Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) tengah memperkuat sistem perencanaan pembangunan daerah dengan mengadopsi konsep Logical Framework Kinerja Terintegrasi Perangkat Daerah melalui program inovasi “Berkah Selaras”. Program ini hadir untuk memastikan setiap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah selaras dengan visi-misi kepala daerah periode 2025–2029.

Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda dan Litbang Kab. Bangkep Fitriah Bidalo, S.Si.,M.Si dalam live podcast di Studio RPD Mymoe menjelaskan, Logical Framework atau pohon kinerja adalah pendekatan sistematis yang menekankan hubungan sebab-akibat antara input, proses, output, dan outcome. Dengan metode ini, perencanaan tidak hanya berorientasi pada serapan anggaran, tetapi lebih menekankan pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kita ingin mengubah cara berpikir dari sekadar menghasilkan output menjadi memastikan outcome. Misalnya, membangun jalan bukan hanya sebatas jalan selesai dibangun, tetapi juga memastikan adanya kelancaran mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan Program Berkah Selaras merupakan turunan dari visi pembangunan daerah dengan jargon “Banggai Kepulauan Berkah 2025–2029” yang mencakup delapan program prioritas, di antaranya Berkah Sejahtera, Berkah Cerdas, Berkah Sehat, Berkah Desa Membangun, hingga Berkah Berintegritas.

Dalam praktiknya, Berkah Selaras mendorong perangkat daerah menyusun rencana kerja berbasis isu strategis, mengintegrasikan perencanaan dengan anggaran, serta melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor. Misalnya, dalam penanganan stunting, diperlukan sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, DP3AP2KB, serta pemerintah kecamatan.

Selain itu, Fitriah juga memaparkan bahwa sistem ini juga akan ditopang oleh teknologi informasi. Melalui aplikasi khusus, capaian kinerja dapat dipantau secara real-time oleh kepala daerah dan perangkat terkait.

“Berkah Selaras bukan sekadar instrumen teknis, tetapi instrumen manajemen kinerja. Setiap kegiatan OPD harus terukur, transparan, dan berorientasi hasil. Bahkan nantinya evaluasi bisa dilakukan langsung melalui dashboard kinerja,” tambahnya.

Meski demikian, kata Kabid Sosbud masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman ASN terkait logframe, ketersediaan data yang belum lengkap, serta koordinasi lintas OPD yang kerap terhambat ego sektoral. Untuk itu, penguatan kapasitas ASN, audit kinerja, hingga dukungan regulasi terus didorong.

Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan lintas kabupaten, Pemkab Bangkep optimistis model perencanaan Berkah Selaras dapat berlanjut secara berkesinambungan.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang bertanggung jawab, konsisten, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Harapannya, Berkah Selaras menjadi tonggak menuju Banggai Kepulauan Emas,” pungkasnya. (IKP-KOMINFO)