Pos

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Masyarakat Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan mempunyai ide berkelompok untuk bergotong royong dalam mempermudah atau meringankan beban ekonomi keuangan dalam pelaksanaan pembangunan rumah.

Terlihat salah satu rumah anggota kelompok bernama Yonce Kuna yang juga selaku Kasi Kepemerintahan Desa Batangbabasal yang sedang dalam pengerjaan pada Sabtu, (18/7/2020).

Kelompok gotong royong ini beranggotakan 12 orang terdiri dari Kasi Kepemerintahan, Linmas, Ketua RT dan warga masyarakat lainnya.

Gotong royong ini adalah bentuk kerjasama kelompok untuk meringankan anggota kelompok lain yang termasuk dalam kelompok itu sendiri, kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan dan alhasil empat rumah anggota yang sudah selesai dikerjakan.

Kegiatan pekerjaan ini hanya berlaku untuk anggota saja, mengenai pelaksanaan tersebut anggota bisa memilih atau meminta apa saja yang dibuat dalam pembangunan rumah misalnya pembuatan pondasi, penyusunsan batako, cor lantai, pemasangan plester dinding dan masih banyak lagi pembuatan yang diinginkan sesuai dari permintaan anggota pemilik rumah.

Kemudian dalam hal untuk meringankan atau mempermudah biaya keuangan, masyarakat yang terdiri dari 12 anggota tersebut memberikan atau menyumbangkan 2 sak semen atau uang seharga 2 sak semen disertai tenaga anggota untuk mengikuti proses pekerjaan kepada anggota yang rumah atau lokasinya sudah siap dikerjakan.

Dalam kegiatan ini, jika pembangunan tersebut seperti pembuatan pondasi, cor, pembuatan batako maka anggota atau pemilik hanya menyediakan pasir dan kerikil saja sebab setiap anggota akan membawah perlengkapan kerja beserta tanggungan semen 2 sak atau uang per anggota yang terdiri dari 12 anggota dan tidak perlu membayar atau menyewa tukang ataupun helper, karna 12 anggota tersebut akan datang dan mengikuti pekerjaan hingga selesai dengan sukarela (Tidak Dibayar).

Kemudian dalam pelaksanaan ini tidak dijadwalkan atau diundi kepada anggota siapa yang akan dilakukan pekerjaan selanjutnya namun cara kerja anggota tersebut adalah diberikan kebebasan kepada setiap anggota untuk mengambil giliran pekerjaan kapan saja asalkan anggota atau pemilik tempat pembangunan tersebut sudah siap.

Kasi Kepemerintahan Yonce Kuna selaku anggota menyatakan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sekitar 6 bulan, “Kami sudah menyelesaikan 4 rumah anggota jadi yang kami akan kerjakan selanjutnya masih ada 8 anggota lagi sebab jumlah anggota kami ada 12 anggota”.

“Kemudian dari itu kami juga seluruh tim anggota gotong royong ini menyatakan sangat merasa terbantu dengan kegiatan kami sebab dalam melakukan suatu pekerjaan entah itu pemasangan pondasi atau cor lantai dan lainnya kami tidak lagi mengeluarkan biaya banyak seperti biaya pembayaran untuk tukang itu tidak perlu lagi, karna bila kita perhatikan maka dalam pembangunan itu yang banyak mengeluarkan uang itu salah satunya adalah untuk membayar tukang”, jelas Yonce menambahkan.

“Kami selaku tim berharap kiranya mungkin ada masyarakat yang mau mencontoh kegiatan kami ini, entah itu di Desa Batangbabasal ataupun di Daerah lain, sebab dengan cara ini maka setiap kita yang punya keinginan membangun tidak perlu mengeluarkan uang yang lumayan banyak”, harap Yonce. (ViktorKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – IP4T adalah singkatan dari Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah. Program ini merupakan salah satu program dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Untuk itu, Tim IP4T dari Provinsi dan Kabupaten mengadakan Penyuluhan Inventarisasi, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Tahun 2020 yang bertempat dikantor Balai Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat, (17/7/2020).

Adapun tujuannya adalah untuk memberikan pedoman dan arahan pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan  dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) oleh Tim IP4T dalam rangka penyelesaian penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim IP4T Provinsi Indra Abd. Karim, A.md dan Supardy, SH, kemudian Tim dari Kabupaten Armen Manin, SH, Muh Fadli, SH, Nasril, SH dan Sugala S.Kom, Kepala Desa Btangbabasal Kaleb Nasir, Sekretaris Desa, ketua BPD, Aparat Desa, Pdt. Kartini bersama sebagian Masyarakat setempat.

Armen Manin, SH selaku Kasih Penataan Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan bahwa “Kami merupakan Tim untuk memberikan penyuluhan untuk inventarisasi penguasaan kepemilikan penggunaan tanah, ini adalah proses awal atau pengambilan data awal dari kegiatan yg akan dilaksanakan selanjutnya”.

“Hal ini belum persertifikatan atau pada pengukuran nanti akan ada petugas yg akan datang di Desa ini dalam rangka untuk pendataan kepemilikan tanah-tanah didesa ini tanpa terkecuali misalnya tanah pekarangan, tanah perkebunan, sawah dan sebagainya” , jelas Armen.

“Kemudian akan didata objeknya misal berbatasan dengan siapa, asal tanah dari mana apakah dari pembelian, wariasan atau hibah, dan sebagainya namun baru sebatas data, sebab data tersebut sangat berguna untuk acuan kegiatan-kegiatan pertanahan”, sambung Armen.

“Selanjutnya begitu juga dari hasil pendataan tersebut akan nampak potensi didesa ini sudah seberapa banyak Masyarakat yang sudah memiliki sertifikat atas tanah atau seberapa banyak tanah yang belum tersertifikatkan di desa Batangbabasal”, tambah Armen.

Adapun penjelasan-penjelasan dari Tim Provinsi dan Kabupaten mengenai pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat tentang hal-hal yang menyangkut pertanahan misalnya pengalihan kepemilikan, proses pengurusan saat tanah yang belum tersertifikat, pengurusan untuk tanah warisan pembelian dan hibah.

Kemudian penjelasan untuk pengalihan kepemilikan bagi pemilik tanah orang tua yang sudah meninggal, pengurusaan untuk cara pengurusan pemisahan dari sertifikat induk dan masih banyak lagi pertanyaan dari Masyarakat tentang Pertanahan tersebut, penjelasan tersebut sudah dijelaskan dengan benar oleh Tim sehingga Masyarakat bisa mengerti dengan baik. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rapat Koordinasi, Evaluasi sekaligus Penyerahan Buku Rekening Bantuan Pemerintah Kegiatan Pertanian Keluarga Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Anggaran 2020.

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Banggai Kepulauan diwakili oleh Sekertaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli, Kepala Dinas Ketapang, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat-camat dan Kepala Desa terkait serta para kelompok tani yang menerima bantuan.

Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa, (14/07/2020).

Sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda Rusli Moidady, ST.MT mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita bisa menyerahkan bantuan buku rekening kepada para petani kita. Tentunya ini akan berguna untuk menunjang aktifitas para petani dalam melakukan usaha pertanian”.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan kami ucapkan selamat kepada kelompok tani yang telah menerima bantuan buku rekening yang didalamnya berisi uang dalam jumlah yang tidak sedikit per kelompok untuk melanjutkan usaha pertanian. Hal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada para petani, khusunya petani Banggai Kepulauan”, jelas Sekda menambahkan.

Sehingga Sekda berharap, “ Saya berharap bantuan ini bisa bermanfaat banyak bagi para kelompok tani yang medapatkan bantuan. Pergunakanlah sebaik mungkin bantuan yang diberikan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat membantu lajunya pertumbuhan ekonomi di wilayah kita”.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Sumiati Manompo, SP.,MM menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini kami diberikan hanya sekitar dua minggu untuk identifikasi dan pas tiga minggu dana bantuan sudah masuk ke rekening. Walaupun ada kendala-kendala dilapangan karena memang kami dibatasi oleh waktu sehingga CPCL itu kami melihat langsung mana kelompok yang sudah jalan sebelumnya”.

“Kami ketahui memang dari Pemerintah Pusat itu hanya menentukan Kecamatan, mereka menetapkan Kabupaten itu menggunakan peta analisis. Sehingga kami tidak bisa menentukan, yang menentukan pusat melalui provinsi”, jelas Kadis Ketapang.

“Ini merupakan motivasi bagi kelompok dan terus terang saja bantuan ini hanya bibit kemudian sarana-prasarana produksi, tidak dibantu dengan biaya pengolahan tanah, dengan pakan. Ini ada tiga jenis usaha yang mereka usulkan dalam draft diantaranya tanaman pangan dan ternak . Jadi untuk kedepannya kami mohon bantuan dari dinas terkait khususnya dinas pertanian karena ini memerlukan bibit yang cukup besar kira-kira sekitar seribu lebih bibit yang dibutuhkan” sambung Sumiati.

Kadis Ketapang juga berharap, “Jadi ini diharapkan kepala desa dapat membuat proposal atau kelompok-kelompok petani maupun pendamping, sehingga bisa mendapatkan bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat”.

“Begitu juga kami, kedepannya dan 15 kelompok tani yang penanganan stunting terlalu tinggi. Jadi ada 15 desa nanti di tahun 2021 akan di interfensi. Bagaimana kami mau usulkan kalau desa itu tidak memberikan proposal, jadi 15 desa tersebut sudah dihimbau untuk membuat proposal, sehingga bantuannya bisa kami tindaklajuti atau melalui APBD maupun melalui Pemerintah Pusat”, ucap Kadis. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam melantik Tiga Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, (13/07/2020).

Pelantikan berjalan baik dan lancar, dihadiri oleh Asisten dan Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah beserta peserta pelantikan lainnya. Diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan.

“Saya sebagai Bupati Banggai Kepulauan dengan ini melantik saudara-saudari sekalian sebagai pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Saya percaya bahwa saudara/i dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan memenuhi tanggungjawab yang diberikan. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita”, ucap Bupati dalam membacakan naskah pelantikan.

Selanjutnya dilanjutkan dengan proses pelantikan yang terdiri dari tiga peserta, dua saksi dan satu orang rohaniawan beserta satu orang Imam dan dipandu langsung oleh Bupati Banggai Kepulauan.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah menyaksikan bahwa ada pelatihan dari tiga pejabat yang berada dilingkungan unit pelayanan dan pengadaan. Saya ingin sampaikan kepada pengawas yang baru dilantik tadi masih tergolong usia muda dan dalam usia muda ini bukan berarti bisa berbuat selepasmu”, kata Rais.

“Dalam kegiatan apel gabungan perdana saya mengatakan bahwa saya sangat membutuhkan pengawas karena pengawas sangat menentukan terhadap apa yang dia awasi. Hari ini kita saksikan bersama bahwa kalian bertiga yang telah dilantik tadi yang berada dijabatan pengawas, mudah-mudahan ini mewakili dari pengawas-pengawas yang selama ini sudah ada untuk mewarnai bahwa sesungguhnya pengawas itu seperti itu. Ini hanya jabatannya sebagai pengawas, bukan berarti mengawas seperti wasit kira-kira seperti itu” jelas Bupati dalam sambutannya.

”Kita sudah banyak melihat hasil dan merasakan hasilnya. Salah satu hasil yang transparan, kita bisa ukur dan rasa adalah ketika hasil itu dinilai dan berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK melakukan penilaian juga tidak main-main. Apa yang dia lihat dan periksa itu adalah berdasarkan apa yang ditemukan dilapangan. Saya berharap, semoga contoh yang sudah kita dapatkan melalui penilaian BPK kemarin ini menjadi penolong bagi kita semua untuk lebih bersemangat dan terus bersemangat” sambung Bupati.

“Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran BKD yang biar hanya berapa menit bisa jadi. Alhamdulillah mudah-mudahan hasil pelantikan ini akan mendatangkan hal-hal yang baik dihari-hari yang akan datang” tutup Bupati Rais. (TrisKominfo)

Bolonan, BanggaiKep.go.id – Kantor PT. POS Indonesia Cabang Salakan menyalurkan BST (Bantuan Langsung Tunai) tahap ketiga untuk penerima bantuan di Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu, (12/07/2020).

Kegiatan penyaluran BST bertempat di Kantor Desa Bolonan oleh Pegawai Kantor Pos bersama Dinas Sosial Kab. BanggaiKep diwakili oleh Ibu Yuli Astuty, S.sos yang dimulai dari pagi hingga siang hari dan terpantau aman terkendali dengan jumlah penerima sebanyak 198 anggota keluarga.

Penyaluran BST di Desa Bolonan Kec. Totikum dipantau langsung oleh Bripka Harmawansyah yang mewakili Kapolsek Totikum kemudian di hadiri oleh Kepala Desa atau Sekdes yang mewakili disetiap desa beserta Masyarakat penerima bantuan.

Beberapa masyarakat menyatakan ucapan banyak terimakasih kepada Pemerintah yang sudah memberikan bantuan. (ViktorKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id -Pemerintah Desa bersama Tim Relawan covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan yang kedua kalinya di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumad,  (10/07/2020).

Penyebaran Virus Corona atau biasa dikenal dengan covid-19 sudah berjalan beberapa bulan di Indonesia, namun hingga saat ini Pemerintah bersama Tim Relawan masih tetap melakukan pencegahan penyebaran Virus disetiap Daerah seperti melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan disinfektan di Desa Batangbabasal untuk kedua kalinya diikuti oleh Kepala Desa BatangBabasal Kaleb Nasir selaku ketua tim relawan covid-19, Kepala Kasie Kepemerintahan Yonce Kuna, Kepala Kasie Pelayanan Herdiyanto Sadimo, anggota Tim Relawan antara lain anggota BPD, Linmas, dan aparat Desa bersama Tim Kesehatan Totikum dan dihadiri langsung oleh Camat Totikum H. Irwan Mayang, SH.

Penyemprotan dilakukan ditempat-tempat umum seperti Perkantoran Desa, Puskesmas, Sekolah-Sekolah, Rumah-Rumah Ibadah, Pasar dan di rumah-rumah penduduk. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksakana rapat evaluasi kerja tim gugus tugas Covid-19 di ruang rapat Kantot Bupati Banggai Kepulauan, Selasa, (07/07/2020).

Rapat ini dipimpin langsung oleh ketua harian tim gugus tugas Covid-19 Rusli Moidady, ST. MT dan dihadiri oleh seluruh unsur Forkopimda, OPD-OPD terkait, Camat se – Kabupaten Banggai Kepulauan serta anggota tim gugus tugas lainnya.

Dalam sambutannya, Rusli Moidady berkata, “Adapun agenda kita pada siang hari ini adalah rapat dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan gugus tugas selama tiga bulan terakhir, dan ini kita sudah memasuki tahap empat pelaksanan gugus tugas ini dan tentu didalam pelaksanaan beberapa bulan terakhir ini ada hal yang perlu kita evaluasi bersama”.

“Seperti ada saran-saran  atau kendala-kendala yang perlu kita pikirkan solusinya bersama. Kita ketahui bersama bahwa penyebaran pandemi Corona ini sampai sekarang masih tinggi dan tentu diperlukan upaya-upaya yang lebih ketat lagi didalam menangani penyebaran virus Corona di Kabupaten Banggai Kepulauan”, jelas Rusli menambahkan.

”Untuk Banggai Kepulauan sendiri, kemarin pak Gubernur pada saat pelantikan Bupati beliau menyampaikan bahwa Banggai Kepulauan sudah cukup bagus dalam penanganan Covid dan hasil yang kita capai sampai saat ini Alhamdulillah kita masih nol yang terkonfirmasi positif”, ucap Rusli.

“Untuk lebih jelasnya ada juru bicara Covid Banggai Kepulauan yang akan menjelaskan data-datanya secara mendetail lagi. Gubernur berharap agar kondisi ini tetap kita pertahankan  terus, tentunya upaya-upaya yang akan kita lakukan harus lebih ketat dan disiplin lagi agar kita tidak kecolongan lagi”, jelas Rusli.

Selanjutnya, Juru bicara Covid-19 BanggaiKep Arabia Tamrin, SKM menjelaskan beberapa hal penting diantaranya, “Data situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan dan dalam kaitannya dengan penerapan new normal, yang pertama yang perlu kami sampaikan sebagai gambaran untuk menghadapi tatanan new normal bahwa ada 6 syarat, 2 kriteria dan 11 indikator yang harus kita perhatikan bersama sebelum saya akan menyampaikan tentang data”.

“Jadi 6 syarat itu adalah yang pertama penularan diwilayah biasa dikendalikan. Banggai Kepulauan saat ini bahwa kasus orang dalam pemantauan (ODP)  adalah nol, PDP juga nol dan kasus terkonfirmasi positif juga saat ini nol atau tidak ada. Kemudian yang kedua adalah kapasistas sistem kesehatan yang ada, jadi kita juga harus melihat rumah sakit maupun tenaga medis dari sisi kemampuan kesehatan dan fasilitas yang ada dari sisi pengujian laboratorium”, kata Arabia.

Lanjut Jubir, “Yang ketiga yaitu kita mampu menekan resiko wabah ditempat yang kedepannya lebih tinggi, ini kita bisa lakukan dengan cara pengujian secara masal dan itu pemerintah sudah melakukannya baru-baru ini rapid tes secara masal di pusat-pusat keramaian salah satunya di pasar ibukota Kabupaten yaitu Salakan dengan 159 sampel yang kita uji hasilnya semuanya non reaktif”.

“Setelah itu kita telah melakukan rapid tes masal untuk tenaga kesehatan salah satunya di RSUD Trikora Salakan dan juga rumah sakit Pratama Lumbi-lumbia dan hasilnya semua nakes yang ada di rumah sakit non reaktif”, tutur Jubir.

Selanjutnya syarat keempat kata Jubir adalah penerapan protocol pencegahan Covid, ini yang harus kita perhatikan bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya tenaga kesehatan tapi juga semua lintas sektor dimana kita memastikan bahwa masyarakat mampu melaksanakan pencegahan.

“Syarat yang kelima adalah mampu mengendalikan resiko kasus dari pembawa virus yang masuk ke suatu wilayah, ini yang memang perlu nanti kita perhatikan bersama bahwa kegiatan ini berpengaruh besar terhadap keberhasilan kita bersama”, sambung Arabia.

”Kemudian yang terakhir adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan, ini juga Pemerintah Daerah telah berupaya bahwa semua data dan informasi baik data situasi maupun kegiatan-kegiatan operasional Pemerintah Daerah sudah memberikan informasi lewat dinas terkait yaitu Dinas Kominfo dan semuanya disampaikan secara transparansi dan terkonfirmasi”, kata Jubir.

Semua ini dilakukan agar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan sekiranya apa yang harus kita lakukan demi Banggai Kepulauan ini bisa aman dan bebas covid.

Kemudian ada dua kriteria yaitu yang pertama memastikan masyarakat untuk mampu melakukan pencegahan Covid-19, caranya kita harus memastikan bahwa masyarakat bisa memahami covid dengan cara kita melaksanakan edukasi dan sosialisasi yang pasif kepada masyarakat.

Dan kriteria kedua adalah penurunan tes rei beserta dengan peningkatan jumlah testing covid, jadi semakin kita melakukan pengujian secara terus menerus kita juga melihat penurunan dari kasus yang terindikasi positif kasus covid-19.

“Selanjutnya ada 11 indikator sesuai kajian epidemologi tetapi kami melihat dari 11 indikator ini Banggai Kepulauan sudah memenuhi semuanya yaitu penurunan jumlah kasus positif setidaknya selama 14 hari dan kita sudah kurang lebih 1 bulan tidak ada tambahan kasus positif”, jelas Arabia.

“Kemudian penurunan jumlah kasus probable atau kemungkinan itu juga sampai saat ini belum ada yang dicurigai covid 19, kemudian jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga sampai sekarang kita tidak ada yang dirawat dirumah sakit” sambung Jubir.

Disamping itu, Jubir juga menjelaskan sedikit tentang Indikator-indikator ini yang secara epidemologis sebetulnya Banggai Kepulauan sudah terpenuhi, tinggal mungkin kita melihat item-item yang dari dua kriteria yang tersedia. Mana yang harus kita maksimalkan dalam penerapan new normal ini.

“Saya sedikit menjelaskan tentang kondisi epidemologi, sesuai dengan data yang sekarang adalah ODP, PDP maupun kasus terkofirmasi positif tidak ada. Oleh karena itu sesuai dengan data yang ada bahwa pada tanggal 21 Juni 2020 Banggai Kepulauan adalah salah satu Daerah di Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai zona hijau”, jelas Arabia.

“Tentunya penetapan zona hijau ini berdasarkan beberapa sub indicator yang dilihat yaitu jumlah kasus positif, ODP dan PDP selama lebih 14 hari, jumlah kematian yang dimakamkan dengan protokol covid sampai saat ini tidak ada kemudian penularan langsung pada petugas kesehatan juga sampai saat ini tidak ada”, tutup Jubir. (TrisKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Kapolsek Totikum yang diwakili oleh AIPDA Sulham dalam kegiatan penerimaaan dana BLT-DD tahap III di Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, (06/07/2020) menjelaskan fungsi dan kegunaaan yang baik dan benar untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada masyarakat penerima bantuan.

AIPDA Sulham menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat Desa Batangbabasal yang mana sampai saat ini sudah penerimaan yang ketiga namun situasi masih tetap aman terkendali, belum ada konflik atau kericuan yang terjadi.

Begitu juga disampaikan kepada seluruh Masyarakat penerima dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa agar bisa difungsikan dengan benar atau positif seperti digunakan membeli beras, gula, minyak dan masih banyak lagi barang-barang yang lebih penting.

“Ditegaskan kembali kepada Masyarakat Penerima dana bantuan agar jangan sampai uang bantuan digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti judi, miras, yang bisa berakibat timbulnya masalah”, kata Sulham.

Selain itu, Sulham juga menyampaikan kembali, “Melalui kesempatan ini kami dari Kepolisian menginformasikan kepada masyarakat seluruh penerima bantuan agar segera melaporkan kepada pihak Kepolisian bila mana didapati ada pemotongan dana atau dana yang jumlahnya tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan yaitu berjumlah Rp 600.000 untuk satu KK”.

“Karena sekali lagi mengenai bantuan BLT-DD ini sudah diputuskan dari Pemerintah Pusat bahwa Pemerintah Desa tidak bisa memotong dana tersebut dengan alasan apapaun”, tegas Sulham.

Kegiatan penyaluran BLT-DD ini bertempat di Balai Desa Batangbabasal dihadiri oleh Camat Totikum H. Irwan Mayang SH, Kepala Desa Batangbabasal Kaleb Nasir, Aparat Desa, BPD dan keluarga penerima bantuan. (ViktorKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk 55 kepala keluarga, yang dilaksanakan di Balai Desa Batangbabasal Kec. Totikum, Senin (06/07/2020).

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 55 KK sudah ditetapkan dalam satu KK mendapatkan Rp. 600.000, kegiatan ini diikuti oleh Camat Totikum H. Irwan mayang SH, Aipda Sulham yang mewakili Kapolsek Totikum, Kepala Desa Batangbabasal Kaleb Nasir, Sekretaris Desa, Bendahara, BPD, Linmas dan seluruh anggota keluarga penerima bantuan.

H. Irwan Mayang SH selaku Camat Totikum dalam kegiatan ini menyampaikan dua poin utama yaitu yang pertama mengenai penataan dan tujuan kegunaan pengarsipan, dijelaskan bahwa mengenai pentingnya arsip dalam organisasi pemerintahan dimana pengarsipan sangat penting.

“Misalnya seperti pengarsipan data-data yang penting, arsip mempunyai berbagai macam ada yang sudah bisa dimusnahkan setahun atau dua tahun bahkan ada juga arsip yang tidak bisa dimusnahkan, hal ini dijelaskan agar bilamana ada saat-saat tertentu kita membutuhkan data sebelumnya maka kita tidak lagi repot atau terjadi kesalahan sebab semuanya masih diarsip dengan baik, sebab masih ada didapati Desa-Desa yang belum terlalu menghiraukan pentingnya masalah pengarsipan data-data yang penting”, jelas Irwan.

Camat juga kembali menyampaikan bagaimana pentingnya kearsipan, “Sehingga disampaikan kembali kepada Kepala Desa dan seluruh Aparat desa untuk mengarsipkan data-data yang penting bilamana saya memerlukan maka tidak lagi ada kendala sebab data sudah diarsipkan sebab pengarsipan yang baik dan benar dapat menentukan masa depan disetiap desa-desa”, tegas Irwan.

Selanjutnya penjelasan yang kedua mengenai penerimaan dana bantuan BLT-DD ini Camat menegaskan kembali kepada Kepala Desa, Bendahara dan seluruh Pemerintah Desa untuk jangan mencoba-coba memotong sedikitpun dana bantuan dari Masyarakat, begitu juga bagi Masyarakat penerima bantuan agar tidak memberi uang berapapun kepada Pemerintah atau pengurus penyaluran dana bantuan dengan alasan apapun. (ViktorKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan pertama kali melaksanakan kegiatan Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah pandemi Covid-19 dan New normal. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan (BanggaiKep) dan diiikuti oleh seluruh ASN serta pejabat-pejabat Daerah lainnya, Senin, (06/07/2020).

H. Rais D. Adam selaku Bupati BanggaiKep menyampaikan bahwa, “Kegiatan apel gabungan ini dilaksanakan dengan penuh pertimbangan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu dengan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak”.

Dalam kesempatan ini juga, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Bupati antara lain mengenai keberhasilan WTP, “Keberhasilan WTP kemarin bukan keberhasilan pribadi saya sebagai Bupati, melainkan keberhasilan tim dan semua pihak mulai dari yang bawah sampai yang teratas”, ucap Bupati.

“Saya hanya berperan sebagai pengawas dan ini adalah bagian dari keberhasilan para pejabat-pejabat kita. Keberhasilan seperti ini mudah-mudahan menjadi bagian yang tidak lepas dari tugas yang sudah ditunjukkan kepada ibu dan bapak sekalian”, lanjut Rais Adam.

“Namun demikian, meskipun tugasnya belum selesai, tim gugus tugas pun saya anggap berhasil karena yang mengatakan hal ini adalah pimpinan wilayah kita yakni Bapak Gubernur Sulawesi Tengah, beliau menyampaikan bahwa kepada Banggai Kepulauan agar mempertahankan posisinya saat ini”, kata Rais Adam.

Sambung Bupati, “Olehnya kepada tim gugus di bawah kendali Ketua Gugus Harian, apa yang sudah kita kerjakan ini agar tetap berlanjut. Jangan putus dan jangan kendor, karena yang menilai kemarin salah satu pejabat dari luar daerah kita”.

Lanjut daripada itu, Bupati menjelaskan pula bahwa, “Saya tentu setelah berubah status Plt menjadi definitif tentu yang saya ukur adalah pilih bekerja sama saya atau tidak. Apa yang sudah para pejabat semuanya laksanakan dan saya rasakan, saya minta tidak boleh kendor. Jangan nanti pada saat Plt bagus tapi sejak jadi definitif jadi hilang. Saya minta mari kita tetap mempertahankan”.

“Diluar dari hal itu, saya kembali mengingatkan bahwa kita sekarang ini berada dalam situasi darurat kesehatan. Bicara darurat, maka aturan-aturan yang normal terkesan diabaikan tapi aturan yang dilayangkan pada saat darurat ini adalah aturan yang berlaku dan dipatuhi”, tegas Bupati.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, diwajibkan seluruh wilayah termasuk wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan diwajibkan memasang bendera umbul-umbul dan bendera merah putih selang-seling memasang bendera umbul-umbul mulai tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Agustus 2020, sementara bendera Kebangsaan kita Merah Putih dipasang mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2020.

“Saya minta informasi ini disebarkan ke seluruh pemangku-pemangku wilayah termasuk di desa-desa pelosok. Sistim upacaranya tidak lagi menggunakan paskibraka melainkan di ambil alih oleh ASN dan Pemda”, tutup Bupati. (TrisKominfo)