Salakan, BanggaiKep.go.id – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan RI dengan Kepala Daerah tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis-Subspesialis dan Dokter Gigi Spesialis.

Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Rusli Moidady, ST.,MT, Kepala Dinas Kesehatan Silveria O. Bailia, MM, Direktur RSUD Trikora Salakan dr. James H. D. Pinontoan secara virtual di ruang rapat Sekda Banggaikep, Rabu, (18/11/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI Drg, Oscar Primadi dan dikuti oleh Kepala Daerah Kabupaten Kota.

Sekjen Kemenkes RI dalam sambutannya mengatakan bahwa, kurangnya ketenagakerjaan khususnya dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis baik dari sisi jumlah, jenis dan distribusi yang tidak merata menimbulkan dampak terhadap rendahnya akses masyarakat terhadap pelayanan spesialistik yang berkualitas.

Maka penyediaan tenaga dokter spesialis, subspesialis dan dokter gigi spesialis dalam jumlah jenis dan bermutu pada rumah sakit merupakan suatu keharusan dan memang harus di tempah dalam berbagai upaya.

“Saya yakin keinginan kita bersama, ingin segera memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu saya menghargai inovasi, pemikiran-pemikiran apapun bentuknya di dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat kita di bidang kesehatan khususnya,” ujar Oscar.

Maka dari itu, inovasi dan pemikiran-pemikiran untuk membuat terobosan-terobosan harus selalu kita kembangkan tentunya tanpa menyalahi ketentuan aturan yang memang sudah digariskan dalam rangka kita melaksanakan perubahan-perubahan.

Kedepan Kemenkes bekerjasama dengan stakeholder terkait, tentunya akan mendayagunakan dokter spesialis lulusan Luar Negeri yang akan melaksanakan program adaptasi di rumah sakit milik pemerintah dearah, provinsi dan kabupaten kota dengan tentunya tidaklah dalam hal yang menyulitkan karena kita memahami bahwa kebutuhan pelayanan tentunya akan diimbangi dengan dokter Luar Negeri dalam rangka mengabdikan diri di daerah masing-masing.

Sekali lagi diperlukan komitmen yang kuat dan kerjasama yang harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis dapat terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia.

Menurut Oscar, Kami sangat berharap agar dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis yang ditempatkan atau dikembalikan kerumah sakit milik pemerintah daerah tentunya dapat di terima dengan baik dan dapat di digunakan sesuai dengan keprofesiannya. (DeckyKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Harga Cengkeh kering maupun mentah membuat para petani harus mengusap dada, karena dengan harga cengkeh kering yang hanya berkisaran Rp. 52.000 sampai 53.000 dan cengkeh mentah Rp. 10.000 perliter membuat para petani cengkeh harus menerima keadaan kerugian dimasa panen tahun ini.

Petani cengkeh asal Kecamatan Buko Nodin melalui percakapan dengan Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Rabu (18/11/2020) mengatakan dengan harga cengkeh seperti sekarang ini apa yang akan didapat pasca panen, karena biaya untuk mengurus kebun cengkeh sampai proses pemanenan cukup besar.

“Mulai dari pemarasan lokasi kebun (pembersihan) yang setahun harus dibersihkan 3 sampai 4 kali, belum ditambah biaya disaat panen ongkos petik perliter Rp. 3.000 bahkan sampai Rp. 5.000,” ucap Nodin.

“Ditambah sulitnya cari pekerja pemetik bunga cengkeh sehingga sebagian petani cengkeh menggunakan sistem bagi dua dalam pemetikan bunga cengkeh, apa yang didapat petani kalau sudah seperti ini, belum kalau menggunakan tenaga kerja untuk mengeringkan,” tambah Nodin.

“Apa boleh buat mau atau tidak para petani Cengkeh harus melakukan proses pemanenan walaupun harga cengkeh anjlok dan berpotensi kami sebagai petani merugi, dari pada tidak mendapatkan hasil di tahun ini,” lanjutnya.

Selain itu, Nodin juga berharap, “Harapan kami kiranya pemerintah dapat memperhatikan nasib kami para petani karena bukan saja hanya cengkeh yang anjlok harganya beberapa komoditi pertanian pun mengalami hal yang sama.” (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Setelah melewati tahap perekrutan dan seleksi, sebanyak 25 (Dua puluh lima) orang Anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) akhirnya resmi dilantik pada Senin, (16/11/2020).

Pelantikan dan pengambilan sumpah pengawas TPS Kecamatan Buko digelar di BPU Kec. Buko dan dihadiri oleh Camat Buko yang diwakili Kasie Pemerintah Kantor Camat Buko Apria Mombilia, S.Sos, Kapolsek Buko IPDA Marthen Tangkelangi, SH, Anggota Panitia Pengawas Kecamatan Buko, dan rohaniawan serta Anggota PTPS yang dilantik.

Kegiatan Pelantikan dan pengambilan sumpah PTPS Kecamatan Buko Kab. BanggaiKep dilaksanakan oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Buko Habir Yonik, S.Pd.

Adapun Anggota Pengawas TPS yang dilantik bertugas untuk melakukan pengawasan jalannya proses pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di masing-masing TPS yang ada di Kecamatan Buko dari awal proses pemungutan suara sampai pada penghitungan suara.

Karena pada Pilkada serentak tahun 2020 ini masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan hanya melakukan proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. (AmosKominfo)

Paisubatu, BanggaiKep.go.id – Ruas jalan Desa Paisubatu menuju Dusun KAT (Komunikasi Adat Terpencil) Bulon Paisubatu dan Dusun Ebenheizer yang merupakan Sub sangat memprihatikan sebab pasca musim penghujan dibeberapa bulan lalu menyebabkan ruas jalan ini mengalami kerusakan semakin parah.

Salah satu pengguna jalan Bapak Onsi saat diwawancarai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Senin, (16/11/2020) mengatakan, “Kami masyarakat berharap Pemerintahan Kecamatan dapat menyampaikan ini ke Pemerintah Kabupaten agar menjadi perhatian Dinas terkait agar segera diperbaiki.”

Menurut Onsi, ruas jalan ini sangat membantu masyarakat yang ada dibeberapa desa seperti Batangono, Talas-talas, Paisubatu yang mayoritas penduduknya hidup dari pertanian.

“Lahan perkebunan mereka lebih mudah dijangkau melalui ruas jalan ini, bahkan masyarakat tidak lagi susah untuk mengangkut hasil panen,” jelas Onsi.

“Kami selaku masyarakat pengguna jalan mohon kepada pemerintah untuk segera memperbaikinya sebelum menelan korban jiwa,” ucap Onsi.

Demikian pula dengan Bapak Gat saat diwawancarai mengungkapkan hal yang sama yakni agar ruas jalan ini segera diperbaiki, “Saya punya motor tapi karena jalan rusak lebih memilih jalan kaki dari pada cilaka,” ungkap Gat.

Beberapa pengendara mobil juga mengatakan dengan kondisi jalan seperti ini seringkali penumpang turun dan jalan kaki, kondisi jalan yang rusak total menyebabkan kerugian bagi kami karena banyak onderdil mobil yang harus diganti sebelum waktunya. (AmosKominfo)

Tataba, BanggaiKep.go.id – Sebagian wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) sedang menghadapi panen raya cengkeh, khususnya di wilayah Kecamatan Buko dan Buko Selatan.

Dibeberapa Desa, panen raya tahun ini membuat para petani cengkeh kualahan mencari buruh pemetik bunga cengkeh, pasalnya sulitnya mencari pekerja untuk pemanenan.

Beberapa petani cengkeh yang ada di Kec. Buko saat dijumpai Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep pada Senin (16/11/2020) mengeluhkan hal ini yakni sulit mencari pemetik bunga cengkeh padahal bulan ini sudah memasuki puncak masa panen.

Salah satu petani cengkeh asal Desa Batangono Kec. Buko Gat Beteno menyatakan memang tahun ini sulit mencari pekerja pemetik bunga cengkeh.

“Nampaknya ini dampak dari virus Corona yang membuat susahnya orang dari luar daerah untuk datang kemari, kalau tahun sebelumnya banyak orang dari Manado yang datang untuk jadi buruh pemetik cengkeh, tapi tahun ini nampaknya tidak ada,” ucap Gat.

“Kalau keadaannya seperti ini kami petani cengkeh bisa rugi, karena bunga cengkeh sudah siap panen bahkan ada yang sudah mekar dan pasti kalau tidak segera dipetik ujungnya berbiji tidak dapat dipanen lagi,” ungkap Gat. (AmosKominfo)

Salakan, BanggaiKep.go.id – Study Club Lingkar Banggai Bicara (Libra) Banggai Kepulauan (Banggaikep) menggelar pendidikan untuk anggota rekrutan terbaru angkatan pertama. Sabtu, (15/11/2020).

Kegiatan itu digelar di Salakan Ibukota Banggai Kepulauan dengan tema “Membangun Kemandirian Berfikir, Untuk Teguhkan Masa Depan Berdaulat.”

Kegiatan yang diikuti sekitar 20-an peserta itu dibuka oleh pembina Libra Muh Risal Arwie, sekaligus memberikan materi tentang Cara Berpikir.

Ketua Libra Taufik Nggolon, mengatakan “Kegiatan pendidikan tersebut berlangsung mulai hari ini 14 sampai dengan 15 November 2020.”

“Banyak dampak positif dalam mengikuti kegiatan pendidikan itu, salah satunya dapat menstimulasi cara berfikir sekaligus menjadi ajang transformasi semangat dan pembelajaran keorganisasian” lanjut Taufik.

“Pendidikan seperti ini, tidak hanya berhenti disini saja. Namun ada beberapa program organisasi lain yang akan dilakukan. Ini merupakan langkah awal untuk membangun cara berfikir anggota dalam melaksanakan rencana dan orientasi organisasi,” ujar Ketua Libra.

“Saya berharap dengan di bentuk Organisasi Libra Bangkep menjadi wadah untuk belajar menjadi generasi emas yang bermoral baik agar generasi milenial atau kalangan muda dapat mengembangkan potensi melalui organisasi tersebut” harap Taufik.  (TrisKominfo)

Palu, BanggaiKep.go.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) mendapat capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kamis, (12/11/2020).

Kegiatan penyerahan piagam opini WTP tersebut bertempat di ruang Pogombo Palu Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dikonfirmasi via ponsel, Bupati BanggaiKep H. Rais D. Adam mengatakan “Predikat WTP tersebut merupakan hasil dari kerjasama yang baik atas pengelolaan keuangan daerah.”

“Dengan kerjasama tersebut, akhirnya dapat mewujudkan laporan keuangan daerah yang akuntabel. Yang akhirnya, Kabupaten Bangkep dapat meraih predikat WTP tersebut” lanjut Bupati.

Bupati juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja dengan baik. Sehingga, penyelenggaraan pemerintahan mendapat predikat WTP.

Bupati berharap agar prestasi tersebut dapat terus dipertahankan. Serta prestasi tersebut menjadi motivasi dalam penyelenggaraan pemerintah kedepan. (TrisKominfo)

Sambulangan, BanggaiKep.go.id – Bersinergi bersama dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) merupakan langkah upaya dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Sebab menyikapi penyebaran virus corona di daerah bukan saja hanya merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah ataupun Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19, tetapi merupakan tanggungjawab bersama semua elemen yang ada di daerah ini.

Tim Pengerak PKK Kab. Banggai Kepulauan mengambil peran upaya menyikapi pandemi Covid-19 di Banggai Kepulauan, dengan berbagai kegiatan dan tindakan nyata melalui pembagian masker.

Disela Rapat Koordinasi Penurunan angka Stunting 2021 yang dilaksanakan di BPU Bulagi Utara (11/11/2020), Ketua TP-PKK Kec. Bulagi Utara Ny. Rita Pesilika Moligay menyalurkan bantuan masker dari TP-PKK Kab. BanggaiKep kepada 11 TP-PKK Desa dan TP-PKK Kelurahan Sabang.

Ketua TP-PKK Kec. Bulagi Utara saat di hubungi Jurnalis DisKominfo Pemda BanggaiKep memaparkan bahwa bantuan masker ini merupakan program TP-PKK Kab. BanggaiKep.

“Saya mengajak kepada TP-PKK Desa dan Kelurahan di Bulagi Utara untuk bersinergi bersama dan mengambil peran dalam situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai kegiatan yang dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona,” ucap Ny. Rita.

“Serta mampu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber ketersediaan pangan baik sayur-sayuran, rempah-rempah dan buah-buahan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, karena itulah perannya kita sebagai Tim Penggerak PKK, sebagaimana arahan dari Ketua TP-PKK Kab. Banggai Kepulauan,” jelas Ny. Rita menambahkan. (AmosKominfo)

Lalengan, BanggaiKep.go.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla, ST gelar reses yang dipusatkan di Desa Lalengan Kec. Buko Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep).

Penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dilaksanakan di Balai Desa Lalengan Kec. Buko dan dihadiri oleh Para Kades dan Sekdes, Badan Perwakilan Desa (BPD) serta tokoh Masyarakat, Adat, Perempuan, dan Pemuda Serta Masyarakat yang mewakili beberapa Desa Kec. Buko, Rabu, (11/11/2020).

Ronald Gulla dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada masyarakat yang masih memberikan kepercayaan untuk menjadi wakil rakyat.

“Saya berharap segenap masyarakat  dapat terus menopang dan mendokan saya agar mampu mengemban tanggungjawab ini untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Ronald.

Tujuan dilaksanakannya Reses ini guna menjaring aspirasi masyarakat yang di Kecamatan Buko, “Saya berharap bagi bapak, ibu Saudara-Saudaraku untuk dapat menyampaikan sebentar agar sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Sulteng tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang harus dibangun atau disiapkan oleh pemerintah,” jelas Ronal. (AmosKominfo)

Liang, BanggaiKep.go.id – Pelayanan Puskesmas Saleati Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan (BanggaiKep) kembali dibuka setelah sempat ditutup selama dua hari.

Puskemas tersebut ditutup sejak tanggal 9 sampai dengan 10 November 2020. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penyebaran virus corona di Kabupaten BanggaiKep khususnya di Kecamatan Liang.

Kepala Puskesmas (Kapus) Wiro Lepong, saat dikonfirmasi oleh Jurnalis Diskominfo Pemda BanggaiKep via WhatsApp membenarkan hal tersebut.

Wiro menyampaikan, puskesmas tersebut ditutup karena beberapa tenaga medisnya reaktif saat di rapid tes.

“Dengan begitu, para medis yang reaktif rapid test sudah melakukan karantina mandiri, seperti yang telah dianjurkan. Itu alasan mengapa puskesmas Saleati ditutup selama dua hari,” ungkapnya.

“Karena alasan pelayanan, di tanggal 11 November puskesmas tersebut kembali dibuka, namun pelayanannya diminimalisir hanya enam orang yakni empat orang dari Puskesmas Patukuki dan dua dari Puskesmas Mansamat. Dengan ketentuan hanya rawat jalan, bukan rawat inap,” jelas Kapus.

Kapus berharap penyebaran pandemi Covid-19 ini cepat teratasi, sehingga pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut segera kembali normal seperti semula. (TrisKominfo)