Salakan. banggaikep.go.id  – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Salakan, atas kerja sama Kementerian Transmigrasi  dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Ruang Rapat Kantor Bupati, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini menghadirkan jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Staf Ahli Dan Asisten Sekertariat Daerah Sekertaris Daerah  Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala Perangkat Perangkat Daerah camat, kepala desa, tokoh Masyarakat, Pemerhati, serta Kepala UPT Kinandal.

Poto Prokopim:  FGD Tim Ekspedisi Patriot ITB dan Kementerian Transmigrasi memaparkan, strategi pengembangan Kawasan Transmigrasi Banggai Kepulauan,

FGD (Forum Group Discussion)  ini menampilkan pemaparan hasil penelitian Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Salakan,  yang telah bekerja selama empat bulan di Kabupaten Banggai Kepulauan sejak Agustus 2025. Tim yang terdiri dari dua kelompok dipimpin Dr. Rer. Nat. Rizky, ST., MT., dan Jenny Rizkiana, ST., MT., memfokuskan penelitian pada inovasi dan desain unggulan kawasan transmigrasi.

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, memberikan apresiasi tinggi kepada ITB atas inisiatif Ekspedisi Patriot. “Kami menyambut baik kolaborasi ini karena bukan sekadar penelitian akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis yang bisa mempercepat pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Poto Prokopim:  Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady. ST.,MT,.AIFO  saat memberikan Sambutan Pada Kegiatan FGD tim Ekspedisi Patriot. pengembangan Kawasan Transmigrasi Banggai Kepulauan,

Menurut Bupati, program ini menghasilkan dua capaian utama, yaitu rekomendasi inovasi kawasan transmigrasi serta rekomendasi desain unggulan spesifik kawasan transmigrasi. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah kita,” tambahnya.

Bupati juga menekankan besarnya potensi sumber daya yang dapat dikembangkan, Pemerintah Nasional mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 triliun di tahun 2025, Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal dan mempercepat pemerataan pembangunan berbasis potensi Daerah, Pemerintah juga sedang menyiapkan infrastruktur dasar dan konektivitas untuk mendukung ekosistem industri yang berkelanjutan. Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady juga menyampaikan, bahwa Sulawesi Tengah menempati posisi kedua terbanyak di Indonesia dengan 29 kawasan transmigrasi, termasuk Kawasan Salakan di Desa Kindandal. Jelasanya

Poto Prokopim: Suasana FGD di Ruang Rapat Kantor, Bupati Banggai Kepulauan

Diakhir sambutan, Bupati berharap kerja sama antara Pemerintah Daerah dan tim ekspedisi dapat terus berlanjut. Ia juga mendoakan agar para peneliti Tim Ekspedisi Patriot selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan, serta hasil penelitian mereka dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Banggai Kepulauan. (Roy-Komdigi -BKP)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menegaskan komitmennya memperkuat layanan kemanusiaan di daerah Kepulauan, saat Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO, membuka secara resmi Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) PMI Banggai Kepulauan Tahun 2025, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PMI, kepala perangkat daerah, organisasi profesi, serta relawan dari seluruh kecamatan.

Dalam sambutannya, Rusli menilai peran PMI kian strategis dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang kompleks, terutama di wilayah kepulauan yang terpencar dan memiliki tingkat kerentanan tinggi. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem kesiapsiagaan, peningkatan kapasitas relawan, dan konsolidasi lintas lembaga.

“PMI telah menunjukkan kiprah nyata, terutama dalam respons cepat bencana, pelayanan darah, dan pembinaan relawan. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh pengurus dan relawan,” ujar Rusli.

Muskerkab 2025 disebut sebagai momentum untuk mengevaluasi program, memperkuat tata kelola, serta menyusun langkah kerja yang lebih terukur. Bupati mendorong agar PMI memperluas jejaring dengan sekolah, organisasi pemuda, lembaga profesi, hingga dunia usaha demi meningkatkan jangkauan layanan kemanusiaan.

“Kami berharap Muskerkab ini menghasilkan langkah konkret memperkuat layanan PMI hingga ke desa-desa. Profesionalisme dan efektivitas menjadi keharusan dalam mandat kemanusiaan,” tegasnya.

Rusli juga memastikan pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi melalui regulasi, fasilitasi, serta integrasi program lintas sektor. Menurutnya, kerja kemanusiaan adalah kolaborasi panjang yang tidak bisa berdiri pada satu lembaga saja.

Ketua PMI Banggai Kepulauan, dr. Abdi Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan relawan dan unsur pemerintah yang selama ini terlibat dalam berbagai penanganan kedaruratan di daerah.

“Ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang kuat, orang-orang yang selalu siap membantu,” katanya.

Abdi menyoroti budaya koordinasi cepat lintas lembaga TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, hingga tenaga kesehatan yang telah mengakar sejak masa pandemi Covid-19. Setiap ada kejadian darurat, seluruh unsur langsung bergerak tanpa menunggu instruksi formal.

Kondisi serupa terlihat saat penanganan krisis air bersih dan kebakaran. Mobil tangki PMI, bantuan dari PMI Provinsi, bahkan menjadi salah satu armada pendukung utama Damkar dalam sejumlah kejadian.

Di bidang pelayanan darah, Abdi menyebut PMI Banggai Kepulauan menunjukkan perkembangan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Masyarakat kini tidak lagi harus menyeberang ke Luwuk untuk memperoleh darah, sehingga banyak kasus kedaruratan dapat ditangani lebih cepat.

Beberapa pejabat daerah disebut menjadi pelopor donor darah rutin, termasuk Kepala Bappeda, pejabat keuangan daerah, hingga Ibu Bupati. “Mereka menunjukkan bahwa donor darah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga menyehatkan diri sendiri,” ujarnya.

Abdi berharap budaya donor darah dapat tumbuh kuat seperti di Solo dan Yogyakarta, di mana masyarakat menjadikannya kebiasaan bulanan.

Ketua PMI juga menyoroti pentingnya memperkuat Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat SD, SMP, dan SMA. Selama ini PMR menjadi motor penggalangan donasi ketika terjadi bencana di luar daerah.

“Anak-anak kita berdiri di jalan, berpanas-panas, bergerak otomatis saat ada musibah. Ini melatih jiwa kemanusiaan sejak dini,” kata Abdi.

Ia menyebut PMR sebagai ruang pembelajaran organisasi yang kelak dapat melahirkan pemimpin daerah yang memiliki kepekaan kemanusiaan.

Menutup sambutannya, Abdi menegaskan bahwa PMI tidak hanya bergantung pada semangat kerelawanan, tetapi juga membutuhkan kemampuan teknis. Tahun 2025, PMI Banggai Kepulauan akan memprioritaskan peningkatan kapasitas relawan, pemantapan organisasi, dan perbaikan sistem dokumentasi respons kebencanaan.

“Relawan bukan sekadar orang yang hadir saat dipanggil. Mereka harus terlatih, terkoordinasi, dan memahami standar kepalangmerahan,” tegasnya.

Muskerkab PMI 2025 diharapkan menjadi tonggak penyusunan agenda kemanusiaan yang lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat kepulauan dari penanggulangan bencana, pelayanan darah, hingga pembinaan relawan muda. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan desa yang inklusif melalui program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan pembentukan DRPPA yang digelar di Salakan, Selasa (2/12/2025).

Acara yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) itu dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi perempuan, tokoh agama dan masyarakat, kepala desa dan lurah, hingga Forum Anak tingkat kabupaten dan desa.

Dalam sambutan Bupati Banggai Kepulauan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Halimah Hamid, S.Sos  menyebut DRPPA sebagai langkah strategis mewujudkan pembangunan desa yang aman, sehat, dan setara bagi perempuan dan anak. Program ini, kata dia, tidak boleh berhenti pada tataran administratif.

“Pemerintah daerah memiliki komitmen kuat membangun lingkungan yang melindungi dan memberdayakan perempuan serta memastikan anak-anak tumbuh aman, sehat, dan bahagia,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan DRPPA menuntut kerja bersama seluruh elemen desa. Ada tiga prioritas yang disebut harus segera dikerjakan pemerintah desa yaitu Penyusunan rencana aksi sesuai kebutuhan dan karakteristik desa, Penguatan kapasitas kader dan lembaga desa dalam pencegahan kekerasan serta peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik dan Pembentukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media.

Pemerintah daerah akan mendukung implementasi DRPPA melalui kebijakan, pendampingan teknis, dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Halima juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor di tingkat desa dan kabupaten.
“Kita ingin memastikan bahwa mulai tahun 2025 dan seterusnya, setiap perempuan merasa aman dan dihargai, dan setiap anak memiliki masa depan cerah di desa tempat mereka dibesarkan,” ujarnya.

Ia optimistis Banggai Kepulauan mampu menjadi contoh kabupaten yang berhasil membangun desa inklusif melalui kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Marthina Juman, S.Ag dalam laporannya menyampaikan bahwa implementasi DRPPA erat kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia sejak dari desa.

Dengan jumlah penduduk mencapai 138 ribu jiwa, serta proporsi anak sebesar 29,13 persen (BPS 2024), Banggai Kepulauan dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk mendorong kebijakan perlindungan perempuan dan anak yang lebih progresif.

Marthina menjelaskan bahwa DRPPA merupakan model desa yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pembangunan desa.

Program ini sekaligus menjawab lima arahan Presiden terkait pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan kekerasan dan perkawinan anak, serta penurunan pekerja anak.

“Sosialisasi ini diharapkan memberi pemahaman menyeluruh tentang indikator DRPPA, pembentukan tim pengelola, dan penyiapan SK kepala desa sebagai dasar pelaksanaan,” kata Marthina.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan daerah telah memberi ruang untuk memperkuat pelaksanaan DRPPA melalui sejumlah regulasi, seperti Perda tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perbup Nomor 24 Tahun 2004 tentang Pengarusutamaan Gender, dan Perbup Nomor 40 Tahun 2023 tentang Peningkatan Kualitas Keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Salakan itu diikuti 42 peserta dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, media, dan organisasi perempuan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Perayaan Pra-Natal Pelayan-Pelayan se-Klasis Salakan berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan di Jemaat Imanuel Salakan. Kegiatan yang menghimpun para pendeta, penatua, diaken, serta seluruh unsur pelayanan dari berbagai jemaat di Klasis Salakan ini menjadi momentum penguatan spiritual dan kebersamaan menjelang Perayaan Natal 2025, Senin (01/12/2025).

Kegiatan diawali dengan ibadah Pra-Natal yang dipimpin oleh pelayan firman dari Klasis Salakan. Suasana ibadah berlangsung hangat, penuh pujian, doa, serta perenungan akan makna kelahiran Kristus sebagai sumber damai, pengharapan, dan sukacita bagi dunia.

Dalam membacakan sambutannya Asisten II Setda Banggai Kepulauan, Edison Moligay, S.Sos., mengatakan perayaan Pra-Natal bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan momentum iman untuk kembali merenungkan makna kelahiran Sang Juruselamat yang membawa damai, pengharapan, dan sukacita bagi dunia.

Bagi para pelayan Tuhan, momen ini sekaligus menjadi pengingat akan panggilan pelayanan yang harus diwujudkan dengan kasih, kerendahan hati, dan keteladanan sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi kita.

Pra-Natal adalah waktu untuk menyiapkan hati dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Melalui ibadah dan persekutuan seperti ini, kita diajak untuk kembali menghayati kasih Allah yang menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelayan Tuhan se-Klasis Salakan yang selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, beriman, dan bermartabat. Peran gereja sangat besar dalam pembinaan moral, etika, dan spiritualitas umat, yang berdampak langsung pada stabilitas sosial dan pembangunan daerah,”ucapnya.

Selain itu, kata Edison, Momentum Pra-Natal juga mengingatkan kami di pemerintahan untuk melayani masyarakat dengan tulus, jujur, dan penuh kasih, sebagaimana Kristus datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Semangat kasih dan kerendahan hati inilah yang terus kami upayakan hadir dalam tugas-tugas pemerintah daerah.

Dalam suasana menjelang Natal ini, Edison juga mengajak semua untuk: Meneguhkan komitmen pelayanan yang tulus dan penuh kasih, Menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, Menjadi pembawa damai di keluarga, gereja, dan lingkungan masing-masing dan Mendukung program-program pembangunan daerah demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Natal mengajarkan kepada kita nilai persaudaraan, saling menghargai, dan bekerja sama meskipun kita berbeda-beda,” katanya.

Kiranya Perayaan Pra-Natal ini menjadi momen untuk mempererat persatuan antar warga, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kita berpartisipasi dalam pembangunan daerah baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.

Memasuki akhir tahun, Ia juga mengajak untuk melihat kembali perjalanan kita sepanjang tahun ini. Ada banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi ada pula begitu banyak berkat yang Tuhan nyatakan bagi keluarga dan daerah kita.

Ke depan, kami berharap Kabupaten Banggai Kepulauan semakin maju, sejahtera, aman, dan diberkati. Harapan ini hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, lembaga masyarakat, dan seluruh warga.

“Saya menyampaikan Selamat menjalankan Perayaan Pra-Natal dan selamat menyongsong Natal 2025 dengan penuh sukacita.
Kiranya damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap keluarga kita. Terima kasih kepada seluruh panitia dan jemaat yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik,” tuturnya.

Kegiatan di hadiri MPH Klasis Salakan beserta seluruh BIPRA, MPH Jemaat Imanuel Salakan, Para Pendeta di Klasis Salakan, Para Penatua dan Diaken se-Klasis Salakan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke-54 Tahun 2025 di Lapangan Kantor Bupati Banggai Kepulauan, yang diikuti oleh seluruh ASN dari berbagai perangkat daerah, Senin (1/12/2025).

Tahun ini, peringatan HUT Korpri mengusung tema “Korpri Bertransformasi, ASN Berintegritas untuk Indonesia Maju”, sebagai komitmen memperkuat profesionalitas birokrasi di daerah.

Upacara dipimpin lansung oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, dalam membacakan sambutan Dewan Pengurus Korpri Nasional PROF. DR. ZUDAN ARIF FAKRULLOH.,SH.,MH, Bupati mengatakan kita bersyukur hari ini, kita bersama-sama memperingati hari ulang tahun ke-54 korpri, untuk itu atas nama organisasi korpri, dan pribadi, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-54 kepada seluruh anggota korpri di manapun saudara-saudara bertugas.

“Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas yang telah saudara tunjukkan selama lebih dari setengah abad dalam menjalankan tugas negara. saudara telah bekerja keras untuk melayani dengan sepenuh jiwa, profesional dan bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, kejayaan Bangsa, serta kemajuan Negara,” ucapnya.

Tema peringatan HUT Korpri ke-54 tahun ini Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju. Tema ini mencerminkan tekad Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas, dan mandiri dalam pengabdian, menjadi kekuatan moral dan profesional, menjadikan korpri sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan berkeadilan, dengan semangat memperkuat solidaritas dan persatuan di antara anggota korpri.

Ia juga mengingatkan bahwa pengabdian serta perjuangan korpri bagi negeri ini memiliki arti yang sangat mendalam. dalam setiap langkah dan karya, korpri senantiasa hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan menjaga keutuhan serta keberlangsungan pelayanan publik di seluruh penjuru tanah air.

“Oleh karena itu, kesejahteraan para anggota korpri harus menjadi perhatian utama. pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas. kemandirian dan netralitas korpri harus senantiasa dijaga, karena kedua hal inilah yang menjadi dasar kekuatan organisasi ini dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa,” katanya.

Lanjutnya, Kita semua patut berbangga, karena di mana pun tugas negara memanggil, dari sabang sampai merauke, dari miangas hingga pulau rote, anggota korpri selalu hadir, tetap setia mengabdi, dan tidak pernah lelah berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Semoga semangat pengabdian ini terus menyala di setiap insan korpri, demi indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera.

Kemudian, sebagai Ketua Umum Korpri, beliau menegaskan bahwa korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, yang harus terus diperkuat sebagai penggerak profesionalisme dan integritas aparatur negara. korpri memiliki peran penting dalam memastikan asn menjalankan tugasnya sebagai desainer kebijakan, pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa dan tidak boleh dilupakan saat ini anggota korpri adalah penggerak utama birokrasi untuk mengimplementasikan rp 3.600 triliun apbn dan rp. 1.300 triliun apbd agar bisa efektif dan efisien.

“Saya minta seluruh anggota korpri yang menjalankan apbn dan apbd ini benar-benar focus untuk mewujudkan asta cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ia mengajak seluruh anggota Korpri dimanapun berada untuk mengambil sikap korpri siaga. “Mari kita jadikan momentum hari peringatan ke-54 tahun korpri sebagai bentuk apel kesiapsiagaan korpri untuk menutup tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. selanjutnya, saya mengajak seluruh anggota korpri yang berjumlah 5,5 juta asn untuk terus siap siaga. delapan tekad kesiapsiagaan korpri mari kita laksanakan dengan penuh kekompakan dan soliditas : 1. Perkuat persatuan dan soliditas korps, 2. Tegakkan netralitas dan integritas, 3. Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi, 4. Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, 5. Seluruh asn untuk siaga bencana. mari bersama-sama kita tumbuhkan empati untuk saling membantu. saya minta semua asn bahu-membahu untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di aceh, sumatera utara, sumatera barat dan di daerah lain yang membutuhkan, 6. Peningkatan pendapatan negara dan daerah harus menjadi fokus dari seluruh ASN, 7. Korpri mengawal reformasi birokrasi agar bisa menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mendorong pendapatan negara dan daerah, mencegah kebocoran anggaran, 8. Jaga nama baik korpri dan asn. jadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa,” paparnya.

“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, korpri akan terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi yang meneguhkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan. dari semangat itulah tumbuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas kenegaraan. korpri harus senantiasa hadir sebagai penggerak pelayanan publik yang andal, wadah persatuan asn di seluruh indonesia, serta pilar penting dalam perjalanan menuju indonesia yang maju dan bermartabat,” ungkapnya.

“Akhirnya, saya mengajak seluruh anggota korpri untuk terus berinovasi, memperkuat pengabdian, serta bekerja sepenuh hati untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Pengabdian saudara senantiasa dinantikan oleh masyarakat. Semoga allah subhanahu wa taala, tuhan yang maha esa, senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, dan kekuatan kepada kita semua, khusunya korpri dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pelayanan masyarakat dan Abdi Negara,” tutupnya. (Decky-KOMDIGI)