudah banyak memberikan petunjuk, yang pertama untuk petugas baik Dinas Sosial maupun pihak Kantor Pos dalam proses penyerahan nanti, jangan sekali-kali tidak melibatkan anggota TNI Polri dan Petugas Pol PP, karena masyarakat tahu beras ini adalah beras cuma-cuma dan uang ini adalah uang cuma-cuma kemungkinan nanti ada orng-orang yang tidak bertanggung jawab akan mengganggu,” lanjut Bupati Rais.

Rais Adam juga mengingatkan kepada pihak Kantor Pos agar menghentikan penyaluran bantuan ini jika terjadi keributan, “Dan saya juga ingatkan kepada pegawai Kantor Pos apabila dalam kegiatan penyerahan bantuan ini terdapat hal-hal yang biasa terjadi seperti keributan, maka saya memberikan informasi agar dihentikan sampai kita tahu apa masalahnya”.

Selain itu, Bupati juga berharap, “Saya berharap dan berdoa mudah-mudahan bantuan ini dapat berguna dan sampai ke tangan orang-orang yang berhak mendapatkan”.

Kegiatan ini dihadir pula para Kepala OPD Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat se – Kabupaten Banggai Kepulauan. (TrisKominfo)

Koyobunga, BanggaiKep.go.id – Akhirnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp. 600.000 dari Pemerintah yang bersumber dari Dana Desa (DD) mulai dikucurkan disejumlah Desa di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Desa Koyobunga Kecamatan Bulagi Utara merupakan desa ketiga yang mencairkan BLT-DD di Bulagi Utara dan desa ke 24 dari 146 desa di kab.Banggai Kepulauan yang menyalurkan bantuan langsung tunai bagi masyarakat ditengah pandemi covid-19 yang melanda indonesia.

Imelda Mondonu merupakan seorang janda yang membesarkan seorang buah hatinya sejak ditinggal pergi oleh sang suami, Imelda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai petani yang menanam umbi-umbian dan sayur-sayuran yang hanya cukup untuk makan, Imelda Mondonu merupakan salah satu dari 76 KK penerima BLT Dana Desa Koyobunga.

Camat Bulagi Utara Edison Moligay, S.Sos, M.A.P beserta rombongan menyerahkan bantuan langsung tunai dari dana desa kepada ibu Imelda Mondonu dikediamannya, Jumat, (15/5/2020), saat menerimanya rasa haru tidak dapat dibendung oleh Imelda kalau dalam keadaannya yang lagi sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama sang buah hati yang sudah kelas 6 SD, Pemerintah memperhatikan mereka dengan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 600.000.

Selesai menerima BLT, Imelda sambil berlinang air mata mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah “Memang saya lagi butuh uang untuk beli bahan makanan, saya berterima kasih banyak Bapak Presiden, Gubenur, Bapak Bupati Banggai Kepulauan, pak Camat dan Kepala Desa bersama jajarannya”.

Dalam perjalan menuju ke rumah penerima lain Edison Moligay katakan “Memang ibu Imelda sangat membutuhkan bantuan dari kita Pemerintah itu terbukti betapa tangis haru kebahagian ditengan kesulitan tergambar ketika bantuan diserahkan kepada beliau”.

Kades Koyobuba Edie Bae bae menyatakan bahwa Ibu Imelda merupakan seorang janda yang ditinggal hidup suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari beliau berkebun dan sering turun kelaut untuk memancing mencari ikan.

“Ya kalau ada (ikan) lebih beliau jual tapi sering hanya untuk kebutuhan beliau saja dengan sang anak”, jelas Edie. (AmosKominfo)

Koyobunga, Banggaikep.go.id – Menindaklanjuti Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Nomor 11 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Prioritas Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020, serta instruksi Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam bagi seluruh kepala desa se Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyalurkan BLT-DD bagi Masyarakat.

Pemerintah Desa Koyobunga Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan penyaluran BLT-DD yang diawali dengan penyerahan secara simbolis bagi 10 KK di balai desa Koyobunga, Jumat, (15/5/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Bulagi Utara, Anggota Polsek Bulagi, Anggota Koramil 1308-12 Bulagi,  Tenaga Ahli Kab.BanggaiKep, Tenaga Pendamping Desa Kec.Bulagi Utara, Kepala Desa, Ketua BPD dan Anggota BPD serta parangkat Desa Koyobunga.

Dalam sambutan Camat Bulagi Utara, Edison Moligay, S.Sos, M.A.P mengharapkan bagi masyarakat yang menerima BLT Dana Desa agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dalam masa pandemi Covid-19.

Edison pun menghimbau masyarakat agar patuh dan taat pada anjuran pemerintah guna mencegah penyebaran covid-19 diwilayah Kab.Banggai Kepulauan.

“Bagi masyarakat yang belum terdata dan benar layak menerima bantuan kiranya dapat didata oleh Pemdes laporkan kepada kami nanti kami laporkan kepada pak Bupati untuk mencari solusinya”, ucap Edison Moligay.

Kepala Desa Koyobunga Edie Bae bae dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat desa Koyobunga yang menerima BLT Dana Desa sebanyak 76 KK dengan total anggaran Rp. 45.600.000.

“Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami sehingga boleh dapat mencairkan BLT-DD saat ini, pak Camat Bulagi Utara dan jajaran serta TPD Kecamatan Bulagi Utara Pak Aprioni Totu’u dan Ibu Mikhal Yolisan yang sudah mendampingi tidak kenal waktu dalam mempersiapkan administrasi sehubungan dengan pencairan Dana Desa”, ucap Edie.

Lanjut Edi, “Harapan saya bagi masyarakat agar dapat dimanfaatkan untuk membeli sembako dan kebutuhan pokok lainnya yang penting”.

Kemudian dilaksanakan penyaluran BLT-DD secara simbolis kepada 10 KK yang di awali oleh Camat Bulagi Utara, Koramil 1308-12 Bulagi oleh Sertu J.S Karim dan Serda Amirula, Kapolsek Bulagi yang diwakili Kapolpos Bulagi Utara Bripda Homardi dilanjutkan oleh Tenaga Ahli Kab.BanggaiKep dan TPD Bulagi Utara serta Kepala Desa dan Ketua BPD Koyobunga Edy Yatoko.

Kemudian dilanjutkan penyaluran BLT-DD oleh Camat Bulagi Utara dan rombongan dengan mengunjungi penerima dirumah mereka masing-masing. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekertaris Daerah Banggai Kepulauan mengundang seluruh Camat dan Imam Desa se – Kabupaten Banggai Kepulauan untuk hadir dalam rapat kerja terkait pelaksanaan pawai takbir dan Sholat Idul Fitri ditengah pandemi Covid – 19. Jumat, (15/05/2020).

Rapat ini dihadiri oleh Bupati BanggaiKep H. Rais D Adam beserta Unsur Forkopimda, Ketua MUI, Kemenag, Pimpinan BUMN dan para Kepala OPD terkait.

Mengawali rapat, Bupati Rais Adam menjelaskan bahwa, “Hari ini kita berkumpul disini untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting dan memerlukan pemikiran yang luas. Adapun yang kita mau bahas yaitu Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 28 dan pembagian bansos yang nanti akan di laksanakan hari senin. Kedua hal ini sangat krusial karena melibatkan orang banyak, maka dari itu saya minta kepada anggota TNI dan Polri untuk ikut terlibat”.

“Kalau kita melihat fatwa MUI yang sudah diterbitkan, digaris bawahi tentang pelaksanaan sholat dirumah maupun berjamaah. Saya rasa ini harus kita bicarakan bersama, apakah wilayah BanggaiKep ini apakah termasuk dalam kategori yang bisa melaksanakan sholat berjamaah atau kita seharusnya masih melaksanakan sholat dirumah masing-masing dan yang harus menetapkan hal ini adalah Pemerintah Daerah,” jelas Suardy. A Esa, SE selaku ketua MUI BanggaiKep.

Dalam kesempatan ini, Juru Bicara gugus tugas Covid-19 Arabia Tamrin, SKM menjelaskan beberapa hal diantaranya, “Sesuai dengan penelitian dan perkembangan yang ada bahwa sampai saat ini belum ada yang bisa memprediksi kapan wabah ini bisa dihentikan, tetapi yang bisa menentukan untuk menghentikan atau meneruskan wabah Covid-19 ini adalah diri kita masing-masing”.

“Kemudian, Sesuai dengan data yang ada di Surveilans bahwa untuk tingkat provinsi Sulteng perkembangan penularan Covid-19 ini masih belum reaktif, Artinya penyebaran Covid itu masih tetap ada sampai sekarang, untuk itu kita harus memaksimalkan upaya-upaya yang telah dilakukan dari sekarang karena tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi ini selesai”, terang Jubir.

“Lanjut Untuk masalah karakteristik dari virus ini sesuai dengan informasi perkembangan penelitian terakhir, virus ini bisa bertahan selama 28 hari dalam tubuh manusia dan virus ini bertahan beberapa jam di udara, oleh karena itu munculah anjuran pemerintah untuk setiap keluar rumah harus menggunakan masker,” jelas Arabia.

Selanjutnya Rais Adam memberikan penjelasan dari hasil rapat, “Saya sudah mendengar beberapa saran dan pendapat dari bapak ibu sekalian, untuk itu saya simpulkan bahwa kita semua masih bertanya-tanya, apakah Banggaikep ini termasuk zona merah atau hijau. Dan untuk memastikan itu saya perlu menunggu hasil tes sampel ke 27 OTG yang sudah dikirim ke Lab Palu”.

“Untuk itu saya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu-ragu dalam memutuskan suatu hal, hari ini kalau saya mau putuskan bisa, Tapi saya menghargai saudara-saudara kita yang terdampak Covid di Totikum, oleh karena itu, saya perlu menunggu hasil tes lab dari OTG tersebut”, tegas Bupati.

“Untuk pawai takbiran ditengah pandemi ini, cukup dengan memutar kaset takbir di mesjid agar suasananya hidup meskipun tanpa melakukan keliling kampung yang akan melibatkan orang berkumpul dan untuk masalah pelaksanaan Sholat Idul Fitri, saya akan putuskan apakah bisa berjamaah diluar rumah atau cukup berjamaah didalam rumah setelah saya mengetahui hasil tes sampel OTG tersebut. Semoga kita selalu dilindungi Allah dan semoga pandemi ini cepat berakhir,” tutup Bupati. (TrisKominfo)