Salakan, BanggaiKep.go.id – “Malang tak dapat ditolak, Mujur tak dapat di tebak”, inilah yang dialami oleh seorang tenaga pendidik Guru Garis Depan (GGD) asal Muna Kendari Sulawesi Tenggara yang ditugaskan di SMP Negeri 2 Bulagi Selatan Desa Balalon Kecamatan Bulagi Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan yang menjadi korban lakalantas diruas jalan Trans Peling antara Desa Komba-komba dan Peling Seasa sehingga harus menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke Puskesmas Bulagi.

Atas peristiwa yang menimpa Alm. Zainul Guru Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia sebagai PNS di SMPN 2 Bulagi Selatan, pihak keluarga yang berada di Muna Sulawesi Tenggara memohon bantuan agar jenazah almarhum dapat dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman.

Jurnalis DisKominfo BanggaiKep saat menghubungi salah satu ASN di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Banggai Kepulauan pada Senin, (11/5/2020) yang enggan untuk disebutkan namanya, membenarkan kejadian tersebut dan atas permintaan keluarga untuk memulangkan jenasah Almarhum ke daerah asal.

Pemerintah Daerah Kab. BanggaiKep melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memfasilitasi pemulangan jenazah almarhum menggunakan kapal Speed dari Kab. BanggaiKep ke Luwuk dan dilanjutkan dengan Mobil Ambulance dari Luwuk menuju Muna Sulawesi Tenggara.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. BanggaiKep pun terlibat aktif dalam mempersiapkan pemulangan jenazah almarhum, melalui perwakilan PGRI BanggaiKep yang ada di Kec. Bulagi. (AmosKominfo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *