Pos

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati  Banggai Kepulauan H. Rais D Adam bersama Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Sekretaris Daerah Rusli Moidady, mengikuti rapat koordinasi melalui video conference (vicon) yang digelar oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo.

Rakor ini menghadirkan Gubernur dan Bupati/Walikota yang wilayahnya belum ada kasus positif Covid-19, dengan topik Mitigasi Penanganan Covid-19 pada 124 Kabupaten Kota yang belum mendapat laporan  terjangkit Pasien positif Covid-19.

Ikut hadir mendampingi Bupati Banggai Kepulauan, Kepala Dinas Kominfo, Direktur RSUD Trikora, Juru Bicara Gugus Tugas dan Pejabat Dinas Kesehatan, Pejabat BPBD dan Anggota Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tempat pelaksanaan di ruangan kerja Bupati pada Kamis malam 21/5/2020 berlangsung jam 21.00 sampai selesai.

Dalam pembicaraan secara virtual Bupati melaporkan kegiatan pelaksanaan Percepatan Penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Kabupaten Banggai Kepulauan.

Bupati menganggap bahwa virus corona disease adalah sebagai musuh sehingga diperlukan cara menghadapinya. “Kalau virus corona itu dianggap musuh maka caranya Bupati memperkuat Tim dalam Gugus Tugas yang sudah dibentuk bersama sama dengan Forkopimda. Dalam Gugus Tugas ada DPRD, TNI, POLRI dan ada satuan satuan lain sebagai Anggota.”

“Memang virus corona ini tidak bisa dilihat langsung oleh mata manusia, berarti untuk melawannya, maka Petugas yang berhadapan dengan virus itu, adalah Petugas yang betul betul pilihan,” ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati memandang daerahnya sebagai daerah kepulauan, artinya pintu masuk keluar adalah melalui Pelabuhan, dimana geografi ini menguntungkan bagi upaya pencegahan covid-19.

“Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai daerah kepulauan, terletak di Provinsi Sulawesi Tengah berada di tengah lautan sehingga geografis ini menguntungkan karena semua pergerakan manusia menggunakan kapal laut dan kapal laut itu akan bersandar di pelabuhan. Disitulah peran Petugas yang terdiri dari TNI, POLRI  kemudian SATPOL PP dan petugas inti Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan penumpang dalam rangka pencegahan covid-19, termasuk dari DPRD turun monitoring” jelas beliau.

Bupati juga sangat memperhatikan pemeriksaan kesehatan bagi Petugas di Pelabuhan. “Setiap selesai melakukan pemeriksaan para penumpang, maka para Petugas-pun langsung diperiksa juga agar memastikan kesehatannya.”

Pada kesempatan ini Bupati mengucapkan rasa terima kasih kepada Bapak Gubernur.  “Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah yang telah memberikan APD yang baik.” kata Bupati.

“Tadinya ibarat teriak kiri kanan untuk memperoleh APD, syukur saat ini Bapak Gubernur Sulawesi Tengah telah memberikan APD. Tanpa APD maka Bupati tidak akan gegabah menurunkan Tim. Tim perlu juga dilindungi sehingga Tim merasa aman dan merasa ada dorongan moril didukung oleh Pimpinan.”

“Tidak boleh petugas di lapangan spekulasi bertugas tanpa APD. Karena APD bisa membangkitkan kepercayaan terhadap diri sendiri. Ibaratnya kalau perang, APD ini adalah senjata, bagaimana kalau senjata yang ditembakkan tidak begitu bagus, juga APD kalau hanya asal-asal tentunya akan mempengaruhi moril petugas dalam bekerja itu,” jelas beliau.

Bupati juga melaporkan kepedulian masyarakat di daerah wisata dalam masa pandemi untuk melaporkan jika ada orang asing yang datang. “Banggai Kepulaun memilik pelabuhan yang begitu banyak, pelabuhan resmi dan pelabuhan tidak resmi,pelabuhan yang kecil-kecil. Adanya daerah tujuan wisata, pasti bahwa banyak orang asing yang sering kesini. Orang asing kadang tidak masuk melalui pelabuhan resmi tapi masuk melalui pelabuhan yang menggampangkan dia untuk bisa menjangkau tempat-tempat wisata itu. Alhamdulillah masyarakat setempat ikut membentu Gugus Tugas sehingga semua orang asing yang datang bisa terpantau dan identitasnya dapat diketahui,” tuturnya.

Khususnya ketersediaan makanan pokok alhamdulilah mudah mudahan sampai 3 bulan kedepan masih tetap terjaga karena daerah tetangga masih siap untuk menyuplai bahan makanan pokok.

“Diharapkan tidak menjadi masalah suplai bahan makanan pokok dari daerah tetanga yang hanya tergantung pada alat transportasi kendaraan laut. Dari kegiatan-kegiatan koordinasi  yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas disini dengan Kabupaten tetangga, maka seluruh bahan bahan makanan yang disuplai, akan tetap lancar meskipun misalnya nanti ada perubahan status Covid-19,” harap Bupati.

Dalam hal pelaksanaan salat sebagaimana keinginan Presiden bahwa Pemerintah tidak melarang salat. Bupati beserta seluruh Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Banggai Kepulauan dan seluruh organisasi keagamaan menyetujui untuk tetap melaksanakan salat di rumah masing masing. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati artinya lebih baik kita melakukan apa yang sdh ditunjukkan  pemerintah supaya cepat cepat terbebas dari virus corona tahun ini juga.

Bupati juga menyatakan bahwa setiap minggu dilakukan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan Gugus Tugas. Dari apa yang dilaksanakan, terpenting adalah doa yang ditujukan kepada Yang Mahakuasa Allah SWT, selalu dipanjatkan doa, insyaallah apa yang dikerjakan ini bernilai ibadah.

Di akhir sesi Banggai Kepulauan, Moderator diskusi Gugus Tugas Nasioanal menyatakan berterima kasih kepada Bapak Bupati Banggai Kepulauan. Seraya mengingatkan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan adalah pulau pulau kiranya diwaspadai pintu masuk melalui laut dan jangan dilupakan pintu masuk laut yang kecil-kecil perlu juga ada pemeriksaan, sehingga Banggai Kepulauan bisa negative covid-19 kedepannya. (KondKominfo)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Sekertaris Daerah Banggai Kepulauan Rusli Moidady ST. MT, mengikuti Rapat melalui Vidcon yang dipimpin Tim BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah bersama beberapa staf lainya terkait dengan Belanja Perjalanan Dinas pada Perangkat Daerah (PD) di ruang video conference Sekda, Selasa 19/05/2020.

Sekda pada kesempatan ini didampingi oleh Inspektur Inspektorat, Kepala BPKAD dan Kepala Perangkat Daerah terkait lainnya.

Ketua Tim Pemeriksa dari BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah, Herman Cahyadi menyampaikan, “Kami telah melakukan review atas belanja perjalanan dinas pada seluruh OPD, kami menemukan adanya tumpang tindih perjalanan dinas atau perjalanan dinas didua tempat (dua ST) pada tanggal yang sama sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran belanja perjadin (perjalanan dinas)”.

“Kelebihan pembayaran yang kami hitung adalah komponen uang harian yang dibayarkan pada dua atau lebih kegiatan pada tanggal yang sama (double pembayaran) dan kelebihan pembayaran dihitung dari tarif terendah yang diterima. Untuk itu kami menyimpulkan bahwa penatausahaan dan pengelolaan pendapatan pada pendapatan daerah belum memadai”, kata Herman Cahyadi.

“Perhitungan kelebihan pembayaran tersebut sudah kami kirimkan ke Inspektorat dan telah didistribusi ke masing-masing PD. Perlu dicatat bahwa perhitungan tersebut masih sementara bukan temuan pemeriksaan. Apabila dari perhitungan kami tersebut terdapat kekeliruan mohon agar masing-masing OPD melakukan klarifikasi pada Ibu Annisa dan mengirim bukti pendukung yang lengkap. Batas waktu klarifikasi sampai dengan hari ini jam 04.00 sore. Setelah batas waktu tersebut, kami menganggap bahwa OPD telah menyetujui perhitungan kelebihan pembayaran kami,” lanjut Herman.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Drs. Muis Abd Latif, M.Pd mengklarifikasi terkait temuan yang ada, “Setelah kami menerima catatan dari pemeriksa BPK, kami cek versi dengan administrasi yang ada di Badan Pendapatan, jadi itu ada dua versi. Yang pertama karena itu merupakan pencatatan laporan yang dokumennnya bertentangan dan tidak sama tanggalnya dengan pelaporan yang dikoreksi jadi kami sudah sesuaikan”.

“Ada dokumennya memang yang benar tetapi ada juga yang kita harus kembalikan karena waktu yang sama dan itu sudah kami pahami. Jadi ada yang memang perjalanannya benar hanya pelaporan tanggalnya yang keliru tapi ada juga yang memang harus dikembalikan karena memang waktu yang sama SPPDnya dan itu ada empat orang sudah deal dan memang kita lakukan setelah kiriman STS nya”, lanjut Muis.

Sebelum mengakhiri Vidcon, Tim Pemeriksa BPK mengingatkan kembali kepada seluruh PD yang belum mengirimkan bukti pendukung yang lengkap, “Saya berikan waktu hari ini kepada seluruh PD terkait perjalanan dinas, mohon jika ada PD yang masih ingin memberikan klarifikasi atas perhitungan perjalanan dinas tolong hari ini juga dikirimkan file bukti otentiknya di-scan atau di-fotokan dan dikirim ke nomor WA Ibu Annisa, nomornya sudah saya share di grup WA supaya cepat prosesnya. Jadi untuk PD yang belum sependapat terkait pehitungan perjalanan dinas, hari ini masih bisa dikirimkan”, ungkap Herman.

“Jadi untuk teman-teman PD yang mau mengirimkan file buktinya bisa dikirimkan hari ini sampai pukul 04.00 sore,” tegas Sekda. (TrisKominfo).

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Sekolah Paud Tunas kasih bersama Guru-Guru mempunyai cara belajar di rumah yang unik dan tentunya sedikit berbeda dengan yang di lakukan Sekolah lainnya, Kamis (14/05/2020).

Negara Indonesia adalah salah satu Negara yang terkena Wabah virus corona, untuk itu Pemerintah cepat mengambil langkah Guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Negeri ini.

Adapun salah satu cara Pemerintah merespon positif hal ini yaitu dengan cara meliburkan Anak Sekolah, namun dihimbau tetap belajar, entah Dirumah menggunakan Buku panduan atau belajar Online.

Sekolah Paud Tunas Kasih Desa Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulaun mempunyai cara belajar di Rumah yang Unik dimana saat proses belajar dirumah-rumah Siswa atau Siswi dianjurkan untuk menggunakan Seragam Sekolah.

Wiksanti Misilan SKM selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa, “Pembelejaran ini dilakukan kesetiap rumah-rumah murid dengan waktu dengan yang singkat guna agar siswa tetap melakukan proses belajar walau hanya sebatas di rumah”.

“Begitu juga mengenai pemakaian seragam Sekolah hal ini di lakukan sebagai salah satu pendorong semangat belejar, karana anak-anak merasa seperti belajar layaknya di Sekolah”, ujar Wiksanti.

Wiksanti juga berharap, “Saat proses pembelajaran di rumah kami mengharapkan agar tetap ada pendampingan dari orang tua siswa”.(ViktorKominfo).

Salakan, BanggaiKep.go.id – Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yang kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi Covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update13 Mei 2020 jam 14.00 bahwa terlapor tidak ada tambahan kasus baru OTG, ODP dan PDP.

Sehingga data covid-19 update hari ini yakni total ODP yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan berjumlah 2 ODP, PDP 0 pasien,OTG 27 orang termasuk 1 OTG terkonfirmasi positif.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang sudah selesai masa karantina berjumlah 2.313 orang.

Terimakasih.🙏 Salam Sehat
Atas nama Pemerintah Daerah Kab.Banggaikep menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan tetap menerapkan prinsip Physical dan Sosial Distancing dengan langkah-langkah sbb:
a. Tetap tinggal di rumah jika TDK berkepentingan
b. Hindari berkumpul dengan orang banyak
c. Pakai masker jika keluar rumah
d. Jaga jarak dengan orang sekitar minimal 1 meter
e. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas
f. Berperilaku hidup bersih dan sehat

Perlu disadari bahwa dimana dan kapan saja resiko penularan bisa saja terjadi untuk itu kita semua perlu berhati-hati,jangan panik,patuhi anjuran pemerintah,semoga Tuhan senantiasa merahmati setiap upaya dan langkah kita untuk bisa keluar dari pandemi ini.aamiin🙏
“Bangkep Bersatu cegah covid-19” 💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Batangbabasal, BanggaiKep.go.id – Ditengah pandemi Covid-19/virus corona, Siswa Sekolah Dasar Negeri Batangbabasal Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan tetap laksanakan belajar di rumah dengan bimbingan Guru dan Orang Tua Murid, Selasa, seperti yang dilihat oleh jurnalis Dinas Kominfo pada sebuah rumah di desa ini (12/05/2020).

Upaya dan kegiatan ini sudah sesuai dengan himbauan Pemerintah Daerah sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, antara lain dengan cara mengurangi kegiatan atau aktifitas diluar rumah, termasuk meliburkan setiap sekolah baik Perguruan Tinggi, SMA/SMK, SMP, SD dan TK namun tetap kegiatan belajar dilakukan di rumah.

“Sekolah bisa libur namun belajar tetap dilakukan, Siswa bersama guru SDN Batangbabasal mempunyai cara untuk tetap belajar layaknya di Sekolah, yaitu dengan cara setiap guru mengunjungi rumah-rumah siswa dan memberikan penjelasan singkat serta tugas PR(Pekerjaan Rumah). Kami semua Guru-Guru sudah membagi tugas dalam pengontrolan pembelajaran untuk semua Siswa dan Siswi SDN Batangbabasal yang berjumlah 78 pelajar, dengan harapan agar setiap Siswa dan Siswi tetap belajar”, jelas Leny Tondion, S.Pd salah satu Guru SDN Batangbabasal.

“Bukan hanya soal pelajaran dan penjelasan singkat, namun kami juga mengajarkan siswa untuk tetap berdoa dalam setiap mengawali aktifitas, saat tidur malam ataupun bangun pagi, pengontrolan aktifitas dengan menanyakan apa yang sudah dilakukan di rumah seperti mencuci piring dan bagian kebersihan laianya”, ucap Leny.

Lanjut Leny, “Untuk mengunjungi pelajar disetiap Rumahnya masing-masing kami tetap mengikuti sesuai aturan protokol covid-19 yaitu tetap menjaga jarak dengan pelajar, memakai masker dan cuci tangan, serta selalu mengingatkan Siswa-Siswi agar tetap di rumah saja”. (ViktorKominfo)

 

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Rais D. Adam hadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan dengan Video Conference (VidCon) di ruang kerja Bupati Banggai Kepulauan, Senin, (27/04/2020).

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan dari Menteri Dalam Negeri mengenai perkembangan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19, “Berdasarkan hasil-hasil kajian yang kerap dilakukan oleh Kementerian Keuangan, Pemerintah menyiapkan dua skenario, skenario berat dan skenario sangat berat”, kata Prof. Tito Karnavian.

“Skenario berat dipilih apabila pandemi Covid-19 ini berlansung sekitar 9 bulan. Tanggap penanganan Covid-19 berjalan efektif tetapi mengalami keterlambatan. Seluruh aktivitas ekonomi mengalami kelemahan termasuk terjadi gangguan di aset wilayah kerja,” jelas Tito.

Lanjut Menteri Dalam Negeri RI, “Skenario sangat berat dipilih apabila masalah Covid – 19 semakin parah dan memberi dampak sepanjang tahun 2020. Berdampak memburukkan kondisi pasar dan tenaga kerja  yang berdampak langsung seperti industri manufaktur dan pariwisata”, tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola menyampaikan “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018-2021 telah memasuki hasil pengorganisasi, dimana tahun 2021 adalah tahun transisi. Dalam periode tersebut telah banyak kemajuan yang telah kita capai bersama serta masih banyak pula tantangan dan masalah yang perlu kita selesaikan,” kata Gubernur.

“Selanjutnya dalam menghadapi kegiatan Musrenbang ini, saya mengharapkan perhatian saudara-saudara agar kita fokus pada hal-hal sebagai antara lain agar forum musrenbang ini dapat menghasilkan usulan-usulan skala prioritas program yang akan dibiayai APBD Provinsi skala Nasoinal tahun 2021 dan diharapkan agar forum musrenbang ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencapai sinergitas antara kegiatan OPD Kabupaten/Kota dan OPD Provinsi,” harap Longki.

Nampak hadir dalam Vidcon Sekda BanggaiKep, Ketua DPR Sulteng, Kepala Bappeda Sulteng, Kepala OPD se – Kabupaten BanggaiKep. (TrisKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melaksanakan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19, di lantai dua ruang rapat Bupati, kantor Bupati, Kamis (23/4/2020).

Hadir dalam rapat ini Forkopimda Kabupaten Banggai Kepulauan, Perwakilan Kejari Banggai Laut, Kapolres BanggaiKep,  Dandim 1308 LB, Asisten Pemerintahan, Kepala OPD se – Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala Kemenag Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat, Ormas Islam, Organisasi keagamaan yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai Kepulauan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banggai Kepulauan serta para tokoh agama

Plt. Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam saat memimpin rapat menyampaikan, Kementerian Agama RI dan MUI telah mengeluarkan imbauan bahwa pelaksanaan ibadah shalat wajib berjamaah di masjid selama pandemi covid-19 dapat diganti dengan shalat sendiri atau berjamaah dengan keluarga di rumah masing-masing untuk mencegah penularan virus.

Olehnya untuk menjamin keselamatan dan kekhusyukan umat dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan, maka Bupati merasa perlu mendengar pertimbangan-pertimbangan dari peserta rapat sebelum dituangkan jadi instruksi Bupati terkait penyelenggaraan ibadah Ramadhan sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di BanggaiKep dan SE Mentri Agama nomor SE 6 Tahun 2020.

“Ini untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat ibadah kita dan orang-orang yang kita sayangi, supaya masyarakat tidak bersikeras lagi shalat berjamaah di masjid selama ramadhan”, harap Bupati.

Senada dengan Bupati, Kepala Kemenag BanggaiKep H. Junaidin S.Ag MA  menjelaskan “Ada lebih kurang 8 poin panduan ibadah ramadhan dalam SE Menag No 6 Tahun 2020 yang harus dilaksanakan salah satunya yaitu masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan dihimbau untuk melaksanakan sholat tarwih di rumah, intinya adalah untuk menghindari kerumunan.  Jika kita berkerumun sementara tidak menutup kemungkinan ada yang membawa virus itu maka pasti akan tertularlah orang-orang yang ada disitu”.

“Yang harus digaris bawahi adalah informasi menyatakan bahwa untuk meninggalkan masjid, sesungguhnya ini bukan meninggalkan masjid, kita dianjuran sebagai agama islam untuk melaksanakan sunnah didalam Mesjid dalam kondisi yang normal yaitu tidak ada wabah”, sambung Junaidin.

Lanjut Junaidin, “Tapi ketika ada wabah maka kita diperintahkan melaksanakan sunnah yang lain baik dirumah. Meninggalkan sunnah didalam mesjid dan melaksanakan sunnah yang lain dirumah itu juga sunnah menurut anjuran Rasulullah SAW. Kalau kita berkumpul maka menimbulkan mudarat maka kita harus meninggalkan diantara itu”.

Sementara Ketua MUI BanggaiKep Suardi A Esa, SE menegaskan, “Kementerian agama menjelaskan melalui surat edaran Kementerian agama disitu sudah disebutkan bahwa pengumpulan Zakat Fitrah dengan menjemput dirumah-rumah warga untuk menghindari kerumunan”.

Selanjutnya Ibu Pendeta Meiske menyampaikan pendapatnya, “Kami dari Organisasi Gereja itu sejiwa dengan perkataan Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) sudah disampaikan secara menyeluruh dilembaga gereja-gereja. Bahwa gereja diajak untuk membangun kerja sama yang baik dengan Pemerintah, dalam hal ini ada tindakan memutuskan mata rantai  peyebaran Covid-19.  Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan ibadah dirumah masing-masing dengan alasan untuk menghindari perkumpulan orang”. (TrisKominfo)

Assalamualaikum dan selamat siang, Bapak/Ibu yg kami hormati.

Kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kabupaten Banggai Kepulauan update 21 April 2020 jam 14.00 WITA.

Sesuai dengan data yang masuk ke Covid-19 Center terlapor tidak ada tambahan kasus baru ODP maupun PDP.

Total kasus ODP sampai dengan update data hari ini adalah 5 ODP.

Selanjutnya pelaku perjalanan yang selesai masa pemantauan sebanyak 1.599 orang.

Terimakasih🙏 Salam Sehat
#StayAtHome
#JagaJarak
#CuciTanganPakaiSabun
#PHBS

Memutus rantai penularan covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama
“Bangkep Bersatu cegah covid-19″💪

Juru Bicara Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Video Conference (VidCon) antara Tim Koordinator Wilayah Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah II bersama Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah dihadiri seluruh Kepala Inspektur Inspektorat se – Sulawesi Tengah, tak terkecuali Kepala Inspektur Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep), Senin, (20\04\2020).

Dalam laporannya kepada Tim KPK RI, Muhammad Ilyas  menyampaikan, “Yang pertama kami ingin menyampaikan berkaitan dengan capaian rencana arsip bahwa untuk Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 60% dan insya Allah ditahun 2020 kita sudah bisa minimal mencapai 80%”, ucapnya.

“Ada beberapa kendala terkait dengan pencapaian ini yaitu yang pertama respon dari OPD masih kurang, dan kami sudah melaporkan pada Bupati dan Sekda untuk menyampaikan kepada para OPD agar selalu proaktif dan respon tentang apa yang kami sampaikan”, lanjut Ilyas.

Disamping itu juga, Ilyas menyampaikan terkait pelaporan dana Desa, “Sesungguhnya yang kami laporkan disini terkait pelaporan dana desa, penggunaan anggaran dana dan lewat BPMD belum memberikan laporan sehingga kita 0%, Sehingga ada beberapa dari perencanaan yang sudah mencapai 100% dan kita upayakan yang bidang lain juga akan mengejar ketertinggalan ini”.

“Kemudian selanjutnya para pejabat struktural juga masih kurang respon  juga sudah kami laporkan pada pak Bupati dan Pak Sekda bahkan kami sudah turunkan tim untuk menjemput ke masing-masing OPD untuk menjemput laporan berkaitan dengan pelaporan RKPD dan berkaitan dengan penjagaan Covid – 19 kita sudah tanggap dan Alhamdulillah sudah dianggarkan untuk membentuk tim review ke OPD-OPD untuk menyusun anggaran untuk pencagahan Covid – 19“, kata Ilyas.

Menutup laporannya Kepala Inspektur menyampaikan, “Dan yang terakhir berkaitan dengan sertifikasi, kami sudah mengikuti penyuluhan kemarin tapi kami belum mendapatkan sertifikatnya, mudah-mudahan tahun 2020 ini kalau sudah selesai masalah Covid-19 ini kita sudah bisa ikutkan dari staf atau editor inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan”, tutup Ilyas. (TrisKominfo)

 

Assalamualaikum dan selamat siang.

Bapak/Ibu yang kami hormati, kembali kami laporkan situasi covid-19 di Kabupaten Banggai kepulauan update 20 April 2020 jam 14.00 wita.

Sesuai dengan data yang masuk ke Covid Center tidak ada tambahan kasus baru ODP maupun PDP.

Sehingga total ODP sampai dengan saat ini yang masih dalam pemantauan petugas kesehatan berjumlah 5 ODP.

Selanjutnya untuk pelaku perjalanan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 1.563 orang.

Terimakasih🙏 Salam Sehat..
#StayAtHome
#JagaJarak
#CuciTanganPakaiSabun
#PHBS

Memutus rantai penularan covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama
“Bangkep Bersatu Cegah Covid-19″💪

Juru Bicara, Arabia Tamrin, SKM. (ElsiKominfo)