Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap I Pelabuhan Salakan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan sambutan yang diwakilkan oleh Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Kelas II Luwuk, Haspar.

Dalam sambutannya, Haspar mengawali dengan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga seluruh pihak dapat hadir bersama dalam kegiatan bersejarah ini.

Ia menyampaikan salam dan apresiasi dari Dirjen Perhubungan Laut kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, DPRD, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh terwujudnya pembangunan pelabuhan tersebut.

“Atas izin Allah dan berkat dukungan seluruh pihak, hari ini pembangunan Pelabuhan Salakan resmi dimulai. Ini merupakan wujud nyata dari kerja keras, doa, dan kesabaran panjang masyarakat Salakan,” ungkap Haspar dalam sambutannya mewakili Dirjen Perhubungan Laut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan Pelabuhan Salakan telah dimulai sejak tahun 2014, namun sempat menghadapi berbagai tantangan, baik dalam hal perencanaan maupun penganggaran. Setelah melalui proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya proyek strategis ini mendapatkan persetujuan untuk dilaksanakan.

“Perjalanan menuju tahap ini tidak mudah. Bahkan, pelabuhan Salakan sempat terhenti dari daftar prioritas Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP). Namun, berkat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan Kementerian Perhubungan, akhirnya proyek ini dapat direalisasikan,” tambahnya.

Dalam laporannya, Haspar juga mengungkapkan bahwa pembangunan Pelabuhan Salakan menggunakan anggaran sebesar hampir Rp99 miliar, dengan metode multiyears contract (kontrak tahun jamak). Pekerjaan tahap pertama dianggarkan sebesar Rp15 miliar pada tahun 2025 untuk kegiatan pemadatan lahan, sedangkan tahap kedua sebesar Rp84 miliar akan dilanjutkan pada tahun 2026 tanpa melalui proses lelang ulang.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan konektivitas antar pulau, khususnya di wilayah Banggai Kepulauan,” ujarnya menutup sambutan.

Dirjen Perhubungan Laut juga berpesan agar seluruh pihak terus bersinergi dan mengawasi proses pembangunan dengan penuh tanggung jawab, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap I Pelabuhan Salakan, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur pelabuhan yang diharapkan menjadi gerbang utama transportasi laut dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Salakan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkep Serfi Kambey, Ketua DPRD Arkan Supu, S.Th.,I.MH, Pj. Sekda Suripto Nurdin, S.Sos, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K, Sekda Banggai Kepulauan Terpilih Moh. Arisusanto, SE.,ME, Asisten, Staf Ahli Setda Banggai Kepulauan, Ketua Bawaslu Muslim Bakara, S.Kom.,MM, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Sofyan Arsyad, S.Pd.I.M.Si, Danramil Tinangkung di wakili oleh Pelda Ahmat Djamila, Kepala OPD se- Kab. Banggai Kepulauan, Kepala Bank Mandiri Salakan, Tokoh agama, Tokoh masyarakat serta undangan.

Dalam sambutan Bupati Bangkep Rusli Moidady menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penting ini. Ia menegaskan bahwa Pelabuhan Salakan memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama transportasi laut di Kabupaten Banggai Kepulauan, sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antar pulau.

“Dengan meningkatnya mobilitas barang dan orang, keberadaan pelabuhan yang representatif dan modern menjadi kebutuhan mendesak. Melalui pembangunan tahap pertama ini, kita mengambil langkah awal untuk mewujudkan sarana transportasi laut yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam perencanaan dan pendanaan proyek strategis ini. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai harapan bersama.

“Kepada pelaksana proyek, kami berpesan agar menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan. Pembangunan ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pembangunan Pelabuhan Salakan diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, memperlancar arus logistik, serta mendukung sektor perdagangan dan pariwisata di Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Peling Seasa, BanggaiKep.go.id — Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan almarhumah Ibu Elfira Sidalu, seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut,Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang berduka.

Kegiatan bertempat di Desa Peling Seasa, Kec. Bulagi, Kab. Banggai Kepulauan dan di hadiri Anggota IGI, Aparat Desa Seasa, Guru-guru Kec. Bulagi masyarakat yang sempat hadir.

Dalam sambutannya, Ketua IGI Kabupaten Banggai Kepulauan Moh. Haeiril Lumuan, S.Pd.,M.Pd menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan yang masih diberikan hingga hari ini.

Meski suasana duka menyelimuti, beliau mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur dan menjadikan momen kehilangan ini sebagai pengingat akan pentingnya meneruskan perjuangan kebaikan.

“Kami menyadari, kehilangan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Almarhumah Ibu Elfira adalah sosok guru hebat yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Obor perjuangan beliau tidak akan padam, kami akan melanjutkannya,” ujar Ketua IGI.

Lebih lanjut, Ketua IGI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga almarhumah yang telah membesarkan serta mendukung beliau menjadi sosok pendidik yang berdedikasi dan menginspirasi banyak orang.

“Semoga segala amal kebaikan, pengabdian, dan jasa-jasa beliau dalam dunia pendidikan menjadi ladang pahala dan penerang di alam keabadian,” tambahnya

Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa setiap insan akan melewati fase kehidupan yang sama, dan penting bagi yang ditinggalkan untuk tetap kuat dan melanjutkan kehidupan dengan semangat yang diwariskan almarhumah.

Acara diakhiri dengan doa bersama agar almarhumah Ibu Elfira diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan resmi menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah Cabang Salakan dalam implementasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Salakan dan dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Bank Sulteng Cabang Salakan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), para Kepala Perangkat Daerah, serta Direktur RSUD Trikora Salakan. Jumat, (10/10/2025)

Dalam sambutan Wakil Bupati Serfi Kambey menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penting ini yang menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan modern.

“Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam bidang pengelolaan keuangan daerah. Implementasi SP2D Online merupakan langkah nyata untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Dengan sistem SP2D Online, proses pencairan dana yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan terintegrasi antara Pemerintah Daerah dan pihak perbankan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perangkat daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Sulteng Cabang Salakan atas kemitraan strategis yang dibangun.

“Kolaborasi ini bukan sekadar digitalisasi sistem, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, sekaligus mendukung visi mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, pihak Bank Sulteng Ramiyatie, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mempercepat implementasi SP2D Online di daerah, khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan. Melalui sistem ini, proses administrasi keuangan pemerintah daerah akan menjadi lebih transparan dan akuntabel, sekaligus memitigasi risiko terjadinya penyimpangan dan korupsi.

Diketahui, dari seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah, tinggal dua daerah yang belum menandatangani kerja sama SP2D Online, yakni Kabupaten Banggai Laut (Balut) dan Tolitoli. Penerapan sistem ini diharapkan mampu menertibkan tata kelola administrasi keuangan daerah, sebab seluruh transaksi nantinya dilakukan secara daring melalui jaringan internet.

Selain SP2D Online, Kemendagri juga tengah menyiapkan beberapa aplikasi pendukung, di antaranya aplikasi “Situs Desa” yang akan membantu aparatur desa dalam pengelolaan keuangan. Aplikasi ini telah diujicobakan di Kabupaten Poso dan Ampana, dan terbukti efektif mencegah potensi kebocoran dana desa karena pencairan dana dilakukan sesuai kebutuhan riil.

Pihak Bank Sulteng juga memaparkan komitmennya dalam mendukung digitalisasi layanan keuangan daerah, termasuk sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini dapat dilakukan melalui ATM. Bank Sulteng sendiri merupakan milik bersama pemerintah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai salah satu pemegang sahamnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Sulteng dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan serta memberikan kontribusi berupa deviden yang semakin besar bagi pembangunan daerah. Saat ini, kinerja keuangan Bank Sulteng tercatat sangat baik dengan rasio kesehatan tinggi dan laba tahun 2024 mencapai Rp329 miliar, serta menargetkan peningkatan laba menjadi sekitar Rp380 miliar pada tahun 2025.

Dengan penandatanganan MoU ini, Kabupaten Banggai Kepulauan resmi bergabung dalam sistem keuangan daerah berbasis digital yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sejalan dengan arahan Kemendagri dan upaya nasional pencegahan korupsi di tingkat daerah.

Kegiatan bertempat di Ruang Auditorium Bappeda dan Litbang dan di hadiri Direktur Bank Sulteng, Ibu Ramiyatie, Kepala Cabang Bank Sulteng Salakan, Sirajuddin, Kaban Keuangan Stevan Moidady, SE. ME, Sekda terpili Banggai Kepulauan, Moh. Arisusanto, SE. ME, Asisten I Setda Banggai Kepulauan, Iwan Saleh, S. Sos, Kepala OPD se- Kab. Banggai Kepulauan, Kabag, Camat se- Kab. Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Ketua Komisi Informasi (KI) Wilayah Sulawesi Tengah Hi. Abbas H.A Rahim bersama Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Santik) Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Aswin Saudo, M.Si melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian keterbukaan informasi Kabupaten/Kota Tahun 2025, yang bertujuan untuk menilai sejauh mana badan publik di daerah melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tim penilai dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Informasi Perwakilan Sulawesi Tengah, dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah, serta anggota tim dari Komisi Informasi dan Diskominfo Santik.

Saat penilaian lapangan di ruang layanan informasi PPID Utama dan SP4N LAPOR, Ketua Komisi Informasi mengingatkan kepada admin PPID Utama dan SP4N LAPOR, syarat utama sebagai pemohon perorangan yaitu memberikan identitas diri, dan jika lembaga/organisasi menunjukkan surat tugas dan menyampaikan informasi yang diminta diperuntukkan untuk apa, selain itu admin memberikan formulir permohonan informasi.

Selain itu beliau menegaskan, PPID utama harus menyiapkan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi DiKecualikan (DIK), sebagai dasar pemberian informasi PPID Utama dan PPID Pelaksana yang ada di seluruh Perangkat Daerah.

Ketua Komisi Informasi juga berharap sosialisasi untuk PPID Pelaksana di Perangkat Daerah untuk lebih meningkatkan perannya sebagai PPID Pelaksana.

Sebelumnya, PPID Utama Kabupaten Banggai Kepulauan telah mengirimkan kuisioner penilaian keterbukaan informasi kepada pihak Komisi Informasi pada 19 September 2025 sebagai bagian dari tahapan awal proses evaluasi.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat komitmen dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. (IKP-KOMINFO)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tahun 2025, bertempat di Aula Penginapan Bharata, Salakan, Kamis (9/10/2025)

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, bersama sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dr. Jems Pinintoan, Kepala BNN Bangkep Kombes Baharuddin, Kepala Dinas Dukcapil Hari A. Masenge, Kepala Dinas DPMPTSP Din Lamasada, serta perwakilan unsur Forkopimda dan camat, Tim dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Galih Nur Rahartadi.

Dalam sambutan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Galih Nur Rahartadi menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar instansi untuk menegakkan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah Banggai Kepulauan.

“Isu tentang keberadaan orang asing kini menjadi perhatian nasional. Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri, tetapi perlu berkoordinasi dengan instansi pemerintah lain, baik pusat maupun daerah,” ujar Galih.

Ia menambahkan, Banggai Kepulauan memiliki posisi strategis sebagai daerah tujuan dan transit lalu lintas orang maupun barang. Kondisi ini, kata dia, membuka potensi penyalahgunaan izin keimigrasian dan kegiatan ilegal seperti penyelundupan manusia maupun peredaran narkotika.

Dalam kesempatan itu, pihak Imigrasi juga memperkenalkan program Desa Binaan Imigrasi, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu keimigrasian serta memperkuat sinergi antara aparat imigrasi dan warga desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pengawasan terhadap orang asing merupakan upaya strategis untuk menjaga kedaulatan dan keamanan daerah di tengah arus globalisasi.

“Kita tidak bisa menolak kedatangan warga negara asing, baik yang datang sebagai wisatawan maupun tenaga kerja profesional. Namun, kita juga harus waspada terhadap potensi pelanggaran hukum dan penyalahgunaan izin tinggal,” kata Wabup.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat dalam menjalankan fungsi pengawasan. “Sebagai anak daerah, kita perlu memahami aturan dasar mengenai hak dan kewajiban warga negara asing agar dapat menjaga Banggai Kepulauan dari potensi penyimpangan,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai instansi. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas TIMPORA di wilayah Banggai Kepulauan. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, Banggai Kepulauan – Menjelang, pelaksanaan Festival Trikora tahun 2025, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana bersama pemerintah daerah dengan dilaksanakannya rapat di ruang rapat kantor Bupati, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Banggai Kepulauan ini rencananya akan dipusatkan di Kota Salakan.

Dalam sambutan Kepala Dinas Dikbud H. Ikhsan Nursin, S.Pd.,M.M menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan agenda penting ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang telah meluangkan waktu guna membahas teknis dan langkah strategis menjelang pelaksanaan festival tersebut.

“Agenda ini bukanlah kegiatan kecil. Festival Trikora memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu kita angkat dan perkenalkan lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan mancanegara,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan komunitas pecinta budaya dan aparat satuan pamong praja, demi memastikan pelaksanaan festival berlangsung aman dan tertib. Selain itu, panitia diimbau untuk lebih intens berkoordinasi dan memperkuat komunikasi mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

“Festival Trikora 2025 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana eksplorasi dan promosi budaya lokal Banggai Kepulauan,” terangnya.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan tidak sebatas pada lingkup kabupaten, melainkan memiliki daya tarik luas dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Kita harus memastikan kegiatan ini memberi dampak nyata. Jangan sampai hanya kita yang melaksanakan dan menonton. Festival ini harus mampu mengangkat nilai budaya daerah agar lebih dikenal secara luas,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tema dan konsep Festival Trikora akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai budaya serta refleksi perjuangan sejarah, sehingga masyarakat dapat memahami makna di balik kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, festival ini dapat menjadi agenda tahunan tetap Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya ini, dan kapan lagi kalau bukan sekarang,” ujarnya penuh semangat.

Rapat juga menyepakati bahwa pelaksanaan Festival Trikora akan diselaraskan dengan peringatan HUT Banggai Kepulauan ke-26, yang dipusatkan antara tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2025.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk terus bermusyawarah dan bekerja sama demi mewujudkan festival yang sukses dan berkesan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT Bangkep ke-26 Mohamad Wahyudi, ST.,MP menjelaskan, salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT adalah Festival Trikora, yang akan dikolaborasikan dengan kegiatan kesenian dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Festival ini diharapkan menjadi wadah hiburan bagi masyarakat, bukan sekadar acara internal ASN seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Acara ini adalah milik masyarakat Banggai Kepulauan. Kami ingin masyarakat bisa menikmati hiburan dan merasa memiliki momen tahunan ini,” tambahnya.

Ketua Panitia HUT Bangkep menegaskan pentingnya peran generasi muda di bidang teknologi informasi untuk membantu mempublikasikan kegiatan HUT ke-26 Banggai Kepulauan agar lebih dikenal luas.

“Kita harus mampu menampilkan kegiatan ini ke dunia maya. Karena lewat publikasi digital, wisatawan bisa tertarik datang, dan itu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif memeriahkan perayaan HUT Banggai Kepulauan tahun ini, dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan demi kemajuan daerah.

Turut hadir Sekdis Dikbud dan Panitia Festival Trikora yang sempat hadir. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Semangat olahraga dan kebersamaan kembali menggema di Kabupaten Banggai Kepulauan dengan digelarnya Turnamen Bola Voli Putra se-Kabupaten Banggai Kepulauan, yang secara resmi dibuka pada Rabu, (08/10/2025).

Kegiatan bergengsi ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Sulawesi Tengah, Andhika Amir, sebagai sponsor utama.

Turnamen ini diikuti oleh puluhan tim bola voli dari berbagai kecamatan di Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Andhika Amir menyampaikan apresiasi dan semangat kepada para peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga seperti bola voli tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, serta mendorong generasi muda untuk berprestasi.

“Turnamen ini kami dukung sebagai bentuk komitmen untuk membina generasi muda di Banggai Kepulauan agar terus aktif, sehat, dan berdaya saing melalui jalur olahraga,” ujar Andhika Amir.

Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang besar dan dukungan tersebut dinilai menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kemajuan olahraga di daerah.

Kehadiran turnamen ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat sportivitas dan solidaritas di kalangan pemuda Banggai Kepulauan. (Decky-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, ST.,MT.,AIFO, mendorong penguatan kapasitas generasi muda melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Anak Kabupaten Banggai Kepulauan yang digelar di Desa Tompudau, Rabu (8/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rusli menegaskan bahwa anak merupakan aset berharga bangsa yang akan menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, menurutnya, penting bagi pemerintah daerah untuk memberi ruang partisipasi yang luas bagi anak agar tumbuh, berkembang, dan berani menyuarakan pendapatnya.

“Forum Anak adalah wadah strategis untuk melibatkan anak dalam proses pembangunan. Melalui forum ini, anak-anak dilatih menjadi aktif, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujar Rusli.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Banggai Kepulauan ini mengusung tema peningkatan keterampilan berbicara di depan umum atau public speaking.

Menurut Bupati Rusli, kemampuan berbicara bukan sekadar tentang keberanian tampil di depan orang banyak, tetapi juga melatih rasa percaya diri, keberanian, serta kemampuan menyampaikan ide dan pendapat secara logis dan santun.

“Public speaking bukan sekadar berbicara, tapi juga melatih kepercayaan diri dan kemampuan menyampaikan pendapat secara efektif. Ini langkah nyata agar anak-anak mampu menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungannya,” katanya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada DP3AP2KB atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan semacam ini dapat berkelanjutan dan memberi manfaat bagi seluruh peserta.

Menutup sambutannya, Bupati Rusli menitipkan pesan khusus kepada para peserta forum anak.

“Manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu dari para narasumber, jangan takut bertanya, dan jadilah anak yang berani, peduli, serta siap menjadi pemimpin di masa depan,” pesannya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala bidang perlindungan hak perempuan, perlindungan khusus anak dan pemenuhan hak anak DP3AP2KB Banggai Kepulauan, Kepala Desa Tompudau, para narasumber, pendamping forum anak, serta anggota Forum Anak Kabupaten dan Desa Tompudau. (Roy-KOMDIGI)

Salakan, BanggaiKep.go.id — Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara pemerintah, kepolisian, dan media massa, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Polres Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers, bertempat di Pendopo Kecil Rumah Jabatan Bupati, Rabu (08/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati, Staf Ahli Bupati, Wakapolres, Sekdis Kominfo, jajaran Polres Banggai Kepulauan, Kepala Bagian dan Kepala OPD Terkait serta para wartawan dari berbagai media lokal.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Acara ini menjadi ruang dialog dan silaturahmi untuk memperkuat komunikasi serta membangun kesamaan persepsi antara Pemerintah Daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres yang telah menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai Coffee Morning merupakan langkah positif yang harus dilanjutkan secara rutin sebagai wadah bertukar pikiran dan memperkuat kolaborasi.

Kegiatan Coffee Morning diharapkan menjadi forum rutin antara Pemerintah Daerah, Polres, dan media untuk membangun kesamaan persepsi serta memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan daerah.

Media memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan mitra pembangunan. Pers diharapkan menyebarkan informasi yang positif, produktif, dan edukatif agar masyarakat mendapatkan manfaat dan motivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Bupati juga mengingatkan agar pemberitaan media tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan asas keberimbangan informasi. Ia berharap media tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan disinformasi, persepsi negatif, atau menurunkan kewibawaan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah disebut terbuka terhadap kritik dan masukan dari insan pers sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Bupati mengakui adanya keterbatasan dalam kapasitas pemerintah, sehingga kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat penting.

Bupati menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif guna memperkuat ekonomi daerah. Ia meminta peran pers dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat investasi untuk membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan pendapatan daerah tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Bupati menutup sambutan dengan ajakan untuk terus menjaga hubungan baik dan komunikasi terbuka antara pemerintah, kepolisian, dan media. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi kemajuan Kabupaten Banggai Kepulauan.

“Mari kita berkontribusi sekecil apapun untuk kemajuan daerah kita, karena dengan kebersamaan dan kolaborasi, Banggai Kepulauan akan semakin maju dan sejahtera,” tutup Bupati.(Decky-KOMDIGI)